Laptop dan handphone yang masih menyala dengan tampilan game Mobile Legends, serta 2 penggunanya yang tertidur lelap hingga tak mematikan laptop dan hanphonenya.
El yang tertidur menghadap ke sebelah kanan tepat disebalah kanan peri, serta peri yang berada disamping kiri El juga sama menghadap ke kanan. Keduanya sama sama tidak menyadari mereka tertidur dikasur yang sama, kemudian El yang menghadap kanan berbalik menghadap kiri, dan tangan kanannya tak sengaja memeluk peri yang ada disebelahnya.
Mungkin El mengira bahwa peri adalah bantal guling, El tampaknya merasa Aneh. Ia merasa bahwa disampingnya bukanlah bantal guling, akhirnya dia pun membuka matanya, ternyata yang ia peluk adalah peri, yang tertidur juga setelah bermain game.
Mereka berdua saling berhadapan, Elvano segera menyingkirkan tangannya dari pinggang peri, namun ia tak menyingkirkan pandangannya ke arah peri. El masih menatap wajah peri, kagum akan kecantikan Love peri yang tetap cantik bahkan ketika tidur.
Perlahan peri pun membuka matanya terbangun saat hendak berbalik badan, dan ia sedikit kaget melihat El tepat berada di hadapannya sangat dekat dari muka keduanya. El masih menatap wajah peri padahal peri sudah terbangun dan membuka matanya, ia memandanginya sambil tersenyum, namun peri pun membalas tatapan itu dan tersenyum juga ke arah Elvano.
Cup..cup..cupp
Bunyi kecupan bibir, ya benar
El mencium bibir peri dengan menabrakkan bibirnya diatas bibir peri, ciuman yang pertama kali diantara keduanya.
Elvano benar benar menyapu bibir peri dengan bibirnya ciuman yang tanpa ragu, keduanya benar benar menikmati ciuman itu, kecupan demi kecupan dilakukan bergantian oleh keduanya.
Bagaimana bisa itu terjadi? Padahal keduanya belum memiliki rasa satu sama lain.
"El...(ucap peri kaget) kok kamu bisa tidur disamping aku, jangan jangan kamu mau nodain aku ya!" ucap peri ia langsung shock setelah membuka matanya, El tepat berada disampingnya dan menatap peri dengan senyuman penuh nafsu.
Ternyata ciuman itu hanya lah khayalan El saja, mereka tidak benar benar melakukan ciuman.
El pun langsung bangun dan duduk, "Seharusnya gue yang nanyak sama loe, ini kan kamar gue kok lo bisa tidur disini, jangan jangan loe kalik yang mau apa apain gue, jaman sekarang tu yah gak cuman cowok yang perkosain cewek, cewek juga ada yang perkosa cowok". Ucap elvano tak terima kalau ia dikatakan cabul.
"Kalok gitu kenapa kamu natapin aku segitunya, senyum senyum lagi kayak orang nafsu, seharusnya kan kamu bangunin biar aku bisa pindah ke kamar tamu" ucap peri kesal.
El menghela nafas, tak tau harus berkata apa, karna yang dikatakan peri benar juga seharusnya ia membangunkan peri, bukan menatapnya sampai mengkhayal keduanya berciuman.
"Gue.., gue itu! Eee gue gak tega mau bangunin loe. Loe kayak terlelap banget.. gitu! lagian orang gue juga baru bangun, gak lama loe bangun juga" ucap el mengelak, dan ucapannya pun terbata bata.
"Yakinn, atau kamu emang sengaja gak bangunin kan! Ayo ngaku, kamu kan suka boong"
"Ya ya terserah percaya atau enggak, udah ah gue ngantuk mau tidur lagi, cepetan loe balik ke kamar loe. Padahal kemaren² loe pengen tidur sama gue, sekarang tidur di samping gue malah kesel, emang ya women gak mau salah" ucap el dengan menyinyir.
"Ihhh kapan, mana ada aku bilang mau tidur sama kamu" ucap peri.
Peri pun langsung pergi meninggalkan kamar Elvano dan menuju ke kamarnya.
El yang tadinya pura pura berbaring tidur, langsung duduk kembali setelah peri pergi.
"Gilak, gilak, bodoh, bodoh gue bodoh banget..!! Bisa bisanya gue natap peri sampek mengkhayal ciuman sama dia, aduhhhh malu banget gue asli!!" ucap El yang kesal dengan dirinya sendiri.
Peri masuk ke kamarnya dan mulai berbaring di kasur, ia menatap ke langit langit kamar, ia memikirkan kejadia tadi di kamar El. Dia juga menyalahkan dirinya, karena ia tertidur dikamar El dan tepat disamping El bahkan 1 kasur.
"Aduhhhh, kok aku bisa ketiduran disana!! El pasti ngira aku sengaja lagi ketiduran disana, aaa kan..!!" ucap peri sambil mengacak acak rambutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah 10 hari peri berada dibumi dan tinggal dirumah El, tersisa 20 hari lagi untuk kembali. Ia melewati hari hari dimana ia harus membintuti el kemanapun ia pergi, karna satu - satunya orang yang mengetahui keberadaan peri dan orang yang peri kenal hanyalah Elvano Rawless seorang.
Papa, Mama Elvano serta Devan dan Sisil pun belum mengetahui keberadaan sosok Love peri, padahal setiap harinya mereka berkumpul bersama. Terkadang juga mereka berpapasan, namun saat love peri menjadi peri kecil yang tengah terbang dengan sayap indahnya.
Lalu bagaimana dengan keadaan ibu peri? Ia semakin antusias 1 hari bagaikan 1 tahun tidak bertemu dengan putrinya, ibu peri lebih tak sabar putrinya kembali ketimbang love peri sendiri.
Bahkan Love peri seakan akan sudah terbiasa hidup bersama Elvano, walaupun hidup sebatas teman saja.
Dan keberadaan Love peri dibumi terdengar oleh musuh dari khayangan peri peri baik yaitu penyihir jahat bernama Victoria. Ia dahulu teman baik ibu peri, tapi semenjak Alex peri menyukai Davina peri (ibu peri) ia membenci ibu peri, karna ia menyukai Alex peri sejak lama, namun peri yang disukai dan dicintai oleh Alex peri adalah Davina peri.
Semenjak itu lah Victoria membenci Davina dan selalu mencoba menyelakai Davina, bahkan saat mengandung Love peri, ia juga meracuni Davina peri agar kandungannya mengalami keguguran, namun gagal.
Dan hal itu diketahui oleh pengusa langit, hingga Victoria diusir dari langit ke bumi, hingga sekarang ia menjadi sosok peri yang menyerupai manusia yang jahat sangat jahat.
Karena hal itu lah, ibu peri takut Victoria menyelakai putri kesayangannya. Meskipun ia memohon kepada Alex tetap saja ia tidak bisa membantu meringankan hukuman Love peri, putrinya sendiri.
...----------------...
Hari minggu adalah hari yang menyenangkan, karena keluarga dapat berkumpul bersama, teman teman dapat hang out bersama, jalan jalan dihari libur ini.
"Udah minggu aja nih, tapi gak kepikiran mau kemana!" ucap Elvano sambil bermain gadgetnya.
Peri pun datang menghampiri el, ia masuk melewati sela jendela kamar el yang terbuka.
"El, kamu gak lagi mau kemana gitu, jalan jalan kek, kemana kek?" tanya Peri.
"Iya nih, aku juga bingung mau kemana, kira kira kemana ya enaknya! Emangnya kenapa?"
"Gak papa, kalok kamu mau keluar aku ikut juga"
Mamanya El sedang berjalan menuju kamar El, ia ingin mengajak El untuk Hang out dan belanja ke mall. Namun, saat didepan pintu, mamanya El mendengar Elvano berbicara dengan seseorang, suara itu suara perempuan. Sangat terdengar jelas percakapan itu, mama El pun berfikir..
"Perasaan gak ada tamu, lagian pagi pagi gini siapa yang mau bertamu, atau Elvano nyembunyiin perempuan dikamarnya"
Mama El mendengarkan lagi dengan seksama, ia takut yang didengarnya itu hanya lah halusinasinya saja. Ia pun berinisiatif untuk mengintip dari pintu, ia membuka pintu dengan perlahan.
Dan.. Mama El melihat..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments