Chapter 4

Hari ini ada pemeriksaan kesehatan. Miss mau

kalian ke ruang kesehatan saat namanya sudah

dipanggil ya."Jelas Miss Maria dengan

berwibawa.Semua murid mengerti arahan yang

diberikan pada mereka. Tak lama kemudian nama

mereka mulai dipanggil satu persatu.

Luka sedang mengerjakan soal matematika yang

materinya sudah dijelaskan tadi. Luka ingin

mengetahui sudah di level mana ia memahami

materi yang dijelaskan. Asik mengerjakan

soal-soal matematika,tak terasa namanya

dipanggil juga. Luka mematikan tablet nya dan

bergegas ke ruang kesehatan.

"Pagi, dokter Tania. Apa kabar dok?"

"Pagi, Luka. Aku sangat sehat dan sangat sangat

bersemangat untuk memastikan kesehatan

murid-murid di Cambridge School sehat

semuanya."

"Dokter bersemangat sekali seperti biasanya."Luka naik ke tempat tidur dan berbaring.Dokter Tania mulai memeriksa Luka. la memeriksa keadaan mata, telinga, kerongkongan, ritme pemapasan hingga detak jantung. la mencatat data yang ia dapat saat pengecekan. la juga sempat mengambil sampel darah Luka. Ini juga berlaku untuk semua anak murid.

"Baiklah...Luka de Victoria. Umur sepuluh tahun,golongan darah A,tinggi badan...,berat badan..."

Luka kembali kedalam kelas dan melanjutkan

pembelajaran seperti biasa. Bel istirahat berbunyi

ini saatnya makan siang. Mrid-murid bergegas

menuju kantin dan berbaris mengambil makan

siang yang disediakan oleh sekolah. Luna dan

Luka selesai mengambil makanan dan mencari

meja kosong. Salah satu murid melambaikan

tangan pada mereka. Mereka segera ketempat

tersebut. Disana ada Aria si bendahara kelas yang

cerewet dan Arima si sekretaris yang begitu

peduli. Mereka duduk dan mulai makan sambil

mengobrol.

"Hari ini makanannya cukup enak. Tumis

kangkung, daging slice panggang, nasi dicampur nori, buah mangga, anggur, stroberi,kiwi dan susu." Luna mendeskripsikan makan siangnya kali ini. Ini menu yang termaksud yang sederhana namun sangat enak. Luka memakan makanan dengan lahap.

"Hei,kalian tau gak." Arima membuka obrolan.

"Tau? tau apa, Ma?" Luka sedikit penasaran apa yang akan dibahas Arima kali ini.

"Kalian udah dengar belum, soal hutan raya yang

ada penunggu gaibnya."Arima memasang muka

seram untuk membuat suasana menakutkan. Aria

dan Luna semakin penasaran dengan

kelanjutannya, mereka memasang muka

penasaran.

"Alah, mana ada itu. Itu cuma kabar angin buat nakut-nakuti orang lain aja. Palingan supaya pengunjung hutan raya sepi."Luka menyangkal perkataan Arima. Namun, itu membuat Luna dan Aria jengkel.

"Luka bisa jangan menghancurkan suasana."

Luna dan Aria berteriak jengkel pada Luka.

Rupanya teriakan mereka menarik perhatian

murid lain. Mereka berempat dilihati satu kantin.

Menyadari mereka dilihati, Luna dan Aria duduk

kembali ke posisi awal. Wajah mereka sedikit

memerah.Arima tertawa kecil melihat tingkah

mereka. Luka cuman bisa mengeleng-gelengkan

kepalanya.

"Kalau begitu kenapa ada orang bisa kalau

mereka melihat wanita serba hitam berjalan

diantara kabut dan bersenandung. Setelah ia

bersenandung, wanita itu akan menanyakan

alasan orang yang masuk ke dalam hutan itu

tersebut. Bahkan salah satu yang orang

mengalami kejadian ini bilang kalau wanita itu

membawa kapak. la bilang ia hampir di kapak

oleh wanita itu." Arima menjelaskan panjang

lebar.Kemudian memasukan makanannya ke

dalam mulutnya. Luka sedikit penasaran

kelanjutan kisah ini.

"Lalu apa yang terjadi? Orang itu selamat kan?"

"lya, ia berhasil selamat. Langsung kabur

secepatnya menjauh dari wanita itu. Tapi

anehnya wanita itu tidak mengejarnya. Bukankah

kalau kau terusik, kau pasti akan menghabisi

orang mengusik mu kan? Tapi ini kenapa

enggak?"

''Mungkin saja wanita itu cuma mau menggertak

orang itu saja. Ya supaya wanita itu tidak diusik

oleh orang lain. Tapi aku heran. ...Itu kejadiannya

di dalam hutan raya yang rimbun kan? Tapi

kenapa ada seorang wanita disitu? Ditambah lagi

ia mengenakan serba hitam. Di dalam sana

sangat sangat minim cahaya. Sebenarnya... siapa

wanita itu, ya?"Luka bertanya tanya pada dirinya.

Luna dan Aria bulu kuduk mereka berdiri

mendengar cerita itu. Arima baru selesai

meminum air putihnya.

'Tidak tau. Yang pasti itu sangat sangat sangat

aneh. Maksudku kenapa ada seorang wanita ada

di tempat yang gelap seperti itu dan berpakaian

serba hitam. Itu tidak masuk di akal." Arima

membalas pertanyaan Luka. Suasana hening

sebentar. Sampai Arima memulai pembicaraan.

''Oh ya, Luka, Aku hanya cuman ingin

mengingatkan saja. Besok kita akan study tur ke hutan raya. Lebih baik kau berhati-hati. Kita enggak tau cerita itu nyata atau karangan orang kurang kerjaan saja. Tapi yang pasti ada sesuatu di hutan raya. Aku ingin kau tetap waspada. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan kau, Luka.

Ingat kau tidak punya kekuatan elemental. Jadi berpikirlah yang matang sebelum bertindak, kau ngerti itu?' Arima menceramahi Luka sambil menunjuk wajah luka dengan sendoknya. Bel masuk berbunyi, semua murid bergegas kembali ke kelas masing-masing.

...☆☆☆☆☆...

Luka menutup pintu kamarnya, menaruh tasnya di kursi belajar dan menjatuhkan dirinya ke kasur nyaman nya. Luka menutup matanya dan menghela napas ringan. Ia membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya. Menaruk tangan kanannya ke kepalanya.

'Kenapa semuanya terasa mulai aneh, ya. lbunda

punya firasat enggak enak, dan sekarang ada

rumor wanita serba hitam di bagian dalam

gelapnya hutan raya. Ini aneh sekali. Apa akan

terjadi sesuatu?... Tidak, tidak, tidak. Tidak akan

terjadi sesuatu. Aku yakin itu. Luka, berpikiran

positif, berpikiran positif. Ibunda seperti itu pasti karna kelelahan saja. Pasti banyak tugas, jadwal dan yang ibunda pikirkan untuk membuat rumah sakit itu seperti sekarang. Dan...pasal wanita itu...ltu pasti hanya bualan omong kosong orang bodoh kurang kerjaan saja. la ingin menyebar rumor seperti itu, untuk membuat masyarakatketakutan.' Luka bangkit dari tempat tidur.

'Baiklah semuanya jauh lebih masuk di akal.

Sekarang enggak ada perlu dikhawatirkan lagi.

Waktunya untuk mandi.' Luka mengambil handuknya dan bergegas ke kamar mandi yang

ada di dalam kamarnya. Luka menanggalkan semua pakaiannya dan menghidupkan shower. Air membasahi seluruh tubuh mungilnya. Luka

menutup malanya dan membiarkan air dingin itu

membasahi wajahnya. la sedikit lebih rileks

dengan ini.

Selesai mandi,Luka mengambil piyama putih dari

lemari nya. Memakainya dan mencampakkan

dirinya ke kasur nyaman nya. Meraih lampu di

meja samping kasur nya dan mematikan

lampunya. Tak lama setelah lampu mati, Luka

perlahan mulai tertidur.

...☆☆☆☆☆...

"Sebentar lagi bintang itu akan aktif. Aku tidak

sabar lagi melihat bintang itu bersinar

dibandingkan bintang lainnya. Sebentar lagi ia

akan memberikan kasih sayangnya itu pada

seluruh alam semesta." Wanita itu tersenyum

menatap langit malam yang cerah. Malam itu

angin malam yang dingin dengan cukup kencang

berhembus mengenai wanita itu.

...☆☆☆☆☆...

"Waktunya telah tiba untuk membuka limit pada

sirkuit mu itu, adikku tersayang. Aku sudah

sangat menantikan, melihatmu menggunakan

kekuatan mu yang hebat itu.Hanya masalah

waktu saja untuk mereka bangkit. Dan hanya

perlu menunggu sedikit lagi supaya kita bisa

bersama lagi seperti dulu, adikku. Kakak ingin kau

menjadi lebih kuat dari aku seperti dulu. Dan aku

akan melindungi mu dari sesuatu yang bisa

mengancam nyawa mu itu, adikku tercinta. Kakak

berjanji."Wanita lavender menatap langit malam

sambil menegak wine merah itu. la tersenyum

manis.Senyuman yang penuh kesenangan,

kerinduan,dan kebahagiaan.

Terpopuler

Comments

seketika berubah gaya tulisannya thor😅😅

2023-09-01

2

Mack Werz

Mack Werz

Jleb banget emosinya!

2023-07-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!