Selama berkendara di jalanan, Aurora pun berpikir untuk membeli sebuah mansion atau sebuah tanah lalu di bangun sebuah tempat tinggal yang nyaman untuk semua orang yang ada di panti.
Aurora yang sedang berkendara di jalanan pun membelokkan mobilnya masuk ke toko swalayan yang searah dengan mansion nya. Aurora ingin membeli cemilan dan kopi susu kesukaan nya. Aurora pun turun dari mobil dan melangkah ke arah toko swalayan itu.
Aurora memasuki toko swalayan tersebut dan mulai berkeliling untuk mencari apa yang menjadi tujuannya kesini. saat sedang asyik berkeliling, ada sebuah suara yang menyapa Aurora dari arah samping kirinya.
" Hai miskin, kita ketemu lagi. " ucap perempuan yang ternyata Wilona si biang rusuh di kampus Aurora.
Aurora yang mendapatkan sapaan seperti itu pun hanya menaikkan sebelah alisnya dan berkata.
" Kita kenal? " ucap Aurora dengan tersenyum mengejek.
Wilona yang mendapatkan jawaban itupun kesal sendiri, karna ia merasa di permalukan oleh Aurora yang ia tahu hanya gadis miskin.
" Kau! ngapain gadis miskin seperti kamu ada di sini, mau maling pasti. " ucap Wilona dengan suara keras untuk menarik perhatian para pengunjung agar mendekat ke arah mereka.
Dan benar saja pengunjung yang ada di dekat mereka pun mulai menonton aksi yang sedang di perankan oleh Wilona. Aurora yang tahu dirinya menjadi pusat perhatian setelah perkataan Wilona tentang dirinya di katai maling pun, tetap bersikap tenang dan tidak memperlihatkan bahwa dirinya sedang ketakutan.
Ia malah semakin menikmati adegan demi adegan yang sedang di lakukan oleh sang pemain. sedangkan Wilona yang melihat sikap tenang Aurora, semakin menjadi rasa kesalnya pada Aurora.
" kalian yang ada di sini hati - hati, dia mau maling di sini. tadi aku liat kalo gadis ini ambil snack dan mau di taruh di balik bajunya. untung aja keburu di liat saya jadi saya tegur eh malah dia yang marah - marah sama saya. " ucap Wilona dengan tampang sedih penuh kepura - puraan.
semua pengunjung yang ada di sana pun percaya dengan semua perkataan dari Wilona. dan mulai menyudutkan Aurora dan ada pula yang bisik - bisik yang terdengar jelas di telinganya.
" Mana buktinya kalo saya maling? " tanya Aurora pada Wilona
" Maling mana ada yang ngaku sih, bener gak bu - ibu? " ucap Wilona meminta pendapat para pengunjung dan mereka pun setuju
Benar, mana ada maling ngaku ....
Paras aja cantik, kelakuan zonk ....
Udah mba ngaku aja, dari pada nanti di bawa ke penjara
Cih, cantik sih tapi maling ....
Begitulah kata - kata yang keluar dari mulut mereka yang ada di sana. Manager toko yang mendengar ada keributan pun, mulai menghampiri kerumunan tersebut.
" Ada apa ini, kenapa ribut - ribut di sini? " ucap sang manager toko.
" Ini pak ada yang mau maling di sini. " ucap Wilona pada manager toko sambil menunjuk ke arah Aurora
Manager yang mendengar itu pun memalingkan wajahnya ke arah Aurora untuk meminta penjelasan yang sebenarnya. karna ia tidak mau ambil resiko karna salah bertindak, ia harus mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak.
" Bisa jelaskan nak, apa yang sebenarnya terjadi di sini? " tanya manager itu pada Aurora.
Aurora yang melihat sikap sang manager yang ramah itu pun puas dengan kinerja manager tersebut. karna, toko swalayan yang ia datangi ini termasuk di bawah naungan perusahaan Al group.
" Liat saja di cctv toko ini, semua terlihat jelas di sana. " ucap Aurora dengan nada dinginnya
Wilona yang mendengar perkataan Aurora pun mulai panik, ia lupa bahwa di toko sebesar ini pasti ada cctv yang memantau semua aktifitas orang - orang yang ada di sini.
" Baik kalo begitu, mari kita lihat apa yang terjadi lewat cctv saja nona. " ajak sang manager pada Aurora dan Wilona.
" Bai....baik pak. " ucap Wilona dengan keringat dingin, Aurora yang melihat itu pun tersenyum miring dengan reaksi Wilona.
Setelah mereka sampe di ruang cctv, mereka langsung melihat apa yang sebenarnya terjadi. dan di sana terpampang jelas dari awal kejadian sampai akhir bahwa apa yang di katakan Wilona semuanya salah besar. semua orang yang tadinya mencaci maki Aurora pun akhirnya meminta maaf pada Aurora tapi hanya di balas tatapan dingin dari Aurora
Sang manager pun meminta maaf pada Aurora dan di jawab anggukan oleh Aurora. Sedangkan Wilona merasa malu di tambah ia di marahi oleh manager dan pengunjung yang ada disana. karna tidak tahan Wilona pun pergi dari toko swalayan itu dengan muka yang merah padam.
Aurora pun keluar dari ruangan cctv itu dan pergi menuju kasir untuk membayar semua belanjaan yang ada di keranjangnya. setelah selesai ia pun keluar dari toko itu dan pulang menuju ke mansion nya.
Aurora pun sampai di depan mansion dan langsung membuka pintu. Aurora melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar, tapi ia melihat ada sepasang paruh baya yang sedang bersantai di ruang keluarga.
Aurora pun mendekati mereka dan mulai menyapa pasangan tersebut dan duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu.
" Hai Oma, Opa. " sapa Aurora pada mereka berdua.
" Hai sayang, sudah pulang? bagaimana hari mu hari ini. apa menyenangkan sayang. " tanya Oma pada sang cucu sambil tersenyum.
" Lumayan Oma, cuman kurang seru lawannya. " ucap Aurora dengan ekspresinya yang tetap datar.
Oma dan Opa yang mendengar itu pun hanya tertawa, dan mereka senang karna Aurora sudah mulai mau berbagi keseharian nya pada mereka meski wajahnya masih tanpa ekspresi.
" Sayang, para Mafioso kita sudah mulai menjalankan perintah mu untuk melindungi mereka yang ada di panti dari tadi siang. " ucap Opa memberi tau sang cucu.
" Terimakasih Opa, atas bantuannya. " ucap Aurora dengan tulus dan seulas senyum.
" Tidak perlu berterima kasih sayang, apapun akan kami lakukan untukmu sebagai penebus waktu yang telah hilang saat tidak bersamamu nak. " ucap Oma yang di setujui oleh sang suami dan Aurora pun tersenyum mendengarnya.
" Tapi sayang, kenapa bangunan pantinya seperti tidak layak huni nak. itu terlihat dari luar , bagaimana dengan bagian dalamnya. " tanya Opa pada Aurora.
" Opa dapet laporan dari anak buah opa yah? " sahut Aurora dan Opa pun hanya mengangguk saja.
" Lebih parah dari yang di luar Opa, di dalam banyak atap yang sudah rapuh dan tembok mulai keropos. " ucap Aurora menjelaskan apa yang tadi ia lihat.
" Kasian sekali yah, apa perlu kita renovasi nak. " tanya Opa pada Aurora.
" Nanti Aurora pikir - pikir dulu yah. " jawab Aurora dan mereka pun mengangguk.
" Ya sudah, sekarang kamu bersihkan dulu badanmu nak. setelah itu turun kita makan malam bersama, kami tunggu yah di ruang makan. " ucap Oma pada cucunya .
" Baik Oma, aku pergi dulu ke atas yah. " ucap Aurora dan mereka pung mengangguk kepalanya saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Deliza Yuseva
suka cerita thor menarik...
2024-02-23
2
Tangsah Jagad
alur ceritanya keren good job
2024-01-16
1
Lindaaja Linda
Bisa dipastikan opa dan omanya Aurora pasti membantu dan menjadi donatur tetap disana
2023-10-31
0