Bab 6: Berpisah dengan Callie

Vino tersenyum sambil mengangguk, dan dia berdiri di depan Callie dengan tatapan yang cerah.

Buk!

Tubuh Callie melekat di tubuh Vino, memeluk Vino dengan perasaan yang lega.

Ternyata mereka tidak berpisah begitu cepat setelah insiden yang terjadi pada mereka berdua.

Sebelumnya, Vino tidak memberi tahu apa yang akan ia lakukan, sebuah foto dalam apartemennya dimintai oleh Vino untuk sesuatu, sama sekali Callie tidak mengerti dengan tujuan Vino.

Tidak mengira Vino akan muncul di dalam apartemennya dengan cara misterius.

"Bagaimana kamu bisa ke dalam apartemen, Sayang?" tanya Callie yang duduk di sofa dalam apartemen bersama Vino.

Vino meletakkan barang belanjaannya di lantai dekat sofa, dan menjawab dengan senyum simpul, "Sebuah rahasia. Aku tidak bisa memberi tahu kamu tentang ini."

Muach!

Sebuah ciuman mendarat di pipi Vino, Callie memandangnya dengan tatapan menggoda. "Bagaimana dengan itu? Kamu bisa memberi tahu aku apa caranya."

"Tidak, aku masih belum bisa memberi tahu kamu tentang itu," kata Vino dengan sikap yang tegas dan menggelengkan kepalanya.

"Bagaimana dengan yang satu ini."

Tubuh Callie memanjat Vino dan kemudian duduk di atas pangkuan Vino dengan pose yang seduktif. Ruangan tiba-tiba menjadi panas.

Sayangnya, sikap Vino tidak berubah, dia menggelengkan kepalanya lalu mengangkat tubuh Callie ke sofa lagi.

"Ini terlalu rahasia, Sayang. Aku tidak bisa memberi tahu hal itu."

"Humph!" Callie mendengus kesal melihat Vino yang sangat kukuh dengan pendiriannya.

Bersandar di sofa, Callie bersikap marah sambil memalingkan wajahnya tanpa mau melihat Vino di sebelahnya.

Vino menghela napasnya, wanita ini ternyata memiliki sifat yang keras kepala juga, tetapi dia memang tidak bisa memberi tahu tentang ini, Vino masih belum bisa tebih tepatnya.

"Mungkin suatu saat nanti, aku akan memberi tahu tentang itu kepadamu, asalkan kamu tidak marah padaku."

"Aku tidak marah, aku hanya sedang kesal."

Ucapan Callie tidak sinkron dengan sikapnya yang sekarang. Lihat saja, dia masih duduk di sofa menghadap arah lain.

Mengingat dengan tugasnya sebagai pacar sewaan, pikiran Vino berputar untuk mencari cara supaya Callie tidak kesal kepadanya.

Sebuah lampu menyala di atas kepala Vino, dan dia memiliki ide untuk ini.

Dengan begitu, Vino mencoba mendekati diri ke Callie secara perlahan, kemudian memeluknya dari belakang.

"Maaf, aku memang tidak bisa memberi tahu alasannya kepadamu. Namun, aku butuh pengertianmu saat ini. Aku berjanji akan memberi tahumu nanti," kata Vino dengan nada suara yang dalam dan intonasi yang terdengar lembut.

Dengan kelembutan dan kontak fisik yang memberikan kehangatan luar biasa, Callie yang kesal menjadi luluh, dan dia membalikkan tubuhnya untuk memeluk Vino.

Dalam sekejap, Callie mengubah sifatnya yang keras menjadi manja. "Sayang, aku ingin berpelukan seperti ini sampai waktu sewa berakhir."

"Memangnya berapa lagi waktu yang tersisa?" Vino menoleh mencari jam yang ditempel di dinding.

"Aku memesan kamu di jam delapan pagi, di jam enam sore seharusnya pacar sewaan sudah selesai. Sekarang sudah jam empat sore."

Callie menunjukkan ponselnya yang menampilkan waktu terkini.

"Masih ada dua jam lagi, kamu yakin ingin terus memelukku seperti ini dalam waktu dua jam ke depan?" Vino bertanya untuk memastikan lagi keinginan Callie.

Waktu 2 jam bukan waktu yang sebentar, terlebih kegiatan mereka hanya diam dan menunggu waktu, makin terasa lamanya.

Menatap kedua mata Vino yang menawan dan terlihat lembut, Callie mengangguk pelan dan menjawab, "Aku yakin. Aku sangat merindukan pelukan hangat."

Setelah kata-kata Callie jatuh, dia memeluk Vino dengan erat hingga Vino bisa merasakan benda kenyal serta lembut yang menempel di dadanya.

"Supaya kamu tahu, aku sudah lama tidak bertemu keluargaku. Mereka sangat sibuk berkerja, saudara dan saudariku jarang bertemu satu sama lain. Pelukan seperti ini sudah lama aku tidak rasakan lagi. Sekarang umurku tiga puluh empat tahun dan belum menikah, aku rindu dengan suasana keluarga," beber Callie yang menceritakan sedikit tentang hidupnya.

Namun, Vino yang merasa sedih pada awalnya menjadi tersentak, dan tubuhnya mematung beberapa saat.

"Kamu sudah berumur tiga puluh empat tahun?" tanya Vino sambil memandang tubuh Callie dengan tatapan yang tidak percaya.

Callie mengangguk di pelukan Vino, menjawab dengan jujur, "Benar. Kamu pasti tidak menyangka aku sudah cukup berumur."

Apa yang dikatakan Callie benar.

Sejak awal pertemuan, Vino menganggap Callie sepantaran dengannya karena wajahnya masih terlihat muda dan segar.

Namun, tubuhnya memang lebih berkembang dari tubuh wanita muda yang lainnya.

Mengetahui fakta ini, sebuah pikiran terngiang-ngiang di kepala Vino.

'Tunggu, aku sedang berpacaran dengan seorang Milf? Aku sedang disewa oleh seorang tante-tante hot?!'

Kalimat itu yang melayang di kepala Vino, dia masih belum menerima dirinya berhubungan dengan seorang wanita yang umurnya terpaut jauh.

Vino baru berumur 20 tahun, tepat di satu bulan yang lalu dirinya ulang tahun.

Ada selisih 14 tahun di antara umur keduanya, terbilang cukup jauh.

Saat ini, Vino bingung harus berbuat apa. Jadi, dia hanya diam dan terus memeluk wanita yang sudah ia ketahui umurnya, memeluk wanita yang sangat dewasa.

Waktu 2 jam terasa cepat bagi mereka berdua, dan jam 6 sore tiba begitu saja.

[Ding! Waktu sewa sudah habis!]

[Anda diperbolehkan untuk pulang dan berpisah.]

Ting!

Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Callie, pemberitahuan dari Aplikasi Rent Boyfriend bahwa waktu sewa telah habis.

Pemberitahuan yang berisikan ucapan terima kasih juga ditampilkan, bersamaan dengan sebuah kolom ulasan terhadap performa dan pelayanan Vino.

"Kamu ingin aku beri bintang lima?" Alis Callie menatap Vino yang berdiri di depannya dengan mata yang seduktif.

Vino mengangguk cepat. "Tentu saja."

"Kamu harus memberikan jejakmu pada tubuhku, aku akan memberi kamu ulasan bintang lima."

"Jejak?" tanya Vino yang tidak paham dengan maksud Callie.

"Cium dan gigit sedikit leherku. Ayo cepat lakukan, Sayang!" jawab Callie yang gemas dengan kepolosan Vino.

Demi bintang 5 yang akan diberikan oleh Callie, Vino memberi tanda atau jejak di leher Callie dengan cepat.

Terlihat ada tanda berwarna merah di leher Callie, bekas dari ciuman dan sedikit gigitan yang menimbulkan bekas merah.

"Oke, aku sudah memberikan bintang lima padamu."

Vino mengangguk dan tersenyum pada Callie. "Aku pergi sekarang. Senang menjadi pacarmu untuk hari ini. Selamat tinggal!"

Setelah mengatakan itu, Vino keluar melalui pintu dalam pandangan mata Callie.

Sosok Vino menghilang dan dia benar-benar pergi dari apartemennya.

Rasa kehilangan dan rasa bahagia bercampur aduk di hati Callie. Pengalaman menyewa seorang pacar bisa sehebat ini baginya.

"Tunggu, bagaimana caranya dia pergi?!"

Callie baru sadar dengan Vino yang muncul tiba-tiba di dalam apartemennya yang terkunci sebelumnya.

Bagaimana caranya dia pergi tanpa masuk dari luar?

Begitu Callie memeriksa ke dalam apartemen, sosok Vino sudah menghilang tanpa ada jejak yang ditinggalkan.

Dengan rasa penasaran, Callie turun menggunakan lift dan keluar dari gedung apartemen. Dia masih tidak bisa menemukan Vino.

"Pria tampan yang misterius," gumam Callie sambil memandang jalan di depannya.

[Misi Sewa Berhasil Diselesaikan! Silakan memilih satu hadiah permanen!]

[Terdeteksi Anda mendapatkan ulasan bintang lima! Sistem memberi tuan rumah untuk memilih satu hadiah lagi!]

[Hadiah yang tersedia: Wajah Tampan Dasar, Tubuh Kalistenik, Tinggi 182 cm, Temperamen Lembut, Keterampilan Bahasa Inggris Master, Keterampilan Komunikasi Profesional, Kulit Putih Mulus.]

[Silakan pilih 2 hadiah dari hadiah yang tersedia!]

Terpopuler

Comments

bubur ayam

bubur ayam

aku juga mau😋😋

2024-06-07

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-10

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Waktu pesanan berakhir, Vino mendapatkan bintang 5 dan ada 2 hadiah menanti untuk dipilih...🤔🙄😩😛💪👍👍

2023-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2 Bab 2: Sistem Unik
3 Bab 3: Pesanan Pertama
4 Bab 4: Kencan Awal
5 Bab 5: Dua Pria Onar
6 Bab 6: Berpisah dengan Callie
7 Bab 7: Warna Muncul
8 Bab 8: Teman Kerja Buruk
9 Bab 9: Pesanan Kedua
10 Bab 10: Sedikit Perselisihan
11 Bab 11: Menghilang di Laut
12 Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13 Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14 Bab 14: Tidak Sengaja
15 Bab 15: Keluar Pekerjaan
16 Bab 16: Pesanan Ketiga
17 Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18 Bab 18: Bersembunyi
19 Bab 19: Kabur dari Pengawal
20 Bab 20: Membawa Kabur
21 Bab 21: Demi Pekerjaan!
22 Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23 Bab 23: Pilihan yang Banyak
24 Bab 24: Melawan Preman
25 Bab 25: Kejadian Mendadak
26 Bab 26: Salah Tangkap
27 Bab 27: Kecelakaan Kecil
28 Bab 28: Hantu Kosan
29 Bab 29: Pesanan Keempat
30 Bab 30: Wanita Pemaloe
31 Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32 Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33 Bab 33: Bertanding Kendo
34 Bab 34: Pertandingan Ulang
35 Bab 35: Pertandingan Selesai
36 Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37 Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38 Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39 Bab 39: Keanehan Vino
40 Bab 40: Wanita Mengerikan
41 Bab 41: Pergi Kencan Monika
42 Bab 42: Pemandangan Konyol
43 Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44 Bab 44: Pria Onar
45 Bab 45: Perkelahian Damai
46 Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47 Bab 47: Vonia Datang Kembali
48 Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49 Bab 49: Hubungan Rumit
50 Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51 Bab 51: Tumbang Dua
52 Bab 52: Pria Gila
53 Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54 Bab 54: Penampilan untuk Callie
55 Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56 Bab 56: Kecanduan
57 Bab 57: Pergi ke Kampung
58 Bab 58: Bertemu Orang Tua
59 Bab 59: Kepastian Ayah
60 Bab 60: Menasihati Ayah
61 Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62 Bab 62: Satu vs Squad
63 Bab 63: Pesanan Ketujuh
64 Bab 64: Kabur ke New York
65 Bab 65: Pengungkapan Identitas
66 Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67 Bab 67: Kabur dari Kartel
68 Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69 Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70 Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71 Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72 Bab 72: Fokus Kekayaan
73 Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74 Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75 Bab 75: Pesanan Abnormal
76 Bab 76: Dunia Berbeda
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2
Bab 2: Sistem Unik
3
Bab 3: Pesanan Pertama
4
Bab 4: Kencan Awal
5
Bab 5: Dua Pria Onar
6
Bab 6: Berpisah dengan Callie
7
Bab 7: Warna Muncul
8
Bab 8: Teman Kerja Buruk
9
Bab 9: Pesanan Kedua
10
Bab 10: Sedikit Perselisihan
11
Bab 11: Menghilang di Laut
12
Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13
Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14
Bab 14: Tidak Sengaja
15
Bab 15: Keluar Pekerjaan
16
Bab 16: Pesanan Ketiga
17
Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18
Bab 18: Bersembunyi
19
Bab 19: Kabur dari Pengawal
20
Bab 20: Membawa Kabur
21
Bab 21: Demi Pekerjaan!
22
Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23
Bab 23: Pilihan yang Banyak
24
Bab 24: Melawan Preman
25
Bab 25: Kejadian Mendadak
26
Bab 26: Salah Tangkap
27
Bab 27: Kecelakaan Kecil
28
Bab 28: Hantu Kosan
29
Bab 29: Pesanan Keempat
30
Bab 30: Wanita Pemaloe
31
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33
Bab 33: Bertanding Kendo
34
Bab 34: Pertandingan Ulang
35
Bab 35: Pertandingan Selesai
36
Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37
Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38
Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39
Bab 39: Keanehan Vino
40
Bab 40: Wanita Mengerikan
41
Bab 41: Pergi Kencan Monika
42
Bab 42: Pemandangan Konyol
43
Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44
Bab 44: Pria Onar
45
Bab 45: Perkelahian Damai
46
Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47
Bab 47: Vonia Datang Kembali
48
Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49
Bab 49: Hubungan Rumit
50
Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51
Bab 51: Tumbang Dua
52
Bab 52: Pria Gila
53
Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54
Bab 54: Penampilan untuk Callie
55
Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56
Bab 56: Kecanduan
57
Bab 57: Pergi ke Kampung
58
Bab 58: Bertemu Orang Tua
59
Bab 59: Kepastian Ayah
60
Bab 60: Menasihati Ayah
61
Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62
Bab 62: Satu vs Squad
63
Bab 63: Pesanan Ketujuh
64
Bab 64: Kabur ke New York
65
Bab 65: Pengungkapan Identitas
66
Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67
Bab 67: Kabur dari Kartel
68
Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69
Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70
Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71
Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72
Bab 72: Fokus Kekayaan
73
Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74
Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75
Bab 75: Pesanan Abnormal
76
Bab 76: Dunia Berbeda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!