Cintai Aku, Irina!

Sampai di rumah, Aslan memerintahkan dua pelayan untuk membereskan semua belanjaan Irina. Sedangkan Irina sendiri saat ini sedang berada di dapur membuatkan kopi untuk Aslan.

Irina tertegun beberapa saat ketika mengaduk kopi hitam yang ada di hadapannya. Dia menjadi mengingat Yoga--suaminya--juga menyukai kopi yang sama seperti Aslan.

"Kamu melamun?" Suara Aslan membuyarkan lamunan Irina. Wanita terkesiap lalu menoleh pada Aslan yang berdiri di belakangnya. Entah sejak kapan pria tersebut ada di sana.

"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Aslan maju satu langkah lalu memeluk Irina dari belakang, kemudian menyibakkan rambut panjang wanita tersebut ke sisi kiri, lalu ia mengecup leher jenjang milik Irina yang  putih, mulus dan juga sangat harum.

Irina menghentikan kegiatannya yang sedang mengaduk kopi. Ia memiringkan kepala, saat Aslan mengecupi lehernya dengan penuh gairah. Di tambah lagi saat Aslan meraba dadanya dengan gerakan kasar, membuat Irina merasakan sensasi luar biasa hingga tanpa sadar dessahan lolos dari bibir manisnya. Irina tidak menolak sentuhan dari Aslan, karena semua itu bagian dari pekerjaannya. Mereka setiap hari saling bersentuhan. Irina mengerjakan tugasnya layaknya seorang palacur pada umumnya yang melayani pelanggan di atas ranjang, tapi bedanya Irina dan Aslan tidak melakukan making love karena senjata Aslan belum bisa tegak sempurna. Namun, terapi yang di lakukan Irina menunjukkan kemajuan yang lumayan, karena milik Aslan sudah bisa berdiri walaupun masih lemas dan tidak tidak terlalu keras.

Cumbuan yang di berikan Aslan  berbeda dari yang sebelummya. Di tambah lagi dia merasakan sesuatu yang keras mengenai boko*ongnya. Kedua alis Irina mengernyit kemudian ia menjauhkan mengehentikan Aslan yang  masih mencumbunya.

"Ada apa?" tanya Aslan kesal, senjatanya sudah tegak sempurna dan mengeras kini kembali melempem saat Irina menghentikan aksinya.

"Kamu sudah sembuh?" Irina membalikkan badan, menatap Aslan dengan lekat, kemudian salah satu tangannya menyentuh senjata Aslan yang lemas.  "Kok bisa sih? Tadi aku merasakan sesuatu yang keras." Irina berkata dengan bingung.

"Mungkin yang kamu maksud ikat pinggangku!" bohong Aslan seraya menunjuk ikat pinggangnya.

Aslan tentu tidak akan mengakui kalau sebenarnya dia sudah sembuh karena dia tidak ingin Irina pergi meninggalkannya.

Irina menipiskan bibirnya, menatap Aslan sambil membuang nafas kasar. “Mungkin kamu benar, yang keras tadi adalah kepala ikat pinggangmu.”

“Iya, tentu, aku tidak akan sembuh dalam waktu cepat, karena kata dokter penyakitku ini sudah kronis. Sepertinya kamu harus berjuang lebih keras lagi.” Aslan berbisik seraya memegang ujung dagu Irina, menatap lekat kedua manik hitam legam itu. Kemudian ia mengecup bibir Irina sekilas dan penuh dengan kelembutan.

Irina memejamkan kedua mata saat benda kenyal dan hangat itu mendarat di permukaan bibirnya, tak berselang lama dia kembali membuka mata saat Aslan menjauh darinya.

“336 jam sudah terlewati, dan aku masih mempunyai waktu 664 jam lagi untuk menyembuhkanmu,” jawab Irina dengan suara lirih.

“Kamu pikir setelah 1000 jam bisa lolos dari sini?!” desis Aslan tidak suka dengan perkataan Irina yang seolah akan meninggalkannya setelah 1000 jam terlewati.

“Aslan!” Irina memekik ketika pria tersebut mencengkram salah satu pundaknya dengan kuat, bahkan dia sampai meringis kesakitan. “Lalu apa yang kamu inginkan?” Irina mulai terisak saat Aslan semakin menggila, mencengkram pundaknya semakin kuat dan menatapnya sangat tajam.

“Tetap berada di sisiku untuk selamanya!” tegas Aslan tidak mau di bantah.

“Tapi, mana bisa seperti itu, aku sudah mempunyai suami.” Irina tidak habis pikir dengan jalan pikiran Aslan.

“Aku tidak peduli! Berikan seluruh hatimu kepadaku, dan aku akan memberikan segalanya untukmu, bukankan ini adil? Anggap saja sekarang kita sedang bekerja sama dan saling menguntungkan!” Aslan melepaskan cengkraman tangannya saat melihat Irina menangis.

“Cintai aku, Irina.” Aslan merengkuh pinggang ramping itu dengan tangan kirinya, lalu tangan kanannya menarik tengkuk Irina dan langsung melabuhkan ciuman panas di bibir yang sudah menjadi candunya itu. “Aku tidak ingin mendengar kata ‘tidak’ jika hal itu terjadi maka aku bisa melakukan apa saja, termasuk membuat suamimu menderita!” desis Aslan saat ciuman itu terlepas sesaat. Aslan tidak akan memberikan kesempatan pada Irina untuk protes, atau pun menolak permintaannya. Dia menghalalkan cara untuk menjerat wanita tersebut agar menjadi miliknya untuk selamanya.

Tidak perlu di tanyakan lagi kenapa Aslan begitu tertarik dengan Irina. Yap, karena Irina berbeda dengan wanita pada umumnya.

Mendengar ancaman Aslan, Irina pun terpaksa mengangguk, karena dia tidak ingin kalau Aslan menyakiti Yoga.

“Aku akan mencintaimu, tapi jangan sakiti Mas Yoga atau pun Ibu mertuaku,” bisik Irina menatap Aslan dengan sendu.

“Good girl. Aku tidak akan nakal kalau kamu patuh,” balas Aslan kemudian kembali memagut bibir Irina dengan penuh kelembutan, berusaha membuat Irina tenggelam dalam suasana erotis yang dia ciptakan.

*

*

Di sisi lain. Dimas saat ini sedang berada di dalam Club malam. Dia tidak bersenang-senang di sana, akan tetapi sedang mengikuti Kevin—musuh bebuyutan Aslan. Kevin terlihat tidak sendirian di Club malam itu, dia di temani seorang pria yang tak lain adalah seorang manager di perusahaan Aslan.

“Sialan! Mereka saat ini pasti bersekongkol membuat rencana jahat untuk menghancurkan Aslan!” Dimas mengambil ponselnya untuk mengambil video dua pria tersebut yang terlihat berbicara serius.

Setelah mendapatkan bukti. Dimas segera menyimpan ponselnya, lalu beranjak dari sana. Sepertinya dia harus segera melaporkan kejadian itu kepada Aslan.

Dimas keluar dari Club malam itu lalu mengendarai mobilnya menuju rumah Aslan. Walaupun dia tahu kalau saat ini sudah tengah malam dan tidak pantas untuk bertamu, tapi bagaimana lagi kondisi lagi genting.

Kembali ke Aslan dan Irina yang masih berciuman di dapur.

“Aslan, nanti dilihat orang!” Irina menahan tangan Aslan sudah melesak masuk ke dalam roknya dan menyentuh titik sensitifnya.

“Ck! Tidak ada yang berani ke sini!” balas Aslan kesal menatap sebal pada Irina yang sudah merusak kesenangannya.

“Masih ada waktu untuk melakukannya saat di kamar nanti. Sekarang cepat minum kopimu sebelum dingin.” Irina mendorong dada bidang Aslan agar melepaskan pelukan itu. Kemudian ia mengambil secangkir kopi yang sudah tidak panas dan di berikan kepada Aslan.

“Kali ini aku melepaskanmu!” Aslan menerima secangkir kopi yang di berikan oleh Irina, kemudian dia beranjak dari dapur menuju ruangan pribadinya.

Irina menghembuskan nafas lega seraya mengusap wajahnya dengan kasar. Kini dia bagaikan menelan pil pahit dengan terpaksa, karena dia terpaksa menerima segala keputusan dari Aslan demi kebaikan keluarganya.

Irina menyadari kalau dia saat ini  terjebak semakin dalam ke kubangan lumpur yang sudah di gali oleh Aslan.

***

Tolong Likenya ya 😘

Terpopuler

Comments

D

D

aku kasi likeny👍

2025-03-18

0

Kalele Femmy

Kalele Femmy

apa tu yg tegak tapi bukan tiang bendera😇😇😂😂

2024-07-11

0

Wati_esha

Wati_esha

Tq ya update nya.

2023-11-09

1

lihat semua
Episodes
1 1008 Hours
2 Menjadi Wanita Malam
3 Berikan aku waktu 1000 jam!
4 Musuh bebuyutan
5 Omong kosong!
6 Sangat Puas!
7 Pasrah
8 Kebohongan Irina
9 Simbiosis Mutualisme
10 Manusia Kejam!
11 Bertemu Mantan Istri
12 Cintai Aku, Irina!
13 Cacing Raksasa
14 Rasa Bersalah
15 Keegoisan Yoga
16 Kecurigaan Yoga
17 OTW bertemu orang tua Aslan
18 Dua orang yang tidak diundang
19 Ternyata semua telah di sabotase
20 Rencana Dimas
21 Demi 500 juta
22 Memanfaatkan keadaan
23 Merasa gamang
24 Lepaskan aku, Aslan!
25 Hanya untuk sementara
26 Wejangan dari Dimas
27 Merasa kehilangan
28 Perpisahan
29 Irina meninggalkan Aslan
30 Irina yang malang
31 Rasa Rindu Yang Besar
32 Kedatangan Meyda
33 Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
34 Kevin yang curiga
35 Semua telah terungkap
36 Pembalasan Irina
37 Bayaran Untuk Yoga!
38 Menuju Suatu Tempat
39 Belum ada titik terang
40 3 bulan telah berlalu
41 Dua Benda
42 Mendadak Melankolis
43 Masih Mual
44 Keracunan
45 OTW Jakarta
46 Kondisi yang semakin buruk
47 Kedatangan Irina
48 Minum Racun!
49 Mangga muda
50 Pertemuan
51 Aslan Ragu
52 Panggilan Sayang
53 Ayam Mercon Aduhai
54 Akan Kembali ke Desa
55 Sebesar biji kacang hijau
56 Bertemu dengan mantan mertua
57 Kalian harus menikah dulu!
58 Persiapan pernikahan
59 PENGUMUMAN (WAJIB BACA!)
60 Pernikahan
61 Bertemu Mantan
62 Sampai di Desa
63 Maldives
64 Main cacing
65 Jalan Pintas
66 Suasana Romantis
67 Tanpa Lelah
68 Maju Ke Depan
69 Aslan Yang Malang
70 Bertemu Orang Tua Dimas
71 Berakhir Bahagia (TAMAT)
72 Karya Baru Emak (Glad to see you again)
73 KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
74 Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
75 Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
76 KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
77 Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
78 Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
79 PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
80 Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1008 Hours
2
Menjadi Wanita Malam
3
Berikan aku waktu 1000 jam!
4
Musuh bebuyutan
5
Omong kosong!
6
Sangat Puas!
7
Pasrah
8
Kebohongan Irina
9
Simbiosis Mutualisme
10
Manusia Kejam!
11
Bertemu Mantan Istri
12
Cintai Aku, Irina!
13
Cacing Raksasa
14
Rasa Bersalah
15
Keegoisan Yoga
16
Kecurigaan Yoga
17
OTW bertemu orang tua Aslan
18
Dua orang yang tidak diundang
19
Ternyata semua telah di sabotase
20
Rencana Dimas
21
Demi 500 juta
22
Memanfaatkan keadaan
23
Merasa gamang
24
Lepaskan aku, Aslan!
25
Hanya untuk sementara
26
Wejangan dari Dimas
27
Merasa kehilangan
28
Perpisahan
29
Irina meninggalkan Aslan
30
Irina yang malang
31
Rasa Rindu Yang Besar
32
Kedatangan Meyda
33
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.
34
Kevin yang curiga
35
Semua telah terungkap
36
Pembalasan Irina
37
Bayaran Untuk Yoga!
38
Menuju Suatu Tempat
39
Belum ada titik terang
40
3 bulan telah berlalu
41
Dua Benda
42
Mendadak Melankolis
43
Masih Mual
44
Keracunan
45
OTW Jakarta
46
Kondisi yang semakin buruk
47
Kedatangan Irina
48
Minum Racun!
49
Mangga muda
50
Pertemuan
51
Aslan Ragu
52
Panggilan Sayang
53
Ayam Mercon Aduhai
54
Akan Kembali ke Desa
55
Sebesar biji kacang hijau
56
Bertemu dengan mantan mertua
57
Kalian harus menikah dulu!
58
Persiapan pernikahan
59
PENGUMUMAN (WAJIB BACA!)
60
Pernikahan
61
Bertemu Mantan
62
Sampai di Desa
63
Maldives
64
Main cacing
65
Jalan Pintas
66
Suasana Romantis
67
Tanpa Lelah
68
Maju Ke Depan
69
Aslan Yang Malang
70
Bertemu Orang Tua Dimas
71
Berakhir Bahagia (TAMAT)
72
Karya Baru Emak (Glad to see you again)
73
KARYA BARU EMAK (SEXY OLD BODYGUARD)
74
Karya Baru Emak (STUCK WITH A MR. XANDER)
75
Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
76
KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
77
Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
78
Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
79
PENARI PANAS TUAN MAFIA (KISAH GLAMOUR SUDAH RILIS)
80
Karya baru emak, BU GURU, JADI MOMMY-KU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!