Episode 05 Kasih sayang peri

Tempat yang indah pasti akan membuat suasana menjadi lebih baik, hati yang tenang, serta tanam tanaman dan burung burung yang berkicau tau akan isi hati seseorang, begitu lah kehidupan suasana dilangit, para peri peri yang ada di sana tertawa riang gembira menikmati keindahan langit. Namun, itu tidak berlaku untuk ibu peri, ia merasa sangat sedih, hatinya kacau memikirkan putrinya yang amat ia sayang dihukum oleh diri nya sendiri.

Tapi ia melakukan kannya karena terpaksa, sebenarnya ia tak ingin putrinya dikirim ke bumi. Sebab ia tau tidaklah mudah untuk putrinya bertemu orang-orang baru, namun sebaliknya love peri beruntung bertemu Elvano yang mau menolong nya.

Sudah 1 hari berlalu ia pisah dengan putri tercinta nya, hati Nya sangat sakit terasa sangat sesak , bahkan ia tidak tau bagaimana kabar putrinya, hukuman untuk anaknya juga hukuman untuk ibunya, sebab hal itu dianggap bahwa ibunya lah yang terlalu memanjakan putrinya.

"Ibu peri, kenapa kau bersedih, kau merindukan love peri?" ucap Dasha peri.

"Benar, aku merindukan putriku, aku tidak bisa tidak melihat nya sehari saja" ucap ibu peri sembari meneteskan air matanya.

Namun siapa sangka, love peri malah berfikir bahwa ibunya sudah tidak peduli kepada nya, karna ibunya sendiri lah yang mengirimkan nya ke bumi, sebagai bentuk hukuman, karena ia tidak mau mengakui saudara kandung nya, itu termasuk aturan yang tidak boleh dilakukan di kehidupan mereka.

Itu dianggap tidak mengakui keluarga atau darah nya juga.

Love peri merasa jika ia memiliki saudara kasih sayang kedua orang tuanya pasti akan berkurang terhadapnya. Love peri hanya menginginkan kasih sayang kedua orang tua nya hanyalah untuk dirinya seorang.

"Ibu, peri aku tau bagaimana perasaan mu saat ini, tapi itu juga dapat membuat mu lemah, dan kau akan mudah sakit. Love peri pasti sedih jika mengetahui kau sakit" ucap Dasha peri.

"Tapi aku benar benar tidak sanggup, aku ingin Putri ku kembali, kumohon bawa putriku kembali.." ucap ibu peri sembari menangis dengan keras .

"Ibu peri, kumohon bersabarlah masih tersisa 29 hari lagi, aku tau itu waktu yang tidak cepat, tapi kau harus kuat"

"Aku, aku .."

Blakk.. ibu peri pun pingsan, namun hal itu tetap tidak akan mengubah aturan yang berlaku, hukuman tetap lah hukuman, harus dilakukan hingga selesai.

***

Ngeng.. ngeng.. 🛵

Elvano dan love peri sedang diperjalanan, dan dibelakang mereka ada Devan dan Sisil yang juga berkendara menuju kantor, mereka Devan dan Sisil menyapa Elvano.

"El, tumben loe gak telat, biasanya loe kan telat, mimpi apa lu semalem" ucapan Devan membuat El malu, karna love peri pasti mendengar dari dalam saku baju El, apa yang dikatakan Devan.

"Baru juga kemaren gue telat, sebelum sebelumnya mana pernah gue telat" ucap El dg rasa malu.

"Hah emang eakkkk" ucap Devan membuat Sisil tertawa puas.

"Kamu nanyeak, kamu bertanya-tanya " ucap El serta memberot berotkan bibirnya seperti nyinyir.

Hahahaha

Devan pun tertawa, kemudian Devan melaju lebih dulu dari El, seakan akan mengajak El berlomba untuk lebih dulu sampai ke kantor.

El pun mengikuti nya dari belakang, love peri benar benar ingin menyembunyikan dirinya dari temannya El. Dia benar-benar tidak bersuara atau menampakkan dirinya.

Akhirnya el sampai lebih dulu.

"Payah lu, gimana gue udh kayak valentino rosy gak" ucap el.

"yaelah, gue juga bisa sampek duluan, cuman karna cewek gue, dia takut kalok gue ngebut, kan dia gak mau kehilangan gue, ya kan sayang" ucap Devan.

"Emmm gimana ya! Bisa di bilang gitu lah" ucap sisil sedikit males, padahal sebenarnya emang cowok nya yg cemen, sisil mah gak menye menye, kalok emang cowok cemen ya cemen aja, gak bakal dia muji muji diluar fakta.

"Kok loe kayak ragu gitu sil" ucap El nyinyir.

"Emmm" ucap sisil sembari melotot panik

"gak biasa aja kok, apaan sih el orang gue percaya diri banget kok"

"Udah udah, kapan kapan kita balap lagi, biar sisil gak ragu lagi sama gue, okey beb!"

El menggelengkan kepala lelah dengan sikap devan yang tidak mau kalah🤣.

El pun langsung bergegas masuk ke kantor, disusul devan dan sisil.

*Aduhhh gue kok lupa ya! Gue kan bawak peri bocil, gimana ya dia skrg? Kira kira masih dikantong baju gak ya! Masih hidup gak ya?* ucap el dalam hati, khawatir dengan love peri sebab tidak ada suara.

El bergegas ke ruangan yang sepi untuk memastikan peri masih hidup.

"Cil.. Cil loe masih ada kan, loe masih hidupkan?(tetap tak ada jawaban) Love.. Buruan keluar udah sampek nih kita" ucap el sambil mendekatkan mulutnya ke saku baju nya.

Karna tetap tidak ada jawaban akhirnya el melihat kedalam sakunya.

"Ya ampun.., nih bocil tidur, gue kira udh gk bernafas"

Ucap el setelah melihat peri yang terlelap serta nafasnya yang berhembus membuat el yakin dia masih hidup.

"Hemm yaudah deh, gue gak mau ganngu dia tidur"

El pun keluar dari ruangan sepi itu, dan lahgsung menuju ruangannya.

"El, loe kok ngilang dari mana lu barusan" tanya Devan.

"Gue, gue dibelakang loe tadi, soalnya gue mampir ke pantry, minta dibuatin kopi, heeh gitu" ucap el agak terbata bata

"Owww, gue kira loe balik pulang, soalnya loe kayak kurang tidur el, jangan² loe gak tidur semaleman karna takut telat, yakan..!" ucap Devan.

El melihat Devan sangat capek, karna devan selalu mengucapkan hal hal yang kurang penting, ya mau gimana el kan tipe orang yg males buat ngomong, apalagi hal yg gak penting, makanya el capek ngomong sama orang yang banyak omong😁.

"Ya udah deh terserah loe, iyain aja" ucap el sudah tak sanggup dengan ucapan tk penting Devan.

...----------------...

Ketika el mengerjakan input data dikomputernya, terlihat saku el bergerak gerak, mungkin love peri sudah bangun. El menoleh ke arah sakunya

"Iya apa..? Loe mau keluar sekarang ("iya, masa taun depan" ucap peri)

yakin loe mau keluar sekarang, gimana kalok ada yang liat loe, bentar bentar gue mau buat rumah rumahan dari kertas dulu, biat lo bisa sembunyi disitu" ucap el

Namun teman teman disekitarnya berfikir el sudah gila karna bicara sendiri, padahal dia lagi ngomonh sama peri kecil.

"Woi el, lu udah gila ya?" ucap Vito yang meja nya tepat didepan meja el.

"Gila, gila lu yang gila, manggil² ngatain orang gila" ucap el tidak terima di bilanh gila.

"Lagian barusan loe ngomong sendiri, gimana gue gak ngomong loe gila"

"Hah, oo itu gue lagi , aaa gue lagi.. Belajar bahasa sunda, iya gue lagi belajar beragam bahasa di indonesia gitu"

"Hah masa sih? Yaudah lah terserah loe" ucap Vito.

Terpopuler

Comments

Beerus

Beerus

Wuih, seru abis!

2023-07-26

1

Towa_sama

Towa_sama

Asyik nih!

2023-07-26

1

♞ ;3

♞ ;3

Mengurangi stress dengan membaca cerita ini, sukses thor!

2023-07-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!