episode 17

Pagi harinya, sebelum berangkat kerja. Anwar menyiapkan semua keperluannya sendiri. Seperti pakaian, dan tas kerjanya. Untungnya, untuk sarapan ada ART yang menyiapkannya. Sedangkan Nadin masih tidur, bahkan saat suaminya berangkat pun dia tidak pernah mengantarkannya.

Dulu, saat bersama Vina. Air hangat, pakaian, dan makanan disiapkan. Bahkan jika berangkat kerja Nadin antar kan sampai pintu depan. Dan dia pergi setelah memastikan Anwar hilang pada pandangan matanya.

Diperjalanan Anwar tanpa sadar, melajukan mobilnya ke kediaman Vina, dia menatap Vina disisi jalan seberang rumahnya. Kebetulan Vina sedang membersihkan halaman.

"Andai kamu bisa hamil anak perempuan. Pasti kebahagian kita lengkap sudah." lirik Anwar.

Setelah melihat Vina beberapa menit, itu cukup bagi Anwar untuk mengobati rasa rindunya. Anwar melanjutkan pergi ke tempat kerja.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Bunda, aku berangkat dulu. Nanti aku pulangnya telat. Karena ada les tambahan untuk anak kelas 3." ucap Saka.

"Baiklah, hati-hati ya." seru Vina, pada Saka yang menaiki sepeda motornya.

Setelah membersihkan halaman, dan menyiram tanaman. Vina hendak mandi. Karena nanti dia di jemput Syahril untuk diantarkan ke butik, untuk fitting baju pernikahannya. Sedangkan Iqbal, akan menyusul jika jam kerjanya habis di rumah sakit.

Setelah siap-siap. Vina dengan setelan celana kulot hitam baju warna pink soft beserta pasmina yang senada. Tak lupa pula di menyandang tas kecil warna hitam.

Tidak lama kemudian Syahril datang, mereka langsung berangkat ke butik langganan Anwar. Kebetulan yang punya butik kenalan Anwar.

"Mas, perasaan dulu Mas sudah tau kalau aku dari Sentosa, terus kenapa Mas nggak bilang kalo Mas juga dari sana?" tanya Vina. Sekarang mereka masih dalam perjalanan.

"Sebenarnya sih, aku ingin beritahu padamu. Tapi aku dilarang sama Iqbal. Dulu, pernah juga aku menawarkan untuk mencari tentang kamu. Tetapi Iqbal melarang, karena dia berpikir kamu sudah bahagia. Makanya, melupakan kami. Bahkan, Iqbal langsung mengenalimu." kekeh Syahril.

Pipi Vina bersemu merah, saat mendengarkan jika Iqbal langsung mengenalinya. Padahal mereka telah lama berpisah.

Saat mereka sampai di butik. Mereka langsung di sambut sama pemiliknya. Karena tadi Iqbal sudah memberitahu kedatangan calon istrinya pada temannya tersebut.

"Saya Fira, teman sekaligus pemilik butik ini." ucap Fira sambil mengulurkan tangannya.

"Saya Vina." ucap Vina menjabat tangan Fira.

"Mari kita kedalam ruangan saya, maaf Syahril kamu disini saja ya. Didalam khusus untuk para wanita." canda Fira.

"Silahkan, aku juga mau lihat-lihat dulu. Siapa tau nanti ketemu jodoh." ucap Syahril, membuat Fira dan Vina tertawa.

"Mau baju yang bagaimana?" tanya Fira.

"Saya mau yang simpel aja, karena acaranya pun cuma dihadiri orang terdekat saja. Yang penting tidak terlalu ngepas di badan saya." jelas Vina.

"Bisa aku request warna?" tanya Vina.

"Oo tentu saja bisa. Bahkan Iqbal mengatakan berikan saja semua yang anda inginkan. Walaupun yang paling mahal disini. Pasti anda sangat berharga" ucap Fira.

Vina bersemu malu mendengarkan ucapan Fira.

"Mau warna apa?" lanjut Fira

"Biru langit, itu merupakan warna kesukaan kami." ucap Vina.

"Boleh, ada tambahan lainnya." tanya Fira.

"Lainnya terserah anda. Karena saya percaya dengan anda" ucap Vina.

"Nanti diukur sama staf ya, Mbak Vina. Sekarang boleh dilihat-lihat katalog dulu. Mungkin ada model seperti keinginan Mbak Vina." ujar Fira sopan.

Setelah melihat-lihat katalog dan menentukan modelnya. Vina izin keluar sambil menunggu kedatangan Iqbal. Dia menemui Syahril yang berada di deretan baju pria.

"Syahril." panggil seorang wanita.

"Siapa wanita ini? Jangan bilang, kamu akan menikah!" seru wanita tersebut. Sambil menutup mulut.

"Dia." ucap Syahril.

"Hai, saya Rasti, temannya Syahril." potong Rasti. Sambil mengulurkan tangannya.

"Saya Vina." ucap Vina.

"Kamu manis sekali, pantesan belum nikah sampai umur segini. Padahal seleranya tinggi sekali."

Kekeh Rasti.

"Tapi dia bukan." jelas Syahril.

"Jangan lupa undangannya, sekarang kamu sombong. Mentang-mentang dapat yang manis." ucap Rasti bahagia. Karena Syahril merupakan jomblo abadi. Jangankan nikah, pacaran saja dia ogah.

"Bagaimana kabar sahabatmu? Titip salam ya, soalnya aku susah sekali mehubunginya. Kemarin saat Ibu sakit, dia datang menjenguk jika aku tidak berada didekat Ibu." gumam Rasti.

Terpopuler

Comments

Teteh Lia

Teteh Lia

vote meluncur buat Kaka author ..💪

2023-10-27

0

Erni Nofiyanti

Erni Nofiyanti

Vina KK,bukan Nadin
namanya ketuker trus

2023-09-10

0

Taufiqillah Alhaq

Taufiqillah Alhaq

🤩🤩🤩🤩

2023-08-13

2

lihat semua
Episodes
1 Bercerailah, Bunda
2 Pingsannya Vina
3 Menyerah lah
4 Kembalinya Nadin
5 episode 5
6 pertemuan kembali
7 Ceraikan aku
8 Bercerai
9 Episode 9
10 episode 10
11 episode 11
12 episode 12
13 episode 13
14 episode 14
15 Persiapan lamaran
16 maukah jadi pendampingku?
17 episode 17
18 episode 18
19 episode 19
20 episode 20
21 episode 21
22 Akhirnya sah
23 Gadis itu.
24 episode 24
25 episode 25
26 episode 26
27 episode 27
28 episode 28
29 episode 29
30 episode 30
31 episode 31
32 Episode 32
33 episode 33
34 episode 34
35 episode 35
36 episode 36
37 episode 37
38 episode 38
39 Episode 39
40 episode 40
41 episode 41
42 episode 42
43 episode 42
44 Episode 44
45 Permintaan Adit
46 kenangan masa lalu
47 episode 47
48 Mulainya karma untuk Nadin
49 episode 49
50 episode 50
51 episode 51
52 episode 52
53 Hukuman untuk Anwar
54 episode 54
55 episode 55
56 Meninggalnya, Bu Fatma.
57 Anwar menyesal
58 Saka bertemu keluarga Gina
59 Persahabatan Gina dan Intan
60 Gina bertemu Vina
61 Cinta yang terpendam
62 episode 62
63 Anwar, manfaatkan situasi
64 Anwar, menemui anak-anaknya
65 Bertemu masa lalu
66 episode 66
67 Hilangnya Vina
68 episode 68
69 Kesetiaan Intan
70 episode 70
71 Pelajaran untuk Anwar
72 Penyesalan Anwar
73 Benarkah, Anwar Menyesal?
74 Sisi Lain Tiara
75 Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76 Langkah Pertama Dari Adit
77 Akhirnya ...
78 Ingin melihat kesungguhan mu
79 episode 79
80 Episode 80
81 Akhirnya, Ketahuan Juga
82 Rencana Nadin
83 Akhirnya Sah
84 Andai Kita Bercerai
85 Lakukan Lah
86 Menyelidiki
87 Episode 87
88 Kebaikan Adit
89 Kisah Intan
90 Episode 90
91 Ketahuan
92 Sasa Melahirkan
93 Niat Baru Nadin
94 Maafkan Ayah! Benarkah?
95 Dituduh Pelakor
96 Kemarahan Adit
97 Tentang Bara dan Sasa
98 Pengakuan Karin
99 Episode 99
100 episode 100
101 episode 101
102 Yuk, Pacaran
103 Episode 103
104 Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105 Burhan dan Anita
106 Anita Dan Burhan 2
107 Pernikahan Adit
108 ekstra part
109 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bercerailah, Bunda
2
Pingsannya Vina
3
Menyerah lah
4
Kembalinya Nadin
5
episode 5
6
pertemuan kembali
7
Ceraikan aku
8
Bercerai
9
Episode 9
10
episode 10
11
episode 11
12
episode 12
13
episode 13
14
episode 14
15
Persiapan lamaran
16
maukah jadi pendampingku?
17
episode 17
18
episode 18
19
episode 19
20
episode 20
21
episode 21
22
Akhirnya sah
23
Gadis itu.
24
episode 24
25
episode 25
26
episode 26
27
episode 27
28
episode 28
29
episode 29
30
episode 30
31
episode 31
32
Episode 32
33
episode 33
34
episode 34
35
episode 35
36
episode 36
37
episode 37
38
episode 38
39
Episode 39
40
episode 40
41
episode 41
42
episode 42
43
episode 42
44
Episode 44
45
Permintaan Adit
46
kenangan masa lalu
47
episode 47
48
Mulainya karma untuk Nadin
49
episode 49
50
episode 50
51
episode 51
52
episode 52
53
Hukuman untuk Anwar
54
episode 54
55
episode 55
56
Meninggalnya, Bu Fatma.
57
Anwar menyesal
58
Saka bertemu keluarga Gina
59
Persahabatan Gina dan Intan
60
Gina bertemu Vina
61
Cinta yang terpendam
62
episode 62
63
Anwar, manfaatkan situasi
64
Anwar, menemui anak-anaknya
65
Bertemu masa lalu
66
episode 66
67
Hilangnya Vina
68
episode 68
69
Kesetiaan Intan
70
episode 70
71
Pelajaran untuk Anwar
72
Penyesalan Anwar
73
Benarkah, Anwar Menyesal?
74
Sisi Lain Tiara
75
Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76
Langkah Pertama Dari Adit
77
Akhirnya ...
78
Ingin melihat kesungguhan mu
79
episode 79
80
Episode 80
81
Akhirnya, Ketahuan Juga
82
Rencana Nadin
83
Akhirnya Sah
84
Andai Kita Bercerai
85
Lakukan Lah
86
Menyelidiki
87
Episode 87
88
Kebaikan Adit
89
Kisah Intan
90
Episode 90
91
Ketahuan
92
Sasa Melahirkan
93
Niat Baru Nadin
94
Maafkan Ayah! Benarkah?
95
Dituduh Pelakor
96
Kemarahan Adit
97
Tentang Bara dan Sasa
98
Pengakuan Karin
99
Episode 99
100
episode 100
101
episode 101
102
Yuk, Pacaran
103
Episode 103
104
Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105
Burhan dan Anita
106
Anita Dan Burhan 2
107
Pernikahan Adit
108
ekstra part
109
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!