Persiapan lamaran

"Mas, aku mau untuk acara 7 bulanan nanti. Mas ngundang Vina. Biar dia lihat kalau aku bisa hamil anak kamu, anak perempuan yang kamu idamkan." ucap Vina saat sarapan.

"Baiklah." jawab Anwar.

Sebenarnya dia pun juga merindukan Vina. Apalagi setelah membandingkan sifat Nadin dan Vina. Di lubuk hatinya, sekarang dia sudah merasakan sedikit penyesalan.

"Aku ingin pamer padanya. Karena dulu dia berkata bahwa merebut punya orang nggak bakalan bahagia. Aku mau buktikan kalau kita sangat bahagia. Apalagi dengan kehamilan ini." lontar Nadin.

"Boleh, bagaimana kalau kita ke tempatnya saja. Nanti sore." jawab Anwar.

"Sekalian aku mau ketemu dan mendengar suaranya." batin Anwar.

🍁🍁🍁🍁🍁

(Sebelumnya, aku minta izin pada kalian. Mungkin selama ini kalian pun sadar. Jika aku selama ini sangat menghormati Bunda kalian. Dan mungkin kalian juga tau kalau selama ini aku menyukai kalian.) Iqbal mengirim Wa pada grup chat yang beranggotakan 4 orang. Iqbal, Syahril, Adit, dan Saka.

(Jadi, untuk malam ini, aku ingin agar kalian bisa memberikan aku izin, agar bisa membahagiakan Bunda kalian. Aku berjanji akan menjaganya dan menyayangi kalian seperti anak-anakku sendiri)

(Bisa kalian luangkan waktu untuk nanti malam? Aku mau ngelamar Bunda kalian di resort x tepi pantai).

(Wahh,,, Pak Dokter akhirnya berani juga ya, aku kira bakal memendam rasa sampai mati) balasan Saka penuh dengan emoticon ketawa.

(Aku akan memegang janjimu Dokter. Nanti malam kami akan ke sana.) Balas Adit serius.

(Aku juga akan ke sana.) balas Saka.

(Ciee, yang siap nikah untuk ke 2 kalinya. BTW aku sudah mempersiapkan semuanya.) balasan Syahril.

(Terimakasih untuk kalian semua) balasan Iqbal.

Dan Syahril memberitahu semua rencananya sama Adit dan Saka melalui voice note.

🍁🍁🍁🍁🍁

Sore harinya, Anwar bersama Nadin datang ke rumah Vina. Kebetulan Saka baru sampai menjemput pakaian kotor milik pelanggan.

"Mana Vina?" tanya Nadin. Dia memang nggak pernah memanggil Vina dengan embel-embel Mbak atau semacamnya.

"Siapa?" tanya Saka.

"Bunda mu, Vina kemana?" tanya Anwar.

"Tolong kasih tau, kami datang kesini. Ada keperluan." kata Anwar lagi.

"Ada apa?" tanya Vina yang mendengarkan suara orang-orang bicara diluar.

"Eh itu jandamu Mas." ejek Nadin. Sambil menunjukkan dengan dagu.

"Vina, minggu depan jangan lupa ke rumah ya. Sekalian kamu ajak anak-anak. Untuk acara syukuran 7 bulanan aku. Jangan lupa datang. Atau kalau kamu masih sakit hati atau belum bisa move on dari Mas Anwar sih nggak usah datang. Biar hatinya gak makin panas nantinya, melihat kebahagian kami." papar Nadin panjang lebar.

"Sudahkan? Jadi kalian bisa pulang!" tegas Saka.

"Hey, kok nggak ada sopan santunnya sih sama orangtuamu. Memangnya Bunda mu tidak mengajarimu ya." tuduh Anwar.

"Bundaku sudah mengajariku sopan santun, sampai dia juga mengajarkan jangan pernah main tangan sama sesama makhluk. Apalagi itu perempuan. Jangan menyakiti hati sesama makhluk. Apalagi itu seorang istri. Dia sudah mengajarkan banyak hal sama kami." jelas Saka, dia geram melihat Ayahnya. Yang selalu menuduh Bundanya, jika dia dan Adit yang salah.

Anwar tanpa sadar menamp*r Saka, dia marah mendengar perkataan anaknya, itu membuat Nadin tersenyum puas. Dan membuat Vina terkejut.

"Kamu ya." tunjuk Anwar pada Saka.

"Beraninya kamu menyakiti anakku." potong Vina berteriak.

Vina menamp*r balik Anwar, dan tentu saja itu membuat Anwar terkejut. Pasalnya selama ini dia yang selalu menyakiti Vina. Tetapi Vina tidak pernah melawan, ataupun membalas.

Saat Anwar ingin membalas tamparan Vina, tetapi ditahan oleh Iqbal. Dia malah menonj*k perut Anwar. Anwar tersungkur. Dan Nadin berteriak dengan kencangnya. Saat Anwar berdiri, dia mau menghajar balik Iqbal. Tetapi para tetangga yang mendengarkan keributan menghampiri. Mereka memisahkan Anwar yang hendak melawan Iqbal.

"Tolong ibu-ibu bapak-bapak mengusirnya. Tadi saya lihat dia mau mencelakai Bu Vina." jelas Iqbal.

"Bohong, mereka mau menyakiti kandunganku, makanya suamiku marah."Fitnah Nadin.

"Dia mantan istri suamiku, dia nggak terima kalau kami bahagia dengan kehamilanku." teriak Nadin lagi.

Ibu-ibu berbisik, sebagian percaya dengan ucapan Nadin dan memandang sinis Vina. Sebagian lagi nggak percaya sama sekali. Karena selama mereka bertetangga Vina termasuk orang baik.

"Jangan begitu Bu Vina, bagaimanapun anak yang dikandung Ibu ini tidak bersalah." ujar Ibu-ibu yang mempercayai ucapan Nadin.

"Nggak mungkinlah Bu Vina kayak gitu, selama ini dia kan orangnya baik. Gak neko-neko lagi." bela ibu-ibu lainnya.

"Nggak usah didengerin Bu, semua itu fitnah. Dia Ayahku. Dan ini istri barunya. Hasil dari merebut Ayahku dari Bundaku. Tadi Ayah marah padaku, terus nampar aku. Makanya Bunda pun marah." jelas Saka.

"Uuuuu." teriak ibu-ibu.

"Cantik-cantik ternyata pelakor." kata Ibu-ibu.

"Usir aja mereka Pak." sahut Ibu-ibu lainnya.

Anwar dan Nadin akhirnya pergi, mereka dipermalukan oleh ibu-ibu. Bahkan ada yang merekam aksi mereka. Namun, Vina meminta agar jangan ada yang upload ke media sosial manapun. Karena bagaimanapun Anwar tetaplah Ayah dari anak-anaknya.

"Terimakasih ya Mas, karena sudah melindungi aku tadi." ucap Vina sambil membersihkan luka pada bibir Saka.

"Sama-sama. Tadi kebetulan aja Mas datang. Oya malam nanti, Mas mau ajak kamu untuk dinner. Bisakah?" pinta Iqbal.

"Bunda pergilah, jarang-jarangkan Bunda pergi makan malam." ucap Saka.

"Baiklah." putus Vina.

"Jam 7 malam kamu siap-siap ya. Nanti kamu pakai baju yang ini." Sambil menyerahkan paper bag oleh Iqbal.

🍁🍁🍁🍁🍁

Setelah bersiap-siap, Vina menunggu kedatangan Iqbal dengan hati deg degan. Pasalnya, ini pertama kalinya mereka keluar berdua saja. Walaupun Vina sudah mengetahui bahwa dia adalah Kakaknya di panti, tetapi Vina tetap merasa sungkan dan menjaga marwahnya sebagai seorang wanita.

Tidak lama kemudian Iqbal datang dengan mobilnya, Vina langsung keluar di antar Saka sampai pintu depan.

"Gak usah tegang gitu Bun, bawa santai aja." canda Saka. Pasalnya dari tadi Bundanya melihat jam yang melingkar ditangannya.

Vina memakai baju gamis warna putih BW, dipadukan hijab warna mocca serta kalung kecil bermotif kupu-kupu. Binatang kesukaannya dulu saat di panti. Karena Vina, ingin bebas seperti kupu-kupu yang berada di taman panti saat itu. Sedangkan Iqbal memakai baju kemeja putih, celana mocca dan jas mocca.

Tidak lama kemudian, mereka sampai di tempat yang dituju. Vina takjub melihat keindahan laut saat malam hati. Begitu indah. Ditepi pantai, ada sebuah meja kecil dengan 2 kursi. Jalan menuju meja tersebut dihiasi lampu kerlap-kerlip dan bertaburkan mawar merah.

Di atas meja, ada sebuah buket mawar yang sangat indah. Saat mereka duduk. Pelayan datang membawakan mi goreng. Makanan yang dulu, begitu disukai Vina, beserta minumannya.

"Mi goreng?" tanya Vina.

"Apakah kesukaanmu telah berubah?" tanya Iqbal.

Vina tertawa begitu lepas. Dia tidak menduga kalau Iqbal masih mengingat tentang dirinya. Mulai dari kupu-kupu sampai makanan kesukaannya.

Terpopuler

Comments

Dewi Dama

Dewi Dama

bagus jln cerita nya thor...tdk ber tele2...terimksih...

2024-01-01

0

Ani Khadijah

Ani Khadijah

Vina bahagia Ahir nya.

2023-12-24

1

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

iklan dulu ya thor

2023-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bercerailah, Bunda
2 Pingsannya Vina
3 Menyerah lah
4 Kembalinya Nadin
5 episode 5
6 pertemuan kembali
7 Ceraikan aku
8 Bercerai
9 Episode 9
10 episode 10
11 episode 11
12 episode 12
13 episode 13
14 episode 14
15 Persiapan lamaran
16 maukah jadi pendampingku?
17 episode 17
18 episode 18
19 episode 19
20 episode 20
21 episode 21
22 Akhirnya sah
23 Gadis itu.
24 episode 24
25 episode 25
26 episode 26
27 episode 27
28 episode 28
29 episode 29
30 episode 30
31 episode 31
32 Episode 32
33 episode 33
34 episode 34
35 episode 35
36 episode 36
37 episode 37
38 episode 38
39 Episode 39
40 episode 40
41 episode 41
42 episode 42
43 episode 42
44 Episode 44
45 Permintaan Adit
46 kenangan masa lalu
47 episode 47
48 Mulainya karma untuk Nadin
49 episode 49
50 episode 50
51 episode 51
52 episode 52
53 Hukuman untuk Anwar
54 episode 54
55 episode 55
56 Meninggalnya, Bu Fatma.
57 Anwar menyesal
58 Saka bertemu keluarga Gina
59 Persahabatan Gina dan Intan
60 Gina bertemu Vina
61 Cinta yang terpendam
62 episode 62
63 Anwar, manfaatkan situasi
64 Anwar, menemui anak-anaknya
65 Bertemu masa lalu
66 episode 66
67 Hilangnya Vina
68 episode 68
69 Kesetiaan Intan
70 episode 70
71 Pelajaran untuk Anwar
72 Penyesalan Anwar
73 Benarkah, Anwar Menyesal?
74 Sisi Lain Tiara
75 Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76 Langkah Pertama Dari Adit
77 Akhirnya ...
78 Ingin melihat kesungguhan mu
79 episode 79
80 Episode 80
81 Akhirnya, Ketahuan Juga
82 Rencana Nadin
83 Akhirnya Sah
84 Andai Kita Bercerai
85 Lakukan Lah
86 Menyelidiki
87 Episode 87
88 Kebaikan Adit
89 Kisah Intan
90 Episode 90
91 Ketahuan
92 Sasa Melahirkan
93 Niat Baru Nadin
94 Maafkan Ayah! Benarkah?
95 Dituduh Pelakor
96 Kemarahan Adit
97 Tentang Bara dan Sasa
98 Pengakuan Karin
99 Episode 99
100 episode 100
101 episode 101
102 Yuk, Pacaran
103 Episode 103
104 Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105 Burhan dan Anita
106 Anita Dan Burhan 2
107 Pernikahan Adit
108 ekstra part
109 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bercerailah, Bunda
2
Pingsannya Vina
3
Menyerah lah
4
Kembalinya Nadin
5
episode 5
6
pertemuan kembali
7
Ceraikan aku
8
Bercerai
9
Episode 9
10
episode 10
11
episode 11
12
episode 12
13
episode 13
14
episode 14
15
Persiapan lamaran
16
maukah jadi pendampingku?
17
episode 17
18
episode 18
19
episode 19
20
episode 20
21
episode 21
22
Akhirnya sah
23
Gadis itu.
24
episode 24
25
episode 25
26
episode 26
27
episode 27
28
episode 28
29
episode 29
30
episode 30
31
episode 31
32
Episode 32
33
episode 33
34
episode 34
35
episode 35
36
episode 36
37
episode 37
38
episode 38
39
Episode 39
40
episode 40
41
episode 41
42
episode 42
43
episode 42
44
Episode 44
45
Permintaan Adit
46
kenangan masa lalu
47
episode 47
48
Mulainya karma untuk Nadin
49
episode 49
50
episode 50
51
episode 51
52
episode 52
53
Hukuman untuk Anwar
54
episode 54
55
episode 55
56
Meninggalnya, Bu Fatma.
57
Anwar menyesal
58
Saka bertemu keluarga Gina
59
Persahabatan Gina dan Intan
60
Gina bertemu Vina
61
Cinta yang terpendam
62
episode 62
63
Anwar, manfaatkan situasi
64
Anwar, menemui anak-anaknya
65
Bertemu masa lalu
66
episode 66
67
Hilangnya Vina
68
episode 68
69
Kesetiaan Intan
70
episode 70
71
Pelajaran untuk Anwar
72
Penyesalan Anwar
73
Benarkah, Anwar Menyesal?
74
Sisi Lain Tiara
75
Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76
Langkah Pertama Dari Adit
77
Akhirnya ...
78
Ingin melihat kesungguhan mu
79
episode 79
80
Episode 80
81
Akhirnya, Ketahuan Juga
82
Rencana Nadin
83
Akhirnya Sah
84
Andai Kita Bercerai
85
Lakukan Lah
86
Menyelidiki
87
Episode 87
88
Kebaikan Adit
89
Kisah Intan
90
Episode 90
91
Ketahuan
92
Sasa Melahirkan
93
Niat Baru Nadin
94
Maafkan Ayah! Benarkah?
95
Dituduh Pelakor
96
Kemarahan Adit
97
Tentang Bara dan Sasa
98
Pengakuan Karin
99
Episode 99
100
episode 100
101
episode 101
102
Yuk, Pacaran
103
Episode 103
104
Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105
Burhan dan Anita
106
Anita Dan Burhan 2
107
Pernikahan Adit
108
ekstra part
109
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!