Merenung sambil melihat semua hadiah yang ditampilkan oleh Sistem, Vino berpikir keras untuk memilih 2 hadiah dari semua hadiah yang dipampang di layar melayang.
Usai merenung lebih dari setengah jam, dua pilihan berhasil ditentukan oleh Vino.
"Aku memilih Tubuh Tinggi dan Tubuh Kalistenik!" seru Vino berdiri di tengah-tengah kamar.
Berikutnya, sebuah perasaan runyam muncul di wajah dan kepala Vino, berlangsung lebih dari 1 menit lamanya.
Bersamaan dengan kulit Vino yang kembali menjadi cokelat seperti buah sawo yang sudah matang.
Sebuah pengetahuan tahu tentang berbicara dan berbahasa Inggris menghilang di pikiran Vino. Sekarang kedua kemampuan itu tidak bisa lagi dipakai oleh Vino.
[Ding! Seluruh alat peraga telah dicabut kecuali Tubuh Tinggi 182 cm dan Tubuh Kalistenik!]
[Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan Tubuh Tinggi 182 cm dan Tubuh Kalistenik!]
Saat ini, Vino berdiri di depan lemari yang memiliki cermin panjang, mengamati sosok yang ada terbayang di cermin.
Sosok Vino yang dahulunya gendut, dekil, jelek, dan hidup sengsara, kini berubah menjadi seorang pria berbadan tinggi dan berotot ramping.
Meskipun tubuhnya masih berkulit sawo matang, tetapi kelihatan bersih dan enak dipandang.
Lengkungan dan garis-garis otot di tubuh Vino tampak sangat keren, ditambah dengan tingginya yang mencapai 182 cm.
Tinggi Vino mengalahkan tinggi lemarinya, harus sedikit membungkuk untuk bisa melihat wajahnya.
Lemak yang ada di anggota tubuh perut dan yang lainnya sudah menghilang, digantikan oleh otot yang keras dan juga padat, itu juga memengaruhi wajah Vino yang jelek dan tampak gembul.
Wajah Vino yang sekarang terlihat seksi dengan rahang yang kuat dan tirus, tidak terlalu buruk. Jika dinilai 1 sampai 10, wajah Vino berada di angka 6.
Tidak begitu buruk.
Memang benar jika dibandingkan dengan wajah tampan yang sempat digunakan oleh Vino, wajah Vino yang sekarang kalah jauh.
Tubuh Vino gemetar hebat di depan cermin, air matanya mengalir membasahi pipi wajahnya.
Dalam pandangan Vino yang abu-abu, beberapa warna mulai muncul dan membuat keindahan pada penglihatannya terhadap dunia.
Rasa kesal, depresi, kecewa, sedih, marah, dan gelisah, semuanya perlahan menghilang dari hati Vino.
Kehangatan mulai mengalir ke dalam tubuh Vino dan memberinya perasaan yang luar biasa.
"Apakah ini pandangan orang normal pada dunia?" Vino bergumam sambil menyentuh cermin di depannya sambil berlutut, wajah Vino masih dibasahi oleh air mata yang keluar. "Ini sangat indah ...."
Di detik berikutnya, Vino mengingat kembali kehangatan dan rasa kasih sayang yang muncul pada peristiwa dia bersama Callie.
Suatu ruangan di hati Vino yang kosong telah diisi oleh perasaan bahagia setelah belasan tahun lamanya.
"Aku ... terima kasih, Sistem."
Vino menangis sambil melihat dirinya di cermin. Walau terlihat aneh, kesedihan dan rasa bersyukur Vino tidak bisa ditahan lagi, dan sekarang dia tersedu-sedu sesekali terbatuk bengek.
Berdiri menyeka matanya dari air mata, Vino bergegas keluar dari kamar untuk mandi di kamar mandi yang ada di luar.
Omong-omong, baju yang disiapkan oleh Sistem sudah diambil lagi oleh Sistem sendiri, sekarang Vino tak mengenakan pakaian apa-apa.
Kosan Vino model petakan sehingga kamar mandinya bersama-sama, menggunakan kamar mandinya bergantian.
Saat Vino masuk ke dalam kamar mandi, salah satu pria penghuni kosan mengerutkan kening sambil menatap kamar mandi.
"Siapa itu? Anak kosan baru?" gumam pria tersebut dengan heran.
Vino yang ada di dalam kamar mandi tidak tahu tentang salah satu orang kosan sempat melihatnya, sekarang dia sedang sibuk memandang ularnya yang besar dan panjang.
Ukurannya lebih dari 20 cm yang itu cukup panjang, ditambah lingkar batangnya yang sekitar 13 cm, ukuran itu saat sudah keras. Jika lembek hanya belasan cm.
Dengan ukuran ularnya sekarang, Vino percaya diri dengan masa depannya.
Setelah mandi dan masuk kembali ke kamar, pakaian yang dibelikan oleh Callie dipakai oleh Vino sekarang.
Untungnya, salah satu pakaiannya saat itu cocok digunakan untuk santai, yaitu kaos polos dan celana pendek santai.
Penampilan Vino dengan pakaiannya yang sekarang menampilkan tubuhnya yang seksi dan berotot. Semua wanita yang melihat tubuh Vino dijamin akan terpana.
"Jam lima pagi?"
Melihat jam yang tercetak di ponselnya, Vino sedikit terkejut.
Setelah ia cari tahu, ternyata jam 6 sore di New York, di Indonesia jam 5 pagi. Omong-omong, ini sudah hari selanjutnya.
Dengan begini, sekarang Vino bingung ingin tidur atau tidak.
Vino ke warung di malam hari, dan preman itu muncul di jam sekitar sehabis senja.
Triring!
Sebuah nada dering panggilan masuk berbunyi, Vino terkejut dengan suara ini, kemudian ia melihat nama Frengki yang sedang mencoba memanggilnya.
"Sial, dia yang menelepon."
Tanpa banyak berpikir lagi, tangan Vino menekan tombol menolak.
Namun, setelah panggilan ditolak oleh Vino, orang yang bernama Frengki mengirim pesan kepadanya dengan tulisan yang mengancam.
"Datang ke sini? Silakan saja. Aku bukan lagi Vino yang dahulu, sekarang aku tidak ingin diinjak lagi."
Pesannya berisikan Frengki akan datang ke kosannya jika tidak menjawab teleponnya.
Nada dering panggilan terus-menerus berbunyi, tanggapan Vino tidak berubah, jari telunjuknya menekan tombol tolak sambil melakukan push-up satu tangan.
Penampilan Vino yang sekarang benar-benar jauh berbeda dengan sebelumya. Melakukan push-up tanpa mengenakan pakaian atas dan tubuh berototnya benar-benar menonjol, tetapi tidak mengembang. Tipe tubuh yang terlihat kurus saat menggunakan pakaian.
Tok! Tok! Tok!
"Buka pintunya, Vino Burik!"
Seorang pria kurus berkulit putih kekuningan dengan penampilan sok tampan berwajah marah mengetuk pintu kosan Vino dengan amarah yang meluap.
Di detik berikutnya, pintu kamar Vino terbuka, memperlihatkan Vino dengan otot six pack yang berkeringat.
Memandang Frengki si Bocah Kurus, Vino bertanya dengan wajah yang datar, "Ada apa?"
Wajah Frengki stagnan sesaat, kemudian dia tersenyum canggung dan menjawab, "Anu, apakah ada Vino di dalam, Bang?"
Tubuh Vino yang berotot membuat Frengki yang melihatnya secara dekat menjadi takut dan merendah.
'Mengapa ada pria kuat ini di dalam rumah Vino? Sial, otot-ototnya sangat mengerikan! Mama, aku takut!' kata Frengki dalam hati dengan pandangan mata yang penuh kerendahan diri dan takut.
Namun, tubuh Frengki yang takut berubah seketika setelah mendengar ucapan pria berotot ini.
"Aku Vino, ada apa kamu mencariku?"
"Kamu adalah Vino?!" Frengki terkejut sekaligus tersadar.
Pria berotot di depannya memang mirip sekali dengan Vino, terlebih suara dan beberapa fitur wajahnya. Sebagai orang yang sering mem–bully Vino, dia tahu betul sosok Vino.
Dengan begitu, Frengki langsung percaya dengan pria di depannya.
Saking terkejutnya, tubuh Frengki ingin terjatuh ke belakang. Tiba-tiba tangan menyambar kerah bajunya dengan cepat dan mengangkat tubuh Frengki ke atas.
"Aku tanyakan sekali lagi." Vino mempertajam matanya melotot ke Frengki. "Untuk apa kamu ke sini?!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
SweetiePancake
Takde bang, Vino didepanmu bang🗿
2024-02-01
0
Izhar Assakar
tak usah di kasih yg gede gede toh kgk bakaln di gunakan jga selain tuk kencing,,,😀😀😀
2023-12-30
0
SI TAK TERTEBAK
lingkar ny 3 cm? kecil amat dh.
klo diameter ny 3 cm cocok, yakali 20 cm lingkar cuma 3 cm/Grin/
2023-10-16
4