Usai berdiskusi singkat di dalam lift, tidak lama lift yang mereka masuki berbunyi, tanda keduanya sudah sampai di lantai tujuan.
Mata Vino dan Kim Lanly bertemu sesaat, kemudian mengangguk bersamaan.
Kim Lanly menekan tombol lain untuk menutup lift sambil melihat sosok Vino yang yang berjalan menjauh darinya.
Para pengawal keluarga tidak tahu Vino pergi.
Lift tertutup dan Kim Lanly dibawa ke lantai lain untuk mengukur waktu.
Di saat yang bersamaan, Vino berjalan dengan santai sambil melihat-lihat orang yang lewat di lobi apartemen.
Sudut penglihatan Vino melihat beberapa pria berjas hitam berlalu-lalang di sekitar loby apartemen.
Melihat ini membuat Vino berpikir tentang identitas Kim Lanly, apakah dia anak presiden atau sesuatu yang penting, penjagaannya terlalu ketat dan berlebihan.
Vino tahu bahwa Kim Lanly anak dari keluarga kaya, tetapi ini sangat berlebihan, terkesan begitu penting. Anaknya sangat dijaga sampai-sampai harus dipantau dengan keamanan yang tinggi.
Untuk tidak dicurigai, tingkahnya diubah, Vino bernyanyi kecil di sepanjang jalan dengan tudung sengaja tidak ditutup.
Mata menawan dan bagian wajah atas Vino yang tidak disembunyikan oleh masker terekspos sehingga orang-orang di lobi melihatnya sebagai seorang penyanyi.
Senandung dari sebuah lagu keluar dari mulut Vino, terdengar enak untuk didengar, bahkan petugas apartemen melirik Vino dengan senyuman.
Lagu yang disenandungkan oleh Vino adalah lagu dari sebuah band Korea Selatan yang sering didengarkan oleh Vino.
Meski bukan seorang pecinta band Korea, ada beberapa lagu yang Vino favoritkan karena nada lagunya cocok dengan selera miliknya.
Tidak cuma lagi Korea, ada beberapa lagu luar negeri yang Vino suka walau tidak mengerti liriknya.
Seiring senandung lagu yang keluar dari mulut Vino, dirinya sudah ada di depan pintu utama apartemen. Tidak perlu menahan lagi, Vino keluar dengan sedikit kecurigaan dari orang-orang.
Penghuni apartemen menganggap bahwa Vino ada seorang penyanyi yang juga tinggal di apartemen.
Akan tetapi, ada salah satu pengawal berjas melirik sosok Vino yang berjalan keluar dengan sorot mata curiga.
Respons Vino biasa saja, juga sempat menatap pengawal itu sesaat, kemudian mengabaikannya seolah tidak ada yang salah.
Berdiri di depan apartemen, jari tangan Vino mengetik pesan kepada Kim Lanly tentang situasinya sekarang.
Kim Lanly membalas dengan pesan yang berisi tanda oke, dan meminta menunggunya di kafe tidak jauh dari apartemen.
Ketika Vino berangkat ke kafe yang diminta oleh Kim Lanly, sosok pengawal yang sempat curiga kepadanya itu memantau sosok Vino dari dalam apartemen melalui dinding kaca.
Tak lama setelah Vino pergi ke kafe, sosok Kim Lanly keluar bersama 3 pengawal keluarga yang bersikeras untuk menjaganya.
"Kalian di sini saja, aku tidak akan pergi jauh, hanya ingin membeli beberapa makanan kecil dan minuman di kafe, tunggu saja di sini." Kim Lanly menatap ketiga pengawal ini dengan wajah yang serius.
Ketiga pengawal tersebut mengangguk mengerti.
Melihat respons mereka bertiga, senyuman muncul di ujung bibir Kim Lanly dan dia berjalan menuju kafe.
Pandangan mereka terus terkunci pada sosok Kim Lanly yang perlahan menjauh dan menghilang ke arah kafe langganannya.
Tentu, sebagai pengawal keluarga, mereka tahu kafe yang dimaksud oleh nona mudanya.
"Apakah nona ke kafe biasa?" tanya salah satu pengawal ke pengawal yang lain.
"Benar, nona biasanya ke sana," pengawal yang ditanya menjawab dengan anggukan.
Sadar akan sesuatu, salah satu pengawal yang diam itu tersentak dan memukul bahu pengawal yang lain. "Apakah kalian melihat seorang pria yang bernyanyi kecil di dalam lobi apartemen tadi?"
"Iya, ada apa?" Pengawal yang ditepuk bahunya menoleh. "Ada yang salah?"
"Aku curiga dengan pria itu. Pasalnya, dia juga pergi ke arah yang sama."
Dalam sekejap, wajah mereka bertiga berubah dan memandang satu dengan yang lainnya.
"Tidak baik, kita harus segera memeriksa nona di sana."
Salah satu pengawal bergegas lari menuju ke kafe lebih dahulu, disusul oleh kedua pengawal yang lain.
Di dalam kafe, Vino duduk di salah satu kursi dalam ruangan kafe sambil memandang Kim Lanly yang datang.
"Kamu sudah memesan minuman?" tanya Kim Lanly setelah duduk di seberang Vino.
"Belum, aku menunggu kamu," jawab Vino menggelengkan kepalanya.
"Bagus, kita harus pergi dari sini sebelum mereka mengikuti kita. Bukankah kita berdua ingin berkencan sambil melakukan banyak hal?"
"Baik, ayo kita pergi!"
Keduanya berdiri dari tempat duduk mereka dan berniat untuk pergi dari kafe ini.
Pada saat mereka keluar dari kafe, ketiga pengawal tersebut terlihat berlari ke arah mereka berdua.
Melihat ini, Kim Lanly menjadi panik dan menepuk bahu Vino tergesa-gesa. "Kita harus lari!"
Vino mengangguk dengan tenang. "Biar aku gendong. Kamu akan lelah."
"E–ee, oke. Ayo cepat gendong aku! Mereka sangat dekat!"
Berikutnya, Vino mengambil tubuh Kim Lanly dengan gaya gendong depan, tubuh mereka berdua saling bertemu.
Kedua kaki Kim Lanly melingkari pinggang Vino, dan mengalungkan tangannya ke leher Vino. Mereka sudah menemukan posisi yang cocok, kemudian kaki Vino mulai bergerak.
"Nona, jangan lari!!" Pengawal keluarga itu berlari mengejar Vino yang menggendong Kim Lanly sambil berlari.
Meskipun membawa beban berat seorang wanita, kecepatan lari Vino sangat cepat, bahkan ketiga pengawal ini kesulitan.
Kim Lanly terkejut dengan Vino, kecepatan larinya makin lama makin meningkat, tetapi guncangan yang Kim Lanly rasakan tidak besar.
Dengan pandangan menghadap ke belakang, Kim Lanly melihat bahwa ketiga pengawalnya masih berlari mengejar mereka.
"Kita harus pergi ke tempat ramai supaya mereka kesulitan menangkap kita," kata Kim Lanly di dekat telinga Vino.
Tanggapan anggukan dilakukan oleh Vino.
Selepas itu, kecepatan lari Vino terus ditingkatkan.
Alasan Vino bisa berlari cepat dan tidak kelelahan itu dikarenakan Tubuh Power Lifter yang fokus mengangkat beban dan digabungkan dengan keterampilan lari cepat ala atlet profesional.
Pernapasan lari Vino sangat terkontrol, dan beban tubuh Kim Lanly bisa ditoleransi dengan baik.
Apartemen Kim Lanly sebenarnya ada di Kota Seoul, tidak begitu jauh ke pusat perbelanjaan di mana banyak orang berlalu-lalang.
Kim Lanly bisa melihat ketiga pengawal makin jauh tertinggal, sebuah senyuman dan lambaian tangan diarahkan ke arah mereka bertiga. "Bilang ayah untuk tidak mengganggu aku bersenang-senang hari ini bersama pacarku! Sampai jumpa!"
Tak lama berselang setelah mengatakan itu, keduanya memasuki pusat kota yang ramai, dan ketiga pengawal kehilangan jejak Vino.
"Sial! Pria itu cepat sekali!" kesal salah satu pengawal dengan napas yang tersengal-sengal.
"Kita ... kita harus ... harus menghubungi ketua dan meminta pengawal yang lain mengawasi keduanya!" balas pengawal yang lain dengan ucapan yang terputus-putus.
"Aku lelah!" Pengawal yang terakhir itu duduk di trotoar jalan dengan napas yang tak stabil. Tangan pengawal tersebut menekan layar ponsel dan menghubungi ayah dari Kim Lanly juga pengawal keluarga yang lain. "Tuan, Nona Kim Lanly dibawa oleh seorang pria yang dianggap pacar oleh Nona ...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
isnaini naini
lnjut
2023-10-10
2
the Amay one
👍🏿👍🏿
2023-08-24
4
Zoelf 212 🛡⚡🔱
update lg thor...
2023-08-09
3