Bab 10

"Bisa kau jelaskan pada Mama tentang gadis itu?" tanya Nyonya Brianna masih bersedekap

"Bukankah Mama sudah tahu, dia adalah asisten rumah tangga kita yang baru" ujar Arga

"Tidak, Mama tahu kau menyembunyikan sesuatu"

"Aku tidak tahu, tapi menurutku wajahnya sangat mirip dengan Hanna" ucap Arga lirih sembari menundukkan kepalanya

"Tapi dia bukan Hanna, Arga. Dia Shanum, gadis yang sangat jauh berbeda dengan Hanna, tidak ada apapun dalam diri gadis itu yang memiliki kemiripan dengan Hanna"

"Tidak Ma, wajahnya sangat mirip. Hanya saja tingkah mereka sangat berbeda. Jika Hanna begitu lembut dalam bertutur kata, maka Shanum kebalikannya, gadis itu sangat ketus"

Huh

Nyonya Brianna menghela nafas kasar. Wanita paruh baya yang memiliki darah blasteran Indonesia-Jerman itu tampak lelah jika harus berdebat dengan putranya mengenai Hanna. Karena yang ia tahu, putranya sangat mencintai wanita cantik yang sempat menjadi kekasihnya itu. Bahkan setelah belasan tahun berlalu, putranya tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun karena rasa cintanya yang masih utuh pada sosok Hanna Delisha

"Ya sudah istirahatlah, kau pasti lelah"

*

Setelah cukup menghabiskan waktu satu jam untuk istirahat, kini Shanum sudah merasa sedikit lebih baik. Rasa lelah dan kantuk yang sejak tadi menderanya telah sirna. Ia keluar dari kamar, dan langsung menuju dapur. Terlihat Nyonya Brianna yang tampak membuat secangkir teh disana

"Ibu kenapa tidak memanggil saya untuk membuatkan teh?" tanya Shanum sungkan

"Shan... kau sudah bangun? Tidak apa apa, aku terbiasa melakukan ini, jadi tidak perlu sungkan" Nyonya Brianna membawa secangkir teh tersebut menuju ruang keluarga, dan ia kembali melanjutkan kegiatannya yang tengah membaca majalah

Shanum melihat kearah lantai dua, ia teringat ucapan Arga sebelum mempersilahkannya untuk istirahat tadi. Seingatnya Arga memintanya untuk memanggil laki laki itu di lantai dua, dan mengajaknya mengambil semua barang barang Shanum yang masih ada di kontrakan lamanya. Namun jujur Shanum tidak memiliki keberanian untuk bertindak se-lancang itu di rumah majikannya ini

"Assalamu'alaikum..."

Suara seseorang yang mengucap salam didepan sana membuat Shanum tersadar, dan dengan segera menuju pintu utama. Belum tiba di pintu, pintu ternyata sudah lebih dulu di buka dari luar. Menampilkan seorang gadis cantik yang mungkin se-usia Shanum yang kini berjalan masuk. Shanum hanya diam, ia tidak tahu siapa wanita itu

"Mama ada?" tanya wanita tersebut sedikit canggung, sebab ini pertama kalinya ia melihat Shanum

"Nyonya ada di ruang keluarga" jawab Shanum sungkan. Sama hal-nya dengan wanita itu, Shanum juga merasa sungkan, sebab ia tidak tahu siapa wanita yang berbicara dengannya. Shanum mengikuti langkah wanita tersebut yang berjalan menuju ruang keluarga

"Mama..."

"Ceppy" Nyonya Brianna bangkit, dan merentangkan kedua tangannya "Bagaimana harimu, menyenangkan?"

"Sedikit, oh iya dia siapa Ma?" tanya wanita itu pada Nyonya Brianna, menunjuk Shanum yang kini menunduk

"Oh, Mama lupa untuk mengenalkanmu padanya. Dia Shanum, asisten rumah tangga kita yang baru"

Wanita muda tersebut mendekati Shanum dan mengulurkan tangannya "Hai Kak, namaku Selfi"

Shanum menatap uluran tangan tersebut. Ia sedikit sungkan untuk menjabat tangan halus yang ada di hadapannya. Namun karena merasa sangat lancang baginya jika mengabaikannya, maka dengan berat hati Shanum menerima uluran tangan dari wanita yang ia tahu bernama Selfi itu

"Saya Shanum Non"

"No, jangan panggil Non karena aku tidak suka. Kakak bisa memanggilku Selfi, Ceppy, Gemoy, atau apapun itu asal jangan Nona" ucap Selfi

Nyonya Brianna tersenyum mendengar beberapa referensi panggilan yang di sarankan putrinya. Ia lantas berdiri dan menarik telinga Selfi dengan sedikit keras "kenapa harus nama nama yang bagus sebagai panggilan. Shan panggil saja dia si bawel"

"Mama..." rengek Selfi

Shanum menatap dua wanita beda usia itu dengan senyum canggung. Meski dalam hati ia menyimpan kekaguman pada keluarga majikannya ini, sebab mereka tidak memandang dirinya rendah. Bahkan seluruh anggota keluarga ini memandangnya sama, seakan mereka adalah kerabat dekat.

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

Baiknya keluarga Arga

2024-06-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!