Kembalinya Nadin

"Wiiihhh,,, cantik. Boleh ni digoda" canda Boy.

Anwar langsung tersadar, setelah mendengar ucapan temannya.

"Jangan macam-macam, dia temen aku." larang Anwar.

Karena Anwar tau, seberapa playboy nya Boy. Padahal dia juga sudah mempunyai 2 istri.

Anwar bangkit menuju meja Nadin, yang tak jauh dari tempatnya.

"Hai, boleh aku duduk disini?" sapa Anwar.

Nadin, tertegun. Pasalnya Anwar, lelaki yang sangat dirindukan kembali berjumpa. Dulu, dia meninggalkan Anwar, karena dia telah dijodohkan sama orang tuanya dengan kerabat jauhnya.

"Mas Anwar? Duduk Mas. Apa kabar?" tanya Nadin.

"Silahkan Mas, silahkan duduk." lanjut Nadin lagi.

"Mas apa kabar?" ulang Nadin.

"Baik, kamu apa kabar Nana.?" tanya Anwar.

Nadin terkejut, karena Anwar masih memanggilnya dengan Nana. Nana, cuma panggilan spesial dari Anwar.

"Baik juga Mas." jawab Nadin.

"Maaf" lirih Nadin, dengan mata berkaca-kaca. Karena harapannya untuk bertemu Anwar terwujud.

Sebenarnya selama ini jauh di lubuk hati Nadin, dia masih menyimpan nama Anwar. Dia masih berharap suatu saat nanti bisa bersama-sama dengan Anwar. Apalagi setelah bercerai. Ke inginan nya semakin kuat. Dia berharap bisa bertemu dengan Anwar. Namun dia malu, karena dia sadar. Dialah yang meninggalkan Anwar saat itu.

"Hei, kenapa?" lirih Anwar lembut sambil menyentuh tangan Nadin.

"Maaf, aku yang dulu meninggalkanmu." ucap Nadin. Air matanya berjatuhan. Mungkin dia terharu, ataupun bahagia. Karena bisa berjumpa dengan Anwar.

"Kamu nggak salah, yang salah orangtuamu. Jadi, jangan lagi bersedih. Oke." kata Anwar.

"Aku, sudah cerai. Dia yang jadi pilihan orangtuaku tak sebaik yang kukira. Dia terbukti berselingkuh." Adu Nadin. Air matanya berjatuhan.

"Yang lalu biarlah berlalu, kamu jangan sedih lagi oke." kata Anwar sambil menyapu pipi mulus Nadin.

"Bro, kami balik duluan ya. Bini udah nelpon terus" kata Boy datang ke meja Anwar.

"Ingat istri di rumah." bisik Ilham. Tanpa di dengar Nadin.

Tanpa berkenalan dengan Nadin mereka berlalu. Toh nanti mereka juga akan tau siapa perempuan yang di samperin sama temannya itu.

"Bro, kira-kira itu cewek siapa sih? Apa mungkin mantannya? Dulu sebelum Anwar kerja di kecamatan dengar-dengar dia setengah gila karena ditinggalin cewek. Apa jangan-jangan itu ceweknya?" Tanya Boy sama Ilham.

"Mungkin saja, firasat ku mengatakan kalau Anwar masih cinta sama tuh cewek. Tadi, kamu lihat bagaimana dia perhatian." kata Boy.

"Biarkan saja, kita nggak ikut campur urusan orang lain." sambung Ilham lagi.

Sementara itu, Vina di rumah memikirkan perkataan anak-anaknya. Haruskah dia berpisah dari suaminya? Sanggupkah dia menghidupi anak-anaknya, sedangkan selama menikah dengan Anwar dia tidak lagi bekerja. Bahkan untuk seorang sahabat pun dia nggak ada. Dia cuma mempunyai tetangga-tetangganya. Tetapi mereka pun sama sepertinya. Tidak bekerja.

"Ya Allah, tunjukkanlah jalan terbaik untuk hubungan kami, kembalikan cinta suamiku hanya untukku. Kembalikanlah sifat lemah lembutnya seperti dulu." doa Vina.

🍁🍁🍁🍁🍁

Sudah lima bulan semenjak pertemuan di kafe, Anwar dan Nadin bertukar nomor wa, dan saling menghubungi. Anwar seperti jatuh cinta kembali dengan adanya Nadin. Saat di rumah dia tidak lagi memuk*l atau memaki Vina istrinya. Tetapi, dia berubah dingin. Makanan yang telah Vina siapkan tak pernah di sentuh. Yang ada dia terlalu sibuk dengan handphonenya.

Bahkan Vina, menduga kalau suaminya lagi dekat dengan seseorang. Karena, belakangan ini suaminya terlihat lebih bahagia, dan tak pernah menyentuhnya sama sekali. Padahal, dulu walaupun dia memuk*l Vina. Tetapi untuk urusan nafsu selalu tersalurkan.

"Mas, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Vina, sambil meletakkan secangkir kopi. Mereka sekarang berada di teras depan.

"Hem" gumam Anwar. Tanpa menoleh pada Vina. Matanya sedang fokus ke layar handphone.

"Bisakah kita kembali seperti dulu?" tanya Vina ragu.

Anwar menoleh pada Vina, dan meletakkan handphonenya di atas paha.

" Sekarang aku bertanya, bisakah kau memberikan aku seorang anak perempuan?" Tanya Anwar balik.

"Jika kau bisa memberiku anak perempuan, maka kita akan seperti dulu." lanjut Anwar.

Vina terdiam, pasalnya setelah beberapa kali keguguran dia tak pernah merasakan hamil lagi. Padahal dia selalu mengkonsumsi jamu dan obat yang diresepkan dokter.

"Kenapa? Nggak bisa kan?" pasti Anwar

"Sebenarnya aku pertahankan kamu, karena aku kasihan sama kamu. Kalau aku nggak ada kamu mau tinggal dimana? Kamu saudara gak ada, orang tua juga nggak ada. Tinggal di tempat kost Adit anakmu itu? Memangnya kalian bisa bayar?" sindir Anwar lagi.

Mendengar perkataan Anwar, tanpa bisa di cegah air mata Vina berjatuhan. Sekarang Vina sadar. Jika, Anwar sudah tidak mencintainya lagi.

Vina bersyukur, karena anak-anak tidak di rumah. Jika Adit atau Saka mendengar perkataan Ayahnya. Pasti mereka akan sangat kecewa kepada Anwar.

Semenjak Vina pingsan. Adit dan Saka memutuskan untuk tinggal bersama Bundanya lagi. Tadinya anak-anak berfikir bahwa dengan adanya mereka sikap tempramental Ayahnya. sudah hilang. Makanya mereka berani meninggalkan Bundanya.

"Tidakkah Mas masih mencintaiku" tanya Vina sambil menatap mata Anwar.

Sejenak, mata mereka bertemu. Sebenarnya Anwar masih mencintai Vina. Tetapi, keinginannya untuk memiliki anak perempuan begitu kuat. Apalagi Ibunya selalu mengatakan anak perempuan itu sama pentingnya seperti tabungan masa tau kelak.

"Aku keluar, kamu tidur aja. Jangan tunggu aku. Mungkin malam ini aku tidur di rumah Ibu." tegas Anwar.

"Oo ya, kamu jangan dandan lagi seperti semalam. Karena kedepannya aku tidur di kamar tamu." sambungnya lagi.

Setelah kepergian Anwar, Vina menangis. Padahal semalam dia ingin bermanja-manja dengan suaminya. Vina berfikir mungkin jika dia berdandan maka dia bisa menggoda lagi suaminya.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Mas, kok kesini nggak kasih kabar sih. Kalo Nana tau Mas kesini pasti Nana masakin dan dandan yang cantik." Ucap Nadin dengan suara manja.

Anwar datang ke apartemennya Nadin, dia rindu dengan pujaan hatinya.

"Kamu gak dandan aja udah cantik Nana." kata Anwar sambil mencubit hidup Nadin gemas.

"Kamu masak apa? Aku lapar." Sambung Anwar. Sambil memeluk pinggang ramping Nadin.

"Memangnya Istrimu nggak masak Mas? Aku cuma masak rendang sama goreng ayam kesukaanmu." bisik Nadin ditelinga Anwar dan menggigitnya.

"Kamu nakal, sekarang aku mau makan kamu lebih dulu." kata Anwar tertawa.

Dan mereka melakukan perbuatan yang tidak seharusnya.

Terimong gaseh

saleum dari pidie 🙏

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Cobalah untk mandiri Vin...kmu terbiasa di panti hrsnya kmu lebih strong...coba cri kerja entah di toko atau apalah...mandiri secara finansial...jgan mikir gaji besar dulu tpi asah kemampuanmu untuk bisa mahir dn cekatan...itu bisa dipelajari tnpa hrs pny IQ tinggi tpi krn terbiasa...Semangat Vina 💪💪💪💪

2025-03-12

0

kimiatie

kimiatie

Nadin tidak mahu suaminya kerana selingkuh sekarang dia yang jadi pelakor😂😂

2025-02-24

1

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

Vina yg Viral ...

2025-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bercerailah, Bunda
2 Pingsannya Vina
3 Menyerah lah
4 Kembalinya Nadin
5 episode 5
6 pertemuan kembali
7 Ceraikan aku
8 Bercerai
9 Episode 9
10 episode 10
11 episode 11
12 episode 12
13 episode 13
14 episode 14
15 Persiapan lamaran
16 maukah jadi pendampingku?
17 episode 17
18 episode 18
19 episode 19
20 episode 20
21 episode 21
22 Akhirnya sah
23 Gadis itu.
24 episode 24
25 episode 25
26 episode 26
27 episode 27
28 episode 28
29 episode 29
30 episode 30
31 episode 31
32 Episode 32
33 episode 33
34 episode 34
35 episode 35
36 episode 36
37 episode 37
38 episode 38
39 Episode 39
40 episode 40
41 episode 41
42 episode 42
43 episode 42
44 Episode 44
45 Permintaan Adit
46 kenangan masa lalu
47 episode 47
48 Mulainya karma untuk Nadin
49 episode 49
50 episode 50
51 episode 51
52 episode 52
53 Hukuman untuk Anwar
54 episode 54
55 episode 55
56 Meninggalnya, Bu Fatma.
57 Anwar menyesal
58 Saka bertemu keluarga Gina
59 Persahabatan Gina dan Intan
60 Gina bertemu Vina
61 Cinta yang terpendam
62 episode 62
63 Anwar, manfaatkan situasi
64 Anwar, menemui anak-anaknya
65 Bertemu masa lalu
66 episode 66
67 Hilangnya Vina
68 episode 68
69 Kesetiaan Intan
70 episode 70
71 Pelajaran untuk Anwar
72 Penyesalan Anwar
73 Benarkah, Anwar Menyesal?
74 Sisi Lain Tiara
75 Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76 Langkah Pertama Dari Adit
77 Akhirnya ...
78 Ingin melihat kesungguhan mu
79 episode 79
80 Episode 80
81 Akhirnya, Ketahuan Juga
82 Rencana Nadin
83 Akhirnya Sah
84 Andai Kita Bercerai
85 Lakukan Lah
86 Menyelidiki
87 Episode 87
88 Kebaikan Adit
89 Kisah Intan
90 Episode 90
91 Ketahuan
92 Sasa Melahirkan
93 Niat Baru Nadin
94 Maafkan Ayah! Benarkah?
95 Dituduh Pelakor
96 Kemarahan Adit
97 Tentang Bara dan Sasa
98 Pengakuan Karin
99 Episode 99
100 episode 100
101 episode 101
102 Yuk, Pacaran
103 Episode 103
104 Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105 Burhan dan Anita
106 Anita Dan Burhan 2
107 Pernikahan Adit
108 ekstra part
109 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bercerailah, Bunda
2
Pingsannya Vina
3
Menyerah lah
4
Kembalinya Nadin
5
episode 5
6
pertemuan kembali
7
Ceraikan aku
8
Bercerai
9
Episode 9
10
episode 10
11
episode 11
12
episode 12
13
episode 13
14
episode 14
15
Persiapan lamaran
16
maukah jadi pendampingku?
17
episode 17
18
episode 18
19
episode 19
20
episode 20
21
episode 21
22
Akhirnya sah
23
Gadis itu.
24
episode 24
25
episode 25
26
episode 26
27
episode 27
28
episode 28
29
episode 29
30
episode 30
31
episode 31
32
Episode 32
33
episode 33
34
episode 34
35
episode 35
36
episode 36
37
episode 37
38
episode 38
39
Episode 39
40
episode 40
41
episode 41
42
episode 42
43
episode 42
44
Episode 44
45
Permintaan Adit
46
kenangan masa lalu
47
episode 47
48
Mulainya karma untuk Nadin
49
episode 49
50
episode 50
51
episode 51
52
episode 52
53
Hukuman untuk Anwar
54
episode 54
55
episode 55
56
Meninggalnya, Bu Fatma.
57
Anwar menyesal
58
Saka bertemu keluarga Gina
59
Persahabatan Gina dan Intan
60
Gina bertemu Vina
61
Cinta yang terpendam
62
episode 62
63
Anwar, manfaatkan situasi
64
Anwar, menemui anak-anaknya
65
Bertemu masa lalu
66
episode 66
67
Hilangnya Vina
68
episode 68
69
Kesetiaan Intan
70
episode 70
71
Pelajaran untuk Anwar
72
Penyesalan Anwar
73
Benarkah, Anwar Menyesal?
74
Sisi Lain Tiara
75
Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76
Langkah Pertama Dari Adit
77
Akhirnya ...
78
Ingin melihat kesungguhan mu
79
episode 79
80
Episode 80
81
Akhirnya, Ketahuan Juga
82
Rencana Nadin
83
Akhirnya Sah
84
Andai Kita Bercerai
85
Lakukan Lah
86
Menyelidiki
87
Episode 87
88
Kebaikan Adit
89
Kisah Intan
90
Episode 90
91
Ketahuan
92
Sasa Melahirkan
93
Niat Baru Nadin
94
Maafkan Ayah! Benarkah?
95
Dituduh Pelakor
96
Kemarahan Adit
97
Tentang Bara dan Sasa
98
Pengakuan Karin
99
Episode 99
100
episode 100
101
episode 101
102
Yuk, Pacaran
103
Episode 103
104
Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105
Burhan dan Anita
106
Anita Dan Burhan 2
107
Pernikahan Adit
108
ekstra part
109
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!