episode 20

"Brengs*k kamu Iqbal, akan aku buat kamu bertekuk lutut padaku. Memangnya aku tidak tau kelemahan mu?" Gumam Rasti tersenyum sinis.

Akhirnya Rasti berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.

Sedangkan Iqbal, dia memilih untuk mampir ke tempat kerjanya, ke kafenya yang tidak jauh dari rumah sakit. Kafe tersebut baru dirintis sejak dia bercerai dari Rasti. Dulu, saat bercerai dari Rasti. Dia sangat putus asa. Tetapi karena ada Syahril yang selalu menyemangati dan memberi nasihat. Perlahan-lahan dia bangkit kembali.

"Pak dokter, mau pesan apa?" tanya salah satu karyawan.

"Minum putih saja. Tolong antar kan keruangan saya ya." Kata Iqbal sambil berlalu.

Setelah salah satu karyawan mengantar minuman. Iqbal mengecek pembukuan bulan ini. Dan ternyata omset bulan ini naik 50% lebih banyak dari biasanya. Iqbal berniat untuk memberikan bonus pada karyawannya. Sebagai bentuk rasa bangga atas kerja keras mereka selama ini.

"Tolong keruangan saya." kata Iqbal melalui telpon pada kasirnya.

"Ini uang 15 juta, bonus kalian berlima, untuk bulan ini. Sampai rasa terimakasih ku untuk kerja keras kalian." ucap Iqbal.

"Terimakasih pak." jawab karyawan tersebut.

Iqbal memperkerjakan karyawan laki-laki. Karena baginya yang punya kewajiban mencari nafkah adalah para lelaki. Makanya, dia memperkerjakan lelaki yang sudah berkeluarga.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Lisa, nanti baju Saka biar Bunda aja ya yg nyuci. Dia soalnya risih kalo pakaiannya ada orang lain yang bereskan." Kata Vina pada karyawannya Lisa.

Lisa, sang gadis ayu yang sedikit pemalu jika lawan bicaranya adalah lelaki. Dia anak yatim. Merupakan tetangga Vina. Dia mempunyai paras yang manis.

"Baik Bunda." ucap Lisa.

Vina, menyuruh agar Lisa dan Hera memanggilnya Bunda. Agar sama dengan panggilan anak-anaknya.

"Oo ya Hera, nanti tolong ambilkan baju kotor Bu RT ya, sekalian antar yang bersih punya Bu Iin. Yang rumahnya dekat rumah Bu RT." kata Vina pada Hera.

Hera, gadis cantik. Dia periang dan mudah bergaul. Dia juga seorang gadis yatim. Dulu saat SMA dia sekelas sama Adit. Hera bisa mengendari sepeda motor. Sedangkan Lisa tidak bisa. Makanya tugas antar jemput Vina menyuruh sama Hera.

"Baik Bun." ucap Hera.

"Bun, tadi ada paket dari dokter Iqbal. Maaf saya lupa memberitahunya. Karena tadi Bunda tadi lagi ke pasar. Paketnya udah saya taruh di ruang tamu." ucap Hera.

"Baiklah, terimakasih." ucap Vina.

Vina masuk ke ruang tamu. Vina membuka tempat usaha loudry nya di bagasi samping rumah. Itupun atas izin Iqbal

"Makasih ya Mas, buket dan makanannya." chat Vina pada Iqbal.

"Iya sama-sama. Di makan ya." balas Iqbal kemudian.

Vina membuka paket dan memakan, makanan dari Iqbal. Satu bulan lagi mereka akan melangsungkan akad nikah. Karena mereka menunggu libur kuliah dan sekolahnya Saka.

🍁🍁🍁🍁🍁

Satu minggu kemudian, Rasti sengaja menunggu kepulangan Iqbal diseberang jalan rumahnya Iqbal. Tak lama kemudian Iqbal pulang. Dia di rumah cuma tinggal besama Pak Din, atau tukang kebun.

Untuk bersih-bersih dia menggunakan jasa pembantu yang datang setelah dia berangkat dan pulang sore hari setelah menyiapkan makanan. Untuk sarapan biasanya Iqbal akan beli di rumah sakit.

"Hai." panggil Rasti saat Iqbal baru turun dari mobil.

Kebetulan Pak din tidak berada didepan. Biasanya dialah yang membuka gerbang.

"Kamu ngapain disini?" tanya Iqbal. Memperhatikan penampilan Rasti.

Rasti menggunakan baju merah dengan belahan huruf V di dadanya. Dan memperlihat paha mulusnya.

"Boleh aku masuk?" tanya Rasti. Dia senang karena Iqbal memperhatikan penampilannya.

"Mau merayuku dengan penampilanmu?" ejek Iqbal.

"Bukankah dari dulu kamu memang sangat menyukai penampilanku ini." tanya Rasti tersenyum.

"Dulu memang iya, tapi sekarang aku jijik melihatnya. Akhirnya untuk pertama kali aku sangat bahagia dan bersyukur bisa lepas darimu!" seru Iqbal santai.

"Maksud kamu apa? Hah ..." ucap Rasti dengan lantang.

Mendengar suara teriakan, Pak din buru-buru menghampiri.

"Maaf Pak, tadi saya kebelakang sebentar, sakit perut." Ucap Pak Din. Melihat ke arah Rasti.

"Usir dia Pak, penampilannya sungguh sangat menjijikan." cemooh Iqbal.

"Aku bisa pergi sendiri." ucap Rasti, saat Pak Din menarik tangan Rasti.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Brengsek kamu Iqbal. Akan ku buat kamu menyesal. Kamu Vina. Kamu harus tanggung jawab." teriak Rasti di dalam kamarnya, sambil menarik seprai di kasur. Dan menghamburkan semua skincare di meja hias.

Para pembantu yang mendengarkan teriakan nyonya nya lada takut. Pasalnya ini pertama kalinya Rasti berkelakuan begitu. Salah satu di antara mereka menelpon tuannya. Suami dari Rasti yang bernama Rangga. Tetapi nomornya tidak aktif.

Setelah melakukan perdebatan sesama pembantu, akhirnya Bu Wati, sang pembantu senior memberanikan mengetuk pintu. Dan dia mengusir pembantu yang lainnya.

"Nyonya gak apa-apa?" tanya Bu Wati, sambil mengetuk pintu.

"Tinggalkan aku sendiri Bu. Kalian istirahatlah." ucap Rasti dari dalam.

Rasti, walaupun kaya. Dia tidak pernah semena-mena sama pembantunya. Karena baginya ART yang jujur sangat susah dicari. Makanya, dia memperlakukan ART yang bekerja di rumah suaminya dengan baik.

Di rumah Rasti, ada 7 orang pekerja. Dua diantaranya lelaki yang bertugas berjaga didepan. Lainnya perempuan yang berusia lanjut. Karena Rasti tidak setuju jika ada gadis atau wanita yang masih umur 35 ke bawah.

Keesokan harinya, suami Rasti pulang. Dan itu membuat para ART kebingungan. Pasalnya dari semalam Rasti tidak keluar kamar. Mereka takut di salahkan jika nyonya nya kenapa-napa.

Rangga langsung menuju kamarnya, tanpa bertanya pada ART dimana sang istri. Karena dia sudah tau kebiasaan istrinya. Jika tidak berada di kamar, pasti Rasti keluar belanja atau pergi sama teman-teman sosialitanya.

"Sayang, kenapa berantakan begini!" seru Rangga melihat penampakan kamarnya bak kapal pecah.

Rasti yang masih tidur, cuma membuka matanya sebentar.

"Sayang, kamu gak apa-apakan?" ucap Rangga khawatir.

"Maaf, jika aku selalu meninggalkanmu. Aku janji untuk bulan ini aku akan menemani kamu. Dan kita bisa konsultasi sama dokter. Maaf ya." bisik Rangga lagi.

Rangga menebak, jika istrinya Rasti pasti lagi kecewa terhadap dirinya. Sebab, sudah tiga minggu lamanya dia keluar negeri untuk menjalankan bisnisnya.

Terpopuler

Comments

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

Rasti gennit

2023-12-24

1

Ani Khadijah

Ani Khadijah

Rasti punya suami msh aja godain mantan

2023-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bercerailah, Bunda
2 Pingsannya Vina
3 Menyerah lah
4 Kembalinya Nadin
5 episode 5
6 pertemuan kembali
7 Ceraikan aku
8 Bercerai
9 Episode 9
10 episode 10
11 episode 11
12 episode 12
13 episode 13
14 episode 14
15 Persiapan lamaran
16 maukah jadi pendampingku?
17 episode 17
18 episode 18
19 episode 19
20 episode 20
21 episode 21
22 Akhirnya sah
23 Gadis itu.
24 episode 24
25 episode 25
26 episode 26
27 episode 27
28 episode 28
29 episode 29
30 episode 30
31 episode 31
32 Episode 32
33 episode 33
34 episode 34
35 episode 35
36 episode 36
37 episode 37
38 episode 38
39 Episode 39
40 episode 40
41 episode 41
42 episode 42
43 episode 42
44 Episode 44
45 Permintaan Adit
46 kenangan masa lalu
47 episode 47
48 Mulainya karma untuk Nadin
49 episode 49
50 episode 50
51 episode 51
52 episode 52
53 Hukuman untuk Anwar
54 episode 54
55 episode 55
56 Meninggalnya, Bu Fatma.
57 Anwar menyesal
58 Saka bertemu keluarga Gina
59 Persahabatan Gina dan Intan
60 Gina bertemu Vina
61 Cinta yang terpendam
62 episode 62
63 Anwar, manfaatkan situasi
64 Anwar, menemui anak-anaknya
65 Bertemu masa lalu
66 episode 66
67 Hilangnya Vina
68 episode 68
69 Kesetiaan Intan
70 episode 70
71 Pelajaran untuk Anwar
72 Penyesalan Anwar
73 Benarkah, Anwar Menyesal?
74 Sisi Lain Tiara
75 Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76 Langkah Pertama Dari Adit
77 Akhirnya ...
78 Ingin melihat kesungguhan mu
79 episode 79
80 Episode 80
81 Akhirnya, Ketahuan Juga
82 Rencana Nadin
83 Akhirnya Sah
84 Andai Kita Bercerai
85 Lakukan Lah
86 Menyelidiki
87 Episode 87
88 Kebaikan Adit
89 Kisah Intan
90 Episode 90
91 Ketahuan
92 Sasa Melahirkan
93 Niat Baru Nadin
94 Maafkan Ayah! Benarkah?
95 Dituduh Pelakor
96 Kemarahan Adit
97 Tentang Bara dan Sasa
98 Pengakuan Karin
99 Episode 99
100 episode 100
101 episode 101
102 Yuk, Pacaran
103 Episode 103
104 Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105 Burhan dan Anita
106 Anita Dan Burhan 2
107 Pernikahan Adit
108 ekstra part
109 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bercerailah, Bunda
2
Pingsannya Vina
3
Menyerah lah
4
Kembalinya Nadin
5
episode 5
6
pertemuan kembali
7
Ceraikan aku
8
Bercerai
9
Episode 9
10
episode 10
11
episode 11
12
episode 12
13
episode 13
14
episode 14
15
Persiapan lamaran
16
maukah jadi pendampingku?
17
episode 17
18
episode 18
19
episode 19
20
episode 20
21
episode 21
22
Akhirnya sah
23
Gadis itu.
24
episode 24
25
episode 25
26
episode 26
27
episode 27
28
episode 28
29
episode 29
30
episode 30
31
episode 31
32
Episode 32
33
episode 33
34
episode 34
35
episode 35
36
episode 36
37
episode 37
38
episode 38
39
Episode 39
40
episode 40
41
episode 41
42
episode 42
43
episode 42
44
Episode 44
45
Permintaan Adit
46
kenangan masa lalu
47
episode 47
48
Mulainya karma untuk Nadin
49
episode 49
50
episode 50
51
episode 51
52
episode 52
53
Hukuman untuk Anwar
54
episode 54
55
episode 55
56
Meninggalnya, Bu Fatma.
57
Anwar menyesal
58
Saka bertemu keluarga Gina
59
Persahabatan Gina dan Intan
60
Gina bertemu Vina
61
Cinta yang terpendam
62
episode 62
63
Anwar, manfaatkan situasi
64
Anwar, menemui anak-anaknya
65
Bertemu masa lalu
66
episode 66
67
Hilangnya Vina
68
episode 68
69
Kesetiaan Intan
70
episode 70
71
Pelajaran untuk Anwar
72
Penyesalan Anwar
73
Benarkah, Anwar Menyesal?
74
Sisi Lain Tiara
75
Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76
Langkah Pertama Dari Adit
77
Akhirnya ...
78
Ingin melihat kesungguhan mu
79
episode 79
80
Episode 80
81
Akhirnya, Ketahuan Juga
82
Rencana Nadin
83
Akhirnya Sah
84
Andai Kita Bercerai
85
Lakukan Lah
86
Menyelidiki
87
Episode 87
88
Kebaikan Adit
89
Kisah Intan
90
Episode 90
91
Ketahuan
92
Sasa Melahirkan
93
Niat Baru Nadin
94
Maafkan Ayah! Benarkah?
95
Dituduh Pelakor
96
Kemarahan Adit
97
Tentang Bara dan Sasa
98
Pengakuan Karin
99
Episode 99
100
episode 100
101
episode 101
102
Yuk, Pacaran
103
Episode 103
104
Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105
Burhan dan Anita
106
Anita Dan Burhan 2
107
Pernikahan Adit
108
ekstra part
109
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!