Episode 18 KTP!

Sebelum pulang kantor, Victoria menghampiri Elvano diparkiran samping kantor. Disana juga ada Devan dan Sisil.

"Elvano!" panggil Victoria.

El pun menoleh ke arah Victoria, namun ia tidak menjawab panggilan Victoria kepadanya.

"Wiihhh, kalian udah dekat aja nih, ada apa manggil El" ucap Devan.

"Ekhem ekhem ada bau cinlok nih" ucap Sisil.

"Apaan sih kalian, ya gak lah.

Ada apa loe manggil gue?" ucap Elvano kepada Victoria dengan sangat ketus.

"Aku cuman mau bilang kalok kerjaan yang tadi udah selesai, sorry aku baru ngasik tau, sebenernya dari tadi udah, cuman aku lupa mau ngasik"

"Lah kok bisa lupa! Kalian kan mejanya gak jauh, jangan jangan sebenernya kalian ada janji mau keluar ya! Iya kan ngaku aja deh!" ucap Devan.

Sisil pun tertawa, "Udah El gak usah malu ngaku aja, btw kalian sama sama jomblo loh! Hayuk aja sih di gass" ucap Sisil.

"Gue gak suka yah, kalok kalian kayak gini, pliss stop comblang comblangin, ini hari pertama dia kerja, dan gue juga belum kenal banget sama dia, jadi gue mohon sama kalian.." belum selesai El ngomong, Victoria pun memotongnya.

"Iya! Yang Elvano bilang bener, lagian Elvano bukan tile aku kok, kita juga gak seumuran" ucap Victoria.

"Emang umur loe berapa Vi?" tanya Sisil.

"43th!"

HAHHH!!!

Ucap Devan dan Sisil secara bersamaan

El hanya memberi reaksi sedikit shock, 40th untuk vibe wajah seperti umur 25th. Hal yang tidak diketahui mereka adalah fakta bahwa Victoria adalah Peri, namhn perj yang jahat sehingga dihukum permanen untuk tinggal dibumi dan tak akan bisa kembali ke langit.

"Kenapa kaget! Emang kalian pikir aku umur berapa?" ucap Victoria.

"Gue kira lu umur 20 an 25 lah kira kira sebaya sama kita kita, loe gak boong kan?" ucap Devan.

"Oopss, apa aku salah ngomong ya! aduhhh gimana kalok mereka curiga, tapi gak mungkin sih" ucap Victoria dalam hatinya.

El menatap Victoria, terlihat Victoria seperti sedang sedikit panik.

"Loe gak boong kan? Coba mana liat KTP loe" ucap Elvano.

"Apa! KTP? Aku gak bawak dompet, KTP aku dirumah" ucap Victoria, untungnya Victoria sudah lama dibumi jadi dia tau apa itu KTP.

"Berarti loe itu kakak dong!" ucap Sisil.

"Hahah santai aja, gak papa kok kalian manggil nama aku, gak perlu dengan sebutan kakak

Emmm, kalok gitu aku duluan ya, takut keburu macet"

Victoria segera pergi, jika dia lebih lama berinteraksi dengan mereka, takutnya mereka akan curiga.

Melihat Victoria yang tau akan KTP, dan memiliki mobil serta bisa mengendarai mobil, Elvano semakin yakin kalok dia tidak mungkin seorang peri.

"Ternyata bener yang gue liat tadi cuman halusinasi gue" gumam Elvano.

"Kejadian apa El yang loe maksud" ucap sisil.

"Aaa gak, gak papa kok, yaudah kalok gitu gue duluan ya bye.." ucap Elvano lalu pergi.

...----------------...

Victoria dalam perjalanan dengan mengendarai mobil, masih tentang Elvano. Ia memikirkan kenapa, ada apa dengan Elvano, kenapa seperti ada sesuatu.

"Seharusnya aku tanya apakah Elvano tau Peri,

Aaahh tapi tidak mungkin, tapi kalok aku tiba tiba nanya kayak gitu bukannya terdengar aneh. Nanti kalok ternyata yang dia tau peri peri dalam dongeng yang ada aku yang malu!

Bahkan sampai sekarang, gak ada yang tau aku peri, tapi kalok putirnya Davina memang ada disini, dia tinggal sama siapa? Gak mungkin sama manusia, secara kita berbeda, atau bisa jadi putrinya Davina sama kayak aku, nipu orang dengan sihirnya untuk mendapatkan tempat tinggal, biar hidup layaknya manusia" ucap Victoria yang berbicara sendiri sembari menyetir mobil.

Mobil Victoria semakin melaju agar cepat sampai kerumahnya.

...----------------...

Sesampainya dirumah, El memarkirkan motor digarasi, setelah masuk kedalam rumah El disambut oleh Peri yang tengah menunggunya diruang tamu.

"El.." panggil Love peri dengan senyuman manis

"Loe nungguin gue dari tadi?" tanya Elvano.

"Gak juga, aku juga baru duduk, gak lama kamu dateng" ucap love peri.

"Oh iya gue mau nanyak nanyak sama loe, kita ngomongnya dikamar gue ya! Yuk.."

Elvano dan Love peri, mereka menuju kamar Elvano hendak membicarakan seuatu entah apa itu, yang ingin Elvano tanyakan kepada Love Peri.

"Ada apa El?" tanya Love peri.

"Loe bisa nyetir mobil gak?"

"Gak lah El, kalok terbang iya aku bisa, karna aku punya sayap, emang kenapa sih? Kamu mau ngajarin aku"

"Kalok itu gue juga tau loe bisa terbang, gak gue cuman nanya aja, siapa tau di khayangan ada mobil terbang"

"Ih aneh, ada ada aja!" ucap Love peri.

"Oh iya 1 lagi, loe punya KTP gak?"

"KTP apa El?"

Ucap peri yang tak mengerti dengan pertanyaan Elvano.

"KTP: Kartu Tanda Penduduk"

"Gak, aku gak punya, aku juga gak tau itu apa!"

"Kalok KTP: Kartu Tanda Peri loe punya?"

"Apa sih El, gak ada kartu kartuan, identitas peri itu cuman diketahui oleh sama sama peri, kecuali kalok kita ngasik tau bahwa kita itu peri, kayak aku ke kamu" ucap Love peri dengan rinci.

"Ooohhh gitu, berarti Via gak boong dong! Gak mungkin sih dia.."

"Emang kenapa El? Via itu siapa?"

"Via itu karyawan baru dikantor, dan loe tau, umurnya 43th tapi vibe nya kek umur 28 sih menurut gue"

"Kenapa, kamu suka? Kamu mau aku bantuin dapetin dia El?"

El menghela nafas, "Apaan sih, loe tuh ya sama aja kayak Devan sama Sisil, gue itu gak mudah buat suka sama seseorang, lagian jomblo itu lebih enak, gak bikin stress. Udah ah gue mau mandi loe keluar aja"

"Ya kan siapa tau, kamu mau minta tolong dicomblangin, heheh" ucap Peri yang masih mengejek Elvano.

...----------------...

Elvano tiba dikantor, hari ini kekantor lagi tanpa ditemani Love Peri. Disaat ia berjalan memasuki kantor dan hendak menuju ke ruangannya, Victoria membuntuti Elvano dari belakang lalu Via memanggil El.

"Elvano!" panggil Victoria.

El yang berjalan segera menghentikan langkah kaki nya. Dan menoleh ke arah Victoria, setelah ia tau bahwa Victoria yang memanggilnya, El melanjutkan langkah kakinya.

"El! Bukannya berenti malah terus jalan" ucap Victoria dengan kesal.

Elvano tetap tidak berhenti hingga sampai ke mejanya begitu juga dengan Victoria.

"El, kok kamu gitu sih, dipanggil bukannya berenti malah terus jalan" ucap Victoria.

"Loe pasti mau kasik File berkas yang kemaren kan? Yaudah kan file nya ada dikomputer, ngapain loe manggil manggil dijalan, jadi gue terus aja jalan, lagian meja kita gak jauh"

"Sial ni anak nyebelin banget, awas aja kamu El, kalok aku udah gak butuh kamu, bakal aku habisin kamu" ucap Victoria dalam hati.

El menatap Victoria dengan tatapan tajam, begitu juga dengan Victoria yang menatap Elvano dengan tatapan kesal.

"Nih, loe pindahin File nya kesini" ucap Elvano sembari memberikan Flashdisk kepada Victoria.

Victoria mengambilnya dan menyalin File itu, lalu ia memberikannya kepada Elvano, tanpa bicara sepatah kata pun.

Begitu juga Elvano, bahkan tidak mengucapkan terima kasih kepada Victoria.

Bersambung...

...****************...

Hai guys bentar lagi tamat nih, tinggal beberapa bab lagi.

Mohon dukungannya ya, jangan lupa untuk tonton iklannya, serta dukungan lainnya terima kasih..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!