Bab 15: Keluar Pekerjaan

"Benar, dia Vino."

Frengki menelan ludahnya, mengambil napas yang kian stabil. Wajahnya masih memutih karena pucat, takut dengan Vino yang dapat membuatnya babak belur.

Pegawai wanita memiliki wajah yang mekar dengan keterkejutan yang dalam.

Vino, seorang pegawai pria yang kerap di-bully oleh mereka semua di tempat kerja ini.

Mengingat kembali perbuatan yang pernah mereka lakukan kepada Vino.

Menyingkirkan tentang bagaimana caranya Vino berubah dalam beberapa hari. Vino yang tampan sudah ada di depan mata, mereka tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.

Dua pegawai wanita yang cukup cantik dengan tubuh yang lumayan berisi ini berjalan bersama menuju gudang toko.

"Kalian berdua mau ke mana?" panggil Frengki yang melihat dua wanita cantik idaman pegawai pria IndoAgus ini berjalan pergi meninggalkannya.

Salah satu dari keduanya menjawab, "Pergi bertemu Vino yang tampan."

Mendengar jawaban mereka, Frengki yang takut kepada Vino menjadi kesal. Tangannya ada di atas kasir mengepal sembari memandang kedua wanita itu dengan ekspresi yang licik.

"Aku harus melawan."

Pada saat bersamaan, Vino berbicara dengan atasannya yang seorang pria tua kepala botak.

Keduanya tampak tenang, berdiri saling berhadapan dengan ucapan yang terbilang ramah.

"Aku masih tidak percaya kamu adalah Vino. Tidak perlu untuk membayar denda, anggap saja kamu dipecat, aku yang akan mengurusinya."

Mendengar ucapan atasannya, Vino sedikit membungkuk dengan rasa terima kasih.

"Terima kasih, Pak Nana. Sekali lagi, saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Ini demi mencari tujuan hidup dan jati dirinya sendiri.

"Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Nana karena sudah bersedia membimbing saya selama ini dan memaklumi kekurangan saya selama bekerja. Saya tahu ini merupakan tindakan yang tidak bijaksana. Terima kasih banyak, Pak Nana."

Kalimat yang terlontar dari mulut Vino membuat Pak Nana makin ingin membantu Vino. Sebenarnya, hanya Pak Nana yang baik kepadanya, tetapi dia memang tidak tahu sifat buruk karyawannya. Mereka bermain terlalu pintar dan sembunyi-sembunyi.

Pak Nana menepuk bahu kiri Vino dan tersenyum. "Aku mengerti, Vino. Kamu boleh pergi sekarang. Aku harap kamu menemukan pekerjaan yang lebih baik."

Kepala Vino mengangguk mengerti, kemudian dia berpamitan kepada Pak Nana tanpa melihat dua wanita yang berdiri di belakangnya.

Saat Vino melewati mereka, kedua wanita ini tiba-tiba menyambar tangan Vino, seketika langkah kaki Vino berhenti dan menoleh menetap mereka.

"Vino, kami ingin meminta maaf." Salah satu wanita menatap Vino dengan mata yang bersalah.

"Tidak perlu, aku sudah memaafkan kalian." Vino melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan mereka berdua.

"Sungguh? Jadi, kami berdua bisa berteman dan melakukan hubungan yang lebih lanjut?" kata pegawai wanita yang lain dengan agresif.

"Tidak tahu. Maaf, aku sedang sibuk. Pak Nana, aku pergi dahulu."

Tangan Vino melambaikan tangannya ke Pak Nana yang diam tengah mencerna obrolan dia dan kedua wanita barusan.

"Hati-hati di jalan."

Pak Nana mengangguk dan membalas lambaian tangan pada Vino.

Kedua wanita ini tertegun menyaksikan Vino yang pergi menjauh dari ruang gudang.

Tepat ketika mereka berdua ingin mengejar Vino, suara Pak Nana membuat mereka menahan niatnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi antara kalian dengan Vino?"

"Anu, kita berteman baik, Pak, memang sebelumnya kami punya masalah. Sekarang kita sudah baikkan."

Menyipitkan matanya, Pak Nana merasa curiga dengan kedua pegawai wanita ini.

Terlihat dari gerak-gerik mereka yang tidak biasa, terasa keduanya sedang berbohong dan mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

"Kalian panggil pegawai yang lain dan suruh mereka berkumpul di sini." Wajah Pak Nana menjadi tidak enak dipandang, wajahnya menghitam.

"Ba–baik, Pak!"

Pada saat ini, Vino sudah berjalan menjauh dari tempat kerjanya.

Sebelum keluar dari toko, sosok Frengki tidak terlihat di kasir, mungkin dia ke ruangan lain. Vino tidak peduli dengan Frengki, tetapi dia sempat melihat teman-teman pegawainya.

Mereka tidak berani menatap matanya secara langsung, mereka juga tidak mengenal dirinya siapa.

Sebelum kembali ke rumah, Vino pergi ke mesin ATM untuk mengirimkan uang kepada orang tuanya di kampung.

Uang yang diberikan Vino sebesar 1,5 juta rupiah, tersisa 150 ribu untuk berjaga-jaga.

Dia tinggal menunggu uang gaji yang kemarin dikirim ke rekeningnya oleh perusahaan karena Pak Nana akan mengurusi keluarnya dia dari pekerjaan.

Mungkin karena dia dilihat cukup baik dengan Pak Nana sehingga kesan baik tersebut terbentuk dari lama.

Gajinya 3,5 juta bekerja di bagian gudang. Cukup besar dan juga melelahkan, di sana diperlakukan seperti pembantu oleh pegawai yang malas.

Maka dari itu, di kesempatannya mendapatkan Sistem, Vino lebih memilih keluar dari pekerjaan.

Di sebuah apartemen yang mewah, wanita cantik sedang terbaring di sofa dengan pakaian yang minim.

Mengerucutkan bibirnya, wanita itu menatap langit ruangan dengan wajah yang kesal.

Penampilan wanita ini begitu cantik, rambut hitam berkilau terurai lembut ke bawah dari tangan sofa. Wajah oval yang manis terpampang dengan bando menahan rambut depannya, kulitnya sangat mulus bahkan nyamuk pun kesulitan untuk mendarat.

Bibir ceri berwarna pink terlihat sangat menggemaskan, seolah bisa menarik seluruh perhatian pria untuk memandang bibirnya.

Paha dan betis mulus tanpa ada bekas luka goresan itu bergoyang di atas tangan sofa, seakan bisa menghipnotis mata pria yang melihatnya hingga melamun tak sadar.

"Bosan!" Wanita cantik itu bergumam kesal, wajahnya berubah di detik berikutnya. "Aku ingin jalan-jalan keluar, tetapi dengan siapa? Sendiri sangat membosankan."

Kim Lanly, seorang putri dari Keluarga Konglomerat di Korsel, dia juga adalah seorang yang terkenal di Korsel karena identitas lainnya.

Tepat ketika dia ingin menghubungi temannya melalui ponsel, sebuah aplikasi muncul secara mendadak dan memenuhi layar.

"???"

Tanda tanya muncul di dahi Kim Lanly. Tanpa berbicara apa-apa, dia menjadi sangat penasaran dan melihat ada apa dengan aplikasi yang muncul di ponselnya ini.

Setelah 3 menit melihat dan membaca yang ada di tampilan awal serta peraturan aplikasi, Kim Lanly menampilkan senyuman, aplikasi ini datang di saat yang tepat.

"Pria yang bisa disewa ... cukup menarik." Kim Lanly mengangguk sambil menyentuh dagunya. "Aku ingin tahu, apakah aplikasi ini bisa menemukan pria yang aku inginkan."

Setelah Kim Lanly mengatakan itu, daftar tipe dan keinginan pria yang dipesan banyak yang ditekan olehnya.

"Aku ingin pria yang tampan, putih, bermain musik, dan ... tinggi juga," kata Kim Lanly sambil menekan pilihan yang ia inginkan.

Lebih dari 2 menit memilih, Kim Lanly menakan tombol setuju, dan mengonfirmasi pesanannya.

"Sembilan ratus ribu won terbilang sangat murah jika memang benar ada pria yang memenuhi keinginanku."

Kim Lanly bersandar di sofa untuk menunggu kedatangan pria yang ia pesan. "Sepuluh menit? Aku bisa membuat mie instan sambil menunggunya datang ke sini."

Bangun dari sofa, Kim Lanly pergi ke dapur untuk membuat makanan.

Di sisi lain, Vino yang melihat pesanan Sistem kali ini tertegun karena kemauan pelanggan satu ini sangat banyak.

[Permintaan: Tinggi 186 cm, Wajah Tampan Dasar, Kulit Putih Bersih, Tubuh Wangi, Temperamen Menarik, Mata Menawan, Keterampilan Bahasa Korea Selatan Master, Bernyanyi Master, Menari Salsa Profesional, Bermain Piano Master, Seni Bela Diri Taekwondo Profesional ....]

[Waktu Sewa: 1 hari]

Terpopuler

Comments

Ivanderty

Ivanderty

bjir amat malah makasi dianggap dipecat, kalo di rl rusak resume mu soalnya ada jejak dipecat daripada mengundurkan diri

2024-05-05

2

Ven

Ven

butuh visual fix entah cewe atau cowonnya

2023-11-21

1

Kang Kuli

Kang Kuli

ngelag gw tdi kirain korut

2023-10-25

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2 Bab 2: Sistem Unik
3 Bab 3: Pesanan Pertama
4 Bab 4: Kencan Awal
5 Bab 5: Dua Pria Onar
6 Bab 6: Berpisah dengan Callie
7 Bab 7: Warna Muncul
8 Bab 8: Teman Kerja Buruk
9 Bab 9: Pesanan Kedua
10 Bab 10: Sedikit Perselisihan
11 Bab 11: Menghilang di Laut
12 Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13 Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14 Bab 14: Tidak Sengaja
15 Bab 15: Keluar Pekerjaan
16 Bab 16: Pesanan Ketiga
17 Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18 Bab 18: Bersembunyi
19 Bab 19: Kabur dari Pengawal
20 Bab 20: Membawa Kabur
21 Bab 21: Demi Pekerjaan!
22 Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23 Bab 23: Pilihan yang Banyak
24 Bab 24: Melawan Preman
25 Bab 25: Kejadian Mendadak
26 Bab 26: Salah Tangkap
27 Bab 27: Kecelakaan Kecil
28 Bab 28: Hantu Kosan
29 Bab 29: Pesanan Keempat
30 Bab 30: Wanita Pemaloe
31 Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32 Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33 Bab 33: Bertanding Kendo
34 Bab 34: Pertandingan Ulang
35 Bab 35: Pertandingan Selesai
36 Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37 Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38 Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39 Bab 39: Keanehan Vino
40 Bab 40: Wanita Mengerikan
41 Bab 41: Pergi Kencan Monika
42 Bab 42: Pemandangan Konyol
43 Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44 Bab 44: Pria Onar
45 Bab 45: Perkelahian Damai
46 Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47 Bab 47: Vonia Datang Kembali
48 Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49 Bab 49: Hubungan Rumit
50 Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51 Bab 51: Tumbang Dua
52 Bab 52: Pria Gila
53 Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54 Bab 54: Penampilan untuk Callie
55 Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56 Bab 56: Kecanduan
57 Bab 57: Pergi ke Kampung
58 Bab 58: Bertemu Orang Tua
59 Bab 59: Kepastian Ayah
60 Bab 60: Menasihati Ayah
61 Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62 Bab 62: Satu vs Squad
63 Bab 63: Pesanan Ketujuh
64 Bab 64: Kabur ke New York
65 Bab 65: Pengungkapan Identitas
66 Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67 Bab 67: Kabur dari Kartel
68 Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69 Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70 Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71 Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72 Bab 72: Fokus Kekayaan
73 Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74 Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75 Bab 75: Pesanan Abnormal
76 Bab 76: Dunia Berbeda
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2
Bab 2: Sistem Unik
3
Bab 3: Pesanan Pertama
4
Bab 4: Kencan Awal
5
Bab 5: Dua Pria Onar
6
Bab 6: Berpisah dengan Callie
7
Bab 7: Warna Muncul
8
Bab 8: Teman Kerja Buruk
9
Bab 9: Pesanan Kedua
10
Bab 10: Sedikit Perselisihan
11
Bab 11: Menghilang di Laut
12
Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13
Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14
Bab 14: Tidak Sengaja
15
Bab 15: Keluar Pekerjaan
16
Bab 16: Pesanan Ketiga
17
Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18
Bab 18: Bersembunyi
19
Bab 19: Kabur dari Pengawal
20
Bab 20: Membawa Kabur
21
Bab 21: Demi Pekerjaan!
22
Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23
Bab 23: Pilihan yang Banyak
24
Bab 24: Melawan Preman
25
Bab 25: Kejadian Mendadak
26
Bab 26: Salah Tangkap
27
Bab 27: Kecelakaan Kecil
28
Bab 28: Hantu Kosan
29
Bab 29: Pesanan Keempat
30
Bab 30: Wanita Pemaloe
31
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33
Bab 33: Bertanding Kendo
34
Bab 34: Pertandingan Ulang
35
Bab 35: Pertandingan Selesai
36
Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37
Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38
Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39
Bab 39: Keanehan Vino
40
Bab 40: Wanita Mengerikan
41
Bab 41: Pergi Kencan Monika
42
Bab 42: Pemandangan Konyol
43
Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44
Bab 44: Pria Onar
45
Bab 45: Perkelahian Damai
46
Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47
Bab 47: Vonia Datang Kembali
48
Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49
Bab 49: Hubungan Rumit
50
Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51
Bab 51: Tumbang Dua
52
Bab 52: Pria Gila
53
Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54
Bab 54: Penampilan untuk Callie
55
Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56
Bab 56: Kecanduan
57
Bab 57: Pergi ke Kampung
58
Bab 58: Bertemu Orang Tua
59
Bab 59: Kepastian Ayah
60
Bab 60: Menasihati Ayah
61
Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62
Bab 62: Satu vs Squad
63
Bab 63: Pesanan Ketujuh
64
Bab 64: Kabur ke New York
65
Bab 65: Pengungkapan Identitas
66
Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67
Bab 67: Kabur dari Kartel
68
Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69
Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70
Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71
Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72
Bab 72: Fokus Kekayaan
73
Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74
Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75
Bab 75: Pesanan Abnormal
76
Bab 76: Dunia Berbeda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!