Episode 20 Victoria x Love peri

Elvano memasuki ruangan, dan langsung menuju ke mejanya. Devan dan Sisil juga ada disana menghampiri Victoria yang mejanya disamping Elvano.

"Kalian berdua ngapain dimeja gue" ucap Elvano, Devan pun langsung berdiri, dari yang awalnya duduk dikursi Elvano.

"Ini, gue lagi ngobrol sama kak Via, gue nanya tips awet muda, biar tetep kayak umur 20-an" ucap Sisil.

"Iya El, biar walaupun jadi nenek nenek, si Sisil tetep awet muda. Hahahah" canda Devan.

"Ih apaansih!" ucap Sisil kepada Devan sembari memanyunkan bibir.

"Harus banget ya?" ucap Elvano dengan sangat ketus.

Victoria seperti mencium sesuatu yang tak biasa dari saku baju Elvano, sepertinya ia mulai menyadari keberadaan Love Peri.

Untuk memastikannya, Victoria berdiri dan tanpa ia sadari, Victoria hendak merogoh saku baju Elvano. Namun hal itu, tangan Victoria langsung ditepis oleh Elvano.

Melihat apa yang dilakukan Victoria membuat Devan dan Sisil tercengang.

"Apa apaan loe, mau ngerogoh saku gue!" ucap Elvano marah.

Victoria pun kaget dengan hal yang hendak dilakukannya, ia langsung meminta maaf kepada Elvano.

"Eh, sorry sorry aku gak sengaja, aku liat saku kamu dari tadi gerak gerak, kayak ada sesuatu didalam saku kamu, takutnya ada kecoa" ucap Victoria yang langsung mengarang pembicaraan agar mereka tidak salah paham.

"Hah yang bener, coba gue liat El, apa bener ada kecoa disaku loe" ucap Devan.

"Gak, gak ada, loe salah liat kali, yah gak mungkin lah baju gue ada kecoa, loe pikir mama gue nyuci bersih, lagian rumah gue itu super bersih ya, mana ada kecoa, tikus apalagi Debu" ucap Elvano membantah, dan membuat mereka tidak curiga bahwa Elvano sedang membawa Love peri.

"Iya sih, gak heran mama loe tuh emang bersih banget, terus wangi lagi, rumah loe juga wangi banget El bebas kuman" ucap Sisil.

Tett,,, tetttt,,,tteett

Bel kantor berbunyi, menandakan semua karyawan kembali kembali ke meja masing masing dan harus mengerjakan pekerjaannya.

Segera Devan dan Sisil pun kembali ke ruangan mereka, "Ya udah kita cabut ke ruangan kita dulu ya" ucap Devan.

Elvano pun duduk dikursinya, begitu juga Victoria. Tampaknya Victoria sangat penasaran dengan apa yang ada didalam saku Elvano, ia mencoba melakukan sesuatu agar dapat mengetahui apa yang Elvano sedang disembunyikan.

Victoria terus melihat ke arah Elvano, namun hal itu sudah diketahui El dengan melihat dari ekor matanya.

"Ngapain sih dia ngeliatin gue mulu, jangan jangan dia curiga gue bawa sesuatu di saku gue" ucap Elvano dalam batinnya.

"Kok aku makin penasaran ya, naluri aku kuat banget, pasti ada sesuatu yang tak biasa dari saku Elvano, pokoknya aku harus cari tau, dan harus memantau Elvano terus" ucap Victoria dalam batinnya.

...----------------...

Tett tetttt,,teettt

Bel berbunyi lagi menandakan jam makan siang telah tiba, semua karyawan pun menuju pantry untuk istirahat makan siang. Seperti biasa El tidak akan bergabung dengan Devan dan Sisil, karna dia akan makan bersama peri.

Devan, Sisil dan Victoria telah duduk dimeja bersama, mereka menunggu El datang, menyisakan satu kursi untuk Elvano di samping Victoria.

Namun, Elvano malah melewati mereka dan memilih meja lain.

"El, loe mau duduk dimana? Nih kita sisain 1 kursi buat loe" ucap Devan.

"Gak, gue mau duduk dipojok aja, sendiri" ucap Elvano dengan ketus.

"Yahhh ni anak mulai lagi, perasaan kemaren kemaren udah enggak" ucap Devan.

Victoria semakin curiga, Elvano pasti menyembunyikan sesuatu, bukan hanya kepada dirinya, tetapi juga kepada Devan dan Sisil.

"Kayaknya si Elvano takut kita jodoh jodohin lagi sama kak Via! Sorry ya kak Via dia emang dingin banget orangnya" ucap Sisil sambil mengunyah makanan.

"Iya its okay, oh ya kalian gak curiga apa, mungkin Elvano menyembunyikan sesuatu dari kalian! Entah apa itu, kayaknya didalam sakunya ada sesuatu deh, aku yakin itu" ucap Victoria.

"Sesuatu apaan! Kecoa lagi?" ucap Devan.

"Yaa gak tau, selain kecoa apa lagi? intinya sesuatu yang hidup, soalnya aku liat sakunya itu gerak gerak, kayak ada sesuatu didalem!" ucap Victoria meyakinkan Devan dan Sisil bahwa Elvano menyembunyikam sesuatu.

 

Elvano menikmati makan siangnya bersama Love peri yang tengah berwujud peri kecil, agar tidak dicurigai banyak orang, termasuk teman teman Elvano.

Disela sela makan siang peri menanyakan sesuatu kepada Elvano.

"El, kamu ngerasa ada hawa aneh gak sih dikantor kamu, hari ini tuh kayak ada yang beda hawanya, enggak kayak sebelum sebelumnya" ucap Love peri.

"Beda gimana? Hawa horor maksud kamu, kantor aku serem ya? Mungkin itu karyawan baru jelmaan syaiton kalik!"

"Yang mana sih anak barunya?" tanya Love peri.

"Itu yang rambutnya warna merah fanta yang digerai, yang duduk sama Devan dan Sisil"

"Gak keliatan mukanya" ucap Peri, karna memang Victoria menghadap kedepan dan membelakangi Elvano dan Love peri.

"Intinya tuh orang agak serem sih, mukanya serem, rambutnya merah, lipstiknya juga merah jadi makin serem, sesuai lah sama vibe umur 40-an udah menginjak umur emak emak sih" ucap Elvano.

"Tapi kok mama kamu gak serem El?"

"Ya beda lah, mama aku kan 50-an, emak emak idaman semua orang heheh" ucap Elvano.

 

Jam makan siang telah berakhir semuanya kembali ke ruangan masing masing dan melanjutkan pekerjaannya.

Mengingat perkataan Victoria dipantry mengenai Elvano, Devan berencana mencari tau apa yang disembunyikan Elvano darinya.

Ia membawa kopi dan berjalan ke arah Elvano, dengan sengaja Devan menumpahkan kopi itu ke baju Elvano. Namun, tidak tepat disaku baju El.

"Aduh El, sorry gue gak sengaja" ucap Devan.

Victoria langsung tercengang melihat hal itu, apakah Devan sengaja atau tidak.

El tidak marah kepada Devan, karena dia berfikir Devan tidak sengaja melakukannya justru sebaliknya, Devan sengaja, karena ingin mencari tau apa yang Elvano sembunyikan darinya.

"Iya gak papa!" ucap Elvano.

"Terus gimana nih, kemeja loe jadi kotor yaudah kalok gitu buka aja" ucap Devan.

El bingung jika ia membukanya, El saja belum sempat memindahkan Love peri, sedangkan semua orang termasuk Devan sedang memperhatikannya.

"Buka aja El, loe pakek kaos biar gue aja yang cuci bajunya ke kamar mandi" ucap Devan.

"Gak usah gue bisa sendiri, gue ke kamar mandi dulu"

"Gue ikut loe El" ucap Devan.

"Gak usah!, beneran gak usah gue bisa sendiri" ucap Devan dengan sedikit nada tinggi.

Devan tercengang, karna El sedikit membentaknya, tidak biasanya Elvano seperti itu, Devan semakin percaya dengan apa yang dikatakan Victoria. Devan melihat ke arah Victoria, hal itu membuat Victoria yakin bahwa Devan sengaja melakukannya.

Next Eps..

...----------------...

Jangan lupa dukungannya ya teman teman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!