Di tempat nan jauh. Di sebuah hutan yang rimbun, gelap, lembab, dan angker. Tempat para hewan melata raksasa hidup, terdapat sebuah kastil yang sangat tua di kelilingi pagar besi yang menjulang tinggi. Enam orang yang sangat misterius sepertinya rapat di ruangan yang sangat minimal cahaya.
"Apa kalian berhasil menemukannya?"
"Iya Tuan. Kami menemukan."
"Bagus. Sekarang dimana dia?"
"ia berada di dunia itu, tuan ku. Hamba mohon lihatlah ini, tuan ku." Seseorang lelaki memberikan bola kristal kepada sang tuan. Di dalam bola kristal itu terdapat seorang anak berumur puluhan awal.
"Hmmm... Apa kalian yakin kalau ini dia?"
"Iya, tuan ku. Tidak salah lagi. Ada tanda-tanda yang sangat jelas pada anak itu."
"Akhirnya kau kembali juga adikku tersayang. Butuh dua ribu tahun untuk dirimu berenkarnasi. Kakakmu ini sangat sangat merindukan dirimu. Kakak berjanji kejadian dua ribu tahun yang lalu tidak akan terjadi pada dirimu lagi, adik laki-lakiku tersayang." Salah seorang merasa sangat bahagia sampai memeluk dirinya sendiri.
"Aku tau kau sangat bahagia melihat adik mu kembali. Namun sebelum itu, aku ingin memastikan apa betul anak itu benar-benar dia. Aku tidak ingin sampai salah orang."
"Wahai tuan ku Yang Maha Hebat, anda tidak perlu khawatir. Hamba sudah mengirim bawahan hamba untuk memastikan apa betul anak itu benar-benar ia. " Seorang wanita pada tuannya.
"Kerja bagus, dengan begini kita bisa memulai rencana sekarang."
"Iya Tuanku." Jawab kelima anggota rapat.
"Kalau begitu akhir sampai disini dulu. Bubar."
Rapat selesai semua orang meninggalkan ruangan itu. Di sebuah balkon disinari cahaya rembulan nan lembut dan tenang. Di balkon tersebut berdiri seorang wanita berambut lavender menatap langit malam. Langit malam itu dipenuhi ribuan bintang seperti ribuan berlian berserakan di angkasa.
"Tumben sekali kau memanggilku seperti ini. Ini bukan seperti dirimu yang kukenal." Wanita berambut onyx memasuki balkon itu. Menyapa wanita berambut lavender.
"Aku hanya ingin memberitahu, jika terjadi apa-apa dengan adikku. Maka kau tau apa yang akan terjadi kan."
"Apa kau memanggilku untuk mengancamku seperti ini kah? Hahaha... kau engak pernah berubah dari dulu kau tau. Kau selalu begitu kalau itu soal adik laki-lakimu tersayang. Adikmu itu sangat kuat kau tau kan itu. Tidak ada yang perlu kau khawatir."
"Kau benar. Tapi itu dulu, lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Sekarang... dia baru saja terlahir kembali, dia sangat lemah saat ini. Jadi sangat wajar aku sangat mengkhawatirkan dirimu."
"hah... sudahlah tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Bawahanku sudah bergerak untuk memastikan apa itu dia. Jika memang benar itu dia... kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk membuka sirkuit dalam dirinya." Wanita onyx berjalan mengengitari wanita lavender. Tatapan yang tajam diarahkan kepada wanita onyx. Ia menghela napas kecil.
"Kau pasti tau kan apa yang akan terjadi setelah sirkuit itu dibuka. Mana itu akan membebani tubuhnya. Itu ibaratkan balon yang diisi oleh angin yang di luar kapasitas balon itu sendiri. Dan pada akhirnya... boom. Balon itu akan meledak dan hancur berkeping-keping. Kita enggak akan tau apa yang akan terjadi padanya jika itu terjadi. Setelah aku menunggu dua ribu tahun lamanya. Dan apa kau pikir aku ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya. Tidak tidak tidak aku tidak mau penantian ku yang begitu lama menjadi sia-sia." Tatapan Wanita Lavender begitu senduh.
"Sudahlah kita hanya perlu memperhatikannya dan mengambil tindakan pencegahan." Wanita onyx meletakkan tangannya di bahu wanita lavender. Wanita itu menatap langit berbintang itu dengan penuh kekhawatiran.
"Aku harap semoga saja begitu."
...☆☆☆☆☆...
"Selamat pagi semua." kepala sekolah menyapa para murid kelas 5 A.
"Pagi pak kepala sekolah." Sahut anak murid dengan semangat.
"Hari ini kalian punya guru baru. Masuklah." Dua orang wanita masuk ke kelas. Mereka tersenyum dengan lembut pada para murid.
"Mereka akan menjadi guru dan wali kelas baru kalian. Silahkan perkenalkan diri kalian pada anak-anak murid." Persilahkan kepala sekolah kepada kedua guru baru itu.
"Hai anak-anak pintar dan baik budi. Perkenalkan nama miss canaan Jura. Panggil saja miss cana, ya murid-murid manisku." Wanita berambut sakura dengan tinggi kira-kira seratus tujuh puluh senti menyapa dengan lembut dan ramah pada anak-anak.
"Hai anak-anak ku tersayang, Perkenalkan nama miss Rose Amelia. Panggil saja miss Rose, ya anak-anak ku." Wanita berambut silver dengan tinggi kira-kira seratus enam puluh enam senti.
"Senang bertemu dengan mu miss cana, miss Rose. Mohon bantuan nya miss." Balas anak-anak dengan sangat semangat.
"Kalau begitu saya permisi dulu." kata kepala sekolah meninggalkan kelas itu. Pembelajaran berjalan seperti biasanya.
...☆☆☆☆☆...
"Saya bisa melihat dan merasakannya, nona onyx. Tapi untuk lebih pasti saya akan pastikan lebih lanjut." Kata wanita itu pada seseorang di bola kristal.
"Aku akan menunggu kinerja mu selanjutnya. Jangan kecewakan diriku." Wanita di bola kristal itu sambil memainkan sebuah harpa.
"Aku akan berusaha keras supaya tidak mengecewakan anda, nona onyx." Membungkuk memberi hormat pada wanita di bola kristal itu. Bola kristal itu meredup. Wanita itu duduk di soft antik diruangan itu. Dia mengambil gelas berisi wine merah dan mulai menggoyang-goyangkan gelas tersebut. Sebuah senyuman mulai terukir di wajahnya. Senyuman licik nan jahat terukir di wajahnya.
"Semua akan menjadi sangat menarik mulai saat ini. Saking menariknya, ini akan menjadi sangat menyenangkan. Aku tidak sabar apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku harap ada sesuatu yang luar biasa yang membuatnya semakin menarik dan semakin menyenangkan." Wanita itu menegak wine di gelas tersebut.
Angin malam bertiup sangat kencang malam ini, pintu balkon bergemuruh akibat angin. Maria berjalan mendekati pintu balkon. Angin malam menerjang dirinya hampir jasa membuat sweternya hampir terbang.
"Angin malam ini sangat kencang. Kenapa... firasatku tidak enak ya. Aku harap tidak terjadi sesuatu yang buruk dalam waktu dekat ini. Oh dewi kebijaksanaan, tolong lindungi dan jauhkan keluargaku dari sesuatu yang buruk. Ku mohon dewi kebijaksanaan, jagalah keluarga ku." Maria memohon perlindungan keluarganya pada dewi kebijaksanaan. Menutup pintu balkon dan bergegas untuk tidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Haru Hatsune
Jangan ditinggal nggak jelas thor, kami semua sudah mulai ketagihan nih
2023-07-22
1
Vòng một lép nhưng tôm tép có đầy
Saya suka banget dengan gaya penulisan thor, semangat terus menulis! ❤️
2023-07-22
1
AngelaG👁💜
Terima kasih untuk cerita yang luar biasa, aku menunggu lanjutannya dengan sabar 🤗
2023-07-22
1