Bab 19: Kabur dari Pengawal

Usai berdiskusi singkat di dalam lift, tidak lama lift yang mereka masuki berbunyi, tanda keduanya sudah sampai di lantai tujuan.

Mata Vino dan Kim Lanly bertemu sesaat, kemudian mengangguk bersamaan.

Kim Lanly menekan tombol lain untuk menutup lift sambil melihat sosok Vino yang yang berjalan menjauh darinya.

Para pengawal keluarga tidak tahu Vino pergi.

Lift tertutup dan Kim Lanly dibawa ke lantai lain untuk mengukur waktu.

Di saat yang bersamaan, Vino berjalan dengan santai sambil melihat-lihat orang yang lewat di lobi apartemen.

Sudut penglihatan Vino melihat beberapa pria berjas hitam berlalu-lalang di sekitar loby apartemen.

Melihat ini membuat Vino berpikir tentang identitas Kim Lanly, apakah dia anak presiden atau sesuatu yang penting, penjagaannya terlalu ketat dan berlebihan.

Vino tahu bahwa Kim Lanly anak dari keluarga kaya, tetapi ini sangat berlebihan, terkesan begitu penting. Anaknya sangat dijaga sampai-sampai harus dipantau dengan keamanan yang tinggi.

Untuk tidak dicurigai, tingkahnya diubah, Vino bernyanyi kecil di sepanjang jalan dengan tudung sengaja tidak ditutup.

Mata menawan dan bagian wajah atas Vino yang tidak disembunyikan oleh masker terekspos sehingga orang-orang di lobi melihatnya sebagai seorang penyanyi.

Senandung dari sebuah lagu keluar dari mulut Vino, terdengar enak untuk didengar, bahkan petugas apartemen melirik Vino dengan senyuman.

Lagu yang disenandungkan oleh Vino adalah lagu dari sebuah band Korea Selatan yang sering didengarkan oleh Vino.

Meski bukan seorang pecinta band Korea, ada beberapa lagu yang Vino favoritkan karena nada lagunya cocok dengan selera miliknya.

Tidak cuma lagi Korea, ada beberapa lagu luar negeri yang Vino suka walau tidak mengerti liriknya.

Seiring senandung lagu yang keluar dari mulut Vino, dirinya sudah ada di depan pintu utama apartemen. Tidak perlu menahan lagi, Vino keluar dengan sedikit kecurigaan dari orang-orang.

Penghuni apartemen menganggap bahwa Vino ada seorang penyanyi yang juga tinggal di apartemen.

Akan tetapi, ada salah satu pengawal berjas melirik sosok Vino yang berjalan keluar dengan sorot mata curiga.

Respons Vino biasa saja, juga sempat menatap pengawal itu sesaat, kemudian mengabaikannya seolah tidak ada yang salah.

Berdiri di depan apartemen, jari tangan Vino mengetik pesan kepada Kim Lanly tentang situasinya sekarang.

Kim Lanly membalas dengan pesan yang berisi tanda oke, dan meminta menunggunya di kafe tidak jauh dari apartemen.

Ketika Vino berangkat ke kafe yang diminta oleh Kim Lanly, sosok pengawal yang sempat curiga kepadanya itu memantau sosok Vino dari dalam apartemen melalui dinding kaca.

Tak lama setelah Vino pergi ke kafe, sosok Kim Lanly keluar bersama 3 pengawal keluarga yang bersikeras untuk menjaganya.

"Kalian di sini saja, aku tidak akan pergi jauh, hanya ingin membeli beberapa makanan kecil dan minuman di kafe, tunggu saja di sini." Kim Lanly menatap ketiga pengawal ini dengan wajah yang serius.

Ketiga pengawal tersebut mengangguk mengerti.

Melihat respons mereka bertiga, senyuman muncul di ujung bibir Kim Lanly dan dia berjalan menuju kafe.

Pandangan mereka terus terkunci pada sosok Kim Lanly yang perlahan menjauh dan menghilang ke arah kafe langganannya.

Tentu, sebagai pengawal keluarga, mereka tahu kafe yang dimaksud oleh nona mudanya.

"Apakah nona ke kafe biasa?" tanya salah satu pengawal ke pengawal yang lain.

"Benar, nona biasanya ke sana," pengawal yang ditanya menjawab dengan anggukan.

Sadar akan sesuatu, salah satu pengawal yang diam itu tersentak dan memukul bahu pengawal yang lain. "Apakah kalian melihat seorang pria yang bernyanyi kecil di dalam lobi apartemen tadi?"

"Iya, ada apa?" Pengawal yang ditepuk bahunya menoleh. "Ada yang salah?"

"Aku curiga dengan pria itu. Pasalnya, dia juga pergi ke arah yang sama."

Dalam sekejap, wajah mereka bertiga berubah dan memandang satu dengan yang lainnya.

"Tidak baik, kita harus segera memeriksa nona di sana."

Salah satu pengawal bergegas lari menuju ke kafe lebih dahulu, disusul oleh kedua pengawal yang lain.

Di dalam kafe, Vino duduk di salah satu kursi dalam ruangan kafe sambil memandang Kim Lanly yang datang.

"Kamu sudah memesan minuman?" tanya Kim Lanly setelah duduk di seberang Vino.

"Belum, aku menunggu kamu," jawab Vino menggelengkan kepalanya.

"Bagus, kita harus pergi dari sini sebelum mereka mengikuti kita. Bukankah kita berdua ingin berkencan sambil melakukan banyak hal?"

"Baik, ayo kita pergi!"

Keduanya berdiri dari tempat duduk mereka dan berniat untuk pergi dari kafe ini.

Pada saat mereka keluar dari kafe, ketiga pengawal tersebut terlihat berlari ke arah mereka berdua.

Melihat ini, Kim Lanly menjadi panik dan menepuk bahu Vino tergesa-gesa. "Kita harus lari!"

Vino mengangguk dengan tenang. "Biar aku gendong. Kamu akan lelah."

"E–ee, oke. Ayo cepat gendong aku! Mereka sangat dekat!"

Berikutnya, Vino mengambil tubuh Kim Lanly dengan gaya gendong depan, tubuh mereka berdua saling bertemu.

Kedua kaki Kim Lanly melingkari pinggang Vino, dan mengalungkan tangannya ke leher Vino. Mereka sudah menemukan posisi yang cocok, kemudian kaki Vino mulai bergerak.

"Nona, jangan lari!!" Pengawal keluarga itu berlari mengejar Vino yang menggendong Kim Lanly sambil berlari.

Meskipun membawa beban berat seorang wanita, kecepatan lari Vino sangat cepat, bahkan ketiga pengawal ini kesulitan.

Kim Lanly terkejut dengan Vino, kecepatan larinya makin lama makin meningkat, tetapi guncangan yang Kim Lanly rasakan tidak besar.

Dengan pandangan menghadap ke belakang, Kim Lanly melihat bahwa ketiga pengawalnya masih berlari mengejar mereka.

"Kita harus pergi ke tempat ramai supaya mereka kesulitan menangkap kita," kata Kim Lanly di dekat telinga Vino.

Tanggapan anggukan dilakukan oleh Vino.

Selepas itu, kecepatan lari Vino terus ditingkatkan.

Alasan Vino bisa berlari cepat dan tidak kelelahan itu dikarenakan Tubuh Power Lifter yang fokus mengangkat beban dan digabungkan dengan keterampilan lari cepat ala atlet profesional.

Pernapasan lari Vino sangat terkontrol, dan beban tubuh Kim Lanly bisa ditoleransi dengan baik.

Apartemen Kim Lanly sebenarnya ada di Kota Seoul, tidak begitu jauh ke pusat perbelanjaan di mana banyak orang berlalu-lalang.

Kim Lanly bisa melihat ketiga pengawal makin jauh tertinggal, sebuah senyuman dan lambaian tangan diarahkan ke arah mereka bertiga. "Bilang ayah untuk tidak mengganggu aku bersenang-senang hari ini bersama pacarku! Sampai jumpa!"

Tak lama berselang setelah mengatakan itu, keduanya memasuki pusat kota yang ramai, dan ketiga pengawal kehilangan jejak Vino.

"Sial! Pria itu cepat sekali!" kesal salah satu pengawal dengan napas yang tersengal-sengal.

"Kita ... kita harus ... harus menghubungi ketua dan meminta pengawal yang lain mengawasi keduanya!" balas pengawal yang lain dengan ucapan yang terputus-putus.

"Aku lelah!" Pengawal yang terakhir itu duduk di trotoar jalan dengan napas yang tak stabil. Tangan pengawal tersebut menekan layar ponsel dan menghubungi ayah dari Kim Lanly juga pengawal keluarga yang lain. "Tuan, Nona Kim Lanly dibawa oleh seorang pria yang dianggap pacar oleh Nona ...."

Terpopuler

Comments

isnaini naini

isnaini naini

lnjut

2023-10-10

2

the Amay one

the Amay one

👍🏿👍🏿

2023-08-24

4

Zoelf 212 🛡⚡🔱

Zoelf 212 🛡⚡🔱

update lg thor...

2023-08-09

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2 Bab 2: Sistem Unik
3 Bab 3: Pesanan Pertama
4 Bab 4: Kencan Awal
5 Bab 5: Dua Pria Onar
6 Bab 6: Berpisah dengan Callie
7 Bab 7: Warna Muncul
8 Bab 8: Teman Kerja Buruk
9 Bab 9: Pesanan Kedua
10 Bab 10: Sedikit Perselisihan
11 Bab 11: Menghilang di Laut
12 Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13 Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14 Bab 14: Tidak Sengaja
15 Bab 15: Keluar Pekerjaan
16 Bab 16: Pesanan Ketiga
17 Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18 Bab 18: Bersembunyi
19 Bab 19: Kabur dari Pengawal
20 Bab 20: Membawa Kabur
21 Bab 21: Demi Pekerjaan!
22 Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23 Bab 23: Pilihan yang Banyak
24 Bab 24: Melawan Preman
25 Bab 25: Kejadian Mendadak
26 Bab 26: Salah Tangkap
27 Bab 27: Kecelakaan Kecil
28 Bab 28: Hantu Kosan
29 Bab 29: Pesanan Keempat
30 Bab 30: Wanita Pemaloe
31 Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32 Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33 Bab 33: Bertanding Kendo
34 Bab 34: Pertandingan Ulang
35 Bab 35: Pertandingan Selesai
36 Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37 Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38 Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39 Bab 39: Keanehan Vino
40 Bab 40: Wanita Mengerikan
41 Bab 41: Pergi Kencan Monika
42 Bab 42: Pemandangan Konyol
43 Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44 Bab 44: Pria Onar
45 Bab 45: Perkelahian Damai
46 Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47 Bab 47: Vonia Datang Kembali
48 Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49 Bab 49: Hubungan Rumit
50 Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51 Bab 51: Tumbang Dua
52 Bab 52: Pria Gila
53 Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54 Bab 54: Penampilan untuk Callie
55 Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56 Bab 56: Kecanduan
57 Bab 57: Pergi ke Kampung
58 Bab 58: Bertemu Orang Tua
59 Bab 59: Kepastian Ayah
60 Bab 60: Menasihati Ayah
61 Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62 Bab 62: Satu vs Squad
63 Bab 63: Pesanan Ketujuh
64 Bab 64: Kabur ke New York
65 Bab 65: Pengungkapan Identitas
66 Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67 Bab 67: Kabur dari Kartel
68 Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69 Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70 Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71 Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72 Bab 72: Fokus Kekayaan
73 Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74 Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75 Bab 75: Pesanan Abnormal
76 Bab 76: Dunia Berbeda
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2
Bab 2: Sistem Unik
3
Bab 3: Pesanan Pertama
4
Bab 4: Kencan Awal
5
Bab 5: Dua Pria Onar
6
Bab 6: Berpisah dengan Callie
7
Bab 7: Warna Muncul
8
Bab 8: Teman Kerja Buruk
9
Bab 9: Pesanan Kedua
10
Bab 10: Sedikit Perselisihan
11
Bab 11: Menghilang di Laut
12
Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13
Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14
Bab 14: Tidak Sengaja
15
Bab 15: Keluar Pekerjaan
16
Bab 16: Pesanan Ketiga
17
Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18
Bab 18: Bersembunyi
19
Bab 19: Kabur dari Pengawal
20
Bab 20: Membawa Kabur
21
Bab 21: Demi Pekerjaan!
22
Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23
Bab 23: Pilihan yang Banyak
24
Bab 24: Melawan Preman
25
Bab 25: Kejadian Mendadak
26
Bab 26: Salah Tangkap
27
Bab 27: Kecelakaan Kecil
28
Bab 28: Hantu Kosan
29
Bab 29: Pesanan Keempat
30
Bab 30: Wanita Pemaloe
31
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33
Bab 33: Bertanding Kendo
34
Bab 34: Pertandingan Ulang
35
Bab 35: Pertandingan Selesai
36
Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37
Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38
Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39
Bab 39: Keanehan Vino
40
Bab 40: Wanita Mengerikan
41
Bab 41: Pergi Kencan Monika
42
Bab 42: Pemandangan Konyol
43
Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44
Bab 44: Pria Onar
45
Bab 45: Perkelahian Damai
46
Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47
Bab 47: Vonia Datang Kembali
48
Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49
Bab 49: Hubungan Rumit
50
Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51
Bab 51: Tumbang Dua
52
Bab 52: Pria Gila
53
Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54
Bab 54: Penampilan untuk Callie
55
Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56
Bab 56: Kecanduan
57
Bab 57: Pergi ke Kampung
58
Bab 58: Bertemu Orang Tua
59
Bab 59: Kepastian Ayah
60
Bab 60: Menasihati Ayah
61
Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62
Bab 62: Satu vs Squad
63
Bab 63: Pesanan Ketujuh
64
Bab 64: Kabur ke New York
65
Bab 65: Pengungkapan Identitas
66
Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67
Bab 67: Kabur dari Kartel
68
Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69
Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70
Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71
Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72
Bab 72: Fokus Kekayaan
73
Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74
Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75
Bab 75: Pesanan Abnormal
76
Bab 76: Dunia Berbeda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!