Chapter 7

Luka mulai membuka matanya. Ia melihat sekitar tempat itu. Tempat itu terasa sangat asing baginya. Tempat minim dengan cahaya. Hanya terdapat satu buah lampu saja. Dan itu tepat diatasnya berbaring. Luka berusaha bangkit namun tidak bisa. Ia mendapati tubuh bagian atasnya tanpa sehelai benang pun, kedua tangan dan kakinya sudah di ikat di tempat ia berbaring sekarang. Sepertinya tempat ia berbaring adalah tempat penyiksaan. Ia meronta untuk lepas dari tempat itu. Tempat ia berbaring berdesit. Tapi sayang, yang menahan tangan dan kaki bukan lah tali. Melainkan, sebuah borgol besi yang tertanam di tempat ia berbaring.

Terdengar suara langkah kaki mendekat. Jantungnya berdebar-bedar. Keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhnya. Napasnya mulai tidak teratur. Luka berusaha keras untuk tetap tenang. Ia mulai menarik napas dalam dalam dan membuangnya secara perlahan. Ia terus melakukan itu berulang kali. Namun gagal. Suara langkah kaki itu kian mendekat. Jantung berpacu sangat kencang, napasnya semakin tidak teratur, keringatnya terus bercucuran sangat deras.

'Oke, oke, oke Luka. Tenangkan dirimu. Tetap tenang. Berpikir Luka. Ayo berpikir. Pasti ada cara keluar dari sini.' Luka berusaha meyakinkan dirinya untuk tetap tenang. Terdengar suara bunyi pintu terbuka. Luka melihat pintu. Dengan cahaya remang-remang ia melihat ketiga orang masuk ke ruangan tempat ia berada. Mereka orang yang ia lihat di hutan sebelum ia kehilangan kesadaran. Mereka mendekati Luka. Luka membeku melihat mereka. Ia tidak akan bisa kabur dalam kemana pun dalam keadaannya saat ini.

"Akhirnya, kau siuman juga. Sahabat lama ku." Salah seorang pria mengelus wajah Luka.

"Apa yang sebenarnya kalian inginkan dari ku, hah?" Luka berusaha menjaga nada bicaranya agar terlihat tenang. Tapi ekspresi tidak sama sekali.

"Kau tidak perlu takut begitu, temanku. Kami tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu." Sang kembaran mendekatkan wajahnya ke wajah Luka. Napasnya semakin tidak beraturan, keringat semakin deras bercucuran di seluruh tubuhnya. Pikirannya terus menyuruh tubuhnya untuk tetap tenang. Namun tubuhnya merespon lain.

"Kalau begitu, lepaskan aku."

"Kami akan melepaskanmu setelah kami melepas pembatas yang menahan kekuatan mu selama ini. Dan pembatas itu ada dalam dirimu saat ini. Tenang saja, kami akan dengan lembut melakukannya." Wanita itu mengatakannya sambil tersenyum. Luka terbelalak mendengarnya.

"Kekuatan kata mu? Kekuatan seperti apa yang kau maksud. Semua orang bilang aku terlahir tanpa kekuatan. Mereka bilang aku tidak lebih dari sampah. Bahkan aku lebih buruk dari sampah itu sendiri."

"Kau terlahir memiliki kekuatan yang maha dahsyat. Tapi kekuatan itu tidak seperti kekuatan mahkluk rendahan di dunia ini. Kekuatan mu begitu spesial." Wanita menjelaskan kekuatan yang ia maksudkan itu.

"Kekuatan maha dahsyat? Tidak seperti kekuatan di dunia ini? Aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan itu."

"Memang kau tidak mengerti apa yang ku maksudkan ini. Tapi untuk saat ini. Nanti kau akan paham juga apa yang ku maksudkan ini." Wanita itu menambahkan. Luka semakin kebingungan dengan semua ini. Otaknya tidak mampu mencerna apa yang dimaksud wanita itu. Wanita itu hanya tersenyum melihat ekspresi Luka begitu kebingungan.

"Oh ya, tadi kau bilang orang-orang menyebut mu lebih buruk dari sampah karna tidak punya kekuatan sama seperti mereka. Hahaha... itu lucu sekali. Dasar makhluk rendahan. Mereka tidak tau kekuatan maha dahsyat seperti apa yang kau miliki." Salah satu pria tertawa gelak mendengar keluh kesah Luka. Tawaan yang sangat jahat.

"Aku penasaran seperti apa reaksi kakak mu tersayang jika mengetahui kalau adik kesayangannya dihina para makhluk rendahan yang bodoh itu. Ia akan menghancurkan makhluk rendahan itu sampai berkeping-keping." Sang kembaran menyahut perkataan kembarannya. Wajahnya begitu gelak setelah mengatakan itu. Namun, kegelakannya penuh kelicikan dan sangat jahat. Kedua kembaran itu tertawa terbahak-bahak. Wanita itu hanya bisa tersenyum jahat dan sepenuhnya merendahkan. Luka semakin dibuat kebingungan melihat tingkah mereka bertiga.

"Kenapa kalian tertawa gelak seperti itu? Tidak ada yang lucu tau. Daripada kalian seperti itu lebih lepaskan aku sekarang. Aku tidak mengenal siapa kalian sama sekali. Lepaskan aku." Luka meronta-ronta. Ia berusaha mati-matian melepaskan dirinya dari keadaannya sekarang. Tapi nihil. Semua usahanya sia-sia.

"Hei, jangan berkata seperti itu sobat. Kan kami sudah berjanji tadi. Kami akan melepaskan mu setelah kami melepaskan pembatas yang ada di tubuh mu." Pria itu mengelus dengan lembut pipi Luka. Tatapan matanya begitu lembut melihat Luka.

"Jahat kali kau, sobatku. Tentu saja kita saling kenal. Kami sangat mengenal mu. Hanya saja kau belum mendapatkan ingatan mu sepenuhnya." Pria yang lainnya menarik pipi chibi Luka yang begitu mengemaskan. Luka dipenuhi kebingungan melihat mereka.

"Cukup pembicaraannya sampai disini. Langsung saja masuk ke tujuan utama kita." Wanita itu menegaskan. Kedua pria kembar itu langsung berhenti menjahilin Luka dan berdiri tegap di samping tempat Luka. Tatapan mereka berubah menjadi begitu serius.

"Mari kita mulai ritualnya." Wanita memberi aba-aba. Salah seorang pria menaruh salah satu tangannya di dada Luka. Tepat dimana jantungnya berada. Napas Luka semakin tidak beraturan, jantung berdetak begitu hebat. Terlihat tangan pria itu mengeluarkan kekuatan berwarna violet. Seluruh tubuh Luka dipenuhi garis jaringan titik teknologi berwarna ungu. Kekuatan itu mulai masuk ke tubuh dan menusuk jantung Luka. Luka menjerit kesakitan saat kekuatan itu menusuk jantungnya. Tubuhnya di borgol meronta kesaktian. Rupanya limiter yang menahan kekuatan Luka selama ini tepat berada di jantungnya. Dan limiter itu yang harus dihancurkan, supaya kekuatan itu dapat mengalir ke seluruh tubuhnya.

Mengingat limiter itu tepat berada di jantungnya, tidak bisa sembarangan menghancurkannya. Jika tidak, nyawa Luka akan melayang. Limiter itu yang menahan kekuatan Luka sangatlah kuat. Membuat pria itu menguatkan kekuatannya untuk menghancurkan limiter itu. Jeritan dan tubuhnya meronta-ronta semakin kuat mendapat serangan itu. Luka merasa sangat kesakitan seperti jantungnya akan dihancurkan perlahan. Luka harus menahan rasa sakit itu cukup lama hingga limiter itu hancur. Saat limiter itu hancur, pria itu mematikan kekuatannya. Napasnya begitu tidak beraturan setelah menerima serangan tersebut. Pandangannya mulai kabur. Ia mulai kehilangan kesadaran, setelah mendapatkan serangan begitu dahsyat ke jantungnya. Tepat sebelum ia sepenuhnya kehilangan kesadaran, ia melihat mereka tersenyum bahagia.

Luka terbangun dari tempat tidurnya. Napasnya begitu tak beraturan. Keringat dingin mengalir di seluruh tubuhnya. Wajah begitu ketakutan. Ia melihat sekelilingnya. Mendapati ia masih di ruang inapnya. Luka menghela napas lega. Ia sedikit tenang. Ia kembali membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Menaruh salah satu tangannya keatas kepalanya. Ia berusaha mengatur napasnya.

'Apa itu tadi? mimpi? Apa itu sebuah mimpi buruk? Atau? Itu... sebuah ingatan?' Luka bertanya-tanya apa ia lihat. Sebuah mimpi belakang. Atau... . Ingatan kejadian yang tidak bisa ia ingat. Ia belum mampu mengembalikan sepenuhnya ritme pernapasan menjadi normal.

'Siapa mereka? Siapa mereka sebenarnya? Apa yang mereka mau dariku? ... Ini... membuatnya... Semuanya... terasa... begitu aneh. Apa maksudnya mereka... aku memiliki kekuatan yang maha dahsyat. Siapa yang dimaksud kedua pria itu kakakku tersayang? Aku... . Ini... semakin... begitu membingungkan. ' Segudang pertanyaan memenuhi pikirannya. Ia tidak dapat mencerna semua kejadian itu. Baginya semuanya sangat sangat tidak masuk di akal. Sekarang ia begitu bingung, dan penuh ketakutan. Ia tidak dapat menerima apa yang barusan terjadi padanya. Akal sehatnya tidak mampu mencerna satu pun kejadian itu.

Terpopuler

Comments

Naura Rahmi Nadira Malau

Naura Rahmi Nadira Malau

Hei para reader semuanya. Author ingin bertanya. Apa saat membaca chapter ini, kalian juga ikut merasakan rasa sakit seperti yang dirasakan Luka juga.

2023-07-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!