Setelah mengambil pakaian di kontrakan lamanya, kini Shanum kembali masuk kedalam mobil. Dimana Arga sudah menunggu sejak tadi. Tanpa ada pembicaraan, kini Arga melajukan kendaraannya kembali. Shanum melihat jalan yang mereka lalui tampak berbeda dari jalan yang tadi mereka lalui. Jalan ini seperti tidak mengarah ke rumah kediaman Arga
"Kita akan kemana?" tanya Shanum
"Aku ingin mengajakmu jalan jalan"
"Jalan jalan? Maksudmu?" tanya Shanum tak mengerti
"Kencan, aku ingin berkencan denganmu"
"Aku tidak mau"
"Sayangnya aku tidak menerima penolakan Sayang"
Arga kembali melajukan kendaraannya menuju sebuah pusat perbelanjaan. Setelah tiba, ia segera menggenggam tangan Shanum, dan berjalan masuk kedalam. Arga segera menaiki eskalator menuju lantai dua, tidak lama setelah itu mereka tiba di sebuah Boutique langganan Arga
"Kita mau apa?" tanya Shanum heran
"Aku sudah katakan bahwa kita akan kencan, tidak mungkin bukan jika kau kencan dengan pakaian seperti ini"
Shanum melihat penampilannya. Menurutnya tidak ada yang salah dengan apa yang ia pakai. Sebuah kemeja longgar, yang dipadukan dengan celana jeans, ini adalah fashion-nya, dan ia menyukai ini
"Aku juga sudah katakan bahwa aku tidak ingin berkencan denganmu Tuan" balas Shanum
"No, aku bukan Tuan-mu. Panggil aku Mas"
"Itu hanya berlaku jika kita di rumah, karena aku akan menghormatimu sebagai majikanku, tapi jika diluar, maka kita hanya dua orang asing yang tidak saling mengenal"
Arga melepas genggamannya pada tangan Shanum, ia balik memegang kedua pundak Shanum, dan menelisik dalam kedalam mata wanita itu. Wanita yang sejak awal bertemu sudah berani berbicara ketus terhadapnya "Dengar Hann, aku tidak menganggapmu sebagai pembantuku. Aku hanya ingin membantumu mendapatkan pekerjaan, dan aku tahu wanita sepertimu tidak akan mau menerima bantuan secara cuma cuma. Itulah sebabnya aku menawarkan pekerjaan ini padamu"
Shanum melepas tangan Arga dari pundaknya "Apapun alasannya, status kita adalah sebagai pembantu dan majikan. Tidak lebih dari itu"
Arga segera menyusul Shanum yang kini berjalan meninggalkannya "Hann tunggu"
Shanum seolah menulikan pendengarannya. Ia tidak peduli pada Arga yang kini terus menerus memanggil namanya. Tiba di pelataran Mall, ia segera membuka pintu mobil. Namun upaya nya sia sia karena pintu mobil tersebut terkunci. Tanpa pikir panjang, Shanum segera keluar dari pelataran mall dan menghentikan taksi yang melintas. Setelah itu ia segera berjalan menuju taksi yang kini berhenti dihadapannya. Namun kembali tangannya di cekal oleh Arga
"Maaf Pak tidak jadi. Ini untuk Bapak" Arga memberikan beberapa lembar uang kepada supir taksi tersebut, dan membawa Shanum untuk kembali menuju mobilnya
"Lepaskan aku, atau aku tidak akan menjamin keselamatan wajah tampanmu itu" ancam Shanum
Arga segera melepas cekalan tangannya saat mendengar ancaman Shanum. Sebab ia masih sangat ingat kejadian beberapa hari yang lalu saat Shanum memberikan bogeman pada wajahnya "Baiklah maaf, ayo pulang bersamaku"
"Satu hal yang harus kau pahami bahwa aku sangat tidak suka di paksa. Kau paham? Di dalam rumahmu kau memiliki kuasa penuh atas aku karena aku adalah pembantumu, tapi diluar rumah, jangan pernah berani bermacam macam denganku. Atau aku akan benar benar memberikan bogeman pada wajahmu"
Glek
Arga menelan salivanya dengan susah payah saat mendengar kata ancaman yang kembali di ucapkan Shanum. Ia tahu bagaimana kekuatan tangan gadis cantik di hadapannya ini "Baiklah, maafkan aku, dan ayo kita pulang"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments