Bab 11

"Shan, kau belum mengambil pakaianmu di kontrakan kan?" tanya Nyonya Brianna

"Belum Buk"

"Kalau begitu kamu ambil pakaian kamu dulu, biar selfi yang mengantar" usul Nyonya Brianna "Kau mau kan sayang?" tanya Nyonya Brianna pada putrinya

"Oke, ayo Kak biar aku antar"

"Mmm... tapi Buk, tadi Mas Arga mengatakan bahwa dia yang akan mengantar saya"

"Oh, Arga yang bilang begitu?" tanya Nyonya Brianna

"Iya Buk"

"Ya sudah kalau begitu kamu panggil Arga saja. Kamu naik ke lantai dua, kamar sebelah kanan itu kamar Arga"

Shanum mengangguk. Ia lantas berjalan menuju tangga yang akan membawanya menuju lantai dua. Tiba diatas, ia melirik dua kamar yang ada di lantai tersebut "Kamar sebelah kanan" monolog Shanum, mengingat ingat apa yang tadi di katakan Ibu Brianna. Dengan ragu, Shanum mulai mengetuk pintu

"Iya siapa?"

"Saya Mas"

Pintu terbuka. menampilkan Arga yang kini tampak baru bangun dari tidur siangnya "Hann, ada apa?" tanya Arga dengan suara serak

"Maaf Mas, Ibu meminta saya untuk mengambil sisa pakaian di kontrakan"

"Baiklah" tanpa perlu bertanya, Arga sudah tahu tujuan Shanum datang ke kamarnya. Ia menutup pintu kembali, dan langsung saja turun ke lantai bawah bersama Shanum "Hann, kemari berjalan di sampingku" Ajak Arga yang langsung saja menarik lengan Shanum, membuat Shanum hanya bisa pasrah tanpa bantahan

"Hai Mas..." sapa Selfi

"Kau sudah pulang, tumben?" Arga melirik jam di pergelangan tangannya, biasanya adiknya menghabiskan waktu seharian hingga menjelang malam diluar rumah. Tapi kini, di jam yang masih tergolong siang, adiknya justru sudah ada di rumah

"Aku pulang siang salah, pulang malam tambah salah" gerutu Selfi "Tapi aku lihat lihat, Mas dan Kak Shan cocok juga, kenapa tidak pacaran saja?"

Arga melirik Shanum yang menunduk setelah mendengar ucapan Selfi "Mas sedang memperjuangkannya, kau sabarlah dulu" bisik Arga. Namun bisikan yang lumayan keras itu masih sanggup di dengar jelas oleh Shanum "Sudahlah, aku akan mengantar Hanna mengambil pakaiannya. Bye"

Arga segera menarik pergelangan tangan Shanum dan berjalan bersama menuju mobil. Setelah itu keduanya segera tancap gas menuju kontrakan lama Shanum. Shanum melirik Arga dengan tatapan mengintimidasi, dan itu sangat disadari oleh Arga

"Tidak perlu menatapku begitu, aku tahu aku tampan"

"Tampan? Ketampanan kekasihku sangat jauh diatasmu"

Arga menghentikan laju kendaraannya saat mendengar ucapan Shanum "Kekasih? Kau memiliki kekasih?"

"Kau gila ya, cepat jalankan kendaraannya" ucap Shanum

"Tidak, sebelum kau..."

Tin...

Bunyi klakson bersahutan membuat Arga menghentikan ucapannya. Ia segera menjalankan mobilnya saat tersadar bahwa kini mereka berhenti ditengah jalan. Setelah beberapa menit, akhirnya keduanya tiba di depan kontrakan Shanum

"Hanna..." Arga menahan gerakan Shanum yang hendak keluar dari mobil. Namun hal itu tidak membuat gerakan Shanum terhenti, Arga menyusul Shanum saat melihat wanita itu tidak menghiraukan panggilannya "Hanna tunggu aku"

"Aku Shanum bukan Hanna"

"Namamu Shanum Hanania, dan aku lebih suka memanggilmu Hanna"

"Kalau begitu aku akan mengatakan pada semua orang untuk berhenti memanggilku Shanum, karena mereka harus memanggilku Hanna"

"Tidak" sanggah Arga "Hanya aku yang boleh memanggilmu Hanna, karena kau Hanna-ku" ucap Arga cepat

"Apa maksudmu?" tanya Shanum mengerutkan dahinya

"Kau Hanna-ku, bukan milik semua orang"

Shanum menggelengkan kepalanya. Menghadapi laki laki menyebalkan ini memang membutuhkan kesabaran luas, seluas samudera. Tanpa menghiraukan ucapan Arga yang meng-klaim dirinya milik laki laki itu, Shanum segera pergi dan masuk kedalam kamar kontrakannya

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

Arga terus terang bagus

2024-06-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!