Bab 12: Habiskan Waktu Berdua

Selama lebih dari 7 jam mereka di rumah sakit untuk memeriksa kesehatan tubuh Kriss, semuanya diperbolehkan untuk pulang karena Kriss baik-baik saja dan aman untuk dipulangkan.

Di rumah sakit, Kriss berterima kasih kepada Vino yang telah menyelamatkannya dari maut. Dengan tubuhnya yang masih terkejut dan terasa lemah, ucapan terima kasih dan maaf terlontar dari mulut Kriss.

Meminta maaf atas sikapnya yang kurang baik di awal pertemuan kepada Vino. Permintaan maafnya diterima Vino, bahkan sebelum Kriss meminta maaf.

Sebuah fakta diberikan kepada mereka semua bahwa Vino yang menyelamatkan Kriss dari krisis tenggelam.

Jikalau saja Kriss tidak ditemukan lebih dari 15 menit lamanya, dikhawatirkan itu akan membuat Kriss tidak bisa ditolong.

Iva dan wanita yang lain mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Vino, Alaine pun berterima kasih juga kepada pacar sewaannya yang berani dan juga tegas.

Meskipun tahu bahwa mereka berdua buka pacar sungguhan, rasa sayang, kagum, dan kekhawatiran benar-benar datang dari hati Alaine.

Kembali ke hotel, mereka semua duduk di dalam kamar para pria yang disatukan. Ketiga pria tinggal di 1 kamar yang sama.

Tidak jauh berbeda dengan para wanita, di mana mereka tinggal di satu kamar untuk 2 orang.

Di kamar hotel, mereka semua menemani Kriss yang sedikit lemah di atas kasur.

Iva merupakan pacar yang baik lantaran dia selalu ada di samping Kriss dan melakukan apa pun diminta Kriss yang kondisinya masih sedikit lemas.

Sementara itu, Alaine, Tuva, dan Deena duduk di sofa kamar menemani Iva yang merawat Kriss.

Di belakang mereka ada Maddon dan Diell yang duduk di kursi lain dengan wajah yang lega memandang Kris di tempat tidur.

Mereka berdua masih belum bisa akrab dengan Vino, keduanya masih canggung dan kurang menyukai Vino sebagai pacar Alaine.

Bisa dilihat dari sikap mereka yang selalu menghindari Vino.

"Sayang, aku ingin berbicara padamu." Vino yang ada di dekat sofa para wanita menghampiri Alaine dan mengulurkan tangannya.

Alaine mengangguk, tangannya mengambil ukuran tangan Vino di depannya.

Di dalam pandangan teman-teman Alaine, keduanya pergi keluar dari kamar.

"Sudah banyak waktu yang dihabiskan, kamu tidak apa-apa berkencan seperti ini?" tanya Vino kepada Alaine di lift hotel.

Pertanyaan Vino ditanggapi dengan senyuman oleh Alaine dan menjawab, "Tidak masalah, terpenting kamu tetap berada di dekatku hari ini. Aku merasa senang karena kamu sudah membantu Kriss dan yang lainnya."

"Namun, bukankah ini menjadi tidak adil bagimu, aku merasa tidak memberikan sebuah pengalaman layaknya sebagai pacar kamu." Vino menatap kedua mata Alaine yang terfokus pada matanya.

Tangan Alaine terbuka, dia memeluk tubuh Vino dengan erat. "Dengan pelukan saja kamu sudah memberiku pengalaman luar biasa ketika memiliki pacar."

Pelanggan kedua kali ini memiliki hati yang lembut, Vino menghela napas, kemudian membalas pelukan Alaine. "Masih ada empat jam kurang sebelum masa waktu sewa pacar ini habis. Maukah kamu menghabiskan waktu bersamaku layaknya seorang pacar sungguhan?"

"Pacar sungguhan?" Alaine melepaskan pelukan Vino, menatapnya dengan ekspresi yang malu dan ingin tahu.

"Maksudku, kita tetap pacar sewaan, tetapi untuk sisa waktu pacar sewaan ini anggap saja kita berdua pacar sungguhan," jelas Vino dengan senyuman di bibirnya.

Kepala Alaine mengangguk. "Baiklah, aku mengabari mereka dahulu sebelum itu."

"Oke."

Tangan Alaine mengambil ponsel, mengirim pesan ke ketiga wanitanya tentang dirinya yang ingin kencan dadakan dengan Vino, pacarnya sendiri. Pesan itu dibalas kesetujuan oleh mereka semua.

Ding!

Lift berbunyi menandakan mereka berdua sudah sampai di lantai dasar.

Langit di luar sudah berbeda dengan di pagi hari sebelumnya, ini sudah agak meredup walau memang bercahaya terang.

Mereka berdua keluar dari hotel untuk pergi berjalan menuju sebuah restoran.

Rencananya mereka ingin menghabiskan waktu untuk mengobrol satu sama lain dan melakukan obrolan yang dalam.

"Sudah berapa lama kamu bekerja sebagai pria yang disewa?"

Alaine penasaran dengan pekerjaan Vino yang cukup tidak biasa dan umum.

Mengambil sendok dan mengutak-atik makanan sebelum diambil, Vino menatap Alaine dan berkata, "Kemarin aku baru memulai pekerjaan ini."

"Karyawan baru?" Pandangan Alaine berpindah ke wajah tampan Vino di depannya.

"Benar, aku baru menjalankan pekerjaan ini."

Meski baru memulai, Vino merasa pekerjaan ini sangat panjang. Banyak sekali pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Mengapa kamu memilih pekerjaan aneh ini?"

Mengaduk minumannya dengan tenang, senyuman halus muncul di wajahnya. "Aku hanya ingin memiliki banyak pengalaman."

"Pengalaman?"

Tanda tanya muncul di wajah Alaine dengan pipi yang merona.

Melihat ekspresi yang muncul di Alaine, sesuatu yang aneh disadari oleh Vino.

"Bukan pengalaman aneh, tetapi pengalaman hidup," terang Vino dengan wajah yang lurus.

Kepala Alaine tertunduk dan menyesap sedotan di gelas minumannya. "Um, aku tahu."

Alis Vino tersentak dan dia memandang Alaine dengan aneh.

Rona merah secara bertahap muncul di pipi putih mulus Alaine.

Setelah menghabiskan 2 jam di restoran, mereka saling bergandengan tangan untuk kembali ke hotel, kali ini mereka melihat pemandangan pantai dari halaman hotel.

Duduk di kursi pantai dekat kolam renang luar ruangan, Alaine bertanya kepada Vino yang duduk kursi pantai sebelah kanannya, "Aku ingin tahu, apakah kamu bisa breakdance?"

"Bisa. Aku tidak akan datang jika aku tidak bisa karena kamu memesan pacar dengan persyaratan bisa menari breakdance," jawab Vino dengan tersenyum kecil.

"Benar. Kamu bisa breakdance? Tidak bohong, kan?"

Alaine belum percaya dengan pernyataan Vino. Pasalnya, tidak semua pria bisa melakukan breakdance.

"Sungguh, aku tidak bohong, kalau aku bohong, petir boleh menyambar orang yang berdiri di sana." Vino berdiri tegak di depan Alaine, siap untuk melakukan aksinya, dan dia menunjuk ke pria yang sedang ancang-ancang masuk ke kolam.

"Pft! Oke-oke, aku percaya," kata Alaine sambil menutup mulutnya.

Pria yang ditunjuk Vino melirik keduanya dengan wajah yang bingung.

"Baiklah, aku akan mulai breakdance."

Vino meminta Alaine menyalakan musik Hip-hop Asedekonci yang ada di ponsel Alaine.

Berikutnya, tubuh Vino bergerak sesuai ketukan nada musik yang diputar sembari melakukan toprock dasar.

Wajah Alaine manjadi cerah melihat gerakan awal Vino ini, dia melakukan toprock dengan baik.

"Lihatlah ...."

Vino mengubah gerakannya dan melakukan six step, dilanjutkan dengan back drop dan beberapa jenis drop yang sulit dilakukan.

Pupil mata Alaine melebar melihat tarian Vino yang keren.

Di bawah tatapan Alaine, Vino melakukan gerakan yang kuat, yaitu Headspin, menjadikan kepalanya sebagai tumpuan untuk memutarkan tubuhnya secara terbalik.

Aksi Vino disaksikan oleh para penghuni kamar hotel yang sedang ke halaman hotel untuk melihat sunset.

Banyak sekali gerakan Vino yang sulit dalam dunia breakdance dilakukan dengan mudah olehnya.

Windmills, Jackhammer, Deadman Float, Elbow Hops, Daisuke Criticals, One-Handed Air Flare, semua gerakan sulit dan berbahaya itu sukses dilakukan oleh Vino, membuat semua orang yang melihatnya terkagum-kagum.

Belum puas dengan penampilannya, Vino melakukan gerakan kuat yang terakhir, yaitu One-Handed Chair Flare.

Memfokuskan kekuatan di bagian bahu kanannya, sentakan yang kuat muncul dari dorongan tangan kanan Vino membuat seluruh tubuhnya yang ada di atas terbang dengan manuver putaran keren, kemudian mendarat menggunakan tangannya dan melakukan hal yang sama dengan pengulangan sebanyak 5 kali.

Penampilan Vino diakhir dengan Freeze Handstand. Mengangkat tubuhnya dengan tangan kanannya, menyentuh tangan kiri dengan kaki kirinya selama beberapa detik.

"Hebat!!"

Terpopuler

Comments

Lonayma

Lonayma

apakah dia menari dengan menunjukkan kemaluannya?🗿🗿

2023-08-08

7

risky

risky

aku selalu disini tor semangat

2023-08-06

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2 Bab 2: Sistem Unik
3 Bab 3: Pesanan Pertama
4 Bab 4: Kencan Awal
5 Bab 5: Dua Pria Onar
6 Bab 6: Berpisah dengan Callie
7 Bab 7: Warna Muncul
8 Bab 8: Teman Kerja Buruk
9 Bab 9: Pesanan Kedua
10 Bab 10: Sedikit Perselisihan
11 Bab 11: Menghilang di Laut
12 Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13 Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14 Bab 14: Tidak Sengaja
15 Bab 15: Keluar Pekerjaan
16 Bab 16: Pesanan Ketiga
17 Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18 Bab 18: Bersembunyi
19 Bab 19: Kabur dari Pengawal
20 Bab 20: Membawa Kabur
21 Bab 21: Demi Pekerjaan!
22 Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23 Bab 23: Pilihan yang Banyak
24 Bab 24: Melawan Preman
25 Bab 25: Kejadian Mendadak
26 Bab 26: Salah Tangkap
27 Bab 27: Kecelakaan Kecil
28 Bab 28: Hantu Kosan
29 Bab 29: Pesanan Keempat
30 Bab 30: Wanita Pemaloe
31 Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32 Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33 Bab 33: Bertanding Kendo
34 Bab 34: Pertandingan Ulang
35 Bab 35: Pertandingan Selesai
36 Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37 Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38 Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39 Bab 39: Keanehan Vino
40 Bab 40: Wanita Mengerikan
41 Bab 41: Pergi Kencan Monika
42 Bab 42: Pemandangan Konyol
43 Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44 Bab 44: Pria Onar
45 Bab 45: Perkelahian Damai
46 Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47 Bab 47: Vonia Datang Kembali
48 Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49 Bab 49: Hubungan Rumit
50 Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51 Bab 51: Tumbang Dua
52 Bab 52: Pria Gila
53 Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54 Bab 54: Penampilan untuk Callie
55 Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56 Bab 56: Kecanduan
57 Bab 57: Pergi ke Kampung
58 Bab 58: Bertemu Orang Tua
59 Bab 59: Kepastian Ayah
60 Bab 60: Menasihati Ayah
61 Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62 Bab 62: Satu vs Squad
63 Bab 63: Pesanan Ketujuh
64 Bab 64: Kabur ke New York
65 Bab 65: Pengungkapan Identitas
66 Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67 Bab 67: Kabur dari Kartel
68 Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69 Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70 Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71 Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72 Bab 72: Fokus Kekayaan
73 Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74 Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75 Bab 75: Pesanan Abnormal
76 Bab 76: Dunia Berbeda
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2
Bab 2: Sistem Unik
3
Bab 3: Pesanan Pertama
4
Bab 4: Kencan Awal
5
Bab 5: Dua Pria Onar
6
Bab 6: Berpisah dengan Callie
7
Bab 7: Warna Muncul
8
Bab 8: Teman Kerja Buruk
9
Bab 9: Pesanan Kedua
10
Bab 10: Sedikit Perselisihan
11
Bab 11: Menghilang di Laut
12
Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13
Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14
Bab 14: Tidak Sengaja
15
Bab 15: Keluar Pekerjaan
16
Bab 16: Pesanan Ketiga
17
Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18
Bab 18: Bersembunyi
19
Bab 19: Kabur dari Pengawal
20
Bab 20: Membawa Kabur
21
Bab 21: Demi Pekerjaan!
22
Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23
Bab 23: Pilihan yang Banyak
24
Bab 24: Melawan Preman
25
Bab 25: Kejadian Mendadak
26
Bab 26: Salah Tangkap
27
Bab 27: Kecelakaan Kecil
28
Bab 28: Hantu Kosan
29
Bab 29: Pesanan Keempat
30
Bab 30: Wanita Pemaloe
31
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33
Bab 33: Bertanding Kendo
34
Bab 34: Pertandingan Ulang
35
Bab 35: Pertandingan Selesai
36
Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37
Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38
Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39
Bab 39: Keanehan Vino
40
Bab 40: Wanita Mengerikan
41
Bab 41: Pergi Kencan Monika
42
Bab 42: Pemandangan Konyol
43
Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44
Bab 44: Pria Onar
45
Bab 45: Perkelahian Damai
46
Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47
Bab 47: Vonia Datang Kembali
48
Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49
Bab 49: Hubungan Rumit
50
Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51
Bab 51: Tumbang Dua
52
Bab 52: Pria Gila
53
Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54
Bab 54: Penampilan untuk Callie
55
Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56
Bab 56: Kecanduan
57
Bab 57: Pergi ke Kampung
58
Bab 58: Bertemu Orang Tua
59
Bab 59: Kepastian Ayah
60
Bab 60: Menasihati Ayah
61
Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62
Bab 62: Satu vs Squad
63
Bab 63: Pesanan Ketujuh
64
Bab 64: Kabur ke New York
65
Bab 65: Pengungkapan Identitas
66
Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67
Bab 67: Kabur dari Kartel
68
Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69
Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70
Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71
Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72
Bab 72: Fokus Kekayaan
73
Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74
Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75
Bab 75: Pesanan Abnormal
76
Bab 76: Dunia Berbeda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!