Chapter 6

"Baiklah anak-anak. Karna kita sudah mendengarkan penjelasan tentang semua tentang hutan raya di kota kita tercinta. Sekarang waktunya jam bebas. Kalian boleh melakukan apa saja selama tidak melanggar larangan yang sudah diberitahukan tadi. Selamat menikmati." Miss Maria mempersilahkan anak-anak untuk menikmati waktunya. Sebagai wali kelas Ia bertanggung jawab atas menjaga anak-anak muridnya. Murid-murid mulai melakukan aktivitas mereka masing-masing. Ada yang membuat gelembung menggunakan elemental air mereka. Ada yang bermain bola salju menggunakan elemental es mereka. Ada menikmati bekal makan siangnya. Masih banyak lagi nya, mereka sangat menikmatinya.

Luka hanya duduk di salah satu pohon. Menikmati hembusan angin sepoi-sepoi musim gugur yang sangat sejuk. Pemandangan di hutan raya saat itu begitu indah. Penuh warna. Daun-daun pepohonan berwarna merah, kuning, dan coklat berjatuhan satu persatu terkena angin musim gugur. Permukaan tanah dipenuhi dedaunan itu. Suara keceriaan orang-orang melakukan aktivitas mereka masing-masing. Suasana yang begitu menghangatkan hati.

'Hah. Sungguh suasana yang begitu tenang dan damai.' Luka sangat menikmati suasana itu setiap detiknya. Ia juga memperhatikan anak-anak di dekatnya sedang bermain lempar tangkap bola. Rupanya salah seorang anak gagal menangkap bola tersebut. Bola tersebut menggelinding masuk ke dalam hutan yang cukup rimbun. Luka yang melihatnya menawarkan diri untuk mengambil bola itu.

Hutan raya terbagi menjadi dua zona. Zona luar dan zona dalam. Luka masuk ke zona dalam hutan yang rimbun itu. Rupanya ada memperhatikan gerak-gerik Luka dari tadi.

"Nona, ia sudah masuk zona dalam hutan." Seseorang memberitahu gerak-gerik Luka pada seseorang. Ia memberitahukan orang itu menggunakan telepati. Di sisi lain, wanita itu mengagukkan kepalanya pada dua orang di dekatnya. Ia memberikan kode pada kedua orang itu.

Luka mencari kemana bola itu pergi. Tanpa sadar terus masuk ke bagian terdalam hutan. Ia terus mencari kesana kemari. Akhirnya ia melihat bola itu tersangkut di salah satu pohon. Ia bergegas mengambil bola itu.

"Dapat." Tiba-tiba ia tergelincir dan jatuh dalam jurang yang cukup dalam. Luka terbangun mendapati dirinya sudah berada di jurang. Tempat itu sangat minim cahaya Luka tidak bisa melihat dengan jelas. Ia bangkit dan membersihkan dirinya. Ia melihat kedua lututnya berdarah. Ia dengan cepat membersihkan luka itu. Saat membersihkan, matanya mendapati sesuatu berwarna merah mengalir melewati hidung dan pipinya. Luka memegang sesuatu berwarna merah itu.

"Darah..." Luka meraba wajahnya dan mencari tempat darah itu berasal. Rupanya pelipisnya terluka. Luka mulai berjalan menelusuri hutan itu dan mencari jalan keluar. Tak lupa ia juga membawa bola itu. Ia berjalan tanpa arah yang jelas dalam gelapnya hutan itu. Sampai satu titik, ia mendengar suara yang seolah berbicara padanya. Ia mencari asal suara itu. Ia melihat wanita mengenakan gaun panjang warna hitam dengan secercah cahaya disitu.

"Sudah lama sekali, ya. Sudah dua ribu tahun. Akhirnya kita bisa berjumpa lagi." Wanita itu berjalan mendekati Luka. Melihat wanita itu mendekat, insting Luka memerintahkan tubuhnya untuk mundur perlahan. Luka menabrak seseorang tanpa ia sadari. Ia menoleh ke belakang dan mendapati dua pria tinggi serba hitam berwajah sama. Kedua pria itu tersenyum padanya.

"Lama sekali kita tidak berjumpa seperti ini, sobat." Pria yang ia tabrak berkata sambil tersenyum padanya.

"Kami sangat rindu pada mu, sobat." Pria di sampingnya menyambung perkataan pria tadi.

Tubuhnya seketika membeku. Ia berusaha untuk menggerakkan tubuhnya, namun hasilnya nihil. Sekarang ia benar-benar terjebak. Wanita itu terus mendekatinya dan di belakangnya ada dua pria tinggi besar. Ia tidak bisa kabur lagi. Luka mulai panik. Ia panik apa yang akan terjadi padanya selanjutnya. Tiba-tiba pandangannya menjadi kabur. Ia mulai kehilangan kesadarannya. Tepat sebelum ia sepenuhnya kehilangan kesadaran, ia merasa salah seorang pria itu menangkap tubuhnya agar tidak terjatuh ke tanah.

Di sisi lain hutan. Luna mulai kecarian Luka. Luna mencari di sekitar tempat itu, tapi ia tidak menemukan Luka dimana pun. Ia mulai panik dan melaporkan pada miss Maria. Luna melaporkan kejadian ini pada sang wali kelas. Rupanya, ketiga anak yang bermain lempar tangkap tadi mendengar percakapan mereka. Mereka mendekat dan menceritakan singkat kronologinya. Mendengar hal itu ia langsung meminta bantuan guru-guru yang lain dan juga petugas hutan. Pencarian Luka dimulai. Mereka mencari Luka ke zona dalam Luka.

...☆☆☆☆☆...

Perlahan kedua mata mulai terbuka. Ia mendengar bunyi sebuah alat yang bekerja. Ia melihat sekelilingnya. Orang-orang di sekitarnya menyadari mulai siuman mendekatinya. Luka kebingungan melihat kedua orang tuanya, adim-adiknya dan sahabatnya. Bahkan ada sang gurunya juga ada disitu.

"Ini... dimana?"

"Kau ada di rumah sakit, Luka." Sang ayah menjawab pertanyaan putranya. Ia memasang wajah khawatir.

"Kenapa aku ada disini." Luka berusaha bangkit dari posisi terbaringnya. Langsung dicegat sang ibunda.

"Jangan banyak bergerak dulu, sayang. Kau baru saja tidak sadarkan diri."

"Tak sadarkan diri?"

"Luka, kau tiba-tiba menghilang. Kami menemukanmu di zona dalam hutan bersandar di pohon dalam keadaan tak sadarkan diri." Miss Maria menjelaskan situasi yang terjadi. Mendengar itu, Luka memegang kepalanya. Ia berusaha mengingat apa yang sebenar terjadi.

'Apa yang sebenarnya terjadi? terakhir kali aku bertemu ketiga orang serba hitam itu. Mereka seolah mengenal diriku. ... Tak lama aku kehilangan kesadaran. Dan... Apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang dilakukan ketiganya padaku. ... kenapa aku tidak bisa mengingatnya?' Luka berusaha mengingat apa yang terjadi padanya.

Melihat keadaan Luka seperti ini, sang ayah menyuruhnya untuk beristirahat. Semua orang pergi meninggalkan Luka seorang diri di kamar rumah sakit itu. Tepat di luar kamar inap Luka, sang ayah meminta pada sang guru kronologi yang menimpa putranya. Sang guru menjelaskan apa yang terjadi setau mereka. Lalu mereka meminta maaf pada kedua orang tua Luka, karna gagal menjaga putranya hingga berakhir seperti ini. Kedua orang tua menjelaskan bahwa itu bisa saja terjadi dan meminta kedua gurunya untuk tidak perlu khawatir.

Disisi lain, Luka masih heran dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya diinginkan mereka padanya. Mereka sepertinya mengenal dirinya. Dan terlebih lagi Luka berusaha mengingat apa yang terjadi selanjut pada dirinya.

'Mereka seperti mengenalku. ... Apa aku pernah bertemu mereka sebelumnya. Tapi... seingat ku tidak. Sebenarnya... Apa yang mereka mau dariku.'

Suara bunyi pintu terdengar. Seseorang baru saja masuk ke dalam kamarnya. Itu adalah sang ibunda membawakan makan malam untuknya.

"Ayo isi perut mu dulu, Luka sayang. Kau pasti laparkan, sayang. Ibunda tau kau berusaha mengingat apa yang terjadi pada mu. Tapi jika terlalu di paksakan malah bisa berdampak buruk pada kesehatanmu." Sang ibu duduk di samping tempat tidur Luka. Ia menghibur putranya. Ia membuka makanan yang diantarkan untuk putranya ini kemudian menyuapi sang putra. Suara alat detak jantung memenuhi ruangan itu. Alat deteksi jantung masih terpasang di dada kecil Luka.

...☆☆☆☆☆...

Di hutan nan gelap, rimbun. Tempat para hewan melata raksasa tinggal. Tempat kastil tua berada. Di salah satu ruang yang sangat minim cahaya. Luka orang sedang rapat diruangan itu.

"Apa kalian berhasil melakukannya?"

"Iya, tuanku. Kami berhasil membuka sirkuit limit yang menahan kekuatannya selama ini." Salah seorang pria menjawab pertanyaan Tuannya.

"Bagus sekali. Tinggal menunggu sampai ia menggunakan kekuatannya itu. Aku tidak sabar apa yang akan terjadi selanjutnya."

"Iya. Anda benar sekali, tuanku. Kita sangat tidak sabar menunggu saat itu tiba." Wanita Onyx menyambung pembicaraan. Wanita lavender hanya memperhatikan situasi. Melihat wanita itu bersikap demikian, Sang pemimpin bertanya.

"Apa kau tidak senang? Sekarang sirkuit limit yang menahan kekuatan adikmu selama ini akhirnya terlepas."

"Tidak. Tentu saja aku sangat senang." Wanita lavender membuka matanya. Terlihat sepasang batu ruby bersinar dengan indah dalam kegelapan ruangan itu.

"Lalu, kenapa kau memasang wajah seperti itu?" Sang pemimpin heran melihat ekspresi salah satu anggotanya. Ia mengambil gelas berisi wine merah lalu menggoyangkan gelasnya. Ia meminum wine merah bak segelas darah segar yang baru diambil dari seseorang.

"Aku hanya sedikit cemas. ... Aku harap kalian tidak membuatnya kesakitan." Tatapan mata rubynya begitu sinis menatap orang-orang yang ditugaskan membuka limit yang menahan kekuatan sang adik selama ini.

"Kau tidak perlu marah begitu. Kami melakukannya dengan sangat lembut dan penuh berhati-hati. Kau tidak perlu begitu khawatir. Kau pasti tau kan itu?" Salah satu dari pria kembar menjawab kekhawatiran si wanita lavender itu.

Salah seorang pria memasuki ruangan itu. Ia tampak panik dan segera melapor keadaan yang tejadi.

"Jadi begitu, ya. Mereka mulai mencurigai tempat itu ya. Mereka juga mengirim pasukan untuk membobol tempat itu. Sepertinya mereka sudah masuk ke dalam perangkap kita. Meski begitu, kita tidak boleh lengah." Sang pemimpin menjelaskan.

"Tuanku. Izin bawahan saya yang membereskan para keronco itu." Salah satu anak kembar menawarkan diri untuk membereskan masalah ini.

"Jangan kecewakan diri."

"Baik, tuan ku." Pria itu memberi hormat dan pergi meninggalkan ruangan itu bersama dengan sang pembawa kabar.

Semua orang itu tersenyum bak psikopat yang senang mangsanya perlahan masuk ke perangkapnya.

...☆☆☆☆☆...

Sang ibunda menuntun sang putra keluar kamar mandi dan pergi ke tempat tidurnya. Jarum infus tertanam ditangan kanan sang putra. Ia membaringkan putranya dan mulai mengusap-usap rambut putra tersayang. Perlahan Luka mulai menutup mata dan tertidur lelap. Melihat sang putra sudah terlelap, ia mencium kening putra.

"Selamat malam, Luka. Tidurlah yang tenang. Ibunda akan selalu di sampingmu."

Terpopuler

Comments

Starling04

Starling04

Wow! Menghancurkan! 😱

2023-07-24

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!