Hari ini ada pemeriksaan kesehatan. Miss mau
kalian ke ruang kesehatan saat namanya sudah
dipanggil ya."Jelas Miss Maria dengan
berwibawa.Semua murid mengerti arahan yang
diberikan pada mereka. Tak lama kemudian nama
mereka mulai dipanggil satu persatu.
Luka sedang mengerjakan soal matematika yang
materinya sudah dijelaskan tadi. Luka ingin
mengetahui sudah di level mana ia memahami
materi yang dijelaskan. Asik mengerjakan
soal-soal matematika,tak terasa namanya
dipanggil juga. Luka mematikan tablet nya dan
bergegas ke ruang kesehatan.
"Pagi, dokter Tania. Apa kabar dok?"
"Pagi, Luka. Aku sangat sehat dan sangat sangat
bersemangat untuk memastikan kesehatan
murid-murid di Cambridge School sehat
semuanya."
"Dokter bersemangat sekali seperti biasanya."Luka naik ke tempat tidur dan berbaring.Dokter Tania mulai memeriksa Luka. la memeriksa keadaan mata, telinga, kerongkongan, ritme pemapasan hingga detak jantung. la mencatat data yang ia dapat saat pengecekan. la juga sempat mengambil sampel darah Luka. Ini juga berlaku untuk semua anak murid.
"Baiklah...Luka de Victoria. Umur sepuluh tahun,golongan darah A,tinggi badan...,berat badan..."
Luka kembali kedalam kelas dan melanjutkan
pembelajaran seperti biasa. Bel istirahat berbunyi
ini saatnya makan siang. Mrid-murid bergegas
menuju kantin dan berbaris mengambil makan
siang yang disediakan oleh sekolah. Luna dan
Luka selesai mengambil makanan dan mencari
meja kosong. Salah satu murid melambaikan
tangan pada mereka. Mereka segera ketempat
tersebut. Disana ada Aria si bendahara kelas yang
cerewet dan Arima si sekretaris yang begitu
peduli. Mereka duduk dan mulai makan sambil
mengobrol.
"Hari ini makanannya cukup enak. Tumis
kangkung, daging slice panggang, nasi dicampur nori, buah mangga, anggur, stroberi,kiwi dan susu." Luna mendeskripsikan makan siangnya kali ini. Ini menu yang termaksud yang sederhana namun sangat enak. Luka memakan makanan dengan lahap.
"Hei,kalian tau gak." Arima membuka obrolan.
"Tau? tau apa, Ma?" Luka sedikit penasaran apa yang akan dibahas Arima kali ini.
"Kalian udah dengar belum, soal hutan raya yang
ada penunggu gaibnya."Arima memasang muka
seram untuk membuat suasana menakutkan. Aria
dan Luna semakin penasaran dengan
kelanjutannya, mereka memasang muka
penasaran.
"Alah, mana ada itu. Itu cuma kabar angin buat nakut-nakuti orang lain aja. Palingan supaya pengunjung hutan raya sepi."Luka menyangkal perkataan Arima. Namun, itu membuat Luna dan Aria jengkel.
"Luka bisa jangan menghancurkan suasana."
Luna dan Aria berteriak jengkel pada Luka.
Rupanya teriakan mereka menarik perhatian
murid lain. Mereka berempat dilihati satu kantin.
Menyadari mereka dilihati, Luna dan Aria duduk
kembali ke posisi awal. Wajah mereka sedikit
memerah.Arima tertawa kecil melihat tingkah
mereka. Luka cuman bisa mengeleng-gelengkan
kepalanya.
"Kalau begitu kenapa ada orang bisa kalau
mereka melihat wanita serba hitam berjalan
diantara kabut dan bersenandung. Setelah ia
bersenandung, wanita itu akan menanyakan
alasan orang yang masuk ke dalam hutan itu
tersebut. Bahkan salah satu yang orang
mengalami kejadian ini bilang kalau wanita itu
membawa kapak. la bilang ia hampir di kapak
oleh wanita itu." Arima menjelaskan panjang
lebar.Kemudian memasukan makanannya ke
dalam mulutnya. Luka sedikit penasaran
kelanjutan kisah ini.
"Lalu apa yang terjadi? Orang itu selamat kan?"
"lya, ia berhasil selamat. Langsung kabur
secepatnya menjauh dari wanita itu. Tapi
anehnya wanita itu tidak mengejarnya. Bukankah
kalau kau terusik, kau pasti akan menghabisi
orang mengusik mu kan? Tapi ini kenapa
enggak?"
''Mungkin saja wanita itu cuma mau menggertak
orang itu saja. Ya supaya wanita itu tidak diusik
oleh orang lain. Tapi aku heran. ...Itu kejadiannya
di dalam hutan raya yang rimbun kan? Tapi
kenapa ada seorang wanita disitu? Ditambah lagi
ia mengenakan serba hitam. Di dalam sana
sangat sangat minim cahaya. Sebenarnya... siapa
wanita itu, ya?"Luka bertanya tanya pada dirinya.
Luna dan Aria bulu kuduk mereka berdiri
mendengar cerita itu. Arima baru selesai
meminum air putihnya.
'Tidak tau. Yang pasti itu sangat sangat sangat
aneh. Maksudku kenapa ada seorang wanita ada
di tempat yang gelap seperti itu dan berpakaian
serba hitam. Itu tidak masuk di akal." Arima
membalas pertanyaan Luka. Suasana hening
sebentar. Sampai Arima memulai pembicaraan.
''Oh ya, Luka, Aku hanya cuman ingin
mengingatkan saja. Besok kita akan study tur ke hutan raya. Lebih baik kau berhati-hati. Kita enggak tau cerita itu nyata atau karangan orang kurang kerjaan saja. Tapi yang pasti ada sesuatu di hutan raya. Aku ingin kau tetap waspada. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan kau, Luka.
Ingat kau tidak punya kekuatan elemental. Jadi berpikirlah yang matang sebelum bertindak, kau ngerti itu?' Arima menceramahi Luka sambil menunjuk wajah luka dengan sendoknya. Bel masuk berbunyi, semua murid bergegas kembali ke kelas masing-masing.
...☆☆☆☆☆...
Luka menutup pintu kamarnya, menaruh tasnya di kursi belajar dan menjatuhkan dirinya ke kasur nyaman nya. Luka menutup matanya dan menghela napas ringan. Ia membuka matanya dan menatap langit-langit kamarnya. Menaruk tangan kanannya ke kepalanya.
'Kenapa semuanya terasa mulai aneh, ya. lbunda
punya firasat enggak enak, dan sekarang ada
rumor wanita serba hitam di bagian dalam
gelapnya hutan raya. Ini aneh sekali. Apa akan
terjadi sesuatu?... Tidak, tidak, tidak. Tidak akan
terjadi sesuatu. Aku yakin itu. Luka, berpikiran
positif, berpikiran positif. Ibunda seperti itu pasti karna kelelahan saja. Pasti banyak tugas, jadwal dan yang ibunda pikirkan untuk membuat rumah sakit itu seperti sekarang. Dan...pasal wanita itu...ltu pasti hanya bualan omong kosong orang bodoh kurang kerjaan saja. la ingin menyebar rumor seperti itu, untuk membuat masyarakatketakutan.' Luka bangkit dari tempat tidur.
'Baiklah semuanya jauh lebih masuk di akal.
Sekarang enggak ada perlu dikhawatirkan lagi.
Waktunya untuk mandi.' Luka mengambil handuknya dan bergegas ke kamar mandi yang
ada di dalam kamarnya. Luka menanggalkan semua pakaiannya dan menghidupkan shower. Air membasahi seluruh tubuh mungilnya. Luka
menutup malanya dan membiarkan air dingin itu
membasahi wajahnya. la sedikit lebih rileks
dengan ini.
Selesai mandi,Luka mengambil piyama putih dari
lemari nya. Memakainya dan mencampakkan
dirinya ke kasur nyaman nya. Meraih lampu di
meja samping kasur nya dan mematikan
lampunya. Tak lama setelah lampu mati, Luka
perlahan mulai tertidur.
...☆☆☆☆☆...
"Sebentar lagi bintang itu akan aktif. Aku tidak
sabar lagi melihat bintang itu bersinar
dibandingkan bintang lainnya. Sebentar lagi ia
akan memberikan kasih sayangnya itu pada
seluruh alam semesta." Wanita itu tersenyum
menatap langit malam yang cerah. Malam itu
angin malam yang dingin dengan cukup kencang
berhembus mengenai wanita itu.
...☆☆☆☆☆...
"Waktunya telah tiba untuk membuka limit pada
sirkuit mu itu, adikku tersayang. Aku sudah
sangat menantikan, melihatmu menggunakan
kekuatan mu yang hebat itu.Hanya masalah
waktu saja untuk mereka bangkit. Dan hanya
perlu menunggu sedikit lagi supaya kita bisa
bersama lagi seperti dulu, adikku. Kakak ingin kau
menjadi lebih kuat dari aku seperti dulu. Dan aku
akan melindungi mu dari sesuatu yang bisa
mengancam nyawa mu itu, adikku tercinta. Kakak
berjanji."Wanita lavender menatap langit malam
sambil menegak wine merah itu. la tersenyum
manis.Senyuman yang penuh kesenangan,
kerinduan,dan kebahagiaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
seketika berubah gaya tulisannya thor😅😅
2023-09-01
2
Mack Werz
Jleb banget emosinya!
2023-07-23
0