episode 19

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Iqbal pamit pulang. Saat Vina hendak masuk kedalam. Rasti memanggil Vina.

"Oo,,, jadi kamu tinggal disini. Rumah bekas kami dulu." ejek Rasti. Sambil memutari tubuh Vina.

"Aku kira kamu istimewa, padahal cuma dapat bekas." tekan Rasti lagi.

"Dari empat rumah Iqbal, kok kamu dapat yang paling kecil ya? Cuma tiga kamar. Bukan mendapat rumah yang ada lantai duanya." cemooh nya lagi.

Iqbal memang mempunyai empat rumah yang berbeda, satu ditempati Vina, satu ditempati dirinya dan dua lagi disewakan pada temannya yang sesama dokter. Karena kebetulan rumah tersebut dekat dengan Rumah sakit. Iqbal memiliki satu rumah yang berlantai dua, dulu dia membeli rumah tersebut untuk menjadi kado pernikahannya dengan Rasti. Tetapi malah Rasti menggugat cerainya tepat sehari sebelum ulang tahun pernikahannya. Rumah itu, baru dihuninya semenjak berpisah dengan Rasti. Dulu dia dan Rasti, tinggal di salah satu rumah yang disewakan tersebut.

"Asal kamu tau ya, selama kami menikah Iqbal sangat mencintaiku. Jadi tidak mungkin baginya untuk melupakan aku secepatnya." ungkap Rasti.

"Kamu ini, bukan tipenya Iqbal. Dia suka sama perempuan cantik, tinggi, dan juga seksi. Nggak kayak kamu." berang Rasti lagi.

"Kenapa kamu diam saja hah!" bentak Rasti, dia geram pasalnya dari tadi Vina diam saja.

"Aku lagi nungguin kamu selesai bicara. Kalau sudah, sekarang aku yang bicara, ya!" jawab Vina santai.

"Saat sebelum kamu tau, kalo aku calon istri Iqbal. Kamu muji aku loh. Manis. Aku masih ingat kok." cibir Vina.

"Untuk rumah, tenang saja sebelum nikah saja aku udah tinggal disini. Jadi kalo sudah menikah, kamu bayangkan saja dimana aku tinggal. Dan, untuk tipenya Mas Iqbal, kayaknya kamu masih ingat deh, aku cinta pertamanya. Jadi, sudah sewajarnya dong. Kalau dia, dulu lebih menyukai aku dibandingkan kamu." Jawab Vina tegas.

Rasti emosi mendengar jawaban Vina, dia hendak menampar Vina. Tapi Vina menahannya.

"Jangan berani-beraninya kamu menyentuh aku. Atau kamu akan tau akibatnya." ucap Vina tegas. Dan menghempaskan tangan Rasti.

"Kamu!" tunjuk Rasti, sambil meninggalkan rumah Vina.

🍁🍁🍁🍁🍁

Sementara itu, ditempat yang berbeda. Adit sedang duduk di kursi taman kampus. Akhirnya setelah perdebatan dengan dirinya sendiri. Dia memilih jurusan keperawatan. Dia takut jika jurusan kedokteran akan memakan biaya yang sangat banyak. Dia tidak mau menyusahkan Bundanya.

Saat dia sedang menyendiri, ada sepasang mata yang terus menatapnya dengan perasaan kagum. Adit dengan pribadi dinginnya membuat para gadis-gadis penasaran. Pasalnya ada beberapa mahasiswi yang terang-terangan mendekatinya. Adit terus terang mengatakan, jika dia ingin kuliah dengan tenang. Bukan ingin menambah masalah dengan namanya pacaran.

Padahal yang mendekatinya termasuk gadis-gadis yang berada. Tetapi Adit tetap cuek. Karena dia teringat akan pesan Bundanya. Untuk belajar yang benar.

Lain di Adit, lain si Saka. Saka seorang siswa yang berprestasi, dia dijuluki pria idaman di sekolahnya. Pasalnya selain tampan, dia juga tinggi. Saka termasuk siswa yang aktif di berbagai ekskul. Seperti voli, futsal, renang dan lainnya. Dia juga ramah pada semua orang. Tidak perduli jika itu cewek cantik, atau cewek miskin sekalipun.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Aku nggak bisa kayak gini, bagaimanapun caranya Iqbal tidak boleh menikahi Vina, aku nggak terima. Masak dia nikah dengan cewek yang lebih jelek dari aku. Ini namanya penghinaan." ucap Rasti yang mondar mandir di kamarnya.

Rasti, sekarang dia menikah dengan seorang pengusaha. Suaminya termasuk salah satu orang terkaya di kotanya. Tetapi dia selalu saja merasakan kesepian. Walaupun kaya, suaminya jarang di rumah. Dia terlalu sibuk dengan dunia bisnisnya.

Berbeda saat menikah dengan Iqbal. Walaupun sibuk Iqbal, selalu menyempatkan untuk memberi kabar kepada Rasti. Walaupun hanya sebuah pesan WA. Dan Iqbal selalu mengajak Rasti liburan di akhir pekan, walaupun hanya untuk keliling kota. Tetapi dia bahagia.

"Aku harus ke rumah sakit, ya aku harus bertemu dengan Iqbal." ucap Rasti mengambil tasnya.

Sampainya di rumah sakit, ternyata Iqbal sedang melayani pasien di poly. Jadi, Rasti memutuskan untuk menunggu di mobilnya. Karena jika dia ke rumah Iqbal. Nanti, dia takut akan di usir oleh Iqbal.

Sudah sampai siang hari, akhirnya dia melihat Iqbal keluar menuju mobilnya. Buru-buru Rasti keluar dan memanggil Iqbal.

"Mas Iqbal." panggil Rasti berteriak.

Iqbal yang mendengarkan namanya disebut, mengedarkan pandangan. Akhirnya dia tahu siapa yang memanggilnya.

"Aku ingin minta maaf untuk yang kemarin." ucap Rasti saat sudah sampai depan Iqbal.

"Oke, sudah aku maafkan." jawab Iqbal, melangkah menuju mobilnya.

"Mas, dengarkan aku dulu. Aku ingin bicara serius denganmu. Boleh?" ujar Rasti, menggenggam tangan Iqbal.

"Bicaralah, akan aku dengarkan." tegas Iqbal. Melepaskan tangan dari genggaman Rasti.

"Jangan disini, ikut aku." seru Rasti.

"Disini, atau tidak sama sekali." ucap Iqbal tegas.

"Baiklah, aku ingin kita tetap berhubungan. Jangan menikah dengan Vina. Ku mohon." rajuk Rasti.

"Kamu bukan siapa-siapaku lagi, jadi tolong jangan kau halangi urusanku." ucap Iqbal meniggalkan Rasti.

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

mantan istri yg sangat aneh

2024-01-02

0

Jihan Putri

Jihan Putri

lah gmna loe yg ninggalin dia

2023-12-27

0

Ani Khadijah

Ani Khadijah

Vina banyak sekali godaan mu .

2023-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bercerailah, Bunda
2 Pingsannya Vina
3 Menyerah lah
4 Kembalinya Nadin
5 episode 5
6 pertemuan kembali
7 Ceraikan aku
8 Bercerai
9 Episode 9
10 episode 10
11 episode 11
12 episode 12
13 episode 13
14 episode 14
15 Persiapan lamaran
16 maukah jadi pendampingku?
17 episode 17
18 episode 18
19 episode 19
20 episode 20
21 episode 21
22 Akhirnya sah
23 Gadis itu.
24 episode 24
25 episode 25
26 episode 26
27 episode 27
28 episode 28
29 episode 29
30 episode 30
31 episode 31
32 Episode 32
33 episode 33
34 episode 34
35 episode 35
36 episode 36
37 episode 37
38 episode 38
39 Episode 39
40 episode 40
41 episode 41
42 episode 42
43 episode 42
44 Episode 44
45 Permintaan Adit
46 kenangan masa lalu
47 episode 47
48 Mulainya karma untuk Nadin
49 episode 49
50 episode 50
51 episode 51
52 episode 52
53 Hukuman untuk Anwar
54 episode 54
55 episode 55
56 Meninggalnya, Bu Fatma.
57 Anwar menyesal
58 Saka bertemu keluarga Gina
59 Persahabatan Gina dan Intan
60 Gina bertemu Vina
61 Cinta yang terpendam
62 episode 62
63 Anwar, manfaatkan situasi
64 Anwar, menemui anak-anaknya
65 Bertemu masa lalu
66 episode 66
67 Hilangnya Vina
68 episode 68
69 Kesetiaan Intan
70 episode 70
71 Pelajaran untuk Anwar
72 Penyesalan Anwar
73 Benarkah, Anwar Menyesal?
74 Sisi Lain Tiara
75 Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76 Langkah Pertama Dari Adit
77 Akhirnya ...
78 Ingin melihat kesungguhan mu
79 episode 79
80 Episode 80
81 Akhirnya, Ketahuan Juga
82 Rencana Nadin
83 Akhirnya Sah
84 Andai Kita Bercerai
85 Lakukan Lah
86 Menyelidiki
87 Episode 87
88 Kebaikan Adit
89 Kisah Intan
90 Episode 90
91 Ketahuan
92 Sasa Melahirkan
93 Niat Baru Nadin
94 Maafkan Ayah! Benarkah?
95 Dituduh Pelakor
96 Kemarahan Adit
97 Tentang Bara dan Sasa
98 Pengakuan Karin
99 Episode 99
100 episode 100
101 episode 101
102 Yuk, Pacaran
103 Episode 103
104 Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105 Burhan dan Anita
106 Anita Dan Burhan 2
107 Pernikahan Adit
108 ekstra part
109 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bercerailah, Bunda
2
Pingsannya Vina
3
Menyerah lah
4
Kembalinya Nadin
5
episode 5
6
pertemuan kembali
7
Ceraikan aku
8
Bercerai
9
Episode 9
10
episode 10
11
episode 11
12
episode 12
13
episode 13
14
episode 14
15
Persiapan lamaran
16
maukah jadi pendampingku?
17
episode 17
18
episode 18
19
episode 19
20
episode 20
21
episode 21
22
Akhirnya sah
23
Gadis itu.
24
episode 24
25
episode 25
26
episode 26
27
episode 27
28
episode 28
29
episode 29
30
episode 30
31
episode 31
32
Episode 32
33
episode 33
34
episode 34
35
episode 35
36
episode 36
37
episode 37
38
episode 38
39
Episode 39
40
episode 40
41
episode 41
42
episode 42
43
episode 42
44
Episode 44
45
Permintaan Adit
46
kenangan masa lalu
47
episode 47
48
Mulainya karma untuk Nadin
49
episode 49
50
episode 50
51
episode 51
52
episode 52
53
Hukuman untuk Anwar
54
episode 54
55
episode 55
56
Meninggalnya, Bu Fatma.
57
Anwar menyesal
58
Saka bertemu keluarga Gina
59
Persahabatan Gina dan Intan
60
Gina bertemu Vina
61
Cinta yang terpendam
62
episode 62
63
Anwar, manfaatkan situasi
64
Anwar, menemui anak-anaknya
65
Bertemu masa lalu
66
episode 66
67
Hilangnya Vina
68
episode 68
69
Kesetiaan Intan
70
episode 70
71
Pelajaran untuk Anwar
72
Penyesalan Anwar
73
Benarkah, Anwar Menyesal?
74
Sisi Lain Tiara
75
Terbukanya Perasaan Adit dan Saka
76
Langkah Pertama Dari Adit
77
Akhirnya ...
78
Ingin melihat kesungguhan mu
79
episode 79
80
Episode 80
81
Akhirnya, Ketahuan Juga
82
Rencana Nadin
83
Akhirnya Sah
84
Andai Kita Bercerai
85
Lakukan Lah
86
Menyelidiki
87
Episode 87
88
Kebaikan Adit
89
Kisah Intan
90
Episode 90
91
Ketahuan
92
Sasa Melahirkan
93
Niat Baru Nadin
94
Maafkan Ayah! Benarkah?
95
Dituduh Pelakor
96
Kemarahan Adit
97
Tentang Bara dan Sasa
98
Pengakuan Karin
99
Episode 99
100
episode 100
101
episode 101
102
Yuk, Pacaran
103
Episode 103
104
Nadin, Di Rumah Sakit Jiwa.
105
Burhan dan Anita
106
Anita Dan Burhan 2
107
Pernikahan Adit
108
ekstra part
109
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!