Brak!
Seorang pria tua yang berkarisma menepuk meja di depannya dengan gusar. Kulit menjadi merah dengan wajah yang ditekuk.
Laporan tentang anaknya dibawa kabur oleh seorang pria yang disebut pacarnya membuat pria tua tersebut marah.
"Kalian, tolong cari tahu siapa pria yang mengaku sebagai pacar Kim Lanly, dan juga beri aku foto wajahnya yang jelas, aku ingin tahu seperti apa bentuknya," perintah pria tua itu kepada beberapa pengawal yang berdiri di ruang kantor pribadi.
Kim Jum, ayah dari Kim Lanly yang memiliki kuasa besar terhadap salah satu perusahaan konglomerat di Korea Selatan bernama JL Corp.
Perusahaan JL Corp bergerak di bidang media, industri hiburan, makanan, perbelanjaan, properti, dan masih banyak yang lain. Memiliki laba bersih miliaran dolar.
Bisa disebut kalau Kim Jum ini adalah orang penting karena memimpin sebuah perusahaan besar di Korea Selatan.
Adanya laporan ini, Kim Jum khawatir anaknya dibawa ke sesuatu tempat yang berbahaya oleh pria misterius itu.
Akan tetapi, mengetahui tentang pesan anaknya untuk tidak mengganggunya bersama pria yang dikatakan sebagai pacar, Kim Jum menjadi bimbang.
Melihat beberapa pengawal keluar dari mulai menjalankan perintahnya. Kim Jum memanggil salah satu pengawal untuk memberikan suatu perintah lain lagi.
"Selama satu hari ini, jika kalian menemukan mereka, kalian tidak perlu menangkap pria itu dan biarkan keduanya bersama. Lewat dari satu hari, kalian boleh bergerak untuk menangkap mereka. Pastikan Kim Lanly aman," kata Kim Jum dengan suara yang dalam. "Apabila mereka belum diketahui keberadaannya, kalian terus cari sampai ketemu sebelum siang hari selanjutnya. Jangan sampai berita tentang ini tersebar dan pastikan tidak ada yang tahu."
"Baik, kami mengerti, Pak!"
Penjaga tersebut mengangguk kejam dan berbalik keluar bersama pengawal yang lainnya, meninggalkan Kim Jum yang sendiri di dalam ruangan.
"Dasar, anakku satu ini ...."
Kepala Kim Jum bergerak ke kanan dan ke kiri dengan parah sembari menopang dahinya.
Putrinya, Kim Lanly memang memiliki sifat pemberontak. Sebelumnya, putrinya meminta untuk dibelikan apartemen karena ingin hidup sendiri dengan karirnya sebagai idol.
Sebagai orang tua, kemauan anaknya yang tidak disetujui, mau tidak mau harus dituruti karena mengingat kembali dengan identitas bahwa itu anaknya.
Mengingat bahwa kemauan yang diinginkan Kim Jum sendiri telah diikuti oleh Kim Lanly menjadi seorang mahasiswi dengan nilai terbaik dan memiliki usaha sendiri meski baru berkembang, memang sudah seharusnya membebaskan Kim Lanly untuk memilih karir dan masa depannya sendiri selagi itu memang membangun.
Tangan Kim Jum terulur, mengambil sebuah bingkai foto yang berisikan istrinya dan 2 orang anak yang masih kecil.
"Andai saja kamu masih ada, mungkin Kim Lanly akan menjadi penurut."
Tiba-tiba, Kim Jum mengambil ponselnya dan menghubungi kontak yang bernama Kim Chung Hee, anak laki-laki pertamanya yang mengurus anak perusahaan JL Entertainment Television.
"Nak, aku butuh bantuanmu untuk memantau ...."
Pada saat ini, Vino dan Kim Lanly sedang berada di sebuah gedung perbelanjaan di Kota Seoul untuk membeli satu pasang pakaian ganti.
Mereka memiliki rencana untuk menghabiskan waktu bersama di suatu tempat.
Setelah berbelanja, mereka pergi ke restoran yang murah di suatu tempat di kota yang sama.
"Di sini cukup terpencil dan bersembunyi, mereka pasti sulit menemukan lokasi kita saat ini," kata Kim Lanly dengan suara yang kecil.
Vino mengangguk setuju dengan ucapan Kim Lanly.
Pasalnya, mereka berdua sudah masuk ke dalam sebuah pemukiman dan kebetulan ada tempat jual makanan yang seharusnya enak, banyak orang yang beli.
Dengan tempat yang masuk ke pemukiman dan juga ramai, mereka sulit untuk menangkapnya.
Akan tetapi, Vino teringat sesuatu dan dia berkata, "Bukankah kartu ATM bisa ditelusuri?"
"Eh?!" Kim Lanly baru kepikiran tentang hal ini. "Kita harus cepat makannya dan meninggalkan tempat ini!"
"Oke."
Apa yang dikatakan oleh Vino benar, kartu ATM bisa dilacak apalagi kartu yang dibawa oleh Kim Lanly adalah kartu bank yang diberikan oleh orang tuanya.
Lupa untuk menggunakan kartu atmnya sendiri, padahal Kim Lanly membawa kartu sendiri. Sudah kebiasaan dan tanpa sadar Kim Lanly menggunakan kartu kredit ayahnya.
Setelah makan siang bersama, Kim Lanly dan Vino pergi dari tempat itu untuk menuju tempat wisata yang jauh dari Kota Seoul.
Namun, di jarak ratusan meter dari tempat mereka makan, tiga pengawal yang di awal mengejar itu datang dan berhasil menemukan Kim Lanly bersama Vino.
Mereka habis makan dan tak bisa berlari. Dengan begitu, Vino meminta Kim Lanly untuk berdiri di belakangnya. Kali ini, Vino berniat untuk melawan mereka dan takkan kabur.
Di dalam sebuah jalan sempit pemukiman di samping Pusat Kota Seoul, Vino berdiri di hadapan ketiga pria yang bertubuh lebar dari tubuhnya.
Meskipun tinggi Vino melampaui mereka, otot tubuh mereka lebih berkembang dari tubuh Vino yang membuat kesan besar.
Dilihat dari tubuh pengawal-pengawal ini, mereka merupakan orang suka fitnes, memfokuskan tubuh menjadi lebih besar.
"Nona, aku harap Anda tidak lari lagi, kami sudah berlari jauh untuk membawamu kembali dengan aman," kata salah satu pengawal.
"Untuk apa kalian ke sini?! Bukannya aku sudah bilang kepada kalian untuk tidak mengejar aku dan pacarku?" Kim Lanly membalas dengan wajah yang kesal.
"Nona, ketua tidak mengizinkan kamu untuk bersama pria tidak dikenal, kami bertugas untuk menjaga keselamatan Anda."
"Tidak, ini pacarku, dan dia bukan penjahat. Jadi, jangan mengejar dan menghalangiku lagi untuk bisa berdua bersama pacarku hari ini!" Tangan Kim Lanly memeluk Vino dari belakang dan melotot ke pengawalnya.
Pengawal keluarga Kim Lanly tidak mendengarkan ucapan yang keluar dari bibir Kim Lanly.
Pasalnya, mereka memiliki tugas untuk mencari tahu tentang pria yang menjadi pacar Kim Lanly. Dengan kata lain, mereka harus menangkap pria ini dan menginterogasi secara langsung.
"Maaf, Nona. Ketua sudah memberikan sebuah perintah untuk menangkap kalian berdua. Jadi, kami bertiga harus menangkap kalian secara paksa."
Setelah kalimat pengawal itu jatuh, Kim Lanly menjadi panik dan pasrah, pelukan di tubuh Vino menjadi longgar karena perasaan menyerah muncul di hatinya.
Ketiga pengawal mulai berjalan mendekati mereka, siap untuk menangkap.
Tepat ketika tangan Kim Lanly ingin terlepas dari tubuh Vino, sebuah tangan menahannya dan suara Vino terdengar, "Aku pastikan kita berdua bersenang-senang hari ini. Kamu jangan sedih, serahkan ini kepadaku, pacarmu."
Pupil mata Kim Lanly menjadi tegas dan gembira, kemudian kepalanya mengangguk dengan cepat.
"Kamu mundur lima langkah ke belakang, dan lihat aku menjatuhkan mereka," kata Vino dengan matanya yang menawan dan serius.
Jantung Kim Lanly berdebar cepat begitu mendengar ucapan Vino, dibarengi dengan ekspresi Vino yang sangat tampan.
Kim Lanly dengan cepat mengikuti ucapan Vino dan mundur menjauh ke belakang.
Melihat Kim Lanly mundur, Vino membuat sepuluh jarinya berbunyi sambil melihat ke ketiga pengawal di depan. Niat untuk bertarung muncul di sorot matanya yang tajam.
Ketiga pengawal Kim Lanly tahu ancang-ancang Vino, dan mereka juga siap untuk bertarung.
Ada satu cara lain untuk menyelesaikan masalah kalau cara halus sudah tak berguna, mereka harus menggunakan cara kasar, yaitu bertarung.
Salah satu dari ketiga pengawal membawa tongkat baton lipat, dan memanjangkan tongkatnya. Kedua pengawal lainnya hanya menggunakan tangan kosong.
"Aku meminta maaf karena sudah membawa Nona Kim Lanly pergi hari ini. Pasalnya, ini adalah tugas yang tak mungkin aku tinggalkan," kata Vino dengan suara yang dalam. "Ya, aku harus melawan kalian untuk menyelesaikan tugasku."
Semua pengawal hanya diam dengan wajah yang memerah karena marah. Tinju mereka semua terkepal erat.
"Persetan dengan pekerjaanmu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
isnaini naini
profesional ya vino...
2023-10-11
2
the Amay one
👍🏿👍🏿👍🏿
2023-08-24
4
Zoelf 212 🛡⚡🔱
seru dah...keren dah cerit anya.... sayang man dikit up nya.... secangkir ☕ dah buat penyemangat
2023-08-09
4