Episode 13 Kembali sepi

Suasana di pagi hari dirumah nenek, semua keluarga telah berkumpul di ruang makan, keadaan sedikit membaik setelah apa yang terjadi semalam.

Mama elvano dan Tante Sarah sudah menyiapkan makanan Semua sudah berkumpul dan sarapan pagi bersama kecuali Tante Venny, mungkin Tante Venny sedang tidak mood untuk makan, ia masih kepikiran dengan kejadian yang menimpanya. Dan keadaan di meja makan pun tak seperti biasanya, tak ada yang membahas kejadian semalam, semua seperti tidak terjadi apa-apa.

Papa nya El pun sudah menghubungi semua pihak yang telah diundang, pernikahan batal catring pun sudah dibatalkan. Sekarang tinggal melepas semua dekor resepsi, gaun pengantin pun hanya sebagai pajangan dilemari tak jadi digunakan.

Benar benar sudah membuang waktu dan uang, gara gara pria brengsek itu. Namun itu semua sudah menjadi nasib Tante Venny, mungkin dia sedang kurang beruntung.

Akhirnya Tante Venny pun datang dan duduk di kursi yang memang untuknya, ia memulai pembicaraan di meja makan, saat semua sedang menikmati makanannya.

"El, makasih ya atas semuanya, dan minta maaf juga karena Tante sempet gak percaya sama kamu" ucap Tante Venny.

Semua pun melihat ke arahnya, mereka juga sedih dengan keadaan Tante Venny, pasti berat untuk menerima semua ini. Pernikahan yang sudah lama dinantikan nya, tak disangka akan berakhir seperti ini.

"Iya Tante sama sama, El ngerti kok pasti Tante shock dengan ucapan El, makanya Tante gak bisa langsung percaya, El juga minta maaf, karena El baru Dateng kemarin, seandainya El Dateng bareng papa sama Mama, persiapan nya gak akan 100% selesai" ucap Elvano.

"Gak El, ini bukan salah El, ini memang salah Tante terlalu percaya sama pria brengsek itu, tapi berkat El Tante gak jadi nikah sama dia, kalok jadi akan lebih buruk dari ini kejadian nya" ucap Tante Venny.

"Ini bisa jadi pelajaran buat kamu ven, jangan sampai kamu salah milih pasangan lagi" ucap nenek.

"Lain kali kalok kamu kenal sama cowok kenalin dulu Sama mas, dan sama mas David, biar kita bisa mengoreksi sifat nya dan mencari tau seperti apa bibit bebet bobot nya" ucap Om Deni.

"Atau gini aja biar mas kenalin kamu pria yang mas kenal dikantor, temen temen mas junior mas banyak kok dikantor yang belum married" ucap mas David papa nya Elvano.

Mamanya El dan Tante Sarah pun hanya bisa menghela nafas pendek.

"Mas, baru aja kejadian nya semalem, belom 1 hari udah mau kenalin sama orang baru, biarin dulu aja Venny meneangkan diri, pasti masih ada trauma berat setelah kejadian ini" ucap mama nya Elvano.

"Betul mas kata mbak Dewi, nanti nanti dulu aja, toh umurnya Venny masih muda kok" ucap Tante Sarah.

Mendengar ucapan para saudara dan kakak iparnya, Tante Venny sedikit tenang dan terhibur, karna saudara kakak iparnya sangat peduli terhdap dirinya , begitu pula ponakannya Elvano, berkat El Tante Venny tidak jadi menikah dengan Mario brengsek itu.

...***...

Elvano, mamanya, dan papanya berpamitan kepada nenek, Tante Venny dan semua keluarga yang ada, mereka hendak pulang kembali kerumah mereka, karna rumah Elvano lah yang paling jauh jaraknya dari rumah nenek.

El juga bersiap siap untuk pulang bersama kedua orang tuanya, ia juga tak lupa dengan peri, seperti biasa peri akan selalu diam di saku baju El, untung nya El selalu memakai baju yang bersaku.

"Nek, Tante, Om semuanya El pamit dulu ya" ucap Elvano.

"Loh El, kamu baru Dateng kemarin kok udah mau ikut balik ke rumah, gak nginap 2 hari lagi El" ucap nenek.

"Gak nek, El cuman dikasik izin 2 hari sama kantor, jadi El harus pulang sekarang, kapan kapan aja nek kalok ada liburan El ke sini liburan lagi"

"Libur apa? Libur lebaran! Kelamaan itu"

Ucapan nenek pun membuat semua tertawa begitu juga El.

"Gak lah ma, nanti ada aja waktu libur gak harus nunggu lebaran" ucap mama El kepada mertuanya itu"

"Yaudah kalok gitu kita duluan ya mah, ven, den semuanya om duluan" ucap papa nya El sembari membawa tas.

"Yaudah El pamit lagi" ucap El sambil mencium tangan neneknya.

Semua nya melihat kearah El dan keluarga yang memasuki mobil, tak lupa mereka dadah ke arah El dan papa mamanya. Dan mobil pun telah lepas dari pandangan mereka.

Dirumah nenek om Deni, istrinya dan kedua anaknya Tommy dan Tarissa juga akan kembali pulang ke rumahnya.

"Kalian pulang hari ini juga, cucu nenek juga"

"Iya ma, Deni juga banyak kerjaan dikantor, tarissa juga kan harus masuk kuliah nya" ucap om Deni

"Iya nek, Tarissa udah banyak tugas nih dari kampus, jadi Tarissa juga pulang ya"

"Semuanya pulang, jadi mama tinggal berdua sama Venny, kembali seperti biasanya lagi, hemm gak papa deh, asalkan kalian sering sering mampir, kan rumah kalian gak sejauh rumah nya David"

"Iya Bu, tenang aja kita bakal sering mampir kok, yok ven mbak balik dulu ya" ucap El Tante Sarah.

"Iya mbak, hati hati" ucap Tante Venny.

Keadaan rumah nenek sepi lagi, apalagi jika Tante Venny benar benar sudah menikah, ia pasti akan pisah rumah juga, jadi nenek Sri akan tinggal sendirian.

...***...

🚘 Di perjalanan Elvano dan kedua orang tuanya serta peri yang ada disaku baju El. Peri melihat ke luar saku, kepalanya sedikit nongol.

El yang melihat kedepan jalan, kaget saat peri memanggilnya, dan kepalanya yang sedikit nongol.

"El.." ucap peri dengan suara pelan.

El langsung melihat ke sakunya, el menaikkan kedua alisnya, isyarat bertanya kepada peri, kenapa memanggil nama el.

"Aku boleh keluar gak, hidung aku gatel gara gara baju kamu" ucap peri.

Elvano yang tengah memakai kemeja kotak kotak berwarna abu abu dan berbahan flanel, tidak salah jika kemeja yang El kenakan membuat hidung peri gatal, karna kemeja itu sedikit berbulu.

El pun tertawa kecil, "iya iya boleh, keluar aja" ucap el.

Papa El melihat El aneh dari kaca depan di dalam mobil, karena Elvano tertawa cekikikan sendiri, padahal ia tidak sedang bermain handphone. Karna jika El memegang handphone bisa jadi ia tertawa karena sedang chattingan, atau menonton tiktok lawak.

"Kamu kenapa El, kok cekikikan sendiri, emang ada yang lucu" ucap Papanya El.

Mama El menoleh ke kursi belakang yaitu ke arah El

"Kenapa sayang, kamu ketawain apa?"

"Gak ma, gak ada apa apa kok" ucap El sambil senyum².

Peri pun keluar dan menatap El kesal karena menertawakannya, hidungnya gatel dan membuat dia bersin² makanya El ngetawain peri.

...***...

Akhirnya telah sampai dirumah, Elvano pun segera masuk menuju ke kamar dan berbaring, diikuti peri yang terbang disampingnya.

Peri merubah wujudnya jadi normal, dan berdiri di samping kasur melihat El yang langsung berbaring tidur.

"El..." panggil peri.

El melihat peri berdiri disamping kasurnya, "Lah, loe kok kekamar gue, kan kamar loe diruang tamu" ucap Elvano.

"Nanti kalok mama kamu kesana gimana?"

"Kan tinggal jadi kecil, jangan² loe mau tidur bareng gue!"

"Dih PD banget, yaudah aku kekamar bawah aja" ucap peri.

Buru buru peri keluar dari kamar El lewat jendela dan berubah jadi kecil, ia masuk kamar tamu lewat luar rumah dan masuk ke sela² jendela. Ia sedikit malu karena El mengira peri sengaja membuntutinya sampai ke kamar Elvano.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!