"Permintaan ini terlalu banyak, bukan?!" Vino melotot ke arah daftar permintaan pacar yang dipilih oleh pelanggan satu ini.
Ada lebih dari 20 isi dari daftar permintaan atau kriteria yang diinginkan pelanggan. Ini adalah permintaan terbanyak yang Vino lihat.
Callie dan Alaine saja tidak sebanyak itu.
Dilihat dari permintaan ini, wanita yang memesannya memiliki penilaian tinggi terhadap pacarnya di masa depan.
Sangat sulit untuk pria yang bisa mendapatkan hatinya karena harus memenuhi persyaratan sebanyak pada daftar permintaannya ini.
Vino sendiri tidak yakin ada pria yang memiliki semua kriteria pria ideal dari permintaan pelanggan kaya.
Kaya, pelanggan ini kaya karena pembayaran sewa melebihi 10 juta rupiah lebih beberapa ratus ribu.
Apa yang dipilih pelanggan kali ini kebanyakan adalah sebuah keterampilan dengan tingkat Master, paling tinggi. Ahli dari keterampilan bersangkutan. Tidak heran harga sewa sangat mahal.
Harga sewa saja berbanding jauh dari harga yang Callie dan Alaine pesan. Pelanggannya wanita kaya. Sudah dapat dipastikan.
[Ding! Mulai mengubah tuan rumah!]
Proses pengubahan berlangsung cukup lama, ada 3 menit yang dihabiskan untuk tahap ini.
Seluruh tubuh Vino berubah begitu signifikan, temperamen yang menarik benar-benar disematkan, membuat semua orang tak sengaja menatapnya menjadi tertarik dan ingin mendekat.
Mata Vino yang biasa saja tanpa ada rasa spesial mencolok, kini pandangan mata Vino terlihat berbeda, terasa sangat indah seolah ada pemandangan alam di dalam pupil matanya.
Tidak ada satu pun wanita yang bisa menahan pandangan dari mata Vino. Warna pupil matanya sedikit berubah menjadi hijau dengan pesona yang luar biasa tak terlukiskan.
Selain itu, tubuh Vino yang putih dan bersih tercium segar dan begitu wangi. Wewangian yang disukai oleh mayoritas kaum wanita.
Ada penambahan kekokohan di otot punggung, tangan, dan kaki Vino, rasanya lebih kuat dan tangguh. Kelenturan tubuh pun ditingkatkan, bersamaan dengan jari-jari Vino yang terasa lebih lincah dan lentur.
Agak mencurigakan dengan jari-jari Vino yang cepat ini, belum diketahui untuk apa. Wanita yang melihat jari-jemari Vino pasti mendambakan sentuhan dari jari itu.
[Koordinat sudah disiapkan! Anda akan muncul di titik buta CCTV!]
[Diharapkan Anda mengenakan tudung jaket saat pergi ke pintu kamar pelanggan.]
"Oke, aku paham."
Setelah mengatakan itu, Vino mengenakan pakaiannya dan jaket dengan cepat, beberapa barang penting dibawa, kemudian pergi ke titik lokasi pelanggan.
Sosok Vino menghilang beriringan dengan sinar abu-abu yang membuat seluruh penampilan tubuh menjadi buram dan berbayang.
Berikutnya, Vino berdiri di lorong yang tidak tersorot oleh kamera CCTV. Sangat tipis, jika dia maju dua langkah ke depan saja, tubuhnya bisa langsung ditangkap oleh kamera dari berbagai sudut pandang.
Mengingat saran dari Sistem, tudung Hoodie dan masker mulut Vino pakai untuk menutupi seluruh wajahnya.
Di penglihatan CCTV, sosok Vino berjalan di lorong dan berjalan menuju ke salah satu unit apartemen.
Berhenti di depan pintu unit apartemen, tangan Vino terangkat mengetuk pintu dan menekan bel beberapa kali.
Tidak lama setelah mengetuk pintu, seorang wanita cantik dengan pakaian yang menggemaskan dan seksi membukakan pintu untuknya.
Kim Lanly, pelanggan ketiganya.
Vino tidak memberi kesempatan Kim Lanly berbicara dan dia langsung berkata, "Aku Vino, pacar sewaan yang kamu pesan."
Kata-kata Vino jatuh, masker mulut yang Vino pakai diturunkan sedikit sehingga Kim Lanly yang cantik di depannya melihat sebagian besar wajahnya.
Mendengar suara halus dan jantan, ditambah dengan wajah yang tampan, Kim Lanly mematung sejenak karena ia baru saja merasakan sengatan listrik di sekujur tubuhnya yang membuatnya terdiam.
Pipi imut Kim Lanly yang berdiri di depan Vino berangsur-angsur memerah, dengan matanya mengedip beberapa kali.
Tertegun selama beberapa hitungan detik, tubuh Vino ditarik oleh Kim Lanly ke dalam apartemen.
Sebuah apartemen mewah dengan luas lebih dari seratus meter persegi, memiliki interior dan bahan material tingkat tinggi dan tentunya mahal. Barang-barang yang digunakan juga punya harga mahal, ada aksesoris yang pasti tidak murah nilainya.
Bisa dibilang, apartemen ini ingin sekali Vino miliki. Pertama kali masuk saja sudah membuat Vino senang. Senyuman di bibirnya tidak bisa dibohongi.
Namun, ketika Vino mengamati gaya ruangan di dalam apartemen ini sambil ditarik paksa oleh Kim Lanly, sebuah perasaan suka telah tumbuh menjadi benih di dalam hati pelanggan.
"Kamu sudah kenal aku, kan?"
Duduk di atas sofa yang empuk, Kim Lanly bertanya dengan wajah yang masih malu.
"Kamu Kim Lanly," jawab Vino sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Sistem.
"Ya, itu benar." Kim Lanly mengangguk kejam. "Aku tidak menyangka, kamu sangat tampan. Itu melebihi ketampanan idol pria yang aku kenal secara langsung."
Secara tampilan Vino yang sekarang, setelah tudung hoodie dan maskernya dibuka, wajahnya telah mengalahkan banyak idol atau anggota boyband yang terkenal, juga aktor tampan.
Kim Lanly mengakui bahwa estetika saat melihat Vino tercapai dan sesuai dengan keinginannya.
Tampan, putih, tinggi, mempunyai temperamen menarik dan wangi.
Hal yang membuat Kim Lanly tidak kuat adalah tatapan mata Vino yang sangat menyentuh hati dan cintanya. Sulit untuk bertahan melihat langsung matanya walau dalam beberapa detik saja.
Ditambah dengan pupil mata langka berwarna hijau itu, sangat besar dampak kerusakannya pada hati lembutnya. Tidak lupa suaranya, itu membuat telinganya merasa sangat nyaman.
"Coba kamu berdiri dan buka pakaian atas yang kamu pakai sekarang, dan kamu diwajibkan menggunakan bahasa Korea Selatan denganku," pinta Kim Lanly mendadak.
Tanpa protes dan bertanya lagi, Vino bangkit dari sofa lalu perlahan membuka Hoodie dan kaos putih lengan pendeknya.
Di detik berikutnya, tampilan tubuh Vino yang berotot diperlihatkan begitu jelas di depan Kim Lanly.
Dengan cepat Kim Lanly menutup mulutnya, menahan untuk tidak berteriak.
Tangan Kim Lanly memberi isyarat kepada Vino untuk mengenakan kaos putihnya lagi.
Pesona Vino barusan sangat besar, hampir Kim Lanly pingsan karena tersipu.
"Um, kamu memang pacar yang aku sewa," kata Kim Lanly berdiri di depan Vino, tangannya menyibakkan rambut ke celah daun telinga.
Gerakan kecil Kim Lanly terlihat cantik dan anggun, mata Vino membesar sekilas, kemudian alis kiri Vino terangkat karena mendengar ucapannya.
Vino berpikir Kim Lanly tidak langsung percaya dan barusan adalah tes pemeriksaan.
"Ngomong-ngomong, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Ikut aku ke dapur!"
Sebelum Vino menjawab, tangan Kim Lanly menyambar dan menarik tangan kiri Vino ke suatu ruangan.
Saat ini, di atas meja makan terdapat dua mangkok yang menyajikan makan mie instan berkuah sederhana. Sangat sederhana karena ada mie, kuah, dan lauk bawaan dari bungkus mie instan.
"Kamu memasak ini?" tanya Vino menatap Kim Lanly yang duduk di kursi seberang sembari menopang dagunya menggunakan kedua tangan.
Kim Lanly mengangguk, dan menjawab dengan wajah bangga, "Benar. Mie ini buatanku. Bagaimana?"
Wanita cantik tidak selalu sempurna, terkadang mereka bodoh.
Memasak mie instan bisa dilakukan semua orang. Jadi, tak perlu bangga berlebihan karena berhasil memasak mie instan.
"Cukup bagus. Namun, ada baiknya kalau kita menambahkan beberapa toping. Apa ada bahan makanan di kulkas?"
Vino meninggalkan kursi, siap untuk menunjukkan keterampilannya.
"Ada beberapa sosis dan beberapa daging sapi. Jangan bilang kamu ingin masak?"
"Benar, aku akan memasakkan beberapa makanan tambahan untukmu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Zoelf 212 🛡⚡🔱
ajiiibbbb 👍
2023-08-08
7
risky
tor besok up?
2023-08-08
4
Alvin Putra Maulana
kim lanly itu siapa
2023-08-08
5