Bab 10: Sedikit Perselisihan

"Ha–halo, Vino. Perkenalkan, aku Iva Lonthe, teman Alaine dari kuliah," kata teman Alaine yang mendatangi Vino dan Alaine yang sedang berpelukan. "Itu tidak apa-apa, kami tidak terburu-buru juga."

Alaine melirik temannya satu ini dan merasakan krisis, terasa seperti Iva ingin mengambil pacarnya, pacar sewaannya.

Kepala Vino sekali lagi mengangguk dan menatap wajah Iva sembari tersenyum kecil.

Sebelum mulut Vino terbuka dan berbicara, kedua teman Alaine menghampirinya dengan sorot mata yang menohok ke arah wajahnya.

Di belakang mereka bertiga, pacar-pacar mereka memandang Vino dengan wajah yang tidak ramah. Mata mereka tajam.

Bagaimana tidak, mereka merasakan krisis bahwa wanitanya lebih tertarik kepada Vino ketimbang mereka bertiga.

Bisa dilihat dari tatapan mata ketiga wanita ini, membuat mereka teringat dengan mata wanitanya saat jatuh cinta pada mereka.

Kedua teman Alaine yang lain bernama Tuva dan Deena. Wanita berkulit eksotis seperti Vino bernama Tuva, dan Deena adalah wanita yang punya ukuran dada yang tak terlalu besar.

Alaine punya aset terbesar daripada ketiga lainnya. Iva kedua terbesar, memiliki ciri ini berambut pirang.

Penampilan Alaine yang mencolok adalah mata biru dan rambut diikat berwarna cokelat.

Setelah berkenalan dengan ketiga teman Alaine.

Vino berdiri di depan Alaine dan memandang ketiga pria yang sedari awal pertemuan sudah meliriknya dengan tatapan yang tajam, terlihat tidak menyukainya.

"Aku Vino," ucap Vino yang menjulurkan tangannya ke pria yang ada di tengah.

Melihat tangan Vino yang terulur ke arah mereka, ketiga pria ini tidak mengambil tangan Vino dan menatap Vino dengan malas.

Meskipun begitu, mereka bertiga tetap melaporkan namanya.

"Aku Kriss."

"Aku Maddon ...."

"Diell."

"..."

Vino melirik ketiganya sesaat, kemudian menyimpan tangannya ke saku celananya dan mengangguk.

Pria atau pemuda bernama Kriss adalah pacar dari Iva, Maddon pacar Tuva, dan Diell adalah pacarnya Deena.

"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya," tanya Vino kepada Alaine yang berdiri di sebelahnya.

Tangan Alaine menunjuk ke papan selancar yang dipegang oleh Maddon, dan menjawab, "Kami ingin bermain selancar air. Kamu bisa berselancar?"

"Bisa. Kamu ingin berselancar juga?"

"Tidak." Alaine menggelengkan kepalanya.

"Alaine tidak bisa selancar, kami juga tidak bisa," celetuk Tuva sambil tersenyum.

Iva dan Deena mengangguk membenarkan.

Tiba-tiba tangan Iva menarik tangan Kriss untuk berjalan ke depan bersama papan selancar di tangannya. "Pacarku juga mampu bermain selancar. Mungkin kalian berdua bisa mengajari kami, apakah boleh?"

"Lihat saja nanti. Lagi pula aku belum memeriksa ombaknya," kata Vino yang malas melirik Kriss, dia lebih memilih melihat Iva.

Tidak tahu kapan Alaine melingkari tangan kiri Vino dengan erat. Setelah tahu, Vino membiarkan Alaine memegang tangannya sesuai dengan keinginannya.

"Kalau begitu, ayo kita ke air!" Deena melompat dengan gembira.

Setelah seruan Deena keluar, mereka semua berjalan dengan dua tim yang dipisahkan.

Vino dan pria yang lain pergi ke bibir pantai untuk merasakan kekuatan ombak.

Sementara para wanita mencari tempat untuk mereka bersantai dan berjemur nanti.

Tidak lupa Vino menyewa papan selancar dengan menggunakan uangnya sendiri. Alaine ingin membayarnya, tetapi Vino menolak karena berselancar ini adalah kemauannya sendiri.

Saat berpisah untuk menyewa papan, Alaine dan Vino berbicara mengenai pacar sewa. Mengetahui bahwa Vino adalah pacar yang dipesan olehnya, kejutan dirasakan oleh Alaine lantaran aplikasi aneh itu benar-benar mengirimkan orang kepadanya.

Apalagi orang yang dikirim sesuai dengan pesanannya.

Jujur saja, jantung Alaine berdetak cepat sejak menggandeng tangan Vino. Rasa nyaman dan aman sangat bisa dirasakan oleh diri Alaine, padahal hanya berdiri di dekat Vino, tidak berpelukan ataupun yang lain.

Pria yang dikirim sangat-sangat sesuai dengan tipe pria yang ia suka. Dari ekspresi wajahnya saja bisa terlihat ketegasannya.

Alaine sangat bersyukur menemukan aplikasi tersebut, dia bisa bertemu pria idamannya karena itu.

"Kurasa kamu hanya berpura-pura bisa di depan wanitaku dan Alaine," celetuk Maddon yang berdiri di samping Vino yang sedang menurunkan papan selancarnya di atas air.

Mendengar ucapan Maddon, tanggapan Vino cuma senyuman yang diarahkan ke Maddon dan dua pria lainnya.

Belum sempat mereka bertanya tentang apa yang Vino maksud dengan senyumannya, sosok Vino bergerak ke depan sambil naik di atas papan selancar air.

Kedua tangan Vino mengayuh bagai dayung perahu untuk membawa dirinya dan papan selancar ke ombak yang ada di kejauhan.

Ombak besar tidak muncul di pinggir pantai, melainkan ada di area yang jauh dari bibir pantai.

Bulan Juli merupakan bukan yang tepat untuk berselancar dengan ombak yang besar.

Melihat Vino yang bergerak terlebih dahulu, mereka bertiga ikut masuk ke laut dan menjauh dari pantai secara perlahan.

Banyak orang yang melirik Vino dan ketiga pria ini. Tidak banyak yang bermain selancar air di bagian pantai yang Vino kunjungi, hanya ada beberapa orang saja. Orang-orang lebih mudah untuk melihat yang berbeda.

Orang yang memegang papan selancar menjadi objek perhatian mereka semua.

"Lihat ke depan! Orang itu benar-benar menaiki ombak!" Sebuah suara yang menonjol dari banyak orang yang bersantai di pantai membuat semua orang melihat ke sosok Vino yang lebih dahulu ke tengah laut untuk menghampiri ombak besar.

Ketiga pria itu juga terdiam, mereka tercengang dengan mata yang membesar melihat ke depan.

Di dalam mata mereka semua, sosok Vino terlihat sedang berdiri dan sedikit membungkuk di atas papan selancar yang di bawahnya terdapat ombak dengan tinggi 2 meter.

Tubuh Vino yang berdiri di papan selancar ini tampak sangat stabil, kestabilannya melebihi peselancar yang lain.

Vino mengendalikan papan selancarnya di atas ombak dengan wajah yang tampan tak terkendali.

Sosok Vino saat ini terlihat sengat keren, semua orang tidak bisa menyanggah fakta ini.

Keempat wanita yang baru saja ada di tepi pantai sekejap terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat di kejauhan.

Mulut mereka semua terbuka dengan seruan yang tidak percaya.

Alaine juga melihat sosok Vino sedang bermain selancar dengan sangat epik di sana, wajahnya penuh oleh kejutan berlebihan.

Apa yang dikatakan oleh Vino bukanlah bohongan.

Saat ombak itu berangsur-angsur mendekati pantai dan ukurannya makin kecil, Vino mencoba melakukan akrobat di atas papan selancar.

Dengan kekuatan tangannya yang kuat, Vino berhasil mengangkat seluruh tubuh dengan satu tangan di alas yang hanya terbuat dari papan selancar.

"Keren! Sangat hebat bisa melakukan gerakan itu di papan selancar yang tidak selalu stabil!"

"Kurasa para peselancar profesional belum tentu bisa melakukan gerakan itu."

"Siapa pria itu?! Mengapa dia sangat berbakat?!"

"Yuhuu! Penampilan yang bagus, Kawan!!"

"..."

Dalam sekejap, kehebohan meledak di pantai, semua orang bertepuk tangan dengan apa yang dilakukan oleh Vino saat berselancar barusan.

Ketiga pria ini makin tidak menyukai Vino, mereka segera bergegas ingin menunjukkan kehebatan mereka dalam berselancar.

Namun, saat Kriss yang punya dasar keahlian berselancar ingin naik ke atas ombak yang besar, papan selancar yang ia jadikan topangan tidak stabil dan Kriss ditelan oleh ombak yang besar tersebut.

"Sial! Pria itu gagal berselancar! Semuanya, tolong cari dia!"

Terpopuler

Comments

Oka Derza

Oka Derza

kyaknya GK ada nama aja Thor???/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-02-09

0

『Abang Gery』

『Abang Gery』

Iva lonthe gak tuh

2023-11-24

2

isnaini naini

isnaini naini

mau pamer malah tenggelam...

2023-10-10

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2 Bab 2: Sistem Unik
3 Bab 3: Pesanan Pertama
4 Bab 4: Kencan Awal
5 Bab 5: Dua Pria Onar
6 Bab 6: Berpisah dengan Callie
7 Bab 7: Warna Muncul
8 Bab 8: Teman Kerja Buruk
9 Bab 9: Pesanan Kedua
10 Bab 10: Sedikit Perselisihan
11 Bab 11: Menghilang di Laut
12 Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13 Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14 Bab 14: Tidak Sengaja
15 Bab 15: Keluar Pekerjaan
16 Bab 16: Pesanan Ketiga
17 Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18 Bab 18: Bersembunyi
19 Bab 19: Kabur dari Pengawal
20 Bab 20: Membawa Kabur
21 Bab 21: Demi Pekerjaan!
22 Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23 Bab 23: Pilihan yang Banyak
24 Bab 24: Melawan Preman
25 Bab 25: Kejadian Mendadak
26 Bab 26: Salah Tangkap
27 Bab 27: Kecelakaan Kecil
28 Bab 28: Hantu Kosan
29 Bab 29: Pesanan Keempat
30 Bab 30: Wanita Pemaloe
31 Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32 Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33 Bab 33: Bertanding Kendo
34 Bab 34: Pertandingan Ulang
35 Bab 35: Pertandingan Selesai
36 Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37 Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38 Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39 Bab 39: Keanehan Vino
40 Bab 40: Wanita Mengerikan
41 Bab 41: Pergi Kencan Monika
42 Bab 42: Pemandangan Konyol
43 Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44 Bab 44: Pria Onar
45 Bab 45: Perkelahian Damai
46 Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47 Bab 47: Vonia Datang Kembali
48 Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49 Bab 49: Hubungan Rumit
50 Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51 Bab 51: Tumbang Dua
52 Bab 52: Pria Gila
53 Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54 Bab 54: Penampilan untuk Callie
55 Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56 Bab 56: Kecanduan
57 Bab 57: Pergi ke Kampung
58 Bab 58: Bertemu Orang Tua
59 Bab 59: Kepastian Ayah
60 Bab 60: Menasihati Ayah
61 Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62 Bab 62: Satu vs Squad
63 Bab 63: Pesanan Ketujuh
64 Bab 64: Kabur ke New York
65 Bab 65: Pengungkapan Identitas
66 Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67 Bab 67: Kabur dari Kartel
68 Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69 Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70 Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71 Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72 Bab 72: Fokus Kekayaan
73 Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74 Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75 Bab 75: Pesanan Abnormal
76 Bab 76: Dunia Berbeda
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1: Kehidupan Memuakkan
2
Bab 2: Sistem Unik
3
Bab 3: Pesanan Pertama
4
Bab 4: Kencan Awal
5
Bab 5: Dua Pria Onar
6
Bab 6: Berpisah dengan Callie
7
Bab 7: Warna Muncul
8
Bab 8: Teman Kerja Buruk
9
Bab 9: Pesanan Kedua
10
Bab 10: Sedikit Perselisihan
11
Bab 11: Menghilang di Laut
12
Bab 12: Habiskan Waktu Berdua
13
Bab 13: Penyelesaian Pesanan Kedua
14
Bab 14: Tidak Sengaja
15
Bab 15: Keluar Pekerjaan
16
Bab 16: Pesanan Ketiga
17
Bab 17: Mengonfirmasi Pacar
18
Bab 18: Bersembunyi
19
Bab 19: Kabur dari Pengawal
20
Bab 20: Membawa Kabur
21
Bab 21: Demi Pekerjaan!
22
Bab 22: Kebingungan Pertama Vino
23
Bab 23: Pilihan yang Banyak
24
Bab 24: Melawan Preman
25
Bab 25: Kejadian Mendadak
26
Bab 26: Salah Tangkap
27
Bab 27: Kecelakaan Kecil
28
Bab 28: Hantu Kosan
29
Bab 29: Pesanan Keempat
30
Bab 30: Wanita Pemaloe
31
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan
32
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi
33
Bab 33: Bertanding Kendo
34
Bab 34: Pertandingan Ulang
35
Bab 35: Pertandingan Selesai
36
Bab 36: Pesanan Keempat Selesai
37
Bab 37: Polisi Wanita Menarik Paksa
38
Bab 38: Fitur Baru Mendadak
39
Bab 39: Keanehan Vino
40
Bab 40: Wanita Mengerikan
41
Bab 41: Pergi Kencan Monika
42
Bab 42: Pemandangan Konyol
43
Bab 43: Alasan Pengakhiran Hidup
44
Bab 44: Pria Onar
45
Bab 45: Perkelahian Damai
46
Bab 46: Penyelesaian Pesanan Kelima
47
Bab 47: Vonia Datang Kembali
48
Bab 48: Kecelakaan Tak Disangka
49
Bab 49: Hubungan Rumit
50
Bab 50: Pesanan Callie Kedua
51
Bab 51: Tumbang Dua
52
Bab 52: Pria Gila
53
Bab 53: Tumbang Tiga Kali
54
Bab 54: Penampilan untuk Callie
55
Bab 55: Bertarung Kedua Kali
56
Bab 56: Kecanduan
57
Bab 57: Pergi ke Kampung
58
Bab 58: Bertemu Orang Tua
59
Bab 59: Kepastian Ayah
60
Bab 60: Menasihati Ayah
61
Bab 61: Melatih Dua Anak Orkay
62
Bab 62: Satu vs Squad
63
Bab 63: Pesanan Ketujuh
64
Bab 64: Kabur ke New York
65
Bab 65: Pengungkapan Identitas
66
Bab 66: Berhadapan dengan Kartel
67
Bab 67: Kabur dari Kartel
68
Bab 68: Pembuktian Teleportasi
69
Bab 69: Rencana Vino untuk Fransisca
70
Bab 70: Persetujuan Orang Tua
71
Bab 71: Kejadian Paling Aneh
72
Bab 72: Fokus Kekayaan
73
Bab 73: Pengungkapan Wanita Vino
74
Bab 74: Bertemu Hantu Lagi
75
Bab 75: Pesanan Abnormal
76
Bab 76: Dunia Berbeda

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!