Shanum membuka kamar pribadi Selfi. Hingga ia bisa melihat gadis cantik yang merupakan majikannya itu tengah tertidur dengan lelap. Shanum mulai melangkah perlahan mendekati ranjang yang di tempati Selfi
"Selfi... Selfi..." Shanum menggoyangkan tubuh Selfi, berharap sang pemilik tubuh bisa bangun. Namun layaknya pohon mati, Selfi masih tetap leap dalam tidurnya "Selfi, bangun... Hei" lagi lagi tidak ada reaksi apapun yang ditunjukkan Selfi
Shanum menghela nafas kasar. Dia bukanlah gadis dengan kesabaran tingkat tinggi, dan hal itulah yang membuatnya tidak mendaftarkan asisten rumah tangga dalam kamus pekerjaannya. Namun kini, rencananya tidak bisa berjalan dengan rapi. Sebab kenyataannya adalah ia telah menjadi asisten rumah tangga di rumah laki laki yang sangat menyebalkan baginya
Shanum tersenyum saat satu ide gila hinggap di kepalanya. Dengan segera ia masuk kedalam kamar mandi, dan mengambil air dengan gayung. Setelah itu ia kembali mendekati Selfi yang masih tertidur, dan memercikkan air tersebut di wajah Selfi
"Selfi..." teriak Shanum
"Aaa... tolong..." dada Selfi tampak naik turun karena merasa terkejut. Bahkan mimpi indah yang tadi sempat datang, sirna begitu saja. Di lihatnya di sisi pembaringan, dimana terdapat Shanum dengan sebuah gayung di tangannya "Kak Shan jahat sekali" gerutu Selfi saat menyadari jika Shanum telah membangunkannya dengan cara yang tak biasa
"Maafkan aku, kau sangat susah di bangunkan, jadi aku berinisiatif untuk membangunkanmu dengan cara ini" ujar Shanum membela diri. Walaupun ia tahu, apa yang ia lakukan termasuk kurang ajar, apalagi hal itu ia lakukan pada anak dari majikannya sendiri
"Kak Shan kenapa kemari?" tanya Selfi mengalihkan pembicaraan
"Ibu memintaku untuk membangunkanmu, mereka sudah menunggu di meja makan sekarang"
"Ah, Mama ternyata. Baiklah, Kak Shan tunggu disini, aku akan mencuci muka sebentar" ucap Selfi, dan segera menuju pintu kamar mandi "Ingat, jangan kemana mana" ujar Selfi, takut jika ternyata Shanum turun lebih dulu
Shanum hanya mengangguk mendengar penuturan dari Selfi. Setelah Selfi menghilang dibalik pintu kamar mandi, Shanum melangkah menuju nakas di samping tempat tidur. Ia meraih satu buah foto yang sejak tadi menarik perhatiannya. Itu adalah foto dua orang remaja menggemaskan yang Shanum yakini merupakan foto Arga dan Selfi. Ia tersenyum menatap foto itu, terlihat Arga mengusap pucuk kepala Selfi dengan begitu sayang
"Kak Shan..." panggil Selfi, membuat Shanum dengan segera meletakkan foto tersebut, dan berjalan menghampiri Selfi
"Sudah?"
"Sudah, ayo"
Selfi dan Shanum turun bersama sama menuju lantai bawah. Tiba di meja makan, Selfi menarik tangan Shanum untuk ikut makan bersama mereka seperti sebelumnya. Shanum sama sekali tidak bisa menolak, sebab kini pergelangan tangannya di cekal dengan erat oleh Selfi
"Kak Shan, kau tidak perlu sungkan, makan apa yang kau suka, dan lakukan apapun yang kau mau" ujar Selfi, saat melihat Shanum masih tampak canggung berada di tengah tengah mereka
Pagi itu kembali terulang. Dimana Shanum sarapan dalam satu meja makan yang sama dengan orang orang yang berstatus majikannya. Sstelah selesai, seperti biasa, Shanum akan mencuci piring piring kotor yang tadi mereka gunakan
"Ma, aku berangkat" ujar Arga pada Mama Brianna
Mama Brianna membenarkan letak dasi Arga yang sedikit kurang rapi. Setelah itu ia mengangguk sebagai jawaban. Arga tampak melirik kesana kemari, menyadari hal itu, Mama Brianna menunjuk kearah dapur dengan dagunya. Sebab ia tahu jika putranya pasti mencari keberadaan Shanum. Membuat Arga dengan segera berjalan menuju dapur
"Arga kemana Ma?" tanya Papa Rapi
"Biasa, anak muda Pa"
"Maksud Mama?"
"Putramu ingin mendekati Shanum" ujar Mama Brianna menjelaskan, sembari membenarkan helaian rambut suaminya
"Shanum, asisten rumah tangga kita?"
"Iya. Memangnya kenapa?"
"Tidak apa apa. Kalau begitu Papa berangkat"
"Iya, hati hati" Mama Brianna berjalan bersama menuju pintu utama untuk mengantar kepergian suaminya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments