Ibu peri Davina menghampiri Alex suaminya, untuk ke 10 kalinya Ibu peri Davina memohon kepada Alex untuk membawa putrinya kembali. Namun, hal itu tidak pernah ditanggapi oleh Alex.
"Suamiku, kali ini kau tidak boleh mengabaikan permintaanku" ucap Ibu peri Davina.
"Apalagi, sudah kubilang Lovely tidak akan kembali sebelum genap 30 hari, kau jangan menawar lagi" ucap Alex.
"Bukan itu yang aku inginkan, jika kau tidak bisa mengabulkan keinginan ku untuk membawa putriku kembali, setidaknya izin kan aku melihat apa yang sedang putriku lakukan dibumi, tinggal dimana dia, dengan siapa? Apakah dia baik baik saja?, kau tau Victoria tidak akan melepaskan putri kita jika dia menemukannya"
Mendengar hal itu, Alex sedikit luluh. Ia juga berfikir yang dikatakan ibu peri Davina ada benarnya juga, jika Vhctoria tau keberadaan putrinya, tidak aman bagi Lovely belum tentu Love peri bisa melawan sihir jahat Victoria.
"Baiklah kalau begitu, kau bisa menemui Thomas, minta dia untuk memperlihatkan apa yang putri kita lakukan dibumi" ucap Alex.
Ibu peri Davina sangat senang, karena Alex mengizinkan ia untuk menemui Thomas dan meminta Thomas memperlihatkan keadaan putrinya. Ia segera menemui Thomas ditemani oleh Dasha Peri.
...----------------...
Terlihat Thomas yang sedang melukis burung merak di taman, ia terlihat sedang bahagia melukis sambil tersenyum ceria.
"Thomas" panggil Ibu peri Davina.
Thomas pun langsung menyambut Ibu peri Davina, dan segera meletakkan alat lukis yang tengah dipegang olehnya.
"Selamat datang ibu Peri, ada apa gerangan anda menemui saya" ucap Thomas.
"Aku ingin kau memperlihatkan keadaan putriku, aku sudah dapat izin dari suamiku Alex"
"Baiklah kalau begitu, segera saya lakukan"
Alex pun mengganti kertas lukisannya dengan yang baru, dan mulai melukis dengan sihirnya, sehingga dikertas lukisan itu terlihat Love Peri yang tengah membantu Mamanya Elvano membuat kue bolu pandan.
"Putriku, kau baik baik saja" ucap Ibu peri Davina, dengan sangat terharu dapat melihat sosok putrinya baik baik saja bersama manusia. Walaupun hanya terlihat dari kertas lukis.
"Siapa wanita yang bersama Love peri itu, tampaknya mereka berdua sangat akrab" ucap Dasha Peri.
"Terlepas siapa wanita itu, aku tidak peduli selama putriku baik baik saja bersamanya, melihat ini aku sedikit tenang, walaupun masih lama untuk bertemu putriku kembali"
"Tenang saja ibu Peri Davina, aku yakin putrimu baik baik saja, dilihat dari wajahnya dia sangat bahagia bersama wanita itu" ucap Thomas.
"Kau benar Thomas, semoga sampai hari terakhir hukumannya, putriku kembali dengan selamat"
"Ibu peri, kau bisa memberi hadiah kepada wanita itu sebagai ucapan terima kasih kepadanya, karena telah menjaga putrimu, nanti akan kutemani kau menjemput Love Peri ke bumi"
"Terima kasih Dasha peri, kalau begitu aku akan menyiapkannya dari sekarang, aku benar benar tidak sabar"
"Kalau begitu, aku akhiri ibu peri, anda tidak bisa terlalu lama melihat putri anda" ucap Thomas"
"Baiklah Thomas terima kasih, sebenarnya aku masih belum puas, tapi tidak apa apa sampai disini saja"
"Sama sama Ibu peri Davina" ucap Thomas.
...----------------...
"Yeyyy Bolunya udah jadi" ucap mama Dewi.
"Wahhh baunya harum banget, bau pandan, pastinya rasanya enak banget"
"Oh ya jelas Love.. Siapa dulu yang buat, ini berkat bantuan kamu juga, ayo kita cicipin bolunya"
Love peri mengangguk pelan.
Lalu mama Dewi dan Love peri mencoba kue Bolu buatan mereka.
"Wahhh tante enak banget, lembut lagi, El pasti suka" ucap Love peri.
"Pasti dong, ini tuh Bolu pandan kesukaan El sama papanya, apalagi yang buat wanita kesayangannya Elvano, tante sama kamu peri cantik" ucap Mama Dewi.
Terdengar suara seseorang sedang berjalan masuk kerumah, ternyata Elvano baru saja datang, pulang dari kantor. Dari ruang tamu El telah mencium kue kesukaannya itu.
"Wahhh mama buat kue Bolu Pandan?" ucap El.
"Iya sayang, nih cepet cobain, mama buatnya gak sendiri loh, mama dibantu Sama Peri cantik"
Peri tersenyum mendengar pujian dari mama Dewi.
El mengambil sepotong bolu dan memakannya, serta memberi reaksi yang baik.
"Emm, enak banget mah, kapan kapan ajarin Love buat cake Brownies ma, dijamin dia juga bakal suka banget sama Brownies, takutnya dia belum pernah makan" ucap Elvano sedikit menyindir kepada Love peri.
"Enak aja, aku tau kok Brownies, kue Coklat dan lembut itu kan?" ucap Love peri
"Ih kamu El ada ada aja, jangan gitu ah. Bisa jadi Love peri lebih sering makan makanan Enak daripada kamu" ucap Mama Dewi.
"Iya, iya mah.. El cuman bercanda"
Akhrinya, papa David pun datang juga. Segera papa David menghampiri mereka dimeja makan.
"Makan apa nih? Keliatan nya Enak banget, wihhh bolu pandan" ucap Papa David.
"Papa gak kebagian, bagian udah dimakan sama Love peri" ucap El bercanda.
"Eh kok aku sih El kamu kalik tuh! Gak om bukan aku" ucap Love peri membela diri.
"Papa sih lebih percaya sama Love El daripada sama kamu" papa David pun juga bercanda.
"Ohhh, jadi papa lebih percaya sama Love daripada sama anak kandungnya sendiri"
"Kamu nanyeak!!!" ucap papa David.
Semuanya pun menertawakan Elvano, mereka terlihat seperti keluarga kecil yang sangat bahagia, tertawa bersama bersenda gurau serta makan bersama setiap harinya.
"Oh iya Love habis makan kamu ikut tante ke kamar ya! Tante mau kasih kamu sesuatu" ucap Mama Dewi.
"Elvano gak di kasih ma?" ucap El sambil mengunyah kue Bolu dimulutnya.
"El kamu udah kerja, kalok mau apa apa tinggal beli sendiri" ucap Papa David.
"Ya kan beda pa, sesuatu yang beli sendiri sama yang dibeliin" ucap El sedikit cemburu kepada Love peri. Namun, itu hanyalah cemburu biasa, bukan cemburu yang lebih ke sifat iri atau benci.
"Seuatu apa tante?" ucap Love peri.
"Nanti kamu tau sendiri, yaudah yuk sekarang aja ke kamar tante" ucap Mama Dewi.
Sesampainya dikamar Mama Dewi membuka lemarinya dan mengeluarkan gaun berwarna biru muda yang sangat indah, gemerlap dan pastinya sangat cocok jika dikenakan oleh Love Peri.
"Gaun?" tanya Love Peri.
"Iya, ini untuk kamu, gimana kamu suka gak, warnanya baguskan?"
"Bagus banget tante, ini beneran buat Aku?"
"Iya ini buat kamu, ayo coba pasti bagus banget dibadan kamu" ucap Mama Dewi.
Love peri pun mengganti gaunnya dengan gaun pemberian Mama Dewi.
"Tuhkan, apa kata tante pasti bagus kalok dipakek sama kamu, cantik banget pakek warna ini, cantiknya makin plus plus plus" ucap Mama Dewi.
Peri melihat dirinya dari cermin, ia terlihat sangat menyukai gaun berwarna biru muda itu. Benar benar sangat cocok dibadannya.
"Tante ini bagus banget gaunnya, makkasih ya tante gaunnya"
"Sama sama sayang, kemaren tante itu lewat depan butik, gak sengaja liat gaun ini, karna bagus banget dan pastinya cocok buat kamu, jadi tante beli deh"
Karna penasaran, Elvano pergi ke kamar mamanya, ingin tahu sesuatu apa yang diberikan mama Dewi kepada Love Peri.
El membuka pintu kamar, "Mah..."
Seketika Elvano terdiam melihat ke arah peri, ia memberi reaksi yang tak biasa, takjub akan kecantikan peri menggunakan gaun berwarna Biru Muda pemberian Mama Dewi.
Mama Dewi pun menegur Elvano yang main masuk kamar tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dahulu.
"Sayang.. Kok kamu gak ketuk pintu dulu, untung Love udah ganti gaun" ucap Mama Dewi kepada Elvano.
"M-ma-maaf ma El gak sengaja,
Ini yang mama kasih ke Love, Gaun ini!" ucap Elvano.
"Iya! Gimana bagus kan, cocok dibadan Love, terlihat cantik banget dia"
"I-iya, bagus mah, cantik!"
Mendengar Elvano mengatakan bahwa Love peri cantik, mama Dewi tersenyum, berfikir Elvano mungkin menyukai Love Peri. Sedangkan Love peri sendiri pun terlihat sedikit salting.
Papa El datang, "Wahhh, bagus banget gaunnya, ini yang mama kasih ke Love" ucap Papa David.
"Iya pah, bagus kan, mama juga suka ngeliatnya"
Pujian mereka benar benar membuat Love Peri merasa canggung, ingin bergerak pun sulit karna ia merasa sedikit malu.
...----------------...
Keesokan harinya, seperti biasa di pagi hari Elvano akan berangkat ke kantor. Kali ini Love peri akan ikut Elvano, karena hari ini hari Kamis, mama Dewi bertemu teman teman arisannya, dan tidak mungkin membawa Love Peri atau meninggalkannya sendiri dirumah.
"El sayang, hari ini Love ikut kamu ya ke kantor, soalnya mama mau arisan, lama banget pastinya gak nentu pulangnya jam berapa. Toh mama gak mungkin bawa Love kesana kan! Jadi untuk hari ini aja ikut kamu"
"Iya ma, Love perinya tau gak?" tanya Elvano.
"Gak, belum mama kasih tau, kalok gitu mama kasih tau dulu ya!"
El mengangguk paham.
Akhrinya merkea berdua pun berangkat ke kantor, sesampainya disana, Elvano langsung masuk ke ruangannya. Disana sudah ada Victoria yang duduk dimejanya, dan juga Devan dan Sisil berada dimeja El dan Victoria, seperti biasa mereka berinteraksi sebagai teman baru, atau kakak adik.
...****************...
Next Eps...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Queen Author
Halo semuanya, jangan lupa like, komen dan suscribe ya..
Serta ikutin juga akun aku, biar kalian gak ketinggalan novel baru aku.
Dan jangan lupa dukungan lainnya ya..
Tonton iklannya juga terima kasih..☺️
2023-08-04
1