Kim Lanly yang jarang memasak makanan sekejap menjadi senang, kemudian dia mendekati Vino yang sibuk memasak.
Pertama-tama, beberapa bahan masakan dikeluarkan dari kulkas.
Dua potong daging sapi segar berukuran sedang dan jamur enoki menjadi bintang utamanya.
Tangan Vino yang cepat dalam memotong cabai merah, bawang putih, bawang merah, dan tomat membuat Kim Lanly terpesona.
Gerakan yang Vino tunjukan sudah seperti seorang koki profesional.
Cara memotong Vino sangat cepat, hanya bisa dilihat bahwa tangan Vino berbayang di atas talenan.
Semua bahan itu dipotong sangat halus, tidak perlu diulek atau diblender.
Bawang merah tidak dihaluskan hanya diurus. Setelahnya, Vino menumis bawang merah dan memasukkan bahan-bahan yang dihaluskan ke dalam wajan teflon.
Kim Lanly berdiri di dekat Vino sambil mengamati perlahan cara Vino memasak. Ia juga mengambil ilmu dari pemandangan ini.
Gerakan Vino yang halus dan mengalir bagai air sungai, mata Kim Lanly terasa dimanjakan.
Tidak lama berselang, satu piring yang berisi irisan daging steak kematangan medium yang diselimuti bumbu balado disajikan di atas meja makan, ditemani dengan enoki saus tiram.
Wangi dan tampilan kedua makanan ini sangat menggugah selera makan Kim Lanly.
Glup!
Tidak sadar Kim Lanly menelan ludah karena tidak sabar ingin melahap makanan yang Vino masak.
Melihat ekspresi Kim Lanly yang sudah tidak tahan dan hampir meneteskan air liurnya, Vino berkata sambil tersenyum, "Silakan makan, selagi belum dingin."
"Oke! Selamat makan!"
Kim Lanly menjepit salah satu irisan daging berlumur bumbu balado dengan sumpitnya, kemudian memasukkan daging tersebut ke dalam mulut.
Daging yang lembut itu terasa meleleh di dalam mulut, rasa pedas, manis, gurih, dan asin memijat lidahnya hingga membuat Kim Lanly memejamkan matanya karena kelezatan makanan ini.
Jelas dari gerakan tangannya yang bergoyang, Kim Lanly sangat menyukai masakan Vino.
Mengetahui ini, Vino tersenyum dan dia ikut mencoba masakannya sendiri.
Benar saja, makanannya memang seenak itu, dirinya yang memasak makanan ini saja terkejut dengan kelezatan dari masakannya yang dibuat.
Jamur Enoki Saus Tiram yang dibuat oleh Vino juga tak kalah enak. Kim Lanly memuji saus yang dibuat Vino pada masakan jamur ini karena rasanya melebihi yang dijual di restoran.
Semua bumbunya pas dan tidak ada yang berlebihan bagi lidah Vino dan Kim Lanly.
Dengan demikian, mereka berdua menghabiskan makanan ini yang merupakan makanan pengganjal perut sebelum tiba jam makan siang.
Vino juga sengaja memasaknya dengan porsi yang tidak banyak, hanya satu piring berukuran sedang.
Perut Vino sekarang punya kapasitas yang besar, makanan ini tidak membuatnya kenyang. Tidak jauh berbeda dengan kapasitas perut Kim Lanly yang bawaannya adalah perut orang Korea Selatan. Mereka punya porsi makan yang besar.
Setelah makan, Vino dan Kim Lanly membersihkan alat makan yang mereka pakai untuk membuat masakan tersebut, mie instan, steak balado, dan enoki saus tiram.
"Aku masih ingin memeriksa bakat kamu, apakah kamu memang bisa melakukan apa yang sesuai dengan permintaanku di Aplikasi Rental Boyfriend?"
Duduk di sofa, Kim Lanly memandang Vino dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
"Kamu itu idol, kan? Mengapa kita tidak bernyanyi bersama sekaligus memeriksa kebenaran bahwa aku memang pacar sewaan yang sesuai dengan permintaan kamu?" saran Vino sambil mengangkat alis pedangnya.
Saran Vino sependapat dengan keinginan Kim Lanly. Kepala wanita cantik itu mengangguk berkali-kali, dan berkata, "Kalau begitu, ayo kita pergi ke dalam kamar!"
Baru saja Vino ingin membuka mulutnya, tangan Vino ditarik paksa kembali oleh Kim Lanly untuk masuk ke dalam kamarnya.
Hal ini menjadi sebuah ambiguitas tentang kegiatan yang akan mereka lakukan.
Mereka tidak tahu bahwa CCTV yang ada di dalam apartemen Kim Lanly bergerak mengikuti arah jalan mereka yang masuk ke kamar.
Di saat ini, mereka berdua duduk bersebelahan di depan layar televisi yang besar sambil memegang mikrofon.
Lagu sedang dipilih oleh Kim Lanly, mencari lagi yang cocok untuk keduanya nyanyikan.
Setelah mencari selama kurang dari 5 menit Kim Lanly berhasil menemukan lagi yang cocok dan disukai olehnya.
Nama atau judul lagu tersebut ialah Kamu Adalah Alasannya.
Termasuk ke jajaran lagi sedih yang disukai Kim Lanly.
Vino mengangguk melihat Kim Lanly menatapnya, menandakan dirinya setuju dengan pilihan lagi Kim Lanly.
Dengan begitu, Vino adalah giliran pertama yang bernyanyi, nanti akan ada giliran kedua Kim Lanly yang bernyanyi.
Musik yang bernada pelan dengan suasana yang sedih dan kesepian terdengar di dalam kamar Kim Lanly.
"Jantungku berdetak, itu karena kamu alasannya~"
"Aku tidak bisa tidur, kumohon kembalilah sekarang juga~"
Di lirik awalan suara magnetis Vino yang bercampur dengan teknik bernyanyi yang sempurna terdengar jelas memasuki gendang telinga Kim Lanly.
Sontak Kim Lanly menatap Vino dengan sorot mata yang terkejut. Pupil mata Kim Lanly melebar, dengan tubuh yang melompat ke bawah.
Tidak sampai di situ, bagian reff datang untuk Vino pamerkan.
"Aku akan panjat semua gunung, dan mengarungi semua lautan~"
Nada Vino ditinggikan dengan stabilitas yang sempurna tanpa ada kehilangan kendali sedikit pun.
Jangkauan nada tinggi masih jauh di puncaknya.
"Karena aku ingin kamu melihatnya, that you are the reason~ ...."
Seolah lirik itu mengenai dan memeluk hati Kim Lanly, membuatnya tanpa sadar memandang Vino penuh rasa cinta.
Siapa pun wanita yang mendengar suara nyanyian Vino dapat dipastikan jatuh cinta. Terlalu indah untuk didengar, setara dengan penyanyi yang profesional.
Berikutnya, Kim Lanly mengambil napas dan bernyanyi pada gilirannya.
Vino mengangguk sangat puas dengan keterampilan nyanyinya sendiri dan juga Kim Lanly yang sekarang.
Tidak heran jika wanita ini memiliki suara yang bagus karena identitasnya memang seorang idol. Ketika Vino melihat Kim Lanly, ia juga samar-samar mengingat dengan wajahnya ternyata itu idol Korsel.
Ini juga membuat Vino cukup takut dengan pesanannya kali ini lantaran terlalu berisiko. Idola banyak pria sedang ia pacari hari ini.
Pada saat mereka bernyanyi bersama, keharmonisan suara mereka berdua terjadi, sangat-sangat luar biasa indah dengan suara Vino yang menutupi segala kekurangan suara Kim Lanly.
"Bahwa kamu adalah alasannya~ ...."
Tepat lirik terakhir dari lagu dinyanyikan dengan sangat baik dan cantik, wajah mereka berdua yang cerah sambil saling memandang satu sama lain seketika berubah.
Tok! Tok! Tok!
"Halo, Nona Kim. Kamu datang untuk memeriksa keamanan Anda."
Sebuah suara pria terdengar di telinga keduanya.
Wajah Kim Lanly menjadi panik, kemudian dia meminta Vino bersembunyi di bawah tempat tidur.
"Sutt! Kamu bersembunyi di bawah, aku akan memberikan kode kalau mereka sudah pergi," bisik Kim Lanly dengan ekspresi tidak tenang.
Vino bingung dengan ini, tetapi tetap mengikuti perintah Kim Lanly dan bersembunyi di bawah tempat tidur.
Padahal, Vino bisa berbicara baik-baik dengan pria di luar.
Ceklek!
Suara pintu dibuka terdengar, dan telinga Vino mendengar suara beberapa langkah kaki masuk ke dalam kamar.
"Nona, kami diperintahkan oleh Ayah Anda untuk memeriksa seseorang yang Anda bawa ke dalam apartemen."
"Seseorang? Aku tidak membawa siapa-siapa." Kim Lanly menggelengkan kepalanya.
Tiga orang pria berjas dan berbadan besar itu melirik ke ruangan kamar seolah sedang mencari sesuatu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
the Amay one
👍🏿👍🏿👍🏿
2023-08-24
5
Zoelf 212 🛡⚡🔱
lom update y thor
2023-08-09
3
Zoelf 212 🛡⚡🔱
mantap dah cerit tanya ...😙
2023-08-08
3