Bab 15

Shanum menggeliat, dan mulai perlahan menbuka matanya. Ia mulai meraba sisi pembaringan untuk mencari ponselnya. Setelah menemukan ponselnya, ia melihat jam yang tertera di layar ponsel yang menunjukkan pukul tiga dini hari. Shanum bangkit dari posisi baringnya, dan sedikit meregangkan otot. Setelah itu, mulai beranjak menuju kamar mandi yang berada dalam kamarnya. Selesai dengan semua itu, Shanum mulai melaksanakan Shalat Sunnah yang hampir setiap hari ia lakukan.

Shanum Shalat dengan begitu khusyuk. Setelah selesai, ia mengadahkan tangan, melantunkan do'a kecil yang selama ini ia panjatkan. Setelah itu, ia langsung keluar dari kamar untuk memulai kegiatan paginya.

Shanum mulai membersihkan rumah, dari mulai menyapu, mengepel, dan lainnya. Setelah itu, ia menuju dapur, dan mulai memasak makanan untuk sarapan. Selesai dengan semua itu, ia melirik jam yang ada di dinding dapur, yang menunjukkan pukul setengah enam pagi. Shanum segera kembali ke kamarnya, dan mengambil matras, setelah itu menggelarnya di halaman belakang rumah majikannya.

Seperti biasa, inilah kegiatan pagi yang akan Shanum lakukan. Ia mulai melakukan pemanasan, dan setelah itu melakukan gerakan gerakan kecil Karate yang memang sering ia lakukan. Udara pagi memang sangat pas untuk Shanum, sebab tubuhnya yang berkeringat karena olahraga akan terasa sejuk karena udara pagi yang begitu segar

Shanum menghentikan gerakannya saat merasa seseorang sedang mengawasinya. Ia melirik kesana kemari dengan tatapan tajamnya. Namun ia sama sekali tidak melihat keberadaan siapapun. Sedangkan diatas balkon sana, tepatnya dibalik tirai jendela, seseorang tengah mengawasi setiap gerakan Shanum. Shanum menyudahi olahraga-nya, dan kembali masuk kedalam rumah

"Shan, kau darimana?" tanya Nyonya Brianna

"Saya habis olahraga Buk"

"Oh, kau suka olahraga apa memangnya?" tanya Nyonya Brianna sembari melihat beberapa hidangan diatas meja makan

"Tidak ada Buk, maksud saya, saya hanya meregangkan otot saja di halaman belakang"

"Oh..." Nyonya Brianna mengangguk mendengar penjelasan Shanum "Oh iya Shan, kau jangan terlalu kaku begitu padaku, kau bisa melakukan apa saja di rumah ini. Kau juga bisa memanggilku Mama jika kau mau. Intinya jangan merasa sungkan. Kau paham?" tanya Nyonya Brianna. Sebab, entah mengapa ia merasa bahwa Shanum sangat amat segan terhadap dirinya, dan ia tidak suka akan hal itu

"Saya paham Buk"

"Bagus, satu hal lagi, kemarin aku lupa memberitahumu bahwa setiap pagi kau harus selalu membangunkan Selfi. Karena anak gadis satu itu sangat malas untuk bangun pagi. Kalau perlu kau seret saja dia agar mau bangun pagi"

"Baik Buk"

"Ya sudah, kau mau mandi bukan? Mandilah" ujar Nyonya Brianna

"Baik Buk, saya permisi"

"Etss... jangan saya, tapi aku, oke" lagi lagi Nyonya Brianna mengingatkan

"Baik Buk"

Shanum segera masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Nyonya Brianna tampak mencicipi makanan diatas meja tersebut satu persatu. Ia mengangguk dengan senyum tipis di sudut bibirnya saat merasakan masakan Shanum yang sangat pas di lidahnya

"Pintar juga dia" monolog Nyonya Brianna

"Morning Ma"

"Morning sayang" Mama Brianna membalik tubuhnya saat mendengar suara putranya mulai menyapa

"Ini siapa yang masak Ma?"

"Tentu saja Shanum, mana mungkin Mama. Kau kan tahu jika Mama tidak bisa memasak"

"Ah ya, aku melupakan itu"

Arga duduk di meja makan, sembari memainkan ponselnya. Tidak lama, Papa Rapi ikut keluar dari kamar, dan ikut bergabung di meja makan. Melihat semua orang telah berada di meja makan, Nyonya Brianna ikut mendudukkan diri

"Shan... tolong bangunkan Selfi" seru Nyonya Brianna

"Baik Buk" Shanum keluar dari kamar dengan pakain yang sudah berganti. Tentunya memakai celana panjang, dan kaos polos oversize yang membuatnya terlihat sangat imut. Shanum langsung saja menuju kamar Selfi, yang ia tahu berada di samping kamar Arga. Sebab, kemarin saat ia menemui Arga di kamarnya, ia melihat di pintu kamar yang ada di samping kamar Arga bertuliskan nama Selfi. Shanum mengetuk pintu. Namun setelah beberapa saat pintu masih belum juga terbuka

"Kau buka saja Shan..." teriak Nyonya Brianna, karena ia tahu putrinya tidak akan mungkin terbangun dengan mudah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!