Bab 20: Membawa Kabur

Brak!

Seorang pria tua yang berkarisma menepuk meja di depannya dengan gusar. Kulit menjadi merah dengan wajah yang ditekuk.

Laporan tentang anaknya dibawa kabur oleh seorang pria yang disebut pacarnya membuat pria tua tersebut marah.

"Kalian, tolong cari tahu siapa pria yang mengaku sebagai pacar Kim Lanly, dan juga beri aku foto wajahnya yang jelas, aku ingin tahu seperti apa bentuknya," perintah pria tua itu kepada beberapa pengawal yang berdiri di ruang kantor pribadi.

Kim Jum, ayah dari Kim Lanly yang memiliki kuasa besar terhadap salah satu perusahaan konglomerat di Korea Selatan bernama JL Corp.

Perusahaan JL Corp bergerak di bidang media, industri hiburan, makanan, perbelanjaan, properti, dan masih banyak yang lain. Memiliki laba bersih miliaran dolar.

Bisa disebut kalau Kim Jum ini adalah orang penting karena memimpin sebuah perusahaan besar di Korea Selatan.

Adanya laporan ini, Kim Jum khawatir anaknya dibawa ke sesuatu tempat yang berbahaya oleh pria misterius itu.

Akan tetapi, mengetahui tentang pesan anaknya untuk tidak mengganggunya bersama pria yang dikatakan sebagai pacar, Kim Jum menjadi bimbang.

Melihat beberapa pengawal keluar dari mulai menjalankan perintahnya. Kim Jum memanggil salah satu pengawal untuk memberikan suatu perintah lain lagi.

"Selama satu hari ini, jika kalian menemukan mereka, kalian tidak perlu menangkap pria itu dan biarkan keduanya bersama. Lewat dari satu hari, kalian boleh bergerak untuk menangkap mereka. Pastikan Kim Lanly aman," kata Kim Jum dengan suara yang dalam. "Apabila mereka belum diketahui keberadaannya, kalian terus cari sampai ketemu sebelum siang hari selanjutnya. Jangan sampai berita tentang ini tersebar dan pastikan tidak ada yang tahu."

"Baik, kami mengerti, Pak!"

Penjaga tersebut mengangguk kejam dan berbalik keluar bersama pengawal yang lainnya, meninggalkan Kim Jum yang sendiri di dalam ruangan.

"Dasar, anakku satu ini ...."

Kepala Kim Jum bergerak ke kanan dan ke kiri dengan parah sembari menopang dahinya.

Putrinya, Kim Lanly memang memiliki sifat pemberontak. Sebelumnya, putrinya meminta untuk dibelikan apartemen karena ingin hidup sendiri dengan karirnya sebagai idol.

Sebagai orang tua, kemauan anaknya yang tidak disetujui, mau tidak mau harus dituruti karena mengingat kembali dengan identitas bahwa itu anaknya.

Mengingat bahwa kemauan yang diinginkan Kim Jum sendiri telah diikuti oleh Kim Lanly menjadi seorang mahasiswi dengan nilai terbaik dan memiliki usaha sendiri meski baru berkembang, memang sudah seharusnya membebaskan Kim Lanly untuk memilih karir dan masa depannya sendiri selagi itu memang membangun.

Tangan Kim Jum terulur, mengambil sebuah bingkai foto yang berisikan istrinya dan 2 orang anak yang masih kecil.

"Andai saja kamu masih ada, mungkin Kim Lanly akan menjadi penurut."

Tiba-tiba, Kim Jum mengambil ponselnya dan menghubungi kontak yang bernama Kim Chung Hee, anak laki-laki pertamanya yang mengurus anak perusahaan JL Entertainment Television.

"Nak, aku butuh bantuanmu untuk memantau ...."

Pada saat ini, Vino dan Kim Lanly sedang berada di sebuah gedung perbelanjaan di Kota Seoul untuk membeli satu pasang pakaian ganti.

Mereka memiliki rencana untuk menghabiskan waktu bersama di suatu tempat.

Setelah berbelanja, mereka pergi ke restoran yang murah di suatu tempat di kota yang sama.

"Di sini cukup terpencil dan bersembunyi, mereka pasti sulit menemukan lokasi kita saat ini," kata Kim Lanly dengan suara yang kecil.

Vino mengangguk setuju dengan ucapan Kim Lanly.

Pasalnya, mereka berdua sudah masuk ke dalam sebuah pemukiman dan kebetulan ada tempat jual makanan yang seharusnya enak, banyak orang yang beli.

Dengan tempat yang masuk ke pemukiman dan juga ramai, mereka sulit untuk menangkapnya.

Akan tetapi, Vino teringat sesuatu dan dia berkata, "Bukankah kartu ATM bisa ditelusuri?"

"Eh?!" Kim Lanly baru kepikiran tentang hal ini. "Kita harus cepat makannya dan meninggalkan tempat ini!"

"Oke."

Apa yang dikatakan oleh Vino benar, kartu ATM bisa dilacak apalagi kartu yang dibawa oleh Kim Lanly adalah kartu bank yang diberikan oleh orang tuanya.

Lupa untuk menggunakan kartu atmnya sendiri, padahal Kim Lanly membawa kartu sendiri. Sudah kebiasaan dan tanpa sadar Kim Lanly menggunakan kartu kredit ayahnya.

Setelah makan siang bersama, Kim Lanly dan Vino pergi dari tempat itu untuk menuju tempat wisata yang jauh dari Kota Seoul.

Namun, di jarak ratusan meter dari tempat mereka makan, tiga pengawal yang di awal mengejar itu datang dan berhasil menemukan Kim Lanly bersama Vino.

Mereka habis makan dan tak bisa berlari. Dengan begitu, Vino meminta Kim Lanly untuk berdiri di belakangnya. Kali ini, Vino berniat untuk melawan mereka dan takkan kabur.

Di dalam sebuah jalan sempit pemukiman di samping Pusat Kota Seoul, Vino berdiri di hadapan ketiga pria yang bertubuh lebar dari tubuhnya.

Meskipun tinggi Vino melampaui mereka, otot tubuh mereka lebih berkembang dari tubuh Vino yang membuat kesan besar.

Dilihat dari tubuh pengawal-pengawal ini, mereka merupakan orang suka fitnes, memfokuskan tubuh menjadi lebih besar.

"Nona, aku harap Anda tidak lari lagi, kami sudah berlari jauh untuk membawamu kembali dengan aman," kata salah satu pengawal.

"Untuk apa kalian ke sini?! Bukannya aku sudah bilang kepada kalian untuk tidak mengejar aku dan pacarku?" Kim Lanly membalas dengan wajah yang kesal.

"Nona, ketua tidak mengizinkan kamu untuk bersama pria tidak dikenal, kami bertugas untuk menjaga keselamatan Anda."

"Tidak, ini pacarku, dan dia bukan penjahat. Jadi, jangan mengejar dan menghalangiku lagi untuk bisa berdua bersama pacarku hari ini!" Tangan Kim Lanly memeluk Vino dari belakang dan melotot ke pengawalnya.

Pengawal keluarga Kim Lanly tidak mendengarkan ucapan yang keluar dari bibir Kim Lanly.

Pasalnya, mereka memiliki tugas untuk mencari tahu tentang pria yang menjadi pacar Kim Lanly. Dengan kata lain, mereka harus menangkap pria ini dan menginterogasi secara langsung.

"Maaf, Nona. Ketua sudah memberikan sebuah perintah untuk menangkap kalian berdua. Jadi, kami bertiga harus menangkap kalian secara paksa."

Setelah kalimat pengawal itu jatuh, Kim Lanly menjadi panik dan pasrah, pelukan di tubuh Vino menjadi longgar karena perasaan menyerah muncul di hatinya.

Ketiga pengawal mulai berjalan mendekati mereka, siap untuk menangkap.

Tepat ketika tangan Kim Lanly ingin terlepas dari tubuh Vino, sebuah tangan menahannya dan suara Vino terdengar, "Aku pastikan kita berdua bersenang-senang hari ini. Kamu jangan sedih, serahkan ini kepadaku, pacarmu."

Pupil mata Kim Lanly menjadi tegas dan gembira, kemudian kepalanya mengangguk dengan cepat.

"Kamu mundur lima langkah ke belakang, dan lihat aku menjatuhkan mereka," kata Vino dengan matanya yang menawan dan serius.

Jantung Kim Lanly berdebar cepat begitu mendengar ucapan Vino, dibarengi dengan ekspresi Vino yang sangat tampan.

Kim Lanly dengan cepat mengikuti ucapan Vino dan mundur menjauh ke belakang.

Melihat Kim Lanly mundur, Vino membuat sepuluh jarinya berbunyi sambil melihat ke ketiga pengawal di depan. Niat untuk bertarung muncul di sorot matanya yang tajam.

Ketiga pengawal Kim Lanly tahu ancang-ancang Vino, dan mereka juga siap untuk bertarung.

Ada satu cara lain untuk menyelesaikan masalah kalau cara halus sudah tak berguna, mereka harus menggunakan cara kasar, yaitu bertarung.

Salah satu dari ketiga pengawal membawa tongkat baton lipat, dan memanjangkan tongkatnya. Kedua pengawal lainnya hanya menggunakan tangan kosong.

"Aku meminta maaf karena sudah membawa Nona Kim Lanly pergi hari ini. Pasalnya, ini adalah tugas yang tak mungkin aku tinggalkan," kata Vino dengan suara yang dalam. "Ya, aku harus melawan kalian untuk menyelesaikan tugasku."

Semua pengawal hanya diam dengan wajah yang memerah karena marah. Tinju mereka semua terkepal erat.

"Persetan dengan pekerjaanmu!"

Terpopuler

Comments

isnaini naini

isnaini naini

profesional ya vino...

2023-10-11

2

the Amay one

the Amay one

👍🏿👍🏿👍🏿

2023-08-24

4

Zoelf 212 🛡⚡🔱

Zoelf 212 🛡⚡🔱

seru dah...keren dah cerit anya.... sayang man dikit up nya.... secangkir ☕ dah buat penyemangat

2023-08-09

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2 Bab 2: Sistem Unik
3 Bab 3: Pesanan Pertama
4 Bab 4: Kencan Awal
5 Bab 5: Dua Pria Onar
6 Bab 6: Berpisah dengan Callie
7 Bab 7: Warna Muncul
8 Bab 8: Teman Kerja Buruk
9 Bab 9: Pesanan Kedua
10 Bab 10: Sedikit Perselisihan
11 Bab 11: Menghilang di Laut
12 Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13 Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14 Bab 14: Tidak Sengaja
15 Bab 15: Keluar Pekerjaan
16 Bab 16: Pesanan Ketiga
17 Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18 Bab 18: Bersembunyi
19 Bab 19: Kabur dari Pengawal
20 Bab 20: Membawa Kabur
21 Bab 21: Demi Pekerjaan!
22 Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23 Bab 23: Pilihan yang Banyak
24 Bab 24: Melawan Preman
25 Bab 25: Kejadian Mendadak
26 Bab 26: Salah Tangkap
27 Bab 27: Kecelakaan Kecil
28 Bab 28: Hantu Kosan
29 Bab 29: Pesanan Keempat
30 Bab 30: Wanita Pemaloe
31 Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32 Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33 Bab 33: Bertanding Kendo
34 Bab 34: Pertandingan Ulang
35 Bab 35: Pertandingan Selesai
36 Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37 Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38 Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39 Bab 39: Keanehan Vino
40 Bab 40: Wanita Mengerikan
41 Bab 41: Pergi Kencan Monika
42 Bab 42: Pemandangan Konyol
43 Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44 Bab 44: Pria Onar
45 Bab 45: Perkelahian Damai
46 Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47 Bab 47: Vonia Datang Kembali
48 Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49 Bab 49: Hubungan Rumit
50 Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51 Bab 51: Tumbang Dua
52 Bab 52: Pria Gila
53 Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54 Bab 54: Penampilan untuk Callie
55 Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56 Bab 56: Kecanduan
57 Bab 57: Pergi ke Kampung
58 Bab 58: Bertemu Orang Tua
59 Bab 59: Kepastian Ayah
60 Bab 60: Menasihati Ayah
61 Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62 Bab 62: Satu vs Squad
63 Bab 63: Pesanan Ketujuh
64 Bab 64: Kabur ke New York
65 Bab 65: Pengungkapan Identitas
66 Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67 Bab 67: Kabur dari Kartel
68 Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69 Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70 Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71 Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72 Bab 72: Fokus Kekayaan
73 Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74 Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75 Bab 75: Pesanan Abnormal
76 Bab 76: Dunia Berbeda
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2
Bab 2: Sistem Unik
3
Bab 3: Pesanan Pertama
4
Bab 4: Kencan Awal
5
Bab 5: Dua Pria Onar
6
Bab 6: Berpisah dengan Callie
7
Bab 7: Warna Muncul
8
Bab 8: Teman Kerja Buruk
9
Bab 9: Pesanan Kedua
10
Bab 10: Sedikit Perselisihan
11
Bab 11: Menghilang di Laut
12
Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13
Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14
Bab 14: Tidak Sengaja
15
Bab 15: Keluar Pekerjaan
16
Bab 16: Pesanan Ketiga
17
Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18
Bab 18: Bersembunyi
19
Bab 19: Kabur dari Pengawal
20
Bab 20: Membawa Kabur
21
Bab 21: Demi Pekerjaan!
22
Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23
Bab 23: Pilihan yang Banyak
24
Bab 24: Melawan Preman
25
Bab 25: Kejadian Mendadak
26
Bab 26: Salah Tangkap
27
Bab 27: Kecelakaan Kecil
28
Bab 28: Hantu Kosan
29
Bab 29: Pesanan Keempat
30
Bab 30: Wanita Pemaloe
31
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33
Bab 33: Bertanding Kendo
34
Bab 34: Pertandingan Ulang
35
Bab 35: Pertandingan Selesai
36
Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37
Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38
Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39
Bab 39: Keanehan Vino
40
Bab 40: Wanita Mengerikan
41
Bab 41: Pergi Kencan Monika
42
Bab 42: Pemandangan Konyol
43
Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44
Bab 44: Pria Onar
45
Bab 45: Perkelahian Damai
46
Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47
Bab 47: Vonia Datang Kembali
48
Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49
Bab 49: Hubungan Rumit
50
Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51
Bab 51: Tumbang Dua
52
Bab 52: Pria Gila
53
Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54
Bab 54: Penampilan untuk Callie
55
Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56
Bab 56: Kecanduan
57
Bab 57: Pergi ke Kampung
58
Bab 58: Bertemu Orang Tua
59
Bab 59: Kepastian Ayah
60
Bab 60: Menasihati Ayah
61
Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62
Bab 62: Satu vs Squad
63
Bab 63: Pesanan Ketujuh
64
Bab 64: Kabur ke New York
65
Bab 65: Pengungkapan Identitas
66
Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67
Bab 67: Kabur dari Kartel
68
Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69
Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70
Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71
Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72
Bab 72: Fokus Kekayaan
73
Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74
Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75
Bab 75: Pesanan Abnormal
76
Bab 76: Dunia Berbeda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!