Shanum menatap bangunan megah itu dengan tatapan takjub. Setelah tadi ia menerima tawaran Arga untuk menjadi asisten rumah tangga, ia langsung saja di bawa menuju kediaman laki laki tersebut. Melihat Arga yang melangkah masuk, Shanum segera mengikutinya.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikum salam" seorang wanita paruh baya membuka pintu utama. Shanum hanya diam saat melihat wanita tersebut mencium wajah Arga bertubi tubi
"Ma... perkenalkan, ini Hanna asisten rumah tangga yang akan menggantikan Mbok Minah" ujar Arga menatap Shanum
"Nyonya, perkenalkan nama saya Shanum" ucap Shanum sopan
"Shanum? Bukankah kau bilang namanya Hanna?" tanya Mama Brianna pada Arga dengan tatapan bingung, sebab putranya mengatakan namanya Hanna, tapi gadis cantik didepannya mengatakan bahwa namanya Shanum
"Namanya Shanum Hanania Ma, tapi aku lebih suka memanggilnya Hanna"
"Mama juga suka mendengar panggilan Hanna" ucap Mama Brianna setuju
"Tidak, hanya aku yang boleh memanggil Hanna, Mama dan yang lain panggil Shanum saja" tolak Arga
Mama Brianna mengangguk, ia tahu alasan putranya memanggil wanita tersebut dengan panggilan Hanna. Itu pasti karena nama tersebut telah melekat dalam benak putranya, sebab seingatnya nama tersebut adalah nama mantan kekasih Arga yang kini telah tiada "Baiklah, ayo masuk"
Nyonya Brianna membawa Shanum masuk kedalam rumahnya. Ia menjelaskan beberapa hal yang harus di kerjakan Shanum di rumah itu. Yaitu membuatkan sarapan setiap pagi, menyapu, mengepel, dan masih banyak lagi. "Bagimana, kau mengerti?"
"Saya mengerti Nyonya"
"Tidak tidak, jangan Nyonya, panggil Ibu saja. Oh iya, jika kau bekerja dengan baik, akan ada bonus untukmu setiap harinya"
"Terimakasih Bu"
"Sama sama, ya sudah sekarang ayo biar aku tunjukkan dimana kamarmu" ujar Nyonya Brianna
"Kamar?" Shanum mengerutkan dahinya, ia masih belum mengerti, sebab tadi Arga tidak memberitahu apapun padanya
"Iya kamar, Arga belum memberitahumu jika kau harus menginap di rumah ini?"
"Aku lupa mengatakannya Ma" ujar Arga yang kini berjalan mendekati Mama Brianna dan Shanum "Hann, kau akan tinggal di rumah ini, mengenai pakaianmu aku akan mengantarmu untuk mengambilnya nanti"
"Baiklah, ayo biar aku tunjukkan kamar untukmu" Nyonya Brianna menarik lengan Shanum menuju sebuah kamar yang ada di dekat dapur, sebuah kamar yang sebelumnya ditempati oleh asisten rumah tangga mereka "Ini adalah kamar untukmu"
Shanum menatap kamar tersebut. Sebuah kamar yang tidak begitu besar tapi juga tidak kecil. Terlihat sebuah ranjang, satu lemari, dan meja rias yang melengkapi ruangan kamar tersebut. Ini tidak layak disebut kamar pembantu, sebab kamar Shanum yang ada di kampung saja ukurannya jauh lebih kecil daripada kamar ini.
"Kau istirahat saja dulu. Nanti setelah cukup istirahat, baru kau keluar dan mengerjakan pekerjaan rumah."
Sepeninggal Nyonya Brianna, Shanum masuk kedalam kamar. Ia meneliti setiap bagian kamar tersebut. Ia merasa ini adalah sebuah kelayakan bagi seorang asisten rumah tangga sepertinya. Sebuah kamar dengan ukuran lumayan besar, kasur empuk, dan lemari siap pakai yang masih sangat bagus. Tidak ada hal yang membuat Shanum bisa menolak untuk menempati kamar ini. Pintu kamar diketuk, membuat Shanum membuka pintu tersebut, hingga akhirnya ia dapat melihat Arga yang kini ada didepan pintu
"Boleh aku masuk?" tanya Arga
Shanum menggeser tubuhnya. Ia sedikit menunduk, bagaimanapun saat ini Arga adalah tuannya. Ia akan menghormati laki laki tersebut sebagai majikannya.
"Bagaimana, kau suka dengan kamar ini?" tanya Arga, meneliti kamar tersebut
"Suka Tuan, ini jauh lebih besar daripada kontrakan yang saya sewa"
"Tidak, jangan panggil Tuan, panggil Mas saja, adikku juga memanggilku begitu" ujar Arga, ia risih mendengar panggilan Shanum padanya
"Tapi Tuan..."
"Tidak, kau panggil aku Mas saja. Oh iya, Mama sudah menjelaskan pekerjaan yang akan kau kerjakan kan?"
"Sudah M-Mas" jawab Shanum gugup
"Bagus, kalau kau merasa sudah cukup untuk istirahat, kau tinggal panggil aku di kamar lantai dua, kita ambil pakaianmu yang masih ada di kontrakan"
"Kau tidak bekerja?" Shanum menutup mulutnya saat merasa mulutnya terlalu lancang
"Tidak apa apa, panggil saja sesukamu. Aku keluar, dan... selamat ber-istirahat"
Arga berjalan keluar dari kamar Shanum dengan senyuman yang tak lepas dari sudut bibirnya. Ia bersiul riang sembari menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar miliknya. Hingga saat berada di lantai dua langkahnya terhenti saat melihat Mama-nya berdiri dengan tangan terlipat didepan dada
"Mama..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments