Epsiode 12 Akhirnya membaik

Peri sedang berada dikamar tamu menunggu El, akhirnya El pun datang setelah mengantarkan neneknya ke kamar.

El membuka pintu lalu masuk ke kamarnya.

"El gimana keadaan nenek sama Tante kamu?" Tanya peri.

"Aman kok, nenek juga udah membaik, untuk Tante Venny juga dia Baru sadar, mama sama Tante Sarah lagi nenangin Tante"

"Syukurlah El, akhirnya semuanya percaya sama omongan kamu"

"Kok loe bisa tau ini bakal berhasil, dan bener dong Devan ngirim bukti itu, padahal sebelumnya Devan bilang rencananya gagal, dan itu juga bukan rencana yang aku bilang ke Devan " ucap El sedikit bingung.

"Itu lah keajaiban El, dia berpihak ke orang yang benar"

El menatap peri sebentar, lalu ia mengambil handphone nya ingin menelfon Devan, ia hendak berterima kasih kepada Devan dan Sisil yang telah membantu nya.

Elvano calling to Devan 📲

"Halo Van, makasih ya loe udah bantuin gue, rencana loe berhasil, makasih.. banget, makasih juga buat sisil" El mengucapkan terimakasih kepada Devan dan sisil

"Santai El, gue juga seharusnya bantu loe, namanya juga temen, dan gue juga gak sendirian gue juga dibantu sama ayank gue Sisil" ucap Devan sambil tersenyum melihat ke arah Sisil.

"Btw, gimana cara nya kok loe bisa dapat rekaman nya?" Tanya Elvano.

"Hahah panjang ceritanya El, setelah gue di usir sama Satapam, Sisil akhirnya punya ide.."

...***...

Honey Hotel 🏨

Devan dan Sisil kembali lagi ke hotel, kali ini mereka menyamar menjadi tamu hotel tersebut, mereka ber akting bak pasangan suami istri, Devan yang memakai setelan jas hitam seperti seorang CEO dan Sisil yang memakai outifit ala ala emak emak sosialita dan tak lupa mereka memakai kaca mata hitam agar tidak dicurigai lagi, bahwa mereka sebelumnya sudah datang.

"Gimana sayang, aku udah mirip CEO sungguhan belum?"

"Dih sayang, keliatan banget kamu kayak CEO gadungan, kalok aku iya, kayak emak emak sosialita, udah mirip Bu puan Maharani Belum sayang" ucap Sisil.

"Yaelah bukan nya muji pacarnya malah dibilang mirip CEO gadungan, kalok kamu ya aku liat gak mirip Bu Puan tapi lebih ke Bu Megawati hahahah"

"Yeee, sama aja kali yank, kan 1 daging" ucap Sisil sambil tertawa puas. "Yaudah ah Ayuk masuk, kita mulai rencana kita"

"Halo, selamat malam bapak dan ibu tamu Honey Hotel yang saya hormati " ucap admin hotel.

"Selamat malam mbak, saya mau pesan kamar , eee kamar yang paling murah, tapi buat pasangan suami istri ya mbak"

"Kok paling murah sayang, yang paling mahal dong kan kita mau gitu sayang..."

"Mau apa sayang ih, gak papa yang murah dulu lagi tanggal tua soalnya, belum cair ini saldo"

"Bisa bu, masih tersisa 5 kamar untuk member classic, kamar nomor 331-335, ibu mau kamar nomor berapa?"

"Eeee, kamar berapa sayang nomor 331 aja kalik ya.." ucap Sisil

"Terserah kamu aja yank, aku ngikut aja"

"Baiklah kalau begitu kamar 331 ya ibu, ini card nya. Selamat bermalam dihotel kami terimakasih.."

"Sama sama mbak" ucap Sisil dengan senyum yang dipaksa.

Staff admin pun menggeleng gelenkan kepalanya melihat Kelakuan pasutri palsu itu.

Devan dan Sisil pun menaiki lift menuju kamar yang mereka pesan, di lift Sisil sengaja menjatuhkan card-nya, lalu setelah tiba dilantai kamar Sisil yaitu lantai 5, ia berakting bahwa ia sedang kehilangan card untuk membuka pintu kamarnya.

Sisil berencana untuk meminta tolong kepada staff kebersihan yang ada dilantai tersebut untuk mengantarkan dirinya dan Devan ke ruang cctv, ia ingin melihat dari cctv dimana card-nya terjatuh.

Namun sebelum itu mereka berdua masih berakting saling menyalahkan 1 sama lain.

"Aduh sayang kamu tuh ceroboh banget sih jadi cewek, bisa bisa nya kamu ilangin kunci card kamar kita, jadi gimana ini, aku udah ngantuk banget lagi"

"Ya maaf aku juga gak sengaja ilanginnya, yaudah lah tinggal minta bukain sama staffnya kan beres"

"Iya bisa sih, tapi ya gak mungkin kita terus terusan minta bukain, gak kamu tuh emang ceroboh banget" ucap Devan sambil menepis kepala Sisil dengan tangannya.

Sontak hal itu membuat Sisil kesal, mata nya melihat tajam ke arah Devan. Devan pun mengarahkan dengan matanya untuk Sisil agar tidak marah, karna staff kebersihan sedang memperhatikan mereka.

"Maaf ini ada apa ya pak bik?" Ucap staff itu.

"Ini nih istri saya ceroboh banget"

"Permisi mas, saya kayaknya gak sengaja ngilangin card saya deh, mas nya bisa antar kami berdua ke ruang cctv gak mas, kalok dicari cari perlantai kelamaan ketemunya" ucap Sisil.

"Kalok gitu mbaknya sama mas nya emang ke lantai berapa aja, kan nanti bisa di hubungin staff setiap lantai, biar kalok ada yang nemuin bisa dikasik ke mas sama mbaknya"

"Aduh kelamaan mending ke ruang cctv aja, tadi itu saya ke lantai 10, saya main ke kamar temen saya, terus kita ke ruang makan, terus kita ke atap atas, balik lagi ke ruang makan, kami berdua makan lagi mas, terus ke lantai 1, terus kemana lagi ya sayang pokoknya kita room tour di hotel nya mas, soalnya kita ini seleb tiktok dengan 1jt followers tapi kurang 999rb"

Staf nya pun ngelag tak mengerti dengan yang diucapkan Sisil, karna sangat berbelit Belit, ia pun mengantar keduanya ke ruang cctv di lantai 1.

Sesampainya di sana Sisil masuk namun Devan menunggu di luar, Sisil sedang menjelaskan kepada penjaga cctv apa yang tengah terjadi.

"Bentar saya lihat dulu ya mbak tadi mbak nya lewat mana aja ya?" Tanya penjaga cctv itu, ia pun mencari setiap area yang diberitahu oleh Sisil.

Devan diluar sedang menyiapkan obat bius untuk si penjaga cctv, mereka akan membius penjaga cctv, untungnya dia sedang jaga sendirian.

Tak lama setelah itu Devan masuk dan membiusnya, cepat cepat mereka mencari file rekaman cctv di lift 2 Minggu yang lalu.

"Aduuhh cepetan sayang nanti keburu ada yang masuk, sini bair aku aja, kamu seret aja dulu penjaganya, seret letakin dia di belakang pintu biar gak ketahuan, cepetan "

Mereka pun berganti posisi, akhirnya Sisil menemukan file rekaman pada hari itu, ia segera mengcopy nya ke flashdisk, lalu mereka berdua cepat cepat pergi dari tempat itu.

Mereka segera melarikan diri sebelum ada yang menyadari mereka berdua.

Akhirnya mereka berhasil keluar dari hotel dan sekarang mereka sudah sampai disebuah coffe shop,

Terlihat keduanya bernafas tidak teratur karena kelelahan berlari, kabur dari orang orang Honey Hotel.

"Buruan, kirim file rekamannya ke El, nanti dia nungguin" ucap Sisil kepada Devan

"Oke oke bentar, tarik nafas dulu, pesen 2 kopi dong yank"

"Aduh sayang, masih sempet ngomongin kopi, yaudah cepetan kirim aku yang mesen kopinya " ucap Sisil kesal dengan bibir manyun.

Devan pun segera mengirim kan file itu kepada Elvano.

...***...

"OOO jadi gitu, kasian banget kalian berdua, pasti capek yaudah kapan kapan El traktir kalian berdua deh, sebagai bentuk terimakasih El buat loe sama Sisil"

"Okey okey El, santai aja bro, gue tunggu traktiran nya"

"Okey siap " ucap El.

Tiba tiba ada yang membuka pintu kamar, ternyata itu adlah Tommy sepupu Elvano, peri pun kaget segera ia berubah menjadi peri kecil.

"Tom, loe kok gak ngetok pintu dulu sih!" Ucap Elvano sediikit kesal.

Ia takut Tommy melihat peri dalam keadaan ia tidak siap berubah, dan masih berwujud normal.

"Yah emang nya kenapa, orang gue juga tidur disini dari kemaren malem, noh tas gue ada disini," ucap Tommy ia pun langsung berbaring dikasur

"Jadi gue tidur bareng loe?" Ucap Elvano.

"Kalok loe mau tidur diluar silahkan, kalok gue sih gak mau, gue tetep tidur disini, karna gue duluan yang tidur disini" ucap Tommy dengan dingin.

El melihat ke arah peri yang berdiri diatas meja, ia memikirkan untuk peri dia akan tidur dimana, apakah bertiga dengan El dan Tommy, atau mengajaknya tidur di luar, tapi itu tidak mungkin.

Ia tidak enak jika membawa peri tidur di luar, ia juga tidak ingin membiarkan nya tidur 1 kamar dengan Tommy.

El tidak bisa berbicara dengan peri, ia takut Tommy mendengar nya, dan berfikir Elvano gila. El pun menulis di kertas

"CIL, LOE TIDUR DISINI BERTIGA GAK PAPA KAN? LOE TIDUR DI ATAS MEJA DIATAS BUKU ITU, NANTI GUE BAWAIN SELIMUT BUAT LOE" tulis El dikertas untuk peri, karna mereka tidak bisa mengeluarkan suara.

Peri pun mengangguk paham, mengiyakan ucapan El yang ditulis dikertas, serta menjawab "gak papa" tanpa suara.

El pun mengambil selimut dari salam lemari, dan melipatnya menjadi ukuran yang sedang dan meletakkannya diatas meja agar peri bisa tidur diatas selimut itu. Ia tak tega jika peri tidur diatas buku, karna buku tidak empuk.

Peri pun berterima kasih kepada Elvano, lalu El pun juga bergegas untuk tidur Karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

El menghadap ke arah kiri sedangkan Tommy ke arah kanan, El berpapasan dengan meja yang ditempati oleh peri, ia melihat kearah peri yang sudah menutup mata, melihat peri sudah tidur ia pun juga menutup mata hendak tidur.

Dan ternyata peri belum tidur, ia membuka matanya lalu melihat ke arah Elvano sembari tersenyum.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!