Ternyata semua telah di sabotase

Pesta pernikahan itu seketika itu berakhir saat Irina dan Aslan pergi. Sofia dan Kevin masih berdiri di tengah ruangan tanpa di persilahkan duduk atau di tawari minum. Kehadiran mereka sama sekali tidak dianggap oleh keluarga William.

Sofia mendengus kesal, dia meletakkan udangan pernikahannya di atas meja lalu pergi begitu saja, dan diikuti oleh Kevin dari belakang.

“Kenapa kamu terlihat kesal begitu?” tanya Kevin ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

“Kamu masih tanya kenapa? Jelas aku kesal karena mereka mengabaikan kita!” jawab Sofia geram seraya memasang sabuk pengaman.

“Seharusnya kamu nggak perlu marah atau kesal, karena kamu dan mereka sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi. Jadi, bersikaplah sewajarnya!” Kevin menatap tajam Sofia, lalu menjalankan mobilnya, keluar dari area rumah mewah keluarga William.

“Kamu marah? Cemburu?” tanya Sofia melirik tajam pada pria tampan yang sedang menyetir mobil itu.

Kevin diam tidak menjawab, karena otaknya masih terbayang-bayang wanita cantik yang datang bersama Aslan.

“Kenapa dia selalu lebih unggul dari aku! Brengsek!” umpat Kevin di dalam hati, seraya mencengkram stir mobil dengan kuat. Dia tidak bisa kalah dari Aslan, seharusnya dia lebih unggul dan lebih dari segala-galanya dari Aslan si pria impoten itu!

Batin Kevin terus bergejolak, ingin lebih unggul dari Aslan, dan akan melakukan cara apa pun untuk membuat Aslan menderita, dan tidak bahagia.

“KEVIN!!!!” teriak Sofia karena sejak tadi pria itu tidak menyahut ucapannya. Nafas Sofia naik turun, tatapan tajamnya mengarah pada Kevin yang kini sudah menepikan mobil di jalan yang lebar.

“Kau berani meneriaki aku!! Sialan!” umpat Kevin menatap tajam Sofia yang duduk di sampingnya.

Melihat Kevin murka, tubuh Sofi langsung bergetar ketakutan. Dia meminta maaf dan menundukkan kepala, tanpa berani menatap calon suaminya itu.

“Keluar dari mobilku!” bentak Kevin penuh emosi.

“Vin, sorry, aku tadi tidak bermaks ...”

“Aku bilang KELUAR!!!!” bentak Kevin sekali lagi tanpa mau mendengarkan penjelasan calon istrinya.

Melihat Kevin yang benar-benar marah kepadanya. Akhirnya, Sofia mengalah dan segera turun dari mobil.

Mobil sport berwarna hitam itu langsung melaju kencang, meninggalkan Sofia di tepi jalan sendirian.

“Sialan!” umpat Sofia berulang kali, seraya menendangkan salah satu kakinya ke udara. Dia yang hanya memakai mini dress hitam tanpa lengan menjadi pusat perhatian para pria yang lagi nongkrong di tepi jalan. Suara siulan bersahut-sahutan menggoda dirinya yang sedang berjalan di atas trotoar yang tersusun rapi di pinggir jalan. Dia segera mencari taxi, untung saja tidak berselang lama dia mendapatkan taxi yang kebetulan melintas di daerah sana.

*

*

“Aku nggak mau ngomong sama kamu!” Irina merengut, menepis tangan Aslan yang ingin menggandengnya memasuki rumah bersama.

“Irina!” Aslan menggaruk ujung alisnya, lalu berkacak pinggang menatap Irina yang sudah lebih dulu memasuki rumah sambil meneteng heels. “Kenapa wanita itu mudah marah dan sangat sulit di mengerti?!” Aslan menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu masuk ke dalam rumah tersebut dengan langkah cepat.

Sampai di dalam rumah, Irina mendengus saat melihat Dimas tersenyum menyapanya.

“Kamu sama saja seperti bossmu yang menjengkelkan itu! Berbuat sesuka hati tanpa memikirkan perasaan wanita!!!” sungut Irina melampiaskannya kekesalannya kepada Dimas yang manis dan tidak berdosa.

Dimas yang mendapatkan amukan, hanya bisa mengelus dada sambil mengernyitkan kening. Heran dengan sikap Irina yang tiba-tiba berubah menjadi macan betina.

“Sepertinya dia habis makan beling sama menyan, makanya jadi kesurupan kayak begitu.” Dimas bergumam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menatap Irina yang menaiki anak tangga sambil terus mengomel tiada henti.

Dimas ... Dimas ... kamu pikir, Irina itu kuda lumping apa, makan beling sama menyan. Wk wk wk. 🤣

“Ada apa? Kenapa kamu kayak orang bodoh?” tanya Aslan menepuk bahu Dimas yang mengadap ke arah tangga.

Bodoh? Kamu kali yang bodoh karena cinta sama bini orang! Sungut Dimas di dalam hati.

“Nggak apa-apa, cuma heran sama sikap Irina,” jawab Dimas sok manis di hadapan Aslan.

“Dia sedang PMS, biasa perempuan,” jawab Aslan berasalan, padahal Irina marah-marah karena jengkel kepadanya.

“Sudah lama di sini?” lanjut Aslan bertanya, lalu berjalan menuju ruangan pribadinya. Bila Dimas datang di malam hari seperti ini pasti ada sesuatu yang penting.

“Baru satu jam yang lalu.” Dimas menjawab dengan sindiran, pasalnya dia sampai jenuh menunggu Aslan tak kunjung pulang.

“Kenapa tidak meneleponku?” Aslan berkata sembari mendudukkan diri di sofa yang ada di ruangan pribadinya. Dimas duduk di sebelahnya sambil memangku bantal sofa.

“Lihat ponselmu! Kayaknya aku sudah telepon puluhan kali, tapi nggak kamu angkat!” kesal Dimas seraya memutar kedua matanya jengah.

“OH!” Aslan hanya menyahut dengan kata yang paling menyebalkan di dunia. Pasalnya jawaban ‘OH’ mempunyai arti tidak penting atau yang mendengarnya tidak memedulikan sama sekali.

“Oh?! Hanya itu jawabanmu?!” Dimas jengkel pada Aslan yang kini duduk tegap sambil menatapnya dengan tajam.

“Langsung to the point saja, apa maksud dan tujuanmu ke sini, Dim. Aku tidak mempunyai banyak waktu,” ucap Aslan seraya melirik jam yang ada di pergelangan tangan kanannya. Dia harus membujuk Irina agar tidak merajuk lagi kepadanya.

Dimas menatap Aslan dengan lekat. Dia menghela nafas panjang sebelum bersuara.

“Oke, aku sudah menyelidiki semua tentang Kevin. Dia adalah dalang dari kecelakaan 2 tahun yang lalu yang membuatmu menjadi pria impoten seperti ini. Sofia bukan tanpa sengaja meninggalkanmu, tapi karena dia sudah termakan bujuk rayu Kevin agar mau meninggalkanmu. Kevin melakukan semua itu karena ingin membuatmu selalu menderita. Dan ... rencana selanjutnya dia ingin membuat perusahaanmu bangkrut besar. Tapi, tenang saja aku sudah menyingkirkan manager yang sudah menjadi penyusup di perusahanmu selama bertahun-tahun,” jelas Dimas panjang kali lebar dan mendetail.

Rahang Aslan mengeras, kedua tangannya terkepal kuat saat mendengar penjelasan Dimas.  Aslan tersenyum miring, dan terlihat sangat mengerikan. Dia merasa bersyukur karena ulah Kevin dirinya menjadi lolos dari ulat beracun seperti Sofia. Tapi, di sisi lain dia sangat emosi saat mengetahui kalau insiden kecelakaan 2 tahun yang lalu adalah ulah Kevin. Aslan tidak akan tinggal diam, dia akan menuntut balas kepada rivalnya itu.

 “Jadi kecelakaan 2 tahun yang lalu itu hasil sabotasenya?! Sofia berselingkuh dariku karena ulahnya juga! Jadi selama ini hidupku menderita dalam ketidaksempurnaan menjadi seorang pria karena ulah bajingan itu!!! Dimas, sepertinya kamu harus mengirim mata-mata untuk memantau gerak-gerik Kevin, karena sepertinya dia mempunyai rencana baru,” titah Aslan pada Dimas dengan tegas.

“Baik, Boss. Tapi, bagaimana kamu tahu kalau dia mempunyai rencana baru?” jawab Dimas sekaligus bertanya.

“Karena kami tadi bertemu di rumah orang tuaku. Dan dia melihat Irina. Aku yakin setelah ini dia berusaha mendekati Irina!” ucap Aslan penuh emosi. Masih teringat jelas di benaknya saat Kevin menatap Irina seolah ingin memiliki. Hal itu membuat Aslan benar-benar sangat murka.

Terpopuler

Comments

Kalele Femmy

Kalele Femmy

dua huruf saja😊😊😇

2024-07-12

0

Kalele Femmy

Kalele Femmy

kuda limping betina dong 😊😊😇😇

2024-07-12

0

Kalele Femmy

Kalele Femmy

sukurin makan tu songong 😜😜😊😊

2024-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 1008 Hours
2 Menjadi Wanita Malam
3 Berikan aku waktu 1000 jam!
4 Musuh bebuyutan
5 Omong kosong!
6 Sangat Puas!
7 Pasrah
8 Kebohongan Irina
9 Simbiosis Mutualisme
10 Manusia Kejam!
11 Bertemu Mantan Istri
12 Cintai Aku, Irina!
13 Cacing Raksasa
14 Rasa Bersalah
15 Keegoisan Yoga
16 Kecurigaan Yoga
17 OTW bertemu orang tua Aslan
18 Dua orang yang tidak diundang
19 Ternyata semua telah di sabotase
20 Rencana Dimas
21 Demi 500 juta
22 Memanfaatkan keadaan
23 Merasa gamang
24 Lepaskan aku, Aslan!
25 Hanya untuk sementara
26 Wejangan dari Dimas
27 Merasa kehilangan
28 Perpisahan
29 Irina meninggalkan Aslan
30 Irina yang malang
31 Rasa Rindu Yang Besar
32 Kedatangan Meyda
33 Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
34 Kevin yang curiga
35 Semua telah terungkap
36 Pembalasan Irina
37 Bayaran Untuk Yoga!
38 Menuju Suatu Tempat
39 Belum ada titik terang
40 3 bulan telah berlalu
41 Dua Benda
42 Mendadak Melankolis
43 Masih Mual
44 Keracunan
45 OTW Jakarta
46 Kondisi yang semakin buruk
47 Kedatangan Irina
48 Minum Racun!
49 Mangga muda
50 Pertemuan
51 Aslan Ragu
52 Panggilan Sayang
53 Ayam Mercon Aduhai
54 Akan Kembali ke Desa
55 Sebesar biji kacang hijau
56 Bertemu dengan mantan mertua
57 Kalian harus menikah dulu!
58 Persiapan pernikahan
59 PENGUMUMAN (WAJIB BACA!)
60 Pernikahan
61 Bertemu Mantan
62 Sampai di Desa
63 Maldives
64 Main cacing
65 Jalan Pintas
66 Suasana Romantis
67 Tanpa Lelah
68 Maju Ke Depan
69 Aslan Yang Malang
70 Bertemu Orang Tua Dimas
71 Berakhir Bahagia (TAMAT)
72 Karya Baru Emak (Glad to see you again)
73 KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
74 Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
75 Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
76 KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
77 Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
78 Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
79 PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
80 Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1008 Hours
2
Menjadi Wanita Malam
3
Berikan aku waktu 1000 jam!
4
Musuh bebuyutan
5
Omong kosong!
6
Sangat Puas!
7
Pasrah
8
Kebohongan Irina
9
Simbiosis Mutualisme
10
Manusia Kejam!
11
Bertemu Mantan Istri
12
Cintai Aku, Irina!
13
Cacing Raksasa
14
Rasa Bersalah
15
Keegoisan Yoga
16
Kecurigaan Yoga
17
OTW bertemu orang tua Aslan
18
Dua orang yang tidak diundang
19
Ternyata semua telah di sabotase
20
Rencana Dimas
21
Demi 500 juta
22
Memanfaatkan keadaan
23
Merasa gamang
24
Lepaskan aku, Aslan!
25
Hanya untuk sementara
26
Wejangan dari Dimas
27
Merasa kehilangan
28
Perpisahan
29
Irina meninggalkan Aslan
30
Irina yang malang
31
Rasa Rindu Yang Besar
32
Kedatangan Meyda
33
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
34
Kevin yang curiga
35
Semua telah terungkap
36
Pembalasan Irina
37
Bayaran Untuk Yoga!
38
Menuju Suatu Tempat
39
Belum ada titik terang
40
3 bulan telah berlalu
41
Dua Benda
42
Mendadak Melankolis
43
Masih Mual
44
Keracunan
45
OTW Jakarta
46
Kondisi yang semakin buruk
47
Kedatangan Irina
48
Minum Racun!
49
Mangga muda
50
Pertemuan
51
Aslan Ragu
52
Panggilan Sayang
53
Ayam Mercon Aduhai
54
Akan Kembali ke Desa
55
Sebesar biji kacang hijau
56
Bertemu dengan mantan mertua
57
Kalian harus menikah dulu!
58
Persiapan pernikahan
59
PENGUMUMAN (WAJIB BACA!)
60
Pernikahan
61
Bertemu Mantan
62
Sampai di Desa
63
Maldives
64
Main cacing
65
Jalan Pintas
66
Suasana Romantis
67
Tanpa Lelah
68
Maju Ke Depan
69
Aslan Yang Malang
70
Bertemu Orang Tua Dimas
71
Berakhir Bahagia (TAMAT)
72
Karya Baru Emak (Glad to see you again)
73
KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
74
Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
75
Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
76
KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
77
Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
78
Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
79
PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
80
Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!