Bab 16: Pesanan Ketiga

"Permintaan ini terlalu banyak, bukan?!" Vino melotot ke arah daftar permintaan pacar yang dipilih oleh pelanggan satu ini.

Ada lebih dari 20 isi dari daftar permintaan atau kriteria yang diinginkan pelanggan. Ini adalah permintaan terbanyak yang Vino lihat.

Callie dan Alaine saja tidak sebanyak itu.

Dilihat dari permintaan ini, wanita yang memesannya memiliki penilaian tinggi terhadap pacarnya di masa depan.

Sangat sulit untuk pria yang bisa mendapatkan hatinya karena harus memenuhi persyaratan sebanyak pada daftar permintaannya ini.

Vino sendiri tidak yakin ada pria yang memiliki semua kriteria pria ideal dari permintaan pelanggan kaya.

Kaya, pelanggan ini kaya karena pembayaran sewa melebihi 10 juta rupiah lebih beberapa ratus ribu.

Apa yang dipilih pelanggan kali ini kebanyakan adalah sebuah keterampilan dengan tingkat Master, paling tinggi. Ahli dari keterampilan bersangkutan. Tidak heran harga sewa sangat mahal.

Harga sewa saja berbanding jauh dari harga yang Callie dan Alaine pesan. Pelanggannya wanita kaya. Sudah dapat dipastikan.

[Ding! Mulai mengubah tuan rumah!]

Proses pengubahan berlangsung cukup lama, ada 3 menit yang dihabiskan untuk tahap ini.

Seluruh tubuh Vino berubah begitu signifikan, temperamen yang menarik benar-benar disematkan, membuat semua orang tak sengaja menatapnya menjadi tertarik dan ingin mendekat.

Mata Vino yang biasa saja tanpa ada rasa spesial mencolok, kini pandangan mata Vino terlihat berbeda, terasa sangat indah seolah ada pemandangan alam di dalam pupil matanya.

Tidak ada satu pun wanita yang bisa menahan pandangan dari mata Vino. Warna pupil matanya sedikit berubah menjadi hijau dengan pesona yang luar biasa tak terlukiskan.

Selain itu, tubuh Vino yang putih dan bersih tercium segar dan begitu wangi. Wewangian yang disukai oleh mayoritas kaum wanita.

Ada penambahan kekokohan di otot punggung, tangan, dan kaki Vino, rasanya lebih kuat dan tangguh. Kelenturan tubuh pun ditingkatkan, bersamaan dengan jari-jari Vino yang terasa lebih lincah dan lentur.

Agak mencurigakan dengan jari-jari Vino yang cepat ini, belum diketahui untuk apa. Wanita yang melihat jari-jemari Vino pasti mendambakan sentuhan dari jari itu.

[Koordinat sudah disiapkan! Anda akan muncul di titik buta CCTV!]

[Diharapkan Anda mengenakan tudung jaket saat pergi ke pintu kamar pelanggan.]

"Oke, aku paham."

Setelah mengatakan itu, Vino mengenakan pakaiannya dan jaket dengan cepat, beberapa barang penting dibawa, kemudian pergi ke titik lokasi pelanggan.

Sosok Vino menghilang beriringan dengan sinar abu-abu yang membuat seluruh penampilan tubuh menjadi buram dan berbayang.

Berikutnya, Vino berdiri di lorong yang tidak tersorot oleh kamera CCTV. Sangat tipis, jika dia maju dua langkah ke depan saja, tubuhnya bisa langsung ditangkap oleh kamera dari berbagai sudut pandang.

Mengingat saran dari Sistem, tudung Hoodie dan masker mulut Vino pakai untuk menutupi seluruh wajahnya.

Di penglihatan CCTV, sosok Vino berjalan di lorong dan berjalan menuju ke salah satu unit apartemen.

Berhenti di depan pintu unit apartemen, tangan Vino terangkat mengetuk pintu dan menekan bel beberapa kali.

Tidak lama setelah mengetuk pintu, seorang wanita cantik dengan pakaian yang menggemaskan dan seksi membukakan pintu untuknya.

Kim Lanly, pelanggan ketiganya.

Vino tidak memberi kesempatan Kim Lanly berbicara dan dia langsung berkata, "Aku Vino, pacar sewaan yang kamu pesan."

Kata-kata Vino jatuh, masker mulut yang Vino pakai diturunkan sedikit sehingga Kim Lanly yang cantik di depannya melihat sebagian besar wajahnya.

Mendengar suara halus dan jantan, ditambah dengan wajah yang tampan, Kim Lanly mematung sejenak karena ia baru saja merasakan sengatan listrik di sekujur tubuhnya yang membuatnya terdiam.

Pipi imut Kim Lanly yang berdiri di depan Vino berangsur-angsur memerah, dengan matanya mengedip beberapa kali.

Tertegun selama beberapa hitungan detik, tubuh Vino ditarik oleh Kim Lanly ke dalam apartemen.

Sebuah apartemen mewah dengan luas lebih dari seratus meter persegi, memiliki interior dan bahan material tingkat tinggi dan tentunya mahal. Barang-barang yang digunakan juga punya harga mahal, ada aksesoris yang pasti tidak murah nilainya.

Bisa dibilang, apartemen ini ingin sekali Vino miliki. Pertama kali masuk saja sudah membuat Vino senang. Senyuman di bibirnya tidak bisa dibohongi.

Namun, ketika Vino mengamati gaya ruangan di dalam apartemen ini sambil ditarik paksa oleh Kim Lanly, sebuah perasaan suka telah tumbuh menjadi benih di dalam hati pelanggan.

"Kamu sudah kenal aku, kan?"

Duduk di atas sofa yang empuk, Kim Lanly bertanya dengan wajah yang masih malu.

"Kamu Kim Lanly," jawab Vino sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Sistem.

"Ya, itu benar." Kim Lanly mengangguk kejam. "Aku tidak menyangka, kamu sangat tampan. Itu melebihi ketampanan idol pria yang aku kenal secara langsung."

Secara tampilan Vino yang sekarang, setelah tudung hoodie dan maskernya dibuka, wajahnya telah mengalahkan banyak idol atau anggota boyband yang terkenal, juga aktor tampan.

Kim Lanly mengakui bahwa estetika saat melihat Vino tercapai dan sesuai dengan keinginannya.

Tampan, putih, tinggi, mempunyai temperamen menarik dan wangi.

Hal yang membuat Kim Lanly tidak kuat adalah tatapan mata Vino yang sangat menyentuh hati dan cintanya. Sulit untuk bertahan melihat langsung matanya walau dalam beberapa detik saja.

Ditambah dengan pupil mata langka berwarna hijau itu, sangat besar dampak kerusakannya pada hati lembutnya. Tidak lupa suaranya, itu membuat telinganya merasa sangat nyaman.

"Coba kamu berdiri dan buka pakaian atas yang kamu pakai sekarang, dan kamu diwajibkan menggunakan bahasa Korea Selatan denganku," pinta Kim Lanly mendadak.

Tanpa protes dan bertanya lagi, Vino bangkit dari sofa lalu perlahan membuka Hoodie dan kaos putih lengan pendeknya.

Di detik berikutnya, tampilan tubuh Vino yang berotot diperlihatkan begitu jelas di depan Kim Lanly.

Dengan cepat Kim Lanly menutup mulutnya, menahan untuk tidak berteriak.

Tangan Kim Lanly memberi isyarat kepada Vino untuk mengenakan kaos putihnya lagi.

Pesona Vino barusan sangat besar, hampir Kim Lanly pingsan karena tersipu.

"Um, kamu memang pacar yang aku sewa," kata Kim Lanly berdiri di depan Vino, tangannya menyibakkan rambut ke celah daun telinga.

Gerakan kecil Kim Lanly terlihat cantik dan anggun, mata Vino membesar sekilas, kemudian alis kiri Vino terangkat karena mendengar ucapannya.

Vino berpikir Kim Lanly tidak langsung percaya dan barusan adalah tes pemeriksaan.

"Ngomong-ngomong, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Ikut aku ke dapur!"

Sebelum Vino menjawab, tangan Kim Lanly menyambar dan menarik tangan kiri Vino ke suatu ruangan.

Saat ini, di atas meja makan terdapat dua mangkok yang menyajikan makan mie instan berkuah sederhana. Sangat sederhana karena ada mie, kuah, dan lauk bawaan dari bungkus mie instan.

"Kamu memasak ini?" tanya Vino menatap Kim Lanly yang duduk di kursi seberang sembari menopang dagunya menggunakan kedua tangan.

Kim Lanly mengangguk, dan menjawab dengan wajah bangga, "Benar. Mie ini buatanku. Bagaimana?"

Wanita cantik tidak selalu sempurna, terkadang mereka bodoh.

Memasak mie instan bisa dilakukan semua orang. Jadi, tak perlu bangga berlebihan karena berhasil memasak mie instan.

"Cukup bagus. Namun, ada baiknya kalau kita menambahkan beberapa toping. Apa ada bahan makanan di kulkas?"

Vino meninggalkan kursi, siap untuk menunjukkan keterampilannya.

"Ada beberapa sosis dan beberapa daging sapi. Jangan bilang kamu ingin masak?"

"Benar, aku akan memasakkan beberapa makanan tambahan untukmu."

Terpopuler

Comments

Zoelf 212 🛡⚡🔱

Zoelf 212 🛡⚡🔱

ajiiibbbb 👍

2023-08-08

7

risky

risky

tor besok up?

2023-08-08

4

Alvin Putra Maulana

Alvin Putra Maulana

kim lanly itu siapa

2023-08-08

5

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2 Bab 2: Sistem Unik
3 Bab 3: Pesanan Pertama
4 Bab 4: Kencan Awal
5 Bab 5: Dua Pria Onar
6 Bab 6: Berpisah dengan Callie
7 Bab 7: Warna Muncul
8 Bab 8: Teman Kerja Buruk
9 Bab 9: Pesanan Kedua
10 Bab 10: Sedikit Perselisihan
11 Bab 11: Menghilang di Laut
12 Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13 Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14 Bab 14: Tidak Sengaja
15 Bab 15: Keluar Pekerjaan
16 Bab 16: Pesanan Ketiga
17 Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18 Bab 18: Bersembunyi
19 Bab 19: Kabur dari Pengawal
20 Bab 20: Membawa Kabur
21 Bab 21: Demi Pekerjaan!
22 Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23 Bab 23: Pilihan yang Banyak
24 Bab 24: Melawan Preman
25 Bab 25: Kejadian Mendadak
26 Bab 26: Salah Tangkap
27 Bab 27: Kecelakaan Kecil
28 Bab 28: Hantu Kosan
29 Bab 29: Pesanan Keempat
30 Bab 30: Wanita Pemaloe
31 Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32 Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33 Bab 33: Bertanding Kendo
34 Bab 34: Pertandingan Ulang
35 Bab 35: Pertandingan Selesai
36 Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37 Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38 Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39 Bab 39: Keanehan Vino
40 Bab 40: Wanita Mengerikan
41 Bab 41: Pergi Kencan Monika
42 Bab 42: Pemandangan Konyol
43 Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44 Bab 44: Pria Onar
45 Bab 45: Perkelahian Damai
46 Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47 Bab 47: Vonia Datang Kembali
48 Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49 Bab 49: Hubungan Rumit
50 Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51 Bab 51: Tumbang Dua
52 Bab 52: Pria Gila
53 Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54 Bab 54: Penampilan untuk Callie
55 Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56 Bab 56: Kecanduan
57 Bab 57: Pergi ke Kampung
58 Bab 58: Bertemu Orang Tua
59 Bab 59: Kepastian Ayah
60 Bab 60: Menasihati Ayah
61 Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62 Bab 62: Satu vs Squad
63 Bab 63: Pesanan Ketujuh
64 Bab 64: Kabur ke New York
65 Bab 65: Pengungkapan Identitas
66 Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67 Bab 67: Kabur dari Kartel
68 Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69 Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70 Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71 Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72 Bab 72: Fokus Kekayaan
73 Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74 Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75 Bab 75: Pesanan Abnormal
76 Bab 76: Dunia Berbeda
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2
Bab 2: Sistem Unik
3
Bab 3: Pesanan Pertama
4
Bab 4: Kencan Awal
5
Bab 5: Dua Pria Onar
6
Bab 6: Berpisah dengan Callie
7
Bab 7: Warna Muncul
8
Bab 8: Teman Kerja Buruk
9
Bab 9: Pesanan Kedua
10
Bab 10: Sedikit Perselisihan
11
Bab 11: Menghilang di Laut
12
Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13
Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14
Bab 14: Tidak Sengaja
15
Bab 15: Keluar Pekerjaan
16
Bab 16: Pesanan Ketiga
17
Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18
Bab 18: Bersembunyi
19
Bab 19: Kabur dari Pengawal
20
Bab 20: Membawa Kabur
21
Bab 21: Demi Pekerjaan!
22
Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23
Bab 23: Pilihan yang Banyak
24
Bab 24: Melawan Preman
25
Bab 25: Kejadian Mendadak
26
Bab 26: Salah Tangkap
27
Bab 27: Kecelakaan Kecil
28
Bab 28: Hantu Kosan
29
Bab 29: Pesanan Keempat
30
Bab 30: Wanita Pemaloe
31
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33
Bab 33: Bertanding Kendo
34
Bab 34: Pertandingan Ulang
35
Bab 35: Pertandingan Selesai
36
Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37
Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38
Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39
Bab 39: Keanehan Vino
40
Bab 40: Wanita Mengerikan
41
Bab 41: Pergi Kencan Monika
42
Bab 42: Pemandangan Konyol
43
Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44
Bab 44: Pria Onar
45
Bab 45: Perkelahian Damai
46
Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47
Bab 47: Vonia Datang Kembali
48
Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49
Bab 49: Hubungan Rumit
50
Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51
Bab 51: Tumbang Dua
52
Bab 52: Pria Gila
53
Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54
Bab 54: Penampilan untuk Callie
55
Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56
Bab 56: Kecanduan
57
Bab 57: Pergi ke Kampung
58
Bab 58: Bertemu Orang Tua
59
Bab 59: Kepastian Ayah
60
Bab 60: Menasihati Ayah
61
Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62
Bab 62: Satu vs Squad
63
Bab 63: Pesanan Ketujuh
64
Bab 64: Kabur ke New York
65
Bab 65: Pengungkapan Identitas
66
Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67
Bab 67: Kabur dari Kartel
68
Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69
Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70
Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71
Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72
Bab 72: Fokus Kekayaan
73
Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74
Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75
Bab 75: Pesanan Abnormal
76
Bab 76: Dunia Berbeda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!