Episode 10 Rencana yang gagal

Devan dan Sisil telah berada di Honey Hotel, mereka ingin mencari tau keberadaan wanita yang bersama Mario. Mereka berdua berencana untuk mencari informasi Angel kepada Admin.

"Halo selamat siang, apakah anda ingin reservasi kamar hotel untuk pasangan" ucap admin hotel tersebut.

"Permisi mbak, saya bukan mau reservasi tapi saya boleh gak liat daftar nama-nama tamu sekitar 2 Minggu yang lalu dia pernah datang kesini" ucap Devan

"Maaf mas, kami tidak bisa memberikan informasi pribadi tamu kami"

"Gak bukannya kita mau ngelabrak atau apa, ini bukan daftar tamu untuk hari ini, tapi 2 Minggu yang lalu, saya itu kebetulan juga ada disini saat itu untuk bertemu klien saya pak Ardiansyah, nah saya itu gak sengaja ketemu sama tamu hotel ini, namanya Mario, saya tidak sengaja tertabrak dengan nya ketika dia membawa berkas dan saya juga membawa berkas, dan sepertinya ketika berkas kami jatuh salah satu berkas kami tertukar. Dan berkas itu sangat penting bagi saya" ucap Devan menjelaskan dengan panjang lebar.

"Aaa, kalok gitu boleh saya lihat berkas masnya yang tertuka" ucap Admin wanita itu.

Sisil pun langsung terpelongo, begitu juga Devan Karena memang mereka tidak membawa berkas apapun, walaupun ada berkas di tas Sisil, namun namanya bukan Mario.

Dalam batin Devan "mati gue, mana gak ada lagi tuh berkas, aduhh kebohongan gue ngerusak rencana ".

"Eee kalok berkasnya saya gak bawa mbak, karena saya cuman mau minta informasi nya aja, setelah ketemu orangnya langsung baru saya mau bawa berkas nya, gitu.." ucap Devan terbata bata.

"kalok gitu maaf mas kami tidak bisa memberikan informasi jika tidak ada bukti berkas yang mas nya maksud, demi keamanan Hotel, jadi kami tidak bisa sembarangan memberikan informasi pribadi tamu hotel"

Devan masih memohon kepada admin wanita itu.

Terlihat admin pria seperti mencurigai Devan dan Sisil , ia akhirnya memanggil security.

Mereka Devan dan Sisil diusir oleh satpam karna mengganggu kerja staff hotel , dan mereka juga dianggap hendak melakukan kejahatan.

"Aduh pelan pelan dong pak, lagian juga kita bukannya mau nyuri" ucap Sisil .

"Pak kita lagi butuh banget cari informasi ini pak!" Ucap Devan

"Saya gak peduli, lebih baik kalian cepat pergi atau saya akan lapor polisi" ucap security itu.

Mereka berdua pun pasrah dan segera meninggalkan hotel, lalu Sisil pun menyalahkan Devan Karena ia tak pandai berbohong.

"Kamu sih, gak briefing dulu, malah ngomongin berkas padahal berkasnya gak ada"

"Iya iya ini salah aku, jadi gimana dong kita cari informasi dimana lagi ini!" Ucap Devan sembari menggaruk kepalanya.

Sisil pun menghela nafas panjang, tak disangka ia mendapatkan sebuah ide

"Aku dapat ide" ucap Sisil sambil tersenyum sinis. Ia langsung membisikkan ide nya kepada Devan.

...***...

Hari telah gelap, semua orang dirumah nenek bergegas mandi dan siap-siap untuk makan malam bersama, semuanya sudah berkumpul tanpa tersisa.

Elvano masih bingung bagaimana caranya untuk membatalkan akad nikah tersebut, apa mungkin dia harus mengatakan semuanya pada saat makan malam. Namun ia takut semua orang tidak percaya, El tidak punya bukti, dia sudah dikirim pesan oleh Devan bahwa rencananya gagal. Hal itu semakin membuat Elvano bingung melakukan cara apa lagi. Tidak mungkin El menunggu besok setelah akad nikah selesai, karna besok Mario juga berencana akan menemui angel pada saat dimana Mario seharusnya malam pertama bersama Tante Venny, tapi ia malah berencana menemui wanita lain.

El semakin geram, karna tak kunjung mendapat kan ide. Mau tidak mau ia harus memberi tahu semuanya pada saat makan malam.

"El, ayo siap siap makan malam, ditunggu di meja makan ya!" Ucap om Deni Paman El dari papanya.

"Iya om" ucap El.

"El gimana? Kamu gak memikirkan cara lain, aku harus apa El, biar aku bisa bantu kamu" ucap peri.

"Gue juga masih bingung, tapi rencana gue satu satu nya harus ngasik tau langsung sama mereka aja, pas makan makan malam nanti, yaudah kalok gitu aku ke dapur ya, nanti aku bawain kamu makanan" ucap El, Peri pun mengiyakan dengan mengangguk.

El pun membawakan peri buah buahan dan cemilan

"Loe makan ini dulu gapapa kan, nanti kalok semua orang udah pada tidur kau bawain kamu nasi sama lauk" ucap El.

"Iya El gapapa, buruan kamu join makan malam nya nanti keburu dijemput lagi ".

El pun pergi meninggalkan peri sendiri dikamar.

Semuanya telah berkumpul di meja makan termasuk mario yang sok polos itu. Mereka semua menikmati makan malam bersama, mario pun memulai pembiacraan

"Ini ya keponakan kamu, yang sering kamu ceritain sama aku" ucap Mario kepada tante Venny.

"Iya namanya Elvano, kedepannya kamu harus jadi om yang baik buat El, nanti kamu bisa ajarin dia untuk memulai bisnis, ya gak el" ucap tante venny.

"Hah, aku belajar bisnis sama dia, gak usah el bisa belajar sendiri, El gak suka hal hal yang menjanjikan tan.." ucap El mencibir.

"Maksud kamu apa El,

El pasti lagi bercanda, dia emang gitu orangya suka bercanda" ucap tante Venny kepada mario.

"Iya gakpapa aku ngerti kok" ucap Mario sembari menatap el dengan kesal.

"Maaf sebelumnya, tapi el lagi gak bercanda, el mau kasik tau sama semuanya siapa sebenrnya cowok brengsek ini!" ucap el dengan amarah.

Semua yang ada di meja makan kaget akan ucapan Elvano, bahkan nenek sekalipun kaget cucu kesayangannya yang ia kenal sangat baik dan sopan, tiba tiba berbicara tidak sopan didepan semua keluarga besar mereka.

"El, apa apaan ini, maksud kamu apa sampai bicara gak sopan kayak gitu, nenek bener bener gak nyangka sama sifat kamu yang gak sopan begini" ucap Nenek yang sangat kecewa dengan Elvano.

Mario pun tampak panik dan bingung kenapa el bisa berkata seperti itu, apa yang El ketahui tentang dirinya.

"Gak gitu nek, tapi el mau kasik tau yang sebenarnya.. " el belum selesai bicara, papa el langsung memotong ucapan el.

"Cukup el, papa gak pernah ngajarin kamu gak sopan kayak gini, jangan kamu merusak makan malam ini dengan ucapan ngawur kamu!" ucap papanya el.

Tante Venny pun bingung, antara elvano berkata jujur atau sedang mengawur, namun ia belum tau semua yang akan dijelaskan el. Setau tante Venny el bukan lah anak yang suka berbohong.

"Cukup mas David (papanya el), kita dengerin dulu apa yang ingin Elvano katakan, Venny tau el gak akan ngawur, el anak yang jujur, kita coba dengerin dulu ucapan el". Ucap tante Venny.

Mama el tak bisa berkata kata, tapi dia yakin bahwa anaknya pasti tidak sedang mengawur, dan tampak Mario sedang panik. Soertinya, ia takut el benar² tau kebusukannya.

Terpopuler

Comments

Queen Author

Queen Author

Mohon dukungannya ya semua, biar aku semangat update nya..😊

2023-07-29

0

cómics fans 🙂🍕

cómics fans 🙂🍕

Kagum banget! 😍

2023-07-29

1

Candela Antunez

Candela Antunez

Terima kasih telah membuat kami terhibur dengan cerita yang luar biasa ini. Semoga terus sukses 🙏

2023-07-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!