Satu demi satu pria berjas itu masuk lebih dalam ke kamar Kim Lanly.
"Sudah aku katakan, tidak ada orang yang aku masukkan ke dalam." Kim Lanly menghalangi pandangan mereka yang mengarah ke tempat tidur. "Lebih baik kalian pergi, ayah pasti membutuhkan kalian."
"Tidak, ayah Anda sedang di perusahaan tengah bertemu dengan ketua perusahaan lain. Kami bertiga datang ke sini untuk memeriksa seseorang yang Anda bawa ke dalam apartemen. Di luar sudah kami periksa dan ada jejak orang lain di rumah, Anda tidak sendiri, Nona," ucap salah satu pengawal keluarga memandang Kim Lanly dengan wajah yang selalu serius.
Wajah Kim Lanly yang berusaha untuk serius sekejap menjadi panik, kemudian dia menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, itu hanya perasaan kalian saja. Aku dari tadi sendiri."
Alis pengawal tersebut tersentak lalu menoleh ke arah dua mikrofon di lantai. "Dua mikrofon itu untuk siapa yang satunya?"
Mengabaikan ucapan pengawalnya, Kim Lanly berusaha mendorong tubuh pengawal di depannya pergi ke depan pintu kamar. Sayangnya, tenaganya tidak cukup kuat untuk mendorong pria besar berotot seperti pengawalnya.
Di sisi lain, Vino yang bersembunyi di bawah tempat tidur melirik beberapa pasang kaki yang bergerak ke keliling kamar.
Dari dalam sini, bisa terlihat kaki-kaki yang melangkah ke sana-sini untuk mencari dirinya. Pembicaraan Kim Lanly juga dapat Vino dengar.
Mengetahui ini situasi yang darurat. Vino mengeluarkan ponselnya untuk memotret kamar Kim Lanly dari bawah tempat tidur ini.
Setelahnya, mata Vino memejamkan matanya untuk melakukan sesuatu.
Tepat ketika Vino menutup matanya, salah satu pengawal bersiap untuk berjongkok dan melihat ke kolong ranjang tempat tidur.
Namun, tangan Kim Lanly menahan tubuh pengawal untuk bisa melihat ke bawah. "Ngapain kamu melihat ke bawah tempat tidur?! Tidak sopan! Di sana ada barang-barangku! Kamu tidak boleh memeriksanya!"
Ekspresi Kim Lanly makin panik, jantungnya berdetak kencang, takut Vino ketahuan oleh ketiga pengawalnya.
"Tolong diam, Nona. Kami ingin memeriksa keamanan Anda, ini demi keselamatan Anda juga. Orang yang Anda bawa ke dalam apartemen belum tentu baik. Sebagai penjaga dan pengawal keluarga, kami harus memastikan keamanan dan keselamatan Nona. Jadi, jangan halangi kami lagi," ucap pengawal yang hendak mengecek bawah ranjang dengan suara yang dingin dan dalam.
Melihat wajah pengawalnya yang berubah menakutkan, kerongkongan Kim Lanly terasa tersendat dan sulit untuk mengatakan kalimatnya.
"Ak–aku ...."
Kim Lanly pasrah, dan tidak menghalangi pengawalnya memeriksa seluruh kamarnya untuk mencari Vino.
Ketika Kim Lanly melihat pengawalnya melirik ke bawah tempat tidur dan tidak memiliki reaksi apa pun, dahinya mengernyit tampak heran.
Setelah melihat ke tempat tidur, pengawalnya berdiri dan melanjutkan pemeriksaan ke lemari dan sesuatu yang memungkinkan untuk bersembunyi.
Kim Lanly terheran, dengan mata yang membesar, kemudian dia menurunkan tubuhnya untuk memeriksa ke kolong ranjang.
Di bawah sana tidak ada Vino yang bersembunyi dan ini membuat Kim Lanly terkejut sekaligus bingung.
Pupil matanya bergerak ke setiap sudut kolong ranjang, tetapi dia tetap tidak menemukan Vino yang bersembunyi di dalam.
Kim Lanly bergumam dengan tercengang dalam hati, 'Ke mana dia?'
Pada saat yang sama, sosok Vino sedang berdiri di dekat gang kosan sembari memegang bunga melati yang dirawat oleh tetangga.
"Seharusnya, mereka masih berusaha menemukan aku di sana. Aku harus menunggu beberapa menit di sini, tunggu sampai mereka pergi," gumam Vino sambil menyentuh salah satu bunga melati.
Mengambil ponselnya, Vino mencoba untuk memberi pesan melalui aplikasi Rental Boyfriend ke Kim Lanly.
Namun, Kim Lanly tidak langsung membuka pesannya.
Vino berpikir Kim Lanly masih diperiksa oleh pengawalnya. Tidak sempat untuk melihat ponselnya sendiri.
Bosan berdiri di gang kosannya yang sepi, akhirnya Vino memutuskan untuk pergi ke kamar untuk bersantai di tempat tidur.
Tidak sampai menunggu sampai 10 menit, tepatnya di jam setengah 12 siang, sebuah pesan datang dari Kim Lanly yang mengabarkan bahwa mereka sudah pergi.
Masih dengan posisinya yang sedang tengkurap, mata Vino terpejam untuk melakukan teleportasi sekali lagi.
Butuh fokus yang tinggi untuk mengingat tempat yang dituju.
Dengan begitu, sosok Vino menghilang di tempat tidurnya, dan muncul di bawah ranjang tempat tidur Kim Lanly.
Begitu Vino keluar dari bawah kolong tempat tidur, Kim Lanly melompat terkejut dengan wajah yang ketakutan.
Saking terkejutnya, tubuh Kim Lanly kehilangan keseimbangannya dan hendak terjatuh tanpa berteriak.
Secara naluriah Vino bergerak sangat cepat untuk menahan tubuh Kim Lanly yang sudah sangat miring.
Namun, Vino tidak tersadar bahwa dirinya menopang tubuh Kim Lanly dengan posisi yang ambigu.
Tangan kanan Vino melingkari pinggang ramping Kim Lanly, kedua tangan mereka berdua bertemu terlihat romantis. Tubuh Kim Lanly yang miring, membuat tubuh Vino sedikit membungkuk dengan wajah mereka berdua berdekatan.
Sangat dekat hingga Vino bisa merasakan napas Kim Lanly. Begitu juga dengan Kim Lanly.
Keduanya bertatapan selama satu menit, mempertahankan posisi mereka yang terlihat romantis dan manis.
Keterampilan Menari Salsa digunakan. Pose mereka termasuk ke dalam gerakan Tari Salsa.
Seluruh wajah Kim Lanly sudah sangat merah, kemudian dia berkata dengan lembut, "Um, bisakah kita berdiri normal, kakiku terasa pegal."
Vino yang menatap Kim Lanly dengan pandangan mata menawan langsung melepaskan pelukannya.
Merasakan tangan kuat Vino menghilang dari pinggangnya, hati Kim Lanly merasa menyesal.
"Kamu baik-baik saja?"
Mengusap betisnya, Kim Lanly mengangguk. "Iya, hanya betisku terasa sedikit pegal."
"Mau aku pijat?" Vino menawarkan bantuan.
Tangan Kim Lanly berhenti, matanya melirik Vino dengan ekspresi yang curiga. "Kamu pasti ingin mengambil kesempatan dariku."
"Tidak. Aku hanya ingin membantumu, dan aku punya keterampilan dalam memijat," sanggah Vino sambil melambaikan tangannya.
Mendengar ucapan Vino barusan, Kim Lanly menjadi teringat dengan permintaannya pada aplikasi aneh yang ada di ponselnya.
Seharusnya, pria di depannya memiliki semua kriteria yang ia pilih. Memijat dan beberapa keterampilan lainnya harusnya sudah dikuasai.
Akan tetapi, Kim Lanly teringat dengan daftar pilihan permintaannya yang aneh.
Dengan demikian, tawaran Vino diterima atas dasar mengonfirmasi tentang keterampilan yang dimiliki Vino. Apakah sesuai atau tidak dengan permintaannya.
Selama 5 menit Vino memijat lembut betis Kim Lanly, wanita itu memejamkan matanya dan ingin tidur.
Kim Lanly merasakan kenyamanan yang tidak terlukiskan, dan tak bisa ditolak.
Pikiran Kim Lanly perlahan menjadi kosong dan yang menggerakkan tubuhnya hanyalah hatinya.
Begitu tangan Vino fokus memijat lembut betis Kim Lanly, sebuah tangan menyentuh dagunya, kemudian sesuatu yang lembut mencium bibirnya.
Pupil mata Vino membulat, ia melihat Kim Lanly mengecup bibirnya dengan gaya Korea.
Menenangkan pikirannya, Vino perlahan merespons dengan gerakan bibir yang lembut dan tepat.
Kedua tangan Vino berpindah untuk menyentuh kedua pipi Kim Lanly, membuat keduanya merasakan perasaan hangat ini lebih jauh lagi
Sebuah Keterampilan Ciuman Master aktif. Keterampilan yang diminta oleh Kim Lanly sendiri.
Kejadian itu berlangsung lebih dari 10 menit, sebelum mereka memutuskan untuk menghentikan ini karena ada sesuatu yang harus dilakukan.
"Kita lanjutkan nanti, sekarang kita harus pergi dari sini sebelum pengawalku kembali untuk memeriksa," kata Kim Lanly menatap mata Vino begitu dekat.
Vino merasa sangat luar biasa karena berhasil mencium idol terkenal, mendengar kalian Kim Lanly, ia segera mengangguk dan bersiap untuk kabur.
Sayangnya, mereka berdua menjadi bingung dengan cara mereka kabur karena pengawal biasanya menjaga di lobi apartemen.
"Pakai masker dan tudung Hoodie kamu, aku tahu caranya."
Setelah itu, mereka berdua menutup wajah mereka dengan masker untuk tidak terlihat jelas bentuk wajah mereka dari orang-orang. Kim Lanly mengenakan jaket hitam yang seiras dengan Vino, dan memakai masker yang sama juga.
Celana yang dipakai Kim Lanly adalah celana kulot agar bisa bergerak bebas.
Keduanya keluar dari pintu uni apartemen Kim Lanly dengan sikap yang normal, perlahan berjalan menuju lift sambil menundukkan kepalanya.
"Sesampai di lobi, kamu keluar lebih dahulu, dan tunggu aku di depan apartemen."
"Aku mengerti."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
isnaini naini
lnjut....
2023-10-10
2
the Amay one
👍🏿👍🏿👍🏿
2023-08-24
4
the Amay one
keingat sama drama Indosiar
2023-08-24
3