Pagi ini, Arga kembali mengunjungi kantor sahabatnya. Tujuannya hanya satu, memastikan apa yang kemarin ia lihat. Sebab, punggung yang kemarin ia lihat seakan mengingatkannya pada sosok wanita yang baru kemarin ia temui, Shanum.
Arga menekan tombol lift menuju lantai sembilan, dimana Shanum bekerja. Baru saja keluar dari lift, ia segera menuju pantry untuk memastikan keberadaan Shanum. Namun sayang sekali ia tidak menemukan siapapun di sana. Ia segera menuju ruangan sahabatnya, dan langsung masuk tanpa permisi
"Apa kau tak punya sopan santun. Seharusnya kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk" ujar Daffa saat melihat Arga masuk kedalam ruangannya dengan se-enaknya
"Dimana karyawanmu yang kemarin?" Arga mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan milik sahabatnya, berharap bisa menemukan wanita yang ia cari
"Aku tidak tahu"
"Kau pasti tahu kemana dia pergi, aku sudah mencarinya di pantry tapi aku tidak menemukannya" ujar Arga, kini ia duduk di kursi sofa "Atau jangan jangan kau memecatnya?" tanya Arga mengintimidasi sahabatnya. Namun ucapannya sama sekali tidak di hiraukan Daffa, yang laki laki itu lakukan justru menghubungi seseorang, dan meminta orang tersebut ke ruangannya
"Anda memanggil saya Pak?" tanya Sekretaris Sasha
"Ya, Arga membutuhkanmu" ucap Daffa, yang mana hal tersebut mengundang kerutan bingung di dahi Arga "Kau ingin tahu kemana gadis itu kan? Tanyakan saja pada Sekretaris Sasha karena aku yakin dia lebih tahu"
"Dimana wanita yang kemarin menjadi korban amukan bos mu, Sekretaris Sasha?" tanya Arga, sedikit menyindir Daffa
"Maaf Pak, gadis itu menolak untuk bertahan di kantor kita. Sebab, Pak Daffa tidak mengatakan pada saya untuk menahan pemecatannya, jadi saya tidak bisa melakukan apapun"
Arga mengalihkan tatapannya, menatap tajam sahabatnya yang kini tengah terlihat kesusahan menelan salivanya "Direktur Daffa Alfano Dirgantara..."
Mendengar namanya disebut dengan lengkap saja sudah membuat Daffa merinding. Ia sama sekali tidak takut pada Arga yang merupakan sahabat baiknya sejak Sma. Hanya saja, diantara persahabtan mereka, Arga lah sosok yang paling tua, dan Daffa beserta teman temannya yang lain sudah menganggap Arga sebagai Kakak Tertua, dan kini setelah mendengar namanya di panggil secara lengkap dengan nada mengintimidasi, membuatnya seketika merinding
"Sekretaris Sasha, kembali ke ruanganmu" ucap Daffa. Setelah memastikan Sekretaris Sasha keluar dari ruangan, Daffa beranjak dari kursi kebesarannya, dan ikut bergabung bersama Arga di sofa
"Jadi bagaimana?" tanya Arga menanti jawaban
"Aku lupa meminta Sekretaris Sasha untuk menahannya. Kau tahu bukan bahwa kemarin aku tidak di kantor, dan aku melupakan apa yang kau katakan"
Arga menghela nafas kasar. Namun ditengah kekalutan, otaknya masih berfungsi dengan baik. Ia menerbitkan senyum simpul saat menemukan satu ide dalam benaknya "Aku memaafkanmu kali ini"
Arga segera keluar dari rungan sahabatnya, dan dengan segera menjalankan apa yang barusaja terlintas dalam benaknya. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, kini ia bisa tersenyum puas. Ia sudah mengantongi biodata dari gadis yang akan ia cari. Gadis cantik yang ternyata berasal dari kota hujan itu mengontrak di sebuah kontrakan kecil yang Arga tahu tempatnya tidak begitu jauh dari kantor sahabtanya ini. Tanpa menunggu lama, ia segera menaiki mobilnya kembali, dan menuju alamat yang tertera dalam kertas putih tersebut
Arga tiba di alamat yang ia tuju. Ia segera turun dari mobil, saat melihat seorang wanita cantik yang kini berada di taman kontrakan, tepatnya diatas sebuah matras yang tengah digelar. Arga berjalan mendekat, dan hendak mengagetkan wanita tersebut. Namun bukan hanya wanita tersebut yang kaget, karena nyatanya kini semua mata tertuju pada mereka. Tepatnya pada Arga yang kini tengah mengaduh kesakitan setelah mendapat tendangan keras dari Shanum
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments