Pelan pelan mama Dewi membuka pintu kamar Elvano, dan ingin memastikan suara perempuan dari kamar El. Setelah membuka pintu, mama dewi benar benar kaget dengan apa yang ia lihat, ternyata benar suara perempuan dari kamar Elvano bukan halusinasi mama dewi, tapi benar adanya sosok wanita yaitu Love Peri. Mama dewi pun langsung masuk ke kamar El, sontak membuat peri dan El kaget.
"Apa apaan ini El! Kamu menyembunyikan seorang wanita dirumah!" ucap mama dewi sangat keras.
Papa David yang berada di lantai bawah pun segera naik ke lantai atas setelah mendengar suara keras istrinya itu.
El dan Peri hanya bisa diam mematung, tak tau harus bagaimana menjelaskannya, karna tidak mudah untuk mereka percaya bahwa peri itu ada. Tapi, bisa jadi jika peri menunjukan kekuatannya, mama Dewi dan papa David pasti percaya.
"Ada apa ma? Kenapa teriak teriak sampek kedengeran ke bawah" ucap papa David, ia pun kaget ketika melihat ada sosok perempuan ber gaun putih dikamar Elvano.
"Siapa gadis ini? Kenapa dia bisa dirumah kita, dan kenapa bisa ada dikamar Elvano?" tanya papa David lagi.
"Jawab pertanyaan papa sama mama, siapa dia? SIAPA DIA!!" mama Dewi sangat marah, ia takut anaknya melakukan hal hal yang tidak baik dirumahnya bersama peri, ia takut anaknya menghamili peri lalu peri minta pertanggung jawaban. Ia tak ingin memiliki cucu yang hamil diluar nikah.
"El kenapa kamu diem aja, jawab pertanyaan papa, siapa wanita ini, kenapa dia bisa ada disini, sejak kapan, dan apa yang kalian berdua lakukan ketika mama sama papa gak ada dirumah?" tanya papa David sangat panjang lebar.
"El mau jelasin pa, tapi papa sama mama tenang dulu, kasik El kesempatan buat jelasin"
Elvano pun menenangkan kedua orang tuanya, setelah itu El menjelaskan semuanya mulai dari hari El bertemu dengan peri, hingga peri menginap di rumah Elvano. Namun, El tidak memberitahu mengapa peri bisa ada dibumi, karena Elvano sendiri pun juga tidak tau, dan tidak pernah menanyakan hal itu kepada peri.
Peri tampak gelisah, ia takut mama dan papanya tidak menerima keberadaan peri dan akan mengusirnya, peri tidak tau harus kemana lagi jika mama dan papa Elvano mengusirnya.
Mama Dewi menatap peri dengan sangat teliti dari atas sampai bawah, ia masih tidak percaya ada peri yang sangat Cantik jelita, kulit seputih susu, dengan sepatu kaca yang sangat terlihat mewah, rambutnya yang terlihat berkilau sangat halus, lembut serta matanya yang indah, bibir yang kecil dan gigi yang sangat rapi. Gaun yang sudah 10 hari semenjak peri datang hingga sekarang masij terlihat bersih seperti baru dan wangi. Mama dewi tidak menyangka ia bisa tinggal dirumahnya.
Peri sedikit risih dengan tatapan Mama Dewi kepadanya, ia benar benar bungkam, mulutnya seperti terkunci. Ingin sekali menjelaskan maksud dirinya berada dirumah Elvano, walaupun El sudah menjelaskan, Peri ingin menjelaskan lagi dengan mulutnya sendiri.
"Hei gadis cantik, nama kamu siapa?" tanya mama Dewi kepada Peri, sontak peri pun kaget disapa mama nya El.
"Eee, namaku Lovelyana Alexa, panggil saja Love" ucap peri malu malu.
"Nama yang cantik, secantik orangnya, kamu benar benar peri sungguhan?"
Melihat mama Dewi menyapa peri dengan ramah, El merasa sangat tenang, berarti mama dewi menyukai peri dan mungkin akan mengizinkan peri untuk tingg lebih lama.
"Iya ma, El lihat dengan kepala mata El sendiri dia punya kekuatan super, dia juga punya sayap untuk terbang, juga.. punya tongkar sihir" jawab El mewakili peri.
"Papa gak percaya sebelum papa lihat pakai mata kepala papa sendiri, coba buktiin sekarang" ucap Papa David yang masih ragu dengan kekuatan sihir peri.
"Gak perlu pa, El itu anak yang jujur, gak mungkin El bohong, mama percaya kok sama anak mama sendiri"
Papa El menghela nafas..
Mendengar hal itu Elvano tersenyum, ia senang mamanya sangat memeprcayai El.
"Lovee, jadi yang tidur dikamar tamu itu kamu yah?"
"Iyaa" ucap peri dengan suara kecil
"Jangan malu malu, anggap aja kita 1 keluarga" ucap Mama Dewi sembari merangkul pundak Love peri.
Peri pun menunjukkan kekuatan sihirnya dengan menata buku buku komik yang berserakan dimeja, ia menata buku itu kedalam lemari, dengan kekuatan sihir lemari buku pun rapi dalam waktu 5 detik.
Sontak membuat papa David shock dan menganga, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, kekuatan sihir itu benar benar ada, ditunjukkan langsung oleh peri.
El pun tersenyum, dengan begitu semua nya benar benar percaya.
"Kalau begitu, kamu Love tidak perlu sembunyi sembunyi lagi, hiduplah normal seperti kita, kau tidak perlu selalu merubah dirimu menjadi peri kecil, anggap saja kita seperti keluarga" ucap papa David.
"Makkasih Om.." ucap Love Peri.
"Okey, berarti bocil bisa tinggal disini sampai kapan pun dong pah, mah" ucap El.
"Bocil? Siapa yang kamu panggil bocil El!"
"Eee maksud aku Love peri"
"Cantik cantik gini dipanggil bocil, dia palingan seumuran kamu El, ada ada aja kamu!" ucap Papa David kepada Elvano.
"Emang bocil itu apa tante?" ucap peri yang bertanya kepada mama Dewi.
"Mah jangan ma! Please jangan dikasik tau!" ucap El, ia takut peri marah jika tau arti aslinya.
Mama dewi tidak menghiraukan ucapan El, ia tetap memberitau peri arti sebenarnya. "BOCIL itu BOCAH CILIK, anak kecil, jadi El nganggep kamu masih anak kecil" ucap mama Dewi.
"Elvano!!!!! Jadi selama ini kamu boongin aku!" ucap Peri dan langsung memukul mukul El dengan pelan.
Papa dan Mama El tertawa melihat interaksi antara Elvano dan Peri. Keluarga mereka seakan akan memulai kehidupan baru dengan adanya anggota baru dirumahnya.
Peri tidak menyangka keberadaannya diterima sangat baik oleh kedua orang tua Elvano, dengan begitu ia tidak memikirkan akan tinggal dimana jika kedua orang tua El mengusirnya.
...----------------...
"Dimana lagi aku harus mencari, benar benar melelahkan, sesulit itu!" ucap sosok wanita berambut merah, dengan tinggi badan 165cm.
Ia melihat gedung besar didepannya, PT. Bina Mulia. Kantor itu membutuhkan seorang karyawan baru, entah mengapa Via tiba tiba terfikirkan untuk melamar kerja dikantor itu, padahal tujuan awalnya bukanlah melamar pekerjaan, atau mungkin ini sebuah petunjuk untuknya.
"Ada apa dengan kantor itu, haruskah aku melamar disana! Membosankan, tapi apa salahnya jika aku mencobanya dulu, kalau begitu aku harus mencari cara"
Via kemudian bergegas ke kantor itu, dan mulai mendaftarkan diri untuk bekerja disana. Tanpa membawa berkas apapun, ia diterima dikantor itu, CV tidak penting bagi seorang Victoria.
Victoria peri jahat yang dihukum dan dikirimkan kebumi dan sampai kapan pun tidak akan bisa kembali ke langit.
"Aku ingin melamar kerja disini" ucap Via kepada security dengan sangat ketus.
Security melihat ia tidak membawa apa pun, dan berfikir via bermain main.
"Dimana CV nya, anda harus memberikan CV terlebih dahulu, setelah itu baru dipanggil untuk Interview" ucap Security.
"Apa! Aku tidak butuh itu, aku hanya ingin bekerja disini, biarkan aku masuk"
"Tidak bisa! Anda harus mengikuti tata aturan kantor ini, jika anda tidak mempunyai CV maka anda tidak bisa melamar kerja disini"
Dengan perasaan kesal, Victoria pun mencuci pikiran security itu dengan sihirnya. Agar ia bisa mengendalikan security itu, tak hanya security bahkan manajer kantor itu pun ia cuci otaknya, dengan begitu tidak ada yang mengahalanginya masuk ke kantor itu.
Setelah selesai, ia langsung pulang dan akan masuk kerja mulai besok. Karna via telah lama berada dibumi, ia telah memiliki rumah beserta isinya dari hasil menipu manusia manusia dibumi dengan sihir jahatnya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments