Bab 7: Warna Muncul

Merenung sambil melihat semua hadiah yang ditampilkan oleh Sistem, Vino berpikir keras untuk memilih 2 hadiah dari semua hadiah yang dipampang di layar melayang.

Usai merenung lebih dari setengah jam, dua pilihan berhasil ditentukan oleh Vino.

"Aku memilih Tubuh Tinggi dan Tubuh Kalistenik!" seru Vino berdiri di tengah-tengah kamar.

Berikutnya, sebuah perasaan runyam muncul di wajah dan kepala Vino, berlangsung lebih dari 1 menit lamanya.

Bersamaan dengan kulit Vino yang kembali menjadi cokelat seperti buah sawo yang sudah matang.

Sebuah pengetahuan tahu tentang berbicara dan berbahasa Inggris menghilang di pikiran Vino. Sekarang kedua kemampuan itu tidak bisa lagi dipakai oleh Vino.

[Ding! Seluruh alat peraga telah dicabut kecuali Tubuh Tinggi 182 cm dan Tubuh Kalistenik!]

[Selamat kepada Anda karena telah mendapatkan Tubuh Tinggi 182 cm dan Tubuh Kalistenik!]

Saat ini, Vino berdiri di depan lemari yang memiliki cermin panjang, mengamati sosok yang ada terbayang di cermin.

Sosok Vino yang dahulunya gendut, dekil, jelek, dan hidup sengsara, kini berubah menjadi seorang pria berbadan tinggi dan berotot ramping.

Meskipun tubuhnya masih berkulit sawo matang, tetapi kelihatan bersih dan enak dipandang.

Lengkungan dan garis-garis otot di tubuh Vino tampak sangat keren, ditambah dengan tingginya yang mencapai 182 cm.

Tinggi Vino mengalahkan tinggi lemarinya, harus sedikit membungkuk untuk bisa melihat wajahnya.

Lemak yang ada di anggota tubuh perut dan yang lainnya sudah menghilang, digantikan oleh otot yang keras dan juga padat, itu juga memengaruhi wajah Vino yang jelek dan tampak gembul.

Wajah Vino yang sekarang terlihat seksi dengan rahang yang kuat dan tirus, tidak terlalu buruk. Jika dinilai 1 sampai 10, wajah Vino berada di angka 6.

Tidak begitu buruk.

Memang benar jika dibandingkan dengan wajah tampan yang sempat digunakan oleh Vino, wajah Vino yang sekarang kalah jauh.

Tubuh Vino gemetar hebat di depan cermin, air matanya mengalir membasahi pipi wajahnya.

Dalam pandangan Vino yang abu-abu, beberapa warna mulai muncul dan membuat keindahan pada penglihatannya terhadap dunia.

Rasa kesal, depresi, kecewa, sedih, marah, dan gelisah, semuanya perlahan menghilang dari hati Vino.

Kehangatan mulai mengalir ke dalam tubuh Vino dan memberinya perasaan yang luar biasa.

"Apakah ini pandangan orang normal pada dunia?" Vino bergumam sambil menyentuh cermin di depannya sambil berlutut, wajah Vino masih dibasahi oleh air mata yang keluar. "Ini sangat indah ...."

Di detik berikutnya, Vino mengingat kembali kehangatan dan rasa kasih sayang yang muncul pada peristiwa dia bersama Callie.

Suatu ruangan di hati Vino yang kosong telah diisi oleh perasaan bahagia setelah belasan tahun lamanya.

"Aku ... terima kasih, Sistem."

Vino menangis sambil melihat dirinya di cermin. Walau terlihat aneh, kesedihan dan rasa bersyukur Vino tidak bisa ditahan lagi, dan sekarang dia tersedu-sedu sesekali terbatuk bengek.

Berdiri menyeka matanya dari air mata, Vino bergegas keluar dari kamar untuk mandi di kamar mandi yang ada di luar.

Omong-omong, baju yang disiapkan oleh Sistem sudah diambil lagi oleh Sistem sendiri, sekarang Vino tak mengenakan pakaian apa-apa.

Kosan Vino model petakan sehingga kamar mandinya bersama-sama, menggunakan kamar mandinya bergantian.

Saat Vino masuk ke dalam kamar mandi, salah satu pria penghuni kosan mengerutkan kening sambil menatap kamar mandi.

"Siapa itu? Anak kosan baru?" gumam pria tersebut dengan heran.

Vino yang ada di dalam kamar mandi tidak tahu tentang salah satu orang kosan sempat melihatnya, sekarang dia sedang sibuk memandang ularnya yang besar dan panjang.

Ukurannya lebih dari 20 cm yang itu cukup panjang, ditambah lingkar batangnya yang sekitar 13 cm, ukuran itu saat sudah keras. Jika lembek hanya belasan cm.

Dengan ukuran ularnya sekarang, Vino percaya diri dengan masa depannya.

Setelah mandi dan masuk kembali ke kamar, pakaian yang dibelikan oleh Callie dipakai oleh Vino sekarang.

Untungnya, salah satu pakaiannya saat itu cocok digunakan untuk santai, yaitu kaos polos dan celana pendek santai.

Penampilan Vino dengan pakaiannya yang sekarang menampilkan tubuhnya yang seksi dan berotot. Semua wanita yang melihat tubuh Vino dijamin akan terpana.

"Jam lima pagi?"

Melihat jam yang tercetak di ponselnya, Vino sedikit terkejut.

Setelah ia cari tahu, ternyata jam 6 sore di New York, di Indonesia jam 5 pagi. Omong-omong, ini sudah hari selanjutnya.

Dengan begini, sekarang Vino bingung ingin tidur atau tidak.

Vino ke warung di malam hari, dan preman itu muncul di jam sekitar sehabis senja.

Triring!

Sebuah nada dering panggilan masuk berbunyi, Vino terkejut dengan suara ini, kemudian ia melihat nama Frengki yang sedang mencoba memanggilnya.

"Sial, dia yang menelepon."

Tanpa banyak berpikir lagi, tangan Vino menekan tombol menolak.

Namun, setelah panggilan ditolak oleh Vino, orang yang bernama Frengki mengirim pesan kepadanya dengan tulisan yang mengancam.

"Datang ke sini? Silakan saja. Aku bukan lagi Vino yang dahulu, sekarang aku tidak ingin diinjak lagi."

Pesannya berisikan Frengki akan datang ke kosannya jika tidak menjawab teleponnya.

Nada dering panggilan terus-menerus berbunyi, tanggapan Vino tidak berubah, jari telunjuknya menekan tombol tolak sambil melakukan push-up satu tangan.

Penampilan Vino yang sekarang benar-benar jauh berbeda dengan sebelumya. Melakukan push-up tanpa mengenakan pakaian atas dan tubuh berototnya benar-benar menonjol, tetapi tidak mengembang. Tipe tubuh yang terlihat kurus saat menggunakan pakaian.

Tok! Tok! Tok!

"Buka pintunya, Vino Burik!"

Seorang pria kurus berkulit putih kekuningan dengan penampilan sok tampan berwajah marah mengetuk pintu kosan Vino dengan amarah yang meluap.

Di detik berikutnya, pintu kamar Vino terbuka, memperlihatkan Vino dengan otot six pack yang berkeringat.

Memandang Frengki si Bocah Kurus, Vino bertanya dengan wajah yang datar, "Ada apa?"

Wajah Frengki stagnan sesaat, kemudian dia tersenyum canggung dan menjawab, "Anu, apakah ada Vino di dalam, Bang?"

Tubuh Vino yang berotot membuat Frengki yang melihatnya secara dekat menjadi takut dan merendah.

'Mengapa ada pria kuat ini di dalam rumah Vino? Sial, otot-ototnya sangat mengerikan! Mama, aku takut!' kata Frengki dalam hati dengan pandangan mata yang penuh kerendahan diri dan takut.

Namun, tubuh Frengki yang takut berubah seketika setelah mendengar ucapan pria berotot ini.

"Aku Vino, ada apa kamu mencariku?"

"Kamu adalah Vino?!" Frengki terkejut sekaligus tersadar.

Pria berotot di depannya memang mirip sekali dengan Vino, terlebih suara dan beberapa fitur wajahnya. Sebagai orang yang sering mem–bully Vino, dia tahu betul sosok Vino.

Dengan begitu, Frengki langsung percaya dengan pria di depannya.

Saking terkejutnya, tubuh Frengki ingin terjatuh ke belakang. Tiba-tiba tangan menyambar kerah bajunya dengan cepat dan mengangkat tubuh Frengki ke atas.

"Aku tanyakan sekali lagi." Vino mempertajam matanya melotot ke Frengki. "Untuk apa kamu ke sini?!"

Terpopuler

Comments

SweetiePancake

SweetiePancake

Takde bang, Vino didepanmu bang🗿

2024-02-01

0

Izhar Assakar

Izhar Assakar

tak usah di kasih yg gede gede toh kgk bakaln di gunakan jga selain tuk kencing,,,😀😀😀

2023-12-30

0

SI TAK TERTEBAK

SI TAK TERTEBAK

lingkar ny 3 cm? kecil amat dh.

klo diameter ny 3 cm cocok, yakali 20 cm lingkar cuma 3 cm/Grin/

2023-10-16

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2 Bab 2: Sistem Unik
3 Bab 3: Pesanan Pertama
4 Bab 4: Kencan Awal
5 Bab 5: Dua Pria Onar
6 Bab 6: Berpisah dengan Callie
7 Bab 7: Warna Muncul
8 Bab 8: Teman Kerja Buruk
9 Bab 9: Pesanan Kedua
10 Bab 10: Sedikit Perselisihan
11 Bab 11: Menghilang di Laut
12 Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13 Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14 Bab 14: Tidak Sengaja
15 Bab 15: Keluar Pekerjaan
16 Bab 16: Pesanan Ketiga
17 Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18 Bab 18: Bersembunyi
19 Bab 19: Kabur dari Pengawal
20 Bab 20: Membawa Kabur
21 Bab 21: Demi Pekerjaan!
22 Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23 Bab 23: Pilihan yang Banyak
24 Bab 24: Melawan Preman
25 Bab 25: Kejadian Mendadak
26 Bab 26: Salah Tangkap
27 Bab 27: Kecelakaan Kecil
28 Bab 28: Hantu Kosan
29 Bab 29: Pesanan Keempat
30 Bab 30: Wanita Pemaloe
31 Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32 Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33 Bab 33: Bertanding Kendo
34 Bab 34: Pertandingan Ulang
35 Bab 35: Pertandingan Selesai
36 Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37 Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38 Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39 Bab 39: Keanehan Vino
40 Bab 40: Wanita Mengerikan
41 Bab 41: Pergi Kencan Monika
42 Bab 42: Pemandangan Konyol
43 Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44 Bab 44: Pria Onar
45 Bab 45: Perkelahian Damai
46 Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47 Bab 47: Vonia Datang Kembali
48 Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49 Bab 49: Hubungan Rumit
50 Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51 Bab 51: Tumbang Dua
52 Bab 52: Pria Gila
53 Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54 Bab 54: Penampilan untuk Callie
55 Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56 Bab 56: Kecanduan
57 Bab 57: Pergi ke Kampung
58 Bab 58: Bertemu Orang Tua
59 Bab 59: Kepastian Ayah
60 Bab 60: Menasihati Ayah
61 Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62 Bab 62: Satu vs Squad
63 Bab 63: Pesanan Ketujuh
64 Bab 64: Kabur ke New York
65 Bab 65: Pengungkapan Identitas
66 Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67 Bab 67: Kabur dari Kartel
68 Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69 Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70 Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71 Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72 Bab 72: Fokus Kekayaan
73 Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74 Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75 Bab 75: Pesanan Abnormal
76 Bab 76: Dunia Berbeda
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2
Bab 2: Sistem Unik
3
Bab 3: Pesanan Pertama
4
Bab 4: Kencan Awal
5
Bab 5: Dua Pria Onar
6
Bab 6: Berpisah dengan Callie
7
Bab 7: Warna Muncul
8
Bab 8: Teman Kerja Buruk
9
Bab 9: Pesanan Kedua
10
Bab 10: Sedikit Perselisihan
11
Bab 11: Menghilang di Laut
12
Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13
Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14
Bab 14: Tidak Sengaja
15
Bab 15: Keluar Pekerjaan
16
Bab 16: Pesanan Ketiga
17
Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18
Bab 18: Bersembunyi
19
Bab 19: Kabur dari Pengawal
20
Bab 20: Membawa Kabur
21
Bab 21: Demi Pekerjaan!
22
Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23
Bab 23: Pilihan yang Banyak
24
Bab 24: Melawan Preman
25
Bab 25: Kejadian Mendadak
26
Bab 26: Salah Tangkap
27
Bab 27: Kecelakaan Kecil
28
Bab 28: Hantu Kosan
29
Bab 29: Pesanan Keempat
30
Bab 30: Wanita Pemaloe
31
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33
Bab 33: Bertanding Kendo
34
Bab 34: Pertandingan Ulang
35
Bab 35: Pertandingan Selesai
36
Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37
Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38
Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39
Bab 39: Keanehan Vino
40
Bab 40: Wanita Mengerikan
41
Bab 41: Pergi Kencan Monika
42
Bab 42: Pemandangan Konyol
43
Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44
Bab 44: Pria Onar
45
Bab 45: Perkelahian Damai
46
Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47
Bab 47: Vonia Datang Kembali
48
Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49
Bab 49: Hubungan Rumit
50
Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51
Bab 51: Tumbang Dua
52
Bab 52: Pria Gila
53
Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54
Bab 54: Penampilan untuk Callie
55
Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56
Bab 56: Kecanduan
57
Bab 57: Pergi ke Kampung
58
Bab 58: Bertemu Orang Tua
59
Bab 59: Kepastian Ayah
60
Bab 60: Menasihati Ayah
61
Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62
Bab 62: Satu vs Squad
63
Bab 63: Pesanan Ketujuh
64
Bab 64: Kabur ke New York
65
Bab 65: Pengungkapan Identitas
66
Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67
Bab 67: Kabur dari Kartel
68
Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69
Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70
Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71
Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72
Bab 72: Fokus Kekayaan
73
Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74
Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75
Bab 75: Pesanan Abnormal
76
Bab 76: Dunia Berbeda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!