Bab 2

"Daffa, ini ada apa?" tanya laki laki tersebut pada Direktur Daffa

"Dia membuat kopi dengan garam. Sudahlah, Sekretaris Sasha, bawa dia keluar" perintah Daffa

"Baik Pak"

Shanum mengikuti langkah wanita didepannya. Barusaja hendak masuk kedalam lift, terdengar suara bariton yang menghentikan langkah mereka. Shanum membalik tubuhnya, melihat pemilik suara yang kini menghentikan langkahnya

"Ada apa Pak Arga?" tanya Sekretaris Sasha

"Biar gadis ini menjadi urusanku, kau tidak perlu membawanya menuju Hrd"

"Tapi Pak..." ucapan Sekretaris Sasha terhenti saat melihat laki laki yang Shanum ketahui bernama Arga ini mengangkat tangannya

"Aku yang akan mengurus Daffa. Sekarang pergilah"

Entah siapa laki laki ini. Yang pasti, Sekretaris Sasha tampak tidak bisa menolak apa yang laki laki ini katakan. Shanum mengangkat pandangannya, hingga kini wajahnya bersitatap dengan wajah tampan di hadapannya

"Maaf Pak, saya permisi dulu" Shanum hendak kembali melangkah menuju lift. Namun kini tangannya di tahan oleh laki laki tersebut

"Besok tetaplah datang kesini dan bekerja seperti biasa, biar aku yang mengurus Daffa"

"Maaf Pak, saya tidak bisa" jawab Shanum

"Kenapa?"

"Karena Direktur sendiri yang sudah memecat saya, jadi saya akan segera pergi dari kantor ini. Permisi"

Arga menatap pintu lift yang perlahan tertutup. Ia menatap tangannya yang tadi sempat memegang tangan gadis tersebut "Hanna..." gumamnya tersenyum

Arga segera beranjak dari tempatnya, kembali menuju ruangan sahabatnya. Barusaja tiba didepan ruangan, ia sudah melihat Daffa yang tampak akan pergi "Kemana?" tanya Arga

"Aku akan keluar, kau tetap disini atau..."

"Tentu saja aku ikut. Ayo" Arga segera merangkul bahu sahabatnya sembari berjalan menuju lantai bawah

"Kau dari mana?" tanya Daffa menyadari Arga yang tadi izin padanya untuk keluar sebentar

"Mengurus urusan kecil. Oh iya, mengenai karyawanmu yang tadi, aku harap kau tidak benar benar memecatnya" ujar Arga

Daffa tampak mengerutkan dahinya bingung "Karyawan yang mana?"

"Yang tadi kau marahi karena masalah kopi"

"Kenapa, kau menyukai gadis itu?"

"Aku rasa begitu. Gadis itu terlihat menggemaskan" ucap Arga tersenyum, ia membayangkan wajah gadis tadi yang dengan berani menolak bantuannya untuk tetap bekerja di kantor ini. Namun itu bukan masalah baginya, karena ia yakin besok gadis itu pasti akan kembali bekerja seperti biasa. Bukankah ia mengatakan itu tadi

"Hanya itu?"

Pertanyaan Daffa membuat langkah Arga terhenti. Ia menatap sahabatnya yang kini juga tengah menatapnya "Apa kau juga menyadari bahwa wajahnya sedikit mirip dengan Hanna?" tanya Arga

"Aku tidak memperhatikannya"

"Jujur, pertama kali aku melihatnya tadi, wajahnya memiliki sedikit kemiripan dengan Hanna"

"Jadi kau menyukainya karena itu? Kau masih belum bisa move on dari Hanna?" tanya Daffa heran. Beberapa tahun berlalu. Namun rasa cinta sahabatnya untuk sosok Hanna masih tersimpan dengan rapi

"Sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikannya"

"Lalu gadis itu? Kau bilang kau menyukainya, apa kau menyukainya hanya karena kemiripan wajahnya dengan Hanna?" tanya Daffa

"Aku rasa begitu. Sudahlah, intinya aku harap kau tidak memecatnya"

Daffa dan Arga tiba di lobi, dan dengan segera menaiki mobil yang sudah tersedia. Hari ini adalah jadwal fitting baju untuk Daffa, dan Arga pasti akan menemani sahabatnya tersebut untuk mempersiapkan semuanya menyambut hari bahagia sang sahabat. Arga segera duduk di kursi kemudi, dan langsung saja mengemudikan mobilnya keluar dari halaman kantor Dirg'Corp

Dari kejauhan, Arga mempertajam penglihatannya saat melihat punggung seseorang yang ia rasa ia kenali. Namun karena jarak yang cukup jauh dari mobil yang ia kemudikan, ia sama sekali tidak yakin dengan apa yang dilihatnya. Ia berharap apa yang barusaja ia lihat tidak benar benar terjadi

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Jangan Egois Arga,Itu artiny kau menganggap Hanum sebagai pelampiasan..

2024-05-18

0

Wulan Yuliasafitri

Wulan Yuliasafitri

q mmpir Thor ttp semangat berkarya💪👍

2023-10-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!