Hari mulai gelap, akhirnya jam kerja sudah berakhir Elvano dan teman teman yang lain bersiap siap untuk pulang.
Elvano mengemasi barang-barang dimeja nya sebelum pulang, ia juga dibantu oleh peri (dibantu liat😁). Elvano tampaknya bingung untuk malam ini mereka akan makan apa? Apakah harus memesan grab food atau langsung ke rumah makan saja. Elvano pun meminta pendapat kepada peri.
"Cil, menurut loe kita makan apa malam ini?"
"Apa aja sih, yang penting kenyang" ucap peri sangat simpel.
"Beneran nih apa aja, kira kira kita grab food atau makan langsung ke tempatnya?" Tanya El lagi
"Grab food itu apa?"
Peri tak mengerti dengan arti grab food, lalu ia pun bertanya kepada Elvano
"Grab food itu kita pesen makanan lewat apk, nah nanti itu makanan bakal dianter ke alamat kita, ke rumah gue"
"Owww kalok gitu kita makan langsung ketempat nya aja, gimana?". Ucap peri
"Emmm boleh, gue lagi BM bakso nih, gimana kalok kita makan bakso". Ucap El
"Bakso?" Tanya peri sedikit bingung.
Peri tampaknya tidak tau makanan apa itu dia seperti baru pertama kali mendengar nya.
"Iya bakso, loe pasti gak pernah makan kan, yaudah kalok gitu kita makan sekarang. Tapi loe bisa gak berwujud normal, susah sih kalok makan bakso dengan wujud peri kayak gini, yang ada nanti loe malah berenang dikuah nya hahaha". Ucap Elvano sembari bercanda
"Bisa sih, tapi apa mungkin aku pakai gaun kayak gini, yang ada nanti orang orang liatnya aneh, nanti dikira nya aku lagi carnaval cosplay jadi peri" ucap peri yang ada benarnya juga
El pun mengangguk setuju dengan ucapan peri , bahwa ia tidak bisa berwujud normal dengan keadaan ia memakai gaun peri. Ia mencari solusi dan terfikirkan oleh El untuk memakaikan jaket El kepada peri
Jaket kulit yang mahal yang tengah El kenakan, jaket yang berwarna bata.
"Okey gue punya ide, sekarang kita ke parkiran dulu, loe berubah wujud disana biar gak ada yang ngeliat"
Mereka berdua pun bergegas ke parkiran, disana sudah mulai sepi, karna yang lain sudah banyak yang pulang. Jadi aman untuk peri merubah wujudnya menjadi normal layaknya manusia biasa.
Namun...
Dari kejauhan terdapat Sura yang tak asing memanggil Elvano, yah itu masih Devan dan Sisil yang baru saja menuju parkiran.
"El..!" Panggil Devan
Sontak El pun kaget, untungnya peri belum berubah.
"Kalian belum balik?" Tanya El kepada Devan.
"Belum kita nungguin loe El, ada yang mau kita omongin" ucap Sisil
"Ngomongin apa? Kalian gak capek ya habis kerja, mending langsung pulang aja, besok aja ya kalok ada yang mau diomongin" ucap El.
"Gak gak El, semuanya harus clear sekarang, gue udah menemukan keanehan sejak tadi pagi Sampek sekarang El, loe kenapa sih kok kayak berubah sifat gitu, lebih pendiem gitu! Kayak bukan El yang gue kenal" Ucap Devan, yang dibenarkan juga oleh Sisil.
"Kalian kenapa sih, gue masih El yang sama kok, udah gue duluan ya, buru buru mau istirahat capek banget, oke bye!" Ucap El, dia langsung menaiki motor nya dan meninggalkan mereka Devan dan Sisil.
"Tuh kan bocah kebiasaan main tinggal tinggal gitu aja" ucap Devan.
"Yaudah ah, kita pulang aja, mending besok aja kita langsung interview El, kalok sekrang dia juga pasti capek pulang kerja, lagian aku juga capek.." ucap Sisil, dengan nada sedikit manja dia akhir.
"Yaudah sayang kita pulang aku tau kamu pasti capek banget" ucap Devan.
...***...
El mengendarai motor dengan sedikit laju, untuk menghindari Devan dan Sisil. Kemudia ia berhenti dipinggir jalan, Yang sudah agak jauh dari kantor, ia pun meminta peri untuk merubah wujudnya.
"Loe bisa berubah sekarang , di sini aman gak bakal ada yang liat" ucap El.
Peri pun merubah dirinya layaknya manusia biasa, seperti yang sudah dilakukan nya saat ia dirumah Elvano.
El terpukau dengan kecantikan peri, padahal peri dari pagi hingga malam berada di kantor bersama El, membantu pekerjaan Elvano, namun ia tidak seperti wanita wanita biasanya, yang terlihat make up nya mulai luntur dan terlihat kusam. Namun, hal itu tidak berlaku untuk peri yang memang sudah terlahir cantik, kecantikan nya tidak akan luntur walaupun bekerja seharian, bahkan dibawah paparan sinar matahari sekalipun.
Lagi lagi El bengong menatap peri.
"Terus gimana, aku masih pakai gaun, ide apa yang kamu bilang tadi" tanya peri.
El langsung membuka jaketnya dan memakai kannya di badan peri, terlihat sangat cocok dibadan peri, warna kulit peri yang putih mulus dipadukan dengan jaket kulit berwarna bata.
"Wahhhh, bagus banget jaketnya diaku, warna juga bagus banget" ucap peri sembari tersenyum.
"Yaudah yuk, kita langsung makan bakso" ucap El.
Mereka bergegas menuju tempat, El pun menaiki motor dan memakai helm nya , peri pun duduk di belakang el dengan agak sedikit tak nyaman, karna gaun nya sendiri terbuka ketika ia duduk dimotor.
"Aduh El, paha aku keliatan nih gimana, nanti gaun aku pasti berterbangan kena anginnya" ucap peri
"Emmm, gimana kalok loe duduk ala cewek aja, terus loe bisa tahan gaun loe pakek tangan"
Peri pun langsung mencobanya, ia duduk menyamping sembari membenahi gaun nya agar tidak terbuka, untungnya hal itu berhasil. Sayang nya El juga tidak membawa helm cadangan, jadi terpaksa peri tidak menggunakan helm.
"Gimana udah siap?" Tanya El kepada peri
Peri pun menjawab dengan mengangguk.
...***...
Akhirnya mereka sampai di warung makan Raja Bakso, mereka pun langsung mencari tempat duduk setelah memesan 2 porsi bakso, untuk el bakso urat dan untuk peri bakso telur.
Sembari menunggu pesanan mereka diantar mereka tidak berbicara 1 kata pun, tiba tiba mereka tetasa canggung makan berdua diluar. Mereka hanya menatap satu sama lain, dua duanya sama sama merasa canggung, sehingga tidak ada yang melontarkan pembicaraan. Mungkin mereka bukan tipe orang yang suka basa basi.
Akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang, disitulah peri memulai pembicaraan.
"El, kita minumnya gak pesen?" ucap peri.
"Oh iya gue lupa, loe mau minum apa, air mineral atau es teh?" tanya el kepada peri.
"Aku mau coba es tehnya el" ucap peri.
Elvano pun memesankan 2 Es teh, 1 untuk dirinya dan 1 untuk peri.
Akhrinya merekan berdua pun menyantap bakso yang mereka pesan. Lagi lagi peri merasa takjub dengan rasa bakso itu, ia sepertinya sangat menyukai makanan² yang ada di bumi, sebenarnya tidak jauh beda dengan makanan dilangit, hanya saja soal rasa memang tidak pernah bohong😁. Next Eps.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Vicki-ying-loveneryone~
Saya sudah jatuh cinta dengan karakter-karakternya, keep writing, author!
2023-07-29
1
Aran
Jatuh cinta sama plot twistnya, bikin penasaran terus 🤯
2023-07-29
1