Omong kosong!

Irina menatap rumah mewah yang ada di hadapannya, lalu beralih menatap alamat rumah yang tertera di kartu nama yang dia pegang. Wanita itu berdecap kagum pada rumah tersebut, kemudian ia melangkahkan kedua kakinya semakin mendekat ke pintu gerbang, baru saja akan memencet bel, pintu gerbang tersebut terbuka otomatis, membuat Irina sangat terkejut.

“Canggih banget,” gumamnya sambil berjalan masuk ke area rumah mewah tersebut.

Seolah sudah tahu dengan kehadirannya, Aslan menyambutnya di halaman rumah mewah tersebut. Pria arogan dan sangat sombong itu berdiri sambil menyimpan kedua tangan ke dalam kantong celana pendeknya. Tidak lupa tatapan tajam dan wajah datarnya itu selalu terlihat mengintimidasi Irina.

“Lama!” kesal Aslan pada Irina yang berjalan menghampirinya sambil menenteng tas.

“Kayak nggak tahu Kota Jakarta saja!” balas Irina tidak kalah kesal seraya menghela nafas panjang, seraya mengikuti Aslan yang sudah masuk ke dalam rumah.

“Ini rumah atau istana?” gumam Irina ketika melihat rumah tersebut yang diisi dengan barang-barang mewah dan sangatlah mahal.

“Nggak usah norak!” umpat Aslan yang tidak sengaja mendengar gumaman Irina. Aslan memanggil kepala pelayan lalu memperkenalkannya kepada Irina.

“Dia adalah kekasihku, jadi mulai hari ini dia akan tinggal di rumah ini, dan tidur di dalam kamarku!” ucap Aslan dengan datar dan sangat dingin.

Irina melotot mendengar ucapan Aslan. Dia ingin protes akan tetapi pria tersebut sudah memberikan kode kepadanya agar tetap diam.

“Selamat datang, Nona, mari saya antarkan ke kamar Tuan Aslan. Oh, iya, kita belum berkenalan, Anda bisa memanggil saya Bi Inah,” ucap wanita paruh baya itu lalu mengambil alih tas yang Irina pegang.

“Salam kenal, Bi Inah.” Irina balik menyapa sambil berusaha merebut tasnya lagi akan tetapi Bi Inah melarangnya. Kemudian wanita paruh baya itu menuju lantai atas diikuti oleh Irina dan Aslan.

“Apa-apaan kamu ini? Kenapa memperkenalkan aku sebagai kekasihmu?!” protes Irina kepada Aslan yang berjalan di sampingnya.

“Lalu aku harus memperkenalkanmu sebagai seorang pelacur begitu? Ingat! Nggak usah GR, karena aku melakukan itu semua demi kebaikanku sendiri, aku tidak ingin kedua orang tuaku tahu kalau aku berhubungan dengan seorang pelacur sepertimu!” desis Aslan kepada wanita yang ada di sampingnya ini.

Irina menelan ludahnya dengan pahit. Hampir saja dia melupakan pekerjaan haramnya. Dan seharusnya dia sangat berterima kasih kepada Aslan, karena tanpa di sengaja pria tersebut menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya.

Mereka bertiga telah sampai di dalam kamar mewah dan sangat luas.

“Bibi, boleh keluar!” titah Aslan dengan dingin, akan tetapi tatapan matanya terfokus pada Irina yang sedang menatap setiap sudut kamarnya.

“Baik, Tuan.” Bi Inah bergegas keluar dari kamar tersebut, tidak lupa menutup pintu kamar dengan rapat.

“Lalukan tugasmu sekarang juga!” Aslan berkata setelah memastikan Bi Inah keluar dari kamarnya.

“Se-sekarang?” Irina terkejut sekaligus gugup.

“Kau tuli?!” Aslan menggeram kesal seraya menatap tajam Irina yang masih berdiri di tempat.

“Baiklah, tapi di mana?”

“Di sini!” Aslan langsung menurunkan celana pendek beserta boxer-nya, kemudian menyembullaa buyung kutilang yang bobok ganteng, terlihat imut dan sangat menggemaskan.

GLEK!

Irina menelan ludahnya dengan kasar, saat melihat pemandangan erotis tersebut. Ia meletakkan tasnya di atas lantai, kemudian menghampiri Aslan yang terlihat tidak sabaran. Lalu ia berjongkok di hadapan pria tersebut, dan segera melakukan tugasnya.

“Beneran, Bi, kalau wanita cantik tadi adalah kekasih baru Tuan Aslan?” tanya salah satu pelayan kepada Bi Inah. Mereka bertujuh sedang ngerumpi di dapur sambil membicarakan Irina.

“Iya, sopan dan baik lagi, nggak kayak nenek lampir,” jawab Bi Inah memuji Irina.

“Tapi, dari penampilannya lusuh banget, kayak bukan selera Tuan Aslan yang suka yang bening, modis dan selalu tampil sexy.” Pelayan lainnya menimpali.

“Heleh! Masalah penampilan bisa di permak!” sahut Bi Inah seraya mengibaskan salah satu tangan di depan wajahnya, menatap keenam pelayan yang mengelilinginya.

“Stop!” Aslan menghentikan aksi Irina. Dia langsung menarik senjatanya dari dalam mulut wanita tersebut. “Kamu kayak terpaksa melakukannya!” Aslan marah karena senjatanya masih saja loyo tidak berdaya.

“Ya, aku terpaksa melakukannya, karena aku rela menjalani pekerjaan ini demi pengobatan suamiku yang sakit kritis!” jawab Irina lalu berdiri dan menatap kesal pada pria sombong itu.

“Cih, kau pikir aku percaya dengan bualanmu itu?!” Aslan tertawa sarkastik ketika mendengar alasan Irina menjadi seorang pelacur. “Bagiku, semua wanita itu sama saja! Pengkhianat dan juga mata duitan!” Aslan langsung keluar dari kamarnya, meninggalkan Irina sendirian.

Irina menatap kepergian Aslan dengan tatapan heran, “aku juga tidak memaksamu untuk percaya kepadaku!” kesal Irina, tapi sayangnya Aslan tidak mendengar ucapannya, karena pria tersebut sudah keluar dari kamar.

Aslan saat ini berada di ruang pribadinya yang tidak jauh dari kamarnya. Dia menghubungi sahabatnya Dimas.

“Sepertinya caramu itu nggak efektif!” maki Aslan dari sambungan telepon.

“Why? Apakah servisnya tidak memuaskan?” ledek Dimas dari ujung telepon, dan langsung mendapatkan umpatan dari Aslan.

“Dia terlalu kaku!” balas Aslan sembari mengambil sebatang rokok dengan salah satu tangannya, lalu menyelipkan rokok tersebut ke sela bibirnya, kemudian ia beralih mengambil korek api, dan menyalahkanya untuk menyulut ujung rokoknya.

“Wajar saja dia kaku, karena dia baru menjadi wanita malam. Dia sebenarnya wanita baik-baik Bro! Hanya saja keadaan yang membuatnya tidak mempunyai pilihan lain.” Dimas menjelaskan kepada sahabatnya. Dimas tahu tentang Irina dari Meyda.

“Halah omong kosong! Mana ada wanita baik-baik jadi seorang pelacur!” umpat Aslan tidak percaya pada ucapan temannya itu.

"Dasar ngeyel! Hatimu akan berubah saat mengetahui kebenarannya! Aku akan mencari bukti bila Irina adalah wanita baik-baik." Dimas berkata terdengar sangat kesal di ujung telepon sana.

"Ck! Kenapa kamu begitu membelanya? Apakah kamu menyukainya?!" tanya Aslan dengan nada tidak suka.

"Ha ha ha ha, apakah kamu cemburu?" Dimas kembali meledek.

"Tidak sama sekali!!!" jawab Aslan dengan tegas, lalu menutup panggilan teleponnya secara sepihak.

"Dasar sinting! Mana mungkin aku cemburu. Apa spesialnya wanita itu!" Aslan meletakkan ponselnya di atas meja dengan kasar, kemudian menikmati asap nikotin yang mulai memenuhi paru-parunya.

Terpopuler

Comments

Mardiana

Mardiana

Aslan belum aja kena lumayan cintanya Irina 🤣🤣🤣

2025-03-11

0

Kalele Femmy

Kalele Femmy

pede amat kamu aslan awas nnt bucuin baru nyaho loh😂😂😊😊😇😇

2024-07-11

0

Sweet Girl

Sweet Girl

Uuluh uluh...

2024-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 1008 Hours
2 Menjadi Wanita Malam
3 Berikan aku waktu 1000 jam!
4 Musuh bebuyutan
5 Omong kosong!
6 Sangat Puas!
7 Pasrah
8 Kebohongan Irina
9 Simbiosis Mutualisme
10 Manusia Kejam!
11 Bertemu Mantan Istri
12 Cintai Aku, Irina!
13 Cacing Raksasa
14 Rasa Bersalah
15 Keegoisan Yoga
16 Kecurigaan Yoga
17 OTW bertemu orang tua Aslan
18 Dua orang yang tidak diundang
19 Ternyata semua telah di sabotase
20 Rencana Dimas
21 Demi 500 juta
22 Memanfaatkan keadaan
23 Merasa gamang
24 Lepaskan aku, Aslan!
25 Hanya untuk sementara
26 Wejangan dari Dimas
27 Merasa kehilangan
28 Perpisahan
29 Irina meninggalkan Aslan
30 Irina yang malang
31 Rasa Rindu Yang Besar
32 Kedatangan Meyda
33 Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
34 Kevin yang curiga
35 Semua telah terungkap
36 Pembalasan Irina
37 Bayaran Untuk Yoga!
38 Menuju Suatu Tempat
39 Belum ada titik terang
40 3 bulan telah berlalu
41 Dua Benda
42 Mendadak Melankolis
43 Masih Mual
44 Keracunan
45 OTW Jakarta
46 Kondisi yang semakin buruk
47 Kedatangan Irina
48 Minum Racun!
49 Mangga muda
50 Pertemuan
51 Aslan Ragu
52 Panggilan Sayang
53 Ayam Mercon Aduhai
54 Akan Kembali ke Desa
55 Sebesar biji kacang hijau
56 Bertemu dengan mantan mertua
57 Kalian harus menikah dulu!
58 Persiapan pernikahan
59 PENGUMUMAN (WAJIB BACA!)
60 Pernikahan
61 Bertemu Mantan
62 Sampai di Desa
63 Maldives
64 Main cacing
65 Jalan Pintas
66 Suasana Romantis
67 Tanpa Lelah
68 Maju Ke Depan
69 Aslan Yang Malang
70 Bertemu Orang Tua Dimas
71 Berakhir Bahagia (TAMAT)
72 Karya Baru Emak (Glad to see you again)
73 KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
74 Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
75 Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
76 KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
77 Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
78 Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
79 PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
80 Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1008 Hours
2
Menjadi Wanita Malam
3
Berikan aku waktu 1000 jam!
4
Musuh bebuyutan
5
Omong kosong!
6
Sangat Puas!
7
Pasrah
8
Kebohongan Irina
9
Simbiosis Mutualisme
10
Manusia Kejam!
11
Bertemu Mantan Istri
12
Cintai Aku, Irina!
13
Cacing Raksasa
14
Rasa Bersalah
15
Keegoisan Yoga
16
Kecurigaan Yoga
17
OTW bertemu orang tua Aslan
18
Dua orang yang tidak diundang
19
Ternyata semua telah di sabotase
20
Rencana Dimas
21
Demi 500 juta
22
Memanfaatkan keadaan
23
Merasa gamang
24
Lepaskan aku, Aslan!
25
Hanya untuk sementara
26
Wejangan dari Dimas
27
Merasa kehilangan
28
Perpisahan
29
Irina meninggalkan Aslan
30
Irina yang malang
31
Rasa Rindu Yang Besar
32
Kedatangan Meyda
33
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
34
Kevin yang curiga
35
Semua telah terungkap
36
Pembalasan Irina
37
Bayaran Untuk Yoga!
38
Menuju Suatu Tempat
39
Belum ada titik terang
40
3 bulan telah berlalu
41
Dua Benda
42
Mendadak Melankolis
43
Masih Mual
44
Keracunan
45
OTW Jakarta
46
Kondisi yang semakin buruk
47
Kedatangan Irina
48
Minum Racun!
49
Mangga muda
50
Pertemuan
51
Aslan Ragu
52
Panggilan Sayang
53
Ayam Mercon Aduhai
54
Akan Kembali ke Desa
55
Sebesar biji kacang hijau
56
Bertemu dengan mantan mertua
57
Kalian harus menikah dulu!
58
Persiapan pernikahan
59
PENGUMUMAN (WAJIB BACA!)
60
Pernikahan
61
Bertemu Mantan
62
Sampai di Desa
63
Maldives
64
Main cacing
65
Jalan Pintas
66
Suasana Romantis
67
Tanpa Lelah
68
Maju Ke Depan
69
Aslan Yang Malang
70
Bertemu Orang Tua Dimas
71
Berakhir Bahagia (TAMAT)
72
Karya Baru Emak (Glad to see you again)
73
KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
74
Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
75
Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
76
KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
77
Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
78
Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
79
PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
80
Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!