Perubahan terjadi pada wajah dan tubuh Vino. Kulitnya yang sawo matang lebih cenderung gelap berubah menjadi lebih ke arah putih, tetapi masih terlihat sedikit cokelat.
Wajah tampannya kembali lagi dengan fitur yang sama seperti pesanan yang pertama. Rambut tidak berubah, masih terlihat acak-acakan dan sedikit panjang, tetapi itu terlihat liar dan seksi di mata wanita.
Tubuhnya bertambah tinggi sekitar 5 cm, ditambah lagi dengan 4 pengetahuan mengenai keterampilan yang berbeda.
Keterampilan Berselancar Air, Bahasa Inggris, Berenang, dan Breakdance, semua tersemat ke dalam otak Vino.
Pancaran aura yang terasa tegas dan serius membuat tampilan Vino sekarang jauh lebih baik dari penampilan normalnya.
Melihat sosoknya yang sekarang di dalam cermin, Vino masih merasa luar biasa dengan kemampuan Sistem yang bisa mengubah tubuhnya menjadi seperti ini. Padahal, dia sudah melihatnya kemarin.
[Lokasi Pelanggan: Pantai Canggu, Bali]
"Yo? Di Bali?" Melihat lokasi pelanggan satu ini, Vino tidak mengira ada di wilayah Indonesia.
Sebelum pergi, sebuah informasi dasar pelanggan dilihat dan dibaca oleh Vino dengan baik, jangan sampai ada kesalahan tanggapan dan sudut pandang seperti kasus di pesanan pertama.
"Masih muda, wajah pelanggan ini juga sangat cantik. Aku masukkan ke dalam daftar wanita yang nanti akan aku pacari," kata Vino dengan senyum aneh di wajahnya. "Berasal dari Australia? Pantas saja, orang-orang Australia sering berkunjung ke Bali."
Pelanggan kedua yang bernama Alaine Lilacia memiliki umur 29 tahun, pekerja biasa di Australia, di Bali sedang liburan bersama teman kerjanya.
Menganggukkan kepalanya sambil mengingat informasi ini, Vino mulai mencari koordinat yang tepat untuk bisa sampai di lokasi pelanggan.
Dengan cara menggunakan Gugel Meps yang bisa secara langsung memberikan koordinat yang tepat.
[Ding! Sistem dapat memberikan tuan rumah rekomendasi Teleportasi yang tepat. Apakah Anda ingin menggunakannya?]
Jari Vino berhenti bergerak di atas layar ponselnya, mematikan ponselnya dengan cepat lalu memasukkannya ke dalam celananya yang sudah diganti dengan pakaian yang kasual. "Mengapa kamu tidak memberi tahuku sebelumnya?"
[Anda tidak bertanya sebelumnya.]
"Oke-oke, berikan aku koordinat yang tepat untuk bisa sampai di Pantai Canggu tanpa ketahuan."
Vino malas berdebat dan meminta Sistem memberikan koordinat lokasinya.
Di sebuah pantai yang ramai oleh para wisatawan dari mancanegara dengan tujuan ingin mendapatkan hiburan, sekelompok wanita dengan 3 orang pria sedang berdiri di pantai seolah sedang menunggu seseorang.
"Alaine, mana pacar kamu? Katanya pacar kamu sudah ada di dalam kamar hotel," tanya seorang wanita yang lumayan cantik memakai bikini model sangat terbuka, terdiri dari cup dan pelindung kue apem.
Alaine, pelanggan kedua Vino saat ini sedang dikelilingi oleh ketiga teman wanita yang datang bersama pacarnya masing-masing.
Mereka semua tidak memberi tahu Alaine bahwa datang ke sini dengan pacarnya. Saat bertemu di Bali, mereka bertiga membawa seorang pria masing-masing dari mereka.
Iri? Tentu saja. Alaine yang telah jomblo dari kecil sangat iri dengan teman-temannya.
Namun, setengah jam yang lalu sebelum pergi ke Pantai Canggu, Alaine mendapatkan kejadian yang mengejutkan dan aneh.
Sebuah aplikasi bernama "Rental Boyfriend" yang terlihat biasa saja, tidak tahu apa yang menarik dari tampilan aplikasi ini.
Setelah membaca namanya, dia menjadi sadar, aplikasi ini muncul di waktu yang tepat.
Alaine membuang keanehan tentang asal muasal aplikasi ini bisa terpasang di dalam ponselnya, lebih memilih percaya pada aplikasi menyewa pacar untuk sementara.
Cukup menarik aplikasinya karena banyak sekali daftar keinginan tipe pacar yang bisa dipilih secara bebas.
Lebih banyak memilih, lebih banyak juga uang yang harus dikeluarkan.
Jadi, demi dirinya terlihat tidak malu karena terlanjur berbohong dari hari kemarin kepada ketiga temannya, Alaine mempertaruhkan uangnya dan kepercayaannya pada aplikasi misterius ini.
"Um ... tunggu sebentar, mungkin lima menit lagi pacarku akan datang," kata Alaine dengan keringat di dahinya.
Memicingkan matanya pada Alaine, ketiga teman Alaine curiga dengan sikap Alaine yang tidak seperti biasanya. Sebagai seorang teman, perubahan sikap satu sama lain pasti akan diketahui dengan cepat karena ada suatu ikatan keakraban.
Sikap Alaina ini tidak seperti orang benar-benar jujur, seperti ada yang ditutupi.
"Alaine, bilang saja kamu berbohong kalau tidak punya pacar. Jangan memaksakan, kami tidak masalah dengan kamu yang tidak membawa pacar." Salah satu temannya memandang Alaine dengan ramah.
Mendengar ucapan temannya, Alaine menanggapinya dengan gelengan kepala. "Tidak aku benar-benar punya pacar. Tunggu beberapa menit lagi, dia bilang akan tiba di sini."
Mungkin mereka menganggap tidak masalah terhadap Alaine yang tidak punya pacar, tetapi berbeda dengan anggapan Alaine, umurnya yang sudah sangat matang ini tidak mungkin untuk tidak memiliki seorang pacar.
Hal yang menjadi persoalan adalah dia tidak ingin kalah dan malu dengan teman-temannya sampai-sampai bilang bahwa dirinya punya pacar.
Gengsi, penyakit hati yang biasanya ada pada orang-orang zaman sekarang, kebanyakan para wanita.
Mereka semua menunggu pacar Alaine selama lebih dari 3 menit lamanya,
Ketiga pria dari pacarnya teman Alaine memegang papan selancar setelah menyewa mendadak dari tukang penyewa papan selancar yang menawarkan kepada mereka.
"Bubub, kamu bisa main selancar air memangnya?"
"Aku bisa berselancar, beberapa tahun kemarin aku sempat belajar."
"..."
Wajah Alaine yang mendengar percakapan mereka semua menjadi menekuk dengan senyum kecut di bibirnya.
Tidak tahu mengapa telinga menjadi panas dan juga gatal mendengar teman bermesraan, sedangkan diri sendiri masih single alias jomlo.
Terkadang juga ingin muntah karena ucapan mereka yang sudah menyentuh ranah menjijikkan.
Tepat di menit kelima mereka menunggu, seorang pria tampan berjalan ke arah mereka semua dengan senyum kecil di wajahnya.
Alaine dan yang lainnya menangkap sosok pria tersebut dari kejauhan, bahkan ketiga temannya sempat mengomentari pria tampan tersebut.
"Pria yang tampan, aku tidak bisa berbohong dengan mataku!"
"Wajahnya sangat tampan dan jantan, tubuhnya memiliki otot yang diukir begitu indah."
"Sayang, besok kamu harus cukur kumis agar bisa tampan seperti dia."
"..."
Di bawah tatapan mereka semua, pria tampan ini berhenti di depan Alaine yang berdiri dengan wajah yang bingung.
"Akhirnya, aku menemukanmu di sini," kata pria itu kepada Alaine.
Alaine yang bingung dengan kedatangan pria tersebut langsung sadar dengan apa yang dimaksud dengan ucapan dari pria di depannya.
Dengan wajah yang memerah, Alaine memeluk tubuh pria tersebut seraya berkata, "Sayang, aku sudah menunggumu dari tadi."
Mendengar ucapan keduanya, semua teman Alaine terkejut dengan pacar yang ditemukan oleh Alaine. Terlalu tampan.
Vino datang di waktu yang cukup tepat. Paling tidak, tidak terlalu lama membuat mereka menunggu.
"Kamu pacar Alaine?" Salah satu teman Alaine mendekati Vino dan Alaine yang selesai berpelukan.
Menoleh ke samping dan sedikit menurunkan pandangannya untuk melihat teman Alaine, Vino mengangguk. "Iya, kenalkan namaku Vino, pacar Alaine. Maaf, telah membuat kalian menunggu lama."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
isnaini naini
pacar2 teman nya alain lngsng kena mental
2023-10-10
5
josan
ayyy pengenn
2023-10-09
3
Zoelf 212 🛡⚡🔱
okeeh
2023-08-07
2