Tuk tuk tuk..
Bunyi sepatu kaca Love peri ketika menuruni anak tangga, ia sedang menuju kamar tamu yang akan menjadi tempat tidurnya malam ini.
"Wahhh luas banget rumahnya,
Oww jangan² itu kamarnya" ucap love peri sembari bergegas menuju kamar tamu.
"Hah kok kamarnya gak sebesar kamar el, gak sebesar kamar aku juga, bahkan untuk kamar mandi dilangit aja ini masih kecil, emmmm.. gak papa deh! Aku tidur nya berubah wujud jadi peri kecil aja, biar keliatan luas heheh"
Love peri pun akhirnya melepas sayapnya dengan sihir dan bergegas untuk tidur. Namun, kekesalan muncul lagi, karna seekor nyamuk yang mengganggu.
Ssssnggghhhhhhhhhhssssssnghhhhh
Bunyi nyamuk itu pun benar benar mengganggu tidur peri, ini pertama kalinya seorang peri tidur dengan alunan bunyi nyamuk yang sangat mengganggu, akhirnya dia bertempur dengan mengibas ngibaskan bantal kearah nyamuk yang berterbangan. Suara geram peri terhadap nyamuk terdengar hingga ke lantai 2, dan membuat el terganggu. El yang baru saja menarik selimut tiba tiba terganggu suara geram peri, ia pun merasa geram dan bangkit dari kasur.
"Aduhhh, apalagi ini! Ya tuhan.."
El segera turun untuk melihat keadaan dibawah, bergegas menuju kamar tamu. Sesampainya el segera membuka pintu kamar dan..
"Apalagi sih cil?" El pun terkejut, melihat kamar tamu berantakan akibat kegeraman peri terhadap nyamuk, sehingga ia melempar bantal dan barang² lainnya, sehingga membuat rambut peri sedikit berantakan namun tetap slay..
Mulut el menganga sedikit lebar melihat kamar tamu berantakan.
"Loe kenapa berantakin kamar tamu....? Aduh kurang kerjaan banget sih" ucap el kesal.
"Lagian aku bukan sengaja, aku tuh gak bisa tidur gara gara bunyi nyamuk itu!" Ucap peri kesal.
"Arrghh, gue lupa, kamar ini tuh gak pernah di pake, karna emang jarang banget ada tamu, sorry ini salah gue, seharusnya gue kemas² dulu terus semprotin pengharum ruangan sama pengusir nyamuk, sorry ya kalok gitu, kita beresin dulu" ucap el.
Mereka pun membereskan kamar bersama sama, tidak sengaja el dan peri mengambil bantal yang sama, sehingga tdk sengaja el memegang tangan peri, hal itu membuat mereka saling kaget dan bertatapan satu sama lain. El memandang peri terkesima melihat kecantikan yang paripurna, dalam hati el bener² cantik nya bidadari itu beda, sembari menelan ludah, tiba tiba ia tersadar.
"Aa sorry² gue gak sengaja, sorry ya"
"Kenapa, kok kayak gugup gitu, gak pernah lihat wanita cantik ya?" Ucap peri sambil bercanda.
"Hah, apaan, cewek cantik di Jakarta mah banyak, tinggal milih mah kalok cwok ganteng kayak gue mau yang mana!"
"Hehh, yakin? Kalok gue jadi mereka sih mikir², soal nya yang kayak kamu gantengnya pasaran" ucap peri meremehkan ketampanan el.
Dalam pikiran el, baru ini cewek gak terkesima sama ketampanan gue, mana muka gue dibilang pasaran lagi, emang seganteng apa orang² dilangit. Awas aja loe, gue bakal buat loe jatuh cinta sama gue, sampek nangis nangis, hehehe.
"Apa liat liat, sambil senyum sinis gitu?" tanya love peri.
"Gak, gue cuman ngeliatin loe yg dari tadi diem, bantuin dong"
Akhirnya semua beres, kamar kembali rapi seperti semula, el pun menyemprotkan pengharum ruangan, agar kamar lebih fresh dan peri bisa tidur dengan nyenyak.
"Makkasih ya" ucap peri kpd el.
"iya, sama sama"
...***...
Pagi telah tiba, menandakan hari telah berganti
Matahari sudah mulai terbit dari timur, sinarnya memantulkan cahaya memasuki sela sela jendela kamar tamu yang ditempati oleh love peri hingga membuat love peri terbangun dari tidurnya.
El sudah bangun sebelum matahari terbit, karena ia harus bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Kantor tempat El bekerja tidaklah sama dengan kantor tempat papa nya bekerja.
El sengaja memilih tempat yang berbeda dengan papanya agar ia tidak membuat papa nya malu jika ia berbuat salah.
"Eeeuuughhhh (suara love peri menggeliak hendak bangun)
Cepat sekali pagi, aku mau lanjutin tidur aja deh, kan aku gak kemana mana " ucap peri sembari melanjutkan tidur.
Tok tok tok
El masuk ke kamar peri hendak membangun kannya, padahal love peri sebenarnya sudah bangun, namun ia tidur lagi.
El membuka tirai jendela selebar lebarnya agar pantulan cahaya matahari menyilaukan mata peri.
"Aduhhh, silauu" ucap peri kesal.
"Bangun udah pagi"
"Ckkk, aku masih ngantuk.." ucap peri dengan bibir manyun.
El menghela nafas panjang melihat peri yang tidak mau bangun.
" Kalok loe gak mau bangun, gue siram pakek air nih"
"Eh jangan², iya iya aku bangun, lagian aku kan gak kemana-mana "
"Hari ini kamu ikut aku ke kantor "
"Ngapain? Males ah" ucap peri
"Loe harus bantuin gue kerja, kan secara loe bocil kematian, loe kan pinter rank 1, betul gak! Gimana gas gak nih, kalok loe gak mau, yaudah sarapan pagi yang gue buatin buat loe, gak jadi mau gue makan semua aja" ucap El dengan sedikit mengancam canda.
"Hah kok gitu sih, masak karna gak ikut gak dikasih sarapan, yaudah aku ikut"
"Yaudah kalok gitu cuss sarapan, eh gak mending loe mandi dulu deh"
Peri mengangguk terpaksa
Setelah sarapan dan bersiap siap, mereka berangkat ke kantor bersama dengan mengendarai motor Vespa El.
Dan sangat kebetulan motor El berwarna putih sangat cocok dipadukan dengan gaun peri, ia pun memang menyukai warna putih.
"Waahhh lucu banget motornya, warna putih lagi, warna kesukaan aku banget, sesuai sama gaun aku bling²" ucap peri terkesima dg motor el.
El melihat peri yang tersenyum bahagia membuat pagi hari ini pun menjadi pagi yang indah tidak sperti biasanya, ia selalu cemberut, dan terburu buru untuk berangkat ke kantor, namun sekarang seperti bahagia bersama pasangan.
*Apa gini ya rasanya punya pasangan yang 1 tempat kerja, kayak yg dibilang devan, ada penyemangat untuk hari hari yang dilewatin* ucap el dalam hati, sembari melihat peri yang tersenyum bahagia.
Peri melihat el, senyum² sendiri serta mematung namun pandangannya melihat ke arah peri.
"Kita mau berangkat jam berapa?" tanya peri sehingga membuat el kaget.
"Hah, oh iya, sekarang kita berangkat sekarang, tapi loe jangan kayak gini, loe harus wujud peri kecil, katanya loe gak mau orang selain gue tau" ucap el.
"Ya emang aku mau jadi wujud peri kecil, cuman kan kayak nya kamu belom mau berangkat".
"Yaudah kita berangkat skrg, ni helm nya"
El sepertinya gugup, bisa² nya dia ngasik helm ke peri😭 orang peri mau berubah jadi peri kecil😭. Emang ya lue el, pasti karna salting, padahal yg natap peri dia.
"Ya mana muat helm nya, kan aku peri kecil" ucap peri dan langsung merubah dirinya menjadi peri kecil lucu.
"Oh iya, ya ampun.. Kok gue akhir² ini suka blank ya!"
Hal itu membuat peri menggeleng geleng kepala, lelah dg el yang suka nge blank.
Akhirnya mereka berangkat menuju kantor.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Shogo Makishima
Jadi ingin jadi penulis.
2023-07-25
1
Habibah Habibah
Gempar
2023-07-25
1