Ceraikan aku

Vina terkejut mendengar pengakuan Nadin, dia menatap Anwar dengan mata kaca-kaca.

"Benarkah?" tanya Vina.

"Kamu cepat pergi dari sini wanita sial*n" teriak Adit.

"Asal kamu tau Vina, aku dan suamimu telah dekat sejak beberapa bulan, dia nyaman sama aku. Dan kami akan segera menikah. Tentu saja aku bisa memberinya anak perempuan yang cantik. Apalagi umurku lebih muda dibandingkan kamu." Nadin tersenyum cemooh.

Adit langsung menampar Nadin, dan menyuruh Saka untuk membawa Vina masuk ke dalam.

Saat ini suasana hampir magrib, jadi para tetangga sudah masuk ke dalam rumahnya masing-masing.

Saka memaksa Bundanya masuk, sedangkan Adit menarik tangan Nadin, agar segera menjauh dari rumahnya. Anwar malah mengejar Nadin yang ditarik Adit. Dia takut jika kekasihnya diapa-apakan oleh Adit. Karena, dia tau jika Adit sedang marah maka dia tidak membedakan laki-laki atau perempuan. Apalagi jika menyangkut Bundanya.

Vina yang melihat Anwar memilih mengejar Nadin, dari pada menenangkannya, sakit hati, sekarang dia sudah tau pasti jika suaminya main belakang sama perempuan lain. Buka sekedar kecurigaannya saja.

Adit masih menarik Nadin, yang nggak mau pergi dari rumahnya. Nadin berniat memberi tahu Vina juga mau beri bukti foto-foto atau video selama dia bersama Anwar. Supaya nanti Vina bisa menuntut cerai dari Anwar. Karena jika mengharap Anwar yang menceraikan Vina, pasti butuh waktu yang lama. Dia takut jika nanti Anwar kembali pada Vina yang memang masih berstatus istri sah.

"Cukup ya jalang" peringat Adit.

"Jika nanti Bundaku kenapa-kenapa kamu orang pertama yang aku cari" lanjut Adit.

Nadin, yang melihat Anwar berlari menuju tempatnya malah nangis.

"Mas, anakmu ini kasar banget. Tanganku sakit Mas" rengek Nadin.

Anwar yang melihat tangan kekasihnya merah pun marah.

"Adit, minta maaf sama tante Nadin." perintah Anwar membuat Nadin tersenyum senang karena dapat pembelaan.

"Minta maaf? Nggak salah? Kalian minta maaf gak sama Bunda?" tekan Adit.

"Aku ingatkan ya pak Anwar, sudah cukup anda membuat Bundaku menangis, kami pikir bisa memberimu kesempatan untuk tidak memberi tahu Bunda tentang kejadian di alun-alun. Tapi dengan bodohnya wanita mu yang mengaku sendiri." kata Adit.

"Jaga ucapan mu ya." tekan Nadin. Dia marah karena dikatakan bodoh.

"Adit, tolong kamu masuk dulu ya!" pinta Anwar, memelas. Dia mau menyelesaikan masalahnya dengan Nadin.

Adit langsung masuk, karena dia teringat akan Bundanya.

Setelah memastikan Adit masuk dan menutup pintu. Anwar menarik Nadin menuju mobilnya. Dia ingin membawa kekasihnya menjauh dari rumah.

"Kamu nggak apa-apa" tanya Anwar setelah mobilnya agak jauh.

"Sakit Mas" rengek Nadin.

"Kamu juga, ngapain ke rumah segala. Aku kan udah bilang sabar Na!" kata Anwar. Sebenarnya dia mau marah. Tetapi melihat pipi dan lengan Nadin dia jadi nggak tega.

"Mas, aku cinta sama Mas, aku nggak mau kehilangan Mas untuk ke dua kalinya. Ini semua aku lakuin supaya Mas jadi milik aku seorang." ucap Nadin.

Anwar tersentuh dengan pengakuan Nadin, dia merasa diperjuangkan.

"Kita ke apartment ya." kata Anwar pada Nadin yang masih menangis.

Sementara itu Vina di rumah menangis di pelukan Saka. Dia tidak menyangka akan di pertemukan dengan sosok selingkuhan suaminya. Walaupun dia telah menduga dan meng sugesti dirinya agar siap. Tetapi pada kenyataannya tetaplah sakit.

"Maafkan Bunda nak, maafkan Bunda yang telah mengabaikan permintaan kalian untuk bercerai. Maafkan Bunda." ucap Vina pada anak-anaknya.

"Bunda jangan sedih Adik sama Abang akan melindungi Bunda, apapun yang terjadi." ucap Saka.

"Maukah Bunda berpisah sama Ayah?" tanya Adit.

"Biarkan Bunda sendiri dulu. Tolong kalian kunci semua pintu. Pasti Ayah gak pulang malam ini." ujar Vina sambil berlalu masuk kamar.

Vina memantapkan hatinya untuk berpisah dari Anwar, besok dia akan meminta cerai. Jika fisik dia mampu menahannya. Tapi batin dia nggak bakalan sanggup. Apalagi selingkuhannya cinta pertamanya. Dia lebih cantik juga seksi, serta dia mempunyai keluarga dan harta yang bisa di banggakan oleh mertuanya

🍁🍁🍁🍁🍁

"Bro, tolong kamu cari tau tentang wanita yang ada difoto ini" kata Iqbal sama sahabatnya Syahril. Sekarang mereka lagi di kantin Rumah sakit tempat Iqbal bekerja.

"Ini Vina?" Tanya Syahril. Syahril, juga berasal dari panti asuhan Kasih Sayang. Dulu dia dan Iqbal dapat beasiswa untuk sekolah di kota. Saat kuliah Iqbal mengambil jurusan kedokteran sedangkan Syahril tidak melanjutkan kuliah. Karena, dulu dia berfikir jika mencari uang lebih penting dari pada cari ilmu. Sekarang dia bekerja sebagai detektif Serta menjadi bodyguard bayaran.

"Bukan, dia wanita yang merusak rumah tangga Vina." jawab Iqbal.

"Jadi, kamu sudah ketemu sama Vina? Emang ya jodoh nggak kemana. Dulu aja ngelarang gue untuk cari tau tentang Vina. Eeh tau-taunya sekarang malah udah bantuin rumah tangga Vina." ejek Syahril.

"Biarin aja rumah tangganya rusak, terus kamu bisa deh deketin Vina nya lagi." bujuk syahril menaik turunkan alisnya.

"Gue, mau ngelindungi Vina, bukan mau rusak kebahagiaan Vina." tegas Iqbal.

"Gue mau masuk dulu, udah habis jam istirahat. Jangan lupa ya, cari tau secepatnya." ucap Iqbal.

🍁🍁🍁🍁🍁

Setelah kejadian semalam, Anwar memutuskan untuk meminta izin kepada Vina supaya bisa menikahi Nadin. Karena, Nadin pun akhirnya setuju untuk menjadi yang ke dua. Tetapi dia mau pernikahannya Sah secara agama.

Sampai di rumah, anak-anak sudah ke sekolah. Vina masih berada di ranjang dengan selimut tebalnya. Sebenarnya hatinya perih melihat keadaan Vina.

"Vin, kamu sakit?" tanya Anwar sambil menyentuh dahi Vina.

Vina yang malas meladeni Anwar memilih diam, padahal dia sudah tau Anwar pulang karena terdengar suara mobil.

"Vin, aku mau ngomong sesuatu." jeda Anwar. Melihat ada pergerakan dari Vina .

"Berhubung kamu sudah tau hubunganku dengan Nadin. Aku mau minta izin kamu untuk nikah sama Nadin Vin. Aku janji nggak akan nyakitin kamu lagi. Dan aku juga janji akan membagi waktu secara adil." lanjut Anwar.

"Kamu izinin aku kan Vin?" tanya Anwar lagi.

Melihat Vina yang diam saja, Anwar tersulut emosi.

"Kamu dengar apa nggak?" teriak Anwar.

"Aku sudah berusaha minta izin baik-baik Vina, aku ini suamimu. Setidaknya tolong patuhi aku." bentak Anwar lagi.

Vina diam saja, dia hanya menangis. Sakit, karena Anwar bukan memberi penjelasan kenapa dia selingkuh atau dimana letak kekurangannya. Tetapi malah minta izin menikah lagi.

"Vina" teriak Anwar sambil menarik pundak Vina agar dia duduk.

"Ceraikan aku, maka kamu bisa menikahi Vina" kata Vina lantang.

Anwar menampar Vina, dia marah mendengarkan kata cerai dari Vina.

Terpopuler

Comments

Dewi Dama

Dewi Dama

kok yg di tampar vina sama adit..bingung...

2024-01-01

1

Jihan Putri

Jihan Putri

ngapain sih vin suami kaya gt di pertahanin cerai ajalah toh masih ada Dr iqbal

2023-12-27

0

Neneng Liauw

Neneng Liauw

gw seh gak menyalahkan s Anwar, s Vina nya az yg goblok masih mau bertahan dgn alasan anak.
prettt lahh.

2023-12-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bercerailah, Bunda
2 Pingsannya Vina
3 Menyerah lah
4 Kembalinya Nadin
5 episode 5
6 pertemuan kembali
7 Ceraikan aku
8 Bercerai
9 Episode 9
10 episode 10
11 episode 11
12 episode 12
13 episode 13
14 episode 14
15 Persiapan lamaran
16 maukah jadi pendampingku?
17 episode 17
18 episode 18
19 episode 19
20 episode 20
21 episode 21
22 Akhirnya sah
23 Gadis itu.
24 episode 24
25 episode 25
26 episode 26
27 episode 27
28 episode 28
29 episode 29
30 episode 30
31 episode 31
32 Episode 32
33 episode 33
34 episode 34
35 episode 35
36 episode 36
37 episode 37
38 episode 38
39 Episode 39
40 episode 40
41 episode 41
42 episode 42
43 episode 42
44 Episode 44
45 Permintaan Adit
46 kenangan masa lalu
47 episode 47
48 Mulainya karma untuk Nadin
49 episode 49
50 episode 50
51 episode 51
52 episode 52
53 Hukuman untuk Anwar
54 episode 54
55 episode 55
56 Meninggalnya, Bu Fatma.
57 Anwar menyesal
58 Saka bertemu keluarga Gina
59 Persahabatan Gina dan Intan
60 Gina bertemu Vina
61 Cinta yang terpendam
62 episode 62
63 Anwar, manfaatkan situasi
64 Anwar, menemui anak-anaknya
65 Bertemu masa lalu
66 episode 66
67 Hilangnya Vina
68 episode 68
69 Kesetiaan Intan
70 episode 70
71 Pelajaran untuk Anwar
72 Penyesalan Anwar
73 Benarkah, Anwar Menyesal?
74 Sisi Lain Tiara
75 Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76 Langkah Pertama Dari Adit
77 Akhirnya ...
78 Ingin melihat kesungguhan mu
79 episode 79
80 Episode 80
81 Akhirnya, Ketahuan Juga
82 Rencana Nadin
83 Akhirnya Sah
84 Andai Kita Bercerai
85 Lakukan Lah
86 Menyelidiki
87 Episode 87
88 Kebaikan Adit
89 Kisah Intan
90 Episode 90
91 Ketahuan
92 Sasa Melahirkan
93 Niat Baru Nadin
94 Maafkan Ayah! Benarkah?
95 Dituduh Pelakor
96 Kemarahan Adit
97 Tentang Bara dan Sasa
98 Pengakuan Karin
99 Episode 99
100 episode 100
101 episode 101
102 Yuk, Pacaran
103 Episode 103
104 Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105 Burhan dan Anita
106 Anita Dan Burhan 2
107 Pernikahan Adit
108 ekstra part
109 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bercerailah, Bunda
2
Pingsannya Vina
3
Menyerah lah
4
Kembalinya Nadin
5
episode 5
6
pertemuan kembali
7
Ceraikan aku
8
Bercerai
9
Episode 9
10
episode 10
11
episode 11
12
episode 12
13
episode 13
14
episode 14
15
Persiapan lamaran
16
maukah jadi pendampingku?
17
episode 17
18
episode 18
19
episode 19
20
episode 20
21
episode 21
22
Akhirnya sah
23
Gadis itu.
24
episode 24
25
episode 25
26
episode 26
27
episode 27
28
episode 28
29
episode 29
30
episode 30
31
episode 31
32
Episode 32
33
episode 33
34
episode 34
35
episode 35
36
episode 36
37
episode 37
38
episode 38
39
Episode 39
40
episode 40
41
episode 41
42
episode 42
43
episode 42
44
Episode 44
45
Permintaan Adit
46
kenangan masa lalu
47
episode 47
48
Mulainya karma untuk Nadin
49
episode 49
50
episode 50
51
episode 51
52
episode 52
53
Hukuman untuk Anwar
54
episode 54
55
episode 55
56
Meninggalnya, Bu Fatma.
57
Anwar menyesal
58
Saka bertemu keluarga Gina
59
Persahabatan Gina dan Intan
60
Gina bertemu Vina
61
Cinta yang terpendam
62
episode 62
63
Anwar, manfaatkan situasi
64
Anwar, menemui anak-anaknya
65
Bertemu masa lalu
66
episode 66
67
Hilangnya Vina
68
episode 68
69
Kesetiaan Intan
70
episode 70
71
Pelajaran untuk Anwar
72
Penyesalan Anwar
73
Benarkah, Anwar Menyesal?
74
Sisi Lain Tiara
75
Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76
Langkah Pertama Dari Adit
77
Akhirnya ...
78
Ingin melihat kesungguhan mu
79
episode 79
80
Episode 80
81
Akhirnya, Ketahuan Juga
82
Rencana Nadin
83
Akhirnya Sah
84
Andai Kita Bercerai
85
Lakukan Lah
86
Menyelidiki
87
Episode 87
88
Kebaikan Adit
89
Kisah Intan
90
Episode 90
91
Ketahuan
92
Sasa Melahirkan
93
Niat Baru Nadin
94
Maafkan Ayah! Benarkah?
95
Dituduh Pelakor
96
Kemarahan Adit
97
Tentang Bara dan Sasa
98
Pengakuan Karin
99
Episode 99
100
episode 100
101
episode 101
102
Yuk, Pacaran
103
Episode 103
104
Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105
Burhan dan Anita
106
Anita Dan Burhan 2
107
Pernikahan Adit
108
ekstra part
109
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!