Dua orang yang tidak diundang

Privat wedding yang digelar di dalam rumah tersebut sangat mewah. Irina berdecak kagum melihat dekorasi mewah dan elegant yang menghias ruangan tengah di rumah tersebut. Seperti yang di katakan Aslan, bila yang datang di pesta pernikahan tersebut hanya dari keluarga dan sanak saudara terdekat saja. Tapi, yang membuat Irina heran adalah, dia tidak melihat pasangan pengantin di sana.

Mungkin pengantinnya masih mempersiapkan diri, pikir Irina.

Kedatangan Aslan dan Irina menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di ruangan tersebut. Mendadak Irina menjadi sangat gugup saat semua mata memandangnya.

Aslan membawa Irina kehadapan orang tuanya.

Dengan gugup, Irina  memberanikan menatap kedua orang tua Aslan yang  terlihat serasi, tampan dan cantk, meski usia mereka sudah tidak muda lagi.

"Pa, Ma, kenalkan ini Irina dia kekasihku," ucap Aslan kepada orang tuanya.

"Halo, selamat Om dan Tante. Perkenalkan saya Irina." Wanita cantik itu memperkenalkan diri dengan ramah dan sopan lalu mengulurkan tangan kanannya, menjabat dan mencium punggung tangan kedua orang tua Aslan secara bergantian.

"Salam kenal, Irina. Aku Allegra, dan ini Gerry suamiku," ucap Alle seraya menepuk pundak suaminya.

"Ya, salam kenal juga," sahut Gerry seraya menipiskan bibirnya.

Irina tersenyum saat dirinya di sambut dengan ramah oleh kedua orang tua Aslan.

Setelah berkenalan dengan kedua orang tua Aslan. Aslan kembali memperkenalkan Irina kepada semua keluarganya yang berada di ruangan tersebut. Mereka semua menyambut Irina dengan hangat dan baik, membuat Irina  sekarang merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka.  Irina juga baru mengetahui fakta bila Aslan ternyata kembar tiga bersaudara.

"Aslan, kenapa pengantinnya tidak ada?" tanya Irina kepada Aslan saat di penghujung acara.

"Ada ... itu Arkan," jawab Aslan sembari menunjuk Arkan yang sedang mengobrol dengan Dom, Dante, Carlos, Mike, dan Black.

"Maksudku pengantin wanitanya," jelas Irina.

"Tidak ada pengantin wanita, karena ini istri Arkan telah tiada," jelas Aslan membuat Irina sangat terkejut.

"Maksudmu apa? Lalu pesta pernikahan ini?" Irina kembali bertanya karena dia masih tidak mengerti dengan penjelasan Aslan.

"Arkan sengaja menggelar pesta pernikahan ini di setiap tahunnya untuk mengenang istrinya, dia sangat mencintai mendiang istrinya yang meninggal setelah melahirkan putri mereka," jelas Aslan dengan berat hati, dia juga merasa sedih dan prihatin dengan saudara kembarnya itu yang tidak bisa move on dari mendiang istrinya yang telah tiada 4 tahun yang lalu.

Irina terdiam, dan ikut prihatin dengan setelah mendengar penjelasan Aslan. Tiba-tiba Irina berpikir, jika suatu saat nanti dirinya tiada apakah Aslan akan selalu mencintai dan mengenangnya seperti yang di lakukan Arkan pada mendiang istrinya?

Irina menggelengkan kepalanya, entah kenapa dia menjadi berpikir ke arah sana, seolah dia berharap  kalau hubungannya dengan Aslan berlanjut ke pelaminan.

"Sadar Irina sadar, kamu sudah mempunyai suami." Irina berkata di dalam hati, menyadarkan dirinya sendiri agar tidak berpikir macam-macam atau berharap lebih kepada Aslan.

Walau pesta pernikahan tersebut untuk mengenang mendiang istri Arkan, tapi semua yang hadir tampak tegar, dan tidak ada yang menunjukkan kesedihan di depan Arkan. Pesta yang berjalan dengan lancar sampai di penghujung acara kini menjadi sedikit kacau saat melihat kedatangan dua orang yang tidak diundang.

Dua orang tersebut adalah Sofia dengan tunangannya yang tak lain adalah Kevin.

"Wah, kenapa kalian tidak mengundangku?" suara Sofia memecah keheningan di ruangan tersebut.

"Kamu tidak di undang, kenapa datang ke sini, dasar nggak punya malu!" umpat Arra kepada mantan adik iparnya itu.

"Kalian mesti bersyukur karena aku sangat baik hati dan mengingat acara penting ini." Sofia menanggapinya dengan santai lalu memberikan hadiah yang dia bawa kepada Arkan.

"Aku tidak membutuhkannya!" Arkan menyahut dingin, seraya menepis hadiah yang di berikan oleh Sofia.

"Ya ampun, kenapa kalian berubah galak sekali. Apakah karena posisiku sekarang di gantikan oleh wanita itu!" Sofia menggertakkan giginya seraya menunjuk Irina yang berdiri di dekat Aslan.

"Sofia, jangan membuat keributan di sini!" tegas Allegra pada mantan menantunya itu.

"Iya, maafkan hamba, ibu mertua." Sofia menundukkan setengah badannya seolah sedang menunduk kepada seorang putri raja. "Asal kalian tahu, aku ke sini juga ingin memperkenalkan calon suamiku, sekaligus memberikan undangan kepada kalian semua. Iya 'kan, Sayang." Sofia menggandeng tangan Kevin, akan tetapi tunangannya itu malah terdiam sambil menatap Irina tak berkedip.

"Kevin!" sentak Sofia dengan suara tertahan. Tidak terima calon suaminya memandang wanita lain selain dirinya.

"Iya, sorry." Kevin menjawab seraya menatap Sofia yang sangat marah kepadanya.

Aslan menatap waspada pada musuh bebuyutannya itu. Mengetahui kalau Irina menjadi sasaran Kevin, ia langsung menarik wanitanya ke belakang punggungnya.

"Kenapa, Aslan sama sekali tidak menderita? Dia malah terlihat bahagia dengan wanita lain. Dan sialnya, kekasih barunya lebih cantik dan lebih menarik dari pada Sofia. Tidak bisa dibiarkan!" batin Kevin, mulai menyusun rencana busuk.

Karena situasi di sana semakin tegang. Aslan lebih memilih menghindar dan membawa Irina segera keluar dari rumah orang tuanya.

"Aslan, acaranya belum selesai!" protes Irina yang di paksa masuk ke dalam mobil.

"Aku tidak peduli!" jawab Aslan yang sudah duduk di balik kemudi mobil.

"Tapi, aku belum berpamitan dengan keluargamu." Irina ingin membuka pintu mobil, akan tetapi semua pintu sudah di kunci otomatis.

"Aslan!" kesal Irina karena pria tersebut malah menjalankan mobil tanpa mendengarkan aksi protesnya.

Di dalam perjalan menuju pulang. Irina terus mengoceh pada Aslan yang sedang fokus menyetir mobil.

"Kenapa sih kamu itu selalu bersikap sesuka hatimu! Apakah karena kamu memiliki segalanya, dan mempunyai kekuasaan untuk menjerat wanita sepertiku!" Irina meluapkan emosinya.

"Selama ini aku terlalu baik kepadamu ya?! jadi kamu mulai berani melawanku!" geram Aslan menatap tajam Irina.

"Apakah kau sudah siap kehilangan suamimu untuk selamanya?!" Perkataan Aslan bagaikan sebuah petir yang menyambar di malam hari. Irina sangat terkejut lalu dengan cepat dia memohon kepada Aslan untuk memaafkannya karena dirinya sudah berlebihan.

Melihat Irina meneteskan air matanya, Aslan pun segera meredam amarahnya. Dia menghela nafas kasar lalu mengusap pucuk kepala wanitanya.

"Maaf, aku sudah kelewat batas," ucap Aslan.

"Kamu keterlaluan!!" Irina menepis tangan Aslan dengan kesal, dan mulai menangis sesegukan sambil meluapkan rasa sesak di dalam dadanya. Ancaman Aslan benar-benar membuatnya ketakutan.

***

Likenya jangan lupa bestie, nanti jempolnya cantengan loh 🤭

Terpopuler

Comments

Lina aja

Lina aja

q g tau harus komen apa y buat mereka.....

2024-06-20

0

Alissa Ahmad

Alissa Ahmad

aku Uda baca dari episode 1-18 baru sadar ternyata Aslan saudaranya arra, iparnya Carlos
aku pikir ini lapak barunya, padahal cerita berkesinambungan😁

2024-02-11

0

fulana anonymous

fulana anonymous

tungguuuu ada yg bisa kasih Tau ga kisahnya Allegra Dan gerry di novel apa....mau baca tapi nyari2 kok g nemu²

2023-12-13

0

lihat semua
Episodes
1 1008 Hours
2 Menjadi Wanita Malam
3 Berikan aku waktu 1000 jam!
4 Musuh bebuyutan
5 Omong kosong!
6 Sangat Puas!
7 Pasrah
8 Kebohongan Irina
9 Simbiosis Mutualisme
10 Manusia Kejam!
11 Bertemu Mantan Istri
12 Cintai Aku, Irina!
13 Cacing Raksasa
14 Rasa Bersalah
15 Keegoisan Yoga
16 Kecurigaan Yoga
17 OTW bertemu orang tua Aslan
18 Dua orang yang tidak diundang
19 Ternyata semua telah di sabotase
20 Rencana Dimas
21 Demi 500 juta
22 Memanfaatkan keadaan
23 Merasa gamang
24 Lepaskan aku, Aslan!
25 Hanya untuk sementara
26 Wejangan dari Dimas
27 Merasa kehilangan
28 Perpisahan
29 Irina meninggalkan Aslan
30 Irina yang malang
31 Rasa Rindu Yang Besar
32 Kedatangan Meyda
33 Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
34 Kevin yang curiga
35 Semua telah terungkap
36 Pembalasan Irina
37 Bayaran Untuk Yoga!
38 Menuju Suatu Tempat
39 Belum ada titik terang
40 3 bulan telah berlalu
41 Dua Benda
42 Mendadak Melankolis
43 Masih Mual
44 Keracunan
45 OTW Jakarta
46 Kondisi yang semakin buruk
47 Kedatangan Irina
48 Minum Racun!
49 Mangga muda
50 Pertemuan
51 Aslan Ragu
52 Panggilan Sayang
53 Ayam Mercon Aduhai
54 Akan Kembali ke Desa
55 Sebesar biji kacang hijau
56 Bertemu dengan mantan mertua
57 Kalian harus menikah dulu!
58 Persiapan pernikahan
59 PENGUMUMAN (WAJIB BACA!)
60 Pernikahan
61 Bertemu Mantan
62 Sampai di Desa
63 Maldives
64 Main cacing
65 Jalan Pintas
66 Suasana Romantis
67 Tanpa Lelah
68 Maju Ke Depan
69 Aslan Yang Malang
70 Bertemu Orang Tua Dimas
71 Berakhir Bahagia (TAMAT)
72 Karya Baru Emak (Glad to see you again)
73 KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
74 Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
75 Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
76 KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
77 Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
78 Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
79 PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
80 Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1008 Hours
2
Menjadi Wanita Malam
3
Berikan aku waktu 1000 jam!
4
Musuh bebuyutan
5
Omong kosong!
6
Sangat Puas!
7
Pasrah
8
Kebohongan Irina
9
Simbiosis Mutualisme
10
Manusia Kejam!
11
Bertemu Mantan Istri
12
Cintai Aku, Irina!
13
Cacing Raksasa
14
Rasa Bersalah
15
Keegoisan Yoga
16
Kecurigaan Yoga
17
OTW bertemu orang tua Aslan
18
Dua orang yang tidak diundang
19
Ternyata semua telah di sabotase
20
Rencana Dimas
21
Demi 500 juta
22
Memanfaatkan keadaan
23
Merasa gamang
24
Lepaskan aku, Aslan!
25
Hanya untuk sementara
26
Wejangan dari Dimas
27
Merasa kehilangan
28
Perpisahan
29
Irina meninggalkan Aslan
30
Irina yang malang
31
Rasa Rindu Yang Besar
32
Kedatangan Meyda
33
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
34
Kevin yang curiga
35
Semua telah terungkap
36
Pembalasan Irina
37
Bayaran Untuk Yoga!
38
Menuju Suatu Tempat
39
Belum ada titik terang
40
3 bulan telah berlalu
41
Dua Benda
42
Mendadak Melankolis
43
Masih Mual
44
Keracunan
45
OTW Jakarta
46
Kondisi yang semakin buruk
47
Kedatangan Irina
48
Minum Racun!
49
Mangga muda
50
Pertemuan
51
Aslan Ragu
52
Panggilan Sayang
53
Ayam Mercon Aduhai
54
Akan Kembali ke Desa
55
Sebesar biji kacang hijau
56
Bertemu dengan mantan mertua
57
Kalian harus menikah dulu!
58
Persiapan pernikahan
59
PENGUMUMAN (WAJIB BACA!)
60
Pernikahan
61
Bertemu Mantan
62
Sampai di Desa
63
Maldives
64
Main cacing
65
Jalan Pintas
66
Suasana Romantis
67
Tanpa Lelah
68
Maju Ke Depan
69
Aslan Yang Malang
70
Bertemu Orang Tua Dimas
71
Berakhir Bahagia (TAMAT)
72
Karya Baru Emak (Glad to see you again)
73
KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
74
Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
75
Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
76
KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
77
Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
78
Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
79
PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
80
Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!