Bab 19

Arga bersama Shanum sedang dalam perjalanan menuju perusahaan. Sesuai dengan apa yang Arga ucapkan sebelumnya, bahwa ia akan membawa Shanum untuk bekerja di perusahaan. Ia juga sudah mengatakan ini pada orang tuanya, meski dengan berat hati, akhirnya Mama Brianna mengizinkan

Arga turun dari mobil diikuti Shanum. Keduanya berjalan beriringan, dengan Shanum yang berada di belakang. Mereka menaiki lift yang akan membawa mereka menuju lantai dimana Shanum akan di tempatkan

"Selamat pagi Bos" sapa Gibran

"Pagi, lima menit lagi masuk ke ruanganku"

"Untuk apa Bos?" tanya Gibran, sebab biasanya saat Bos-nya tiba, maka ia akan langsung masuk ke ruangan sang bos, dan mengatakan jadwal yang akan atasannya lakukan hari itu. Namun kini, mengapa harus menunggu setelah lima menit

"Aku akan menjelaskan pekerjaan yang harus di lakukan Hanna di lantai ini"

Gibran masih tampak mengangguk mengerti "Baik Bos"

Mendengar jawaban Gibran, Arga segera berjalan mendahului Shanum. Ia menuju pantry dan menjelaskan apa saja yang harus wanita itu lakukan "Ingat, setiap tiba di kantor buatkan secangkir kopi, dan letakkan langsung di meja-ku. Jam sebelas siang kembali buatkan secangkir kopi. Jika aku lembur, itu artinya kau juga harus lembur, dan kau harus membuatkan secangkir kopi lagi untukku. Kau paham?"

"Saya paham Pak"

"Bagus, oh iya untuk takaran kopinya, kau harus pastikan tidak lebih dari tujuh (7) gram kopi. Di tambah gula sebanyak tiga puluh (30) gram. Lalu air sekitar dua ratus dua puluh lima (225) ml. Kau paham?"

Kali ini Shanum menggeleng lemah. Pikirannya tengah merutuk, dan mengumpat kasar, bagaimana bisa laki laki yang merupakan atasannya ini memberinya pengetahuan dengan cara seperti itu. Dirinya yang memang tidak terlalu pintar harus merasakan pusing di kepalanya saat mendengan penjelasan sang atasan

"Kau tidak mengerti?" ulang Arga saat mendapati gelengan kepala dari Shanum "Baiklah, simpelnya seperti ini. Berikan satu sendok makan gula" Arga menuang satu sendok gula kedalam gelas "Satu sendok makan kopi" Arga kembali menambahkan kopi kedalam gelas "Dan terakhir, kau tambahkan air, selesai. Kau paham sekarang?"

Shanum menjerit dalam hati. Jika tidak karena berada di perusahaan, ia pasti sudah memberi tinju pada wajah tampan atasannya ini. Jika memang ada penjelasan yang lebih simpel, kenapa harus membuat dirinya pusing memikirkn takaran yang tidak masuk akal itu. Itulah isi pikiran Shanum

"Hei, kau mengerti kan?" ulang Arga saat melihat Shanum hanya diam

"Saya mengerti Pak"

"Bagus" Arga tersenyum puas mendengar jawaban Shanum "Satu lagi, kau harus mengaduknya dengan teratur, dimulai dari kanan ke kiri sebanyak tiga kali putaran. Lalu berbalik dari kiri ke kanan, cukup sebanyak dua kali putaran. Ingat, tiga dan dua jangan lebih. Sebab rasa minumannya akan berbeda jika kau tidak mengikuti petunjukku, dan aku pasti akan tahu jika rasanya berbeda. Kau paham?"

"Paham Pak"

"Bagus. Kalau begitu mulailah pekerjaanmu, semoga kau betah, dan selamat bekerja Nona Hanna"

Arga melenggang pergi dengan santai. Meninggalkan Shanum dengan segala kekesalan di hatinya. Ia menghentak hentakkan kakinya karena rasa kesal sudah naik ke ubun ubun rasanya. Namun tidak disangka, Arga membalik badannya saat mendengar hentakan kaki yang lumayan keras

"Kau kenapa?" tanya Arga

"Tidak apa apa Pak"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!