Shanum memakan makanannya dalam diam. Ia melirik para majikannya yang tampak berbicara santai sembari menghabiskan makanan mereka. Namun ia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk ikut masuk kedalam pembicaraan majikannya tersebut. Sebab, ia di izinkan makan dalam satu meja makan yang sama saja sudah membuat Shanum merasa tidak enak, karena ia sangat paham dimana posisinya
"Kak Shan, kakak aslinya berasal dari Mana?" tanya Selfi mengawali pembicaraan saat melihat Shanum hanya diam "Kak Shan..." Selfi kembali memanggil Shanum saat melihat tidak adanya reaksi dari Shanum
"Ah iya, maaf. Kau menanyakan sesuatu?" tanya Shanum
"Aku bertanya asal Kak Shan darimana"
"Oh, aku berasal dari Bogor, Jawa Barat"
"Wow, lalu kenapa Kakak memilih bekerja di Jakarta, bukankah di Bogor juga banyak membuka lowongan pekerjaan?" tanya Selfi tampak antusias
"Aku ingin mencari pengalaman saja" ujar Shanum
"Kakak masih punya keluarga?"
"Selfi..." peringat Arga saat mendengar pertanyaan adiknya yang terdengar sedikit lancang
"Ah maaf aku terlalu lancang, Kak Shan tidak perlu menjawab" ujar Selfi tidak enak hati saat menyadari pertanyaannya yang sudah terlalu lancang
"Tidak apa apa" ucap Shanum
"Mmm Hann, uang gajimu untuk bulan ini sudah aku transfer ke rekeningmu. Kau bisa cek nanti" ujar Arga
"Terimakasih Mas"
*
Acara makan malam selesai. Semua orang telah kembali ke kamar masing masing. Sedangkan Shanum tengah mencuci piring bekas makan malam mereka. Setelah selesai, ia segera kembali ke kamarnya.
Shanum duduk di kasur miliknya, menyandarkan kepala pada headboard ranjang. Ia meraih ponsel yang sejak tadi ia letakkan, kemudian membukanya, dan benar saja ada notifikasi masuk dengan jumlah uang yang sudah di janjikan Arga sebelumnya. Shanum langsung saja men-transfer uang tersebut pada ibunya. Setelah itu ia lantas menguubungi ibunya tersebut
"Halo Assalamu'alaikum Buk"
"Wa'alaikum Salam nak"
"Mmm tadi aku sudah men-transfer uangnya ke rekening Ibu, sudah masuk kan Buk?" tanya Shanum
"Sudah nak, tapi itu besar sekali, darimana kau mendapatkannya nak?"
"Ibu tenang saja, aku sudah mendapat pekerjaan sekarang, Ibu tinggal pakai uang itu untuk sekolah Dimas dan Kiyara"
"Tapi... tapi kamu bekerja yang benar kan nak?" tanya Buk Siti lirih, ia takut melukai perasaan Shanum
Shanum terkekeh mendengar pertanyaan Ibunya "Ibu tenang saja. Sekarang Kakak bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah teman Kakak. Uangnya halal Buk" ucap Shanum meyakinkan
"Syukurlah kalau begitu. Kau harus ingat untuk selalu menjaga diri ya nak"
"Iya Buk"
"Ya sudah kalau begitu Ibu tutup ya teleponnya. Ibu akan memasak makan malam dulu. Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum Salam"
Setelah panggilan terputus, Shanum kembali meletakkan ponselnya di kasur. Ada sedikit kelegaan dalam dadanya setelah mendengar Ibunya sudah menerima uang untuk membayar sekolah adiknya. Meskipun dalam hati sedikit bertanya tanya darimana Arga mendapatkan nomor rekeningnya. Namun saat mengingat bahwa Arga pasti telah mengambil berkas lamarannya dari perusahaan tempatnya kemarin bekerja, kini sekelumit pertanyaan dalam benak Shanum sedikit menemui jawaban
"Tapi kenapa Bapak Rapi sangat menyeramkan, sedangkan anaknya justru terlampau menyebalkan" monolog Shanum teringat akan perbedaan Sikap antara Tuan Rapi dan Arga "Andaikan saja aku bisa hidup seperti mereka, berada dalam satu rumah yang sama dengan keluarga besar, dan menjalani hari hari dengan indah seperti Selfi. Astaghfirullah aku ini bicara apa, seharusnya aku bersyukur bukan" Shanum mengetuk ngetuk kepalanya untuk menghilangkan pemikiran buruk tersebut
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments