Aurora pun memasuki mobil tersebut dan langsung melajukan mobilnya menuju kampus barunya yaitu university of Smith. yang mana merupakan kampus terbaik yang ada di negara ini, juga merupakan tempat berkumpulnya anak dari orang - orang berpengaruh atau para pembisnis di negara ini
Dan Aurora harus menempuh jarak sekitar tiga puluh menit dari mansion nya untuk sampai di kampus tersebut. saat mobil yang di kendarai Aurora memasuki gerbang kampus, Aurora dapat melihat orang - orang yang melihat ke arahnya. bagaimana tidak, mobil yang ia kendarai termasuk dalam kategori mobil mahal
Saat Aurora keluar dari mobilnya, orang - orang seakan terpana dengan kecantikan yang Aurora miliki. Rambut hitam panjang yang terurai, bola mata berwarna merah kecoklatan atau hazel yang indah serta kulit putih seputih porselen dan postur tubuh yang ideal. di tambah wajah cantik dengan polesan make up tipis yang terlihat semakin menawan dan enak untuk di pandang
Apalagi sifat dingin dan acuhnya, membuat Aurora semakin terlihat sempurna dan misterius. ia pun berjalan menuju ke ruang rektor , di sepanjang jalan kampus Aurora mendapatkan tatapan kagum dan iri dari para mahasiswa atau mahasiswi yang ia lewati. tak jarang ia juga mendengar bisikan - bisikan yang keluar dari mulut mereka
Hai cantik ....
Kenalan dong cantik ....
Cantikan juga aku dari pada dia ....
Heh rempahan rengginang begini cantik dari mananya sih .... *
Ha... ha ... ha ...
Paling juga dapet beasiswa ...
Ya ampun ada bidadari nih ...
Kira - kira seperti itulah kata - kata yang Aurora dengar. tapi namanya juga Aurora, dia tidak akan perduli dan hanya menanggapinya dengan sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh. sesampainya Aurora di depan pintu ruangan rektor, Aurora langsung mengetuk pintunya
tok ... tok ... tok ...
" Masuk. " Ucap seseorang yang ada di dalam, dan Aurora pun melangkah masuk ke dalam ruangan itu
Di ruangan itu terdapat seorang pria kisaran umur dua puluh delapan tahun yang ia yakini adalah rektor kampus ini
Setelah rektor itu melihat siapa yang baru saja masuk ke ruangannya, ia segera berdiri dari bangkunya dan berjalan ke arah Aurora. setelah rektor itu sampai di hadapan Aurora, ia pun langsung membungkukkan badannya
" Selamat datang nona, silahkan duduk di sofa itu nona. " ucap rektor itu dengan sopan dan hanya di jawab dengan anggukan kepala saja oleh Aurora
Aurora pun duduk, sedangkan rektor itu menyajikan teh dan kudapan manis untuk Aurora
" Kau tau aku? " tanya Aurora pada rektor tersebut
" Tau nona, nona adalah cucu dari tuan besar Damian dan nyonya besar elena dan juga anak dari mendiang nyonya Alexa Latushia pemimpin kami nona. karna saya juga salah satu mafioso yang ada di bawah pimpinan tuan besar nona, " ucap rektor itu yang bernama Zeni Andreas sambil menundukkan kepalanya
Ya, mereka semua yang bekerja di mansion sebagai pelayan, satpam dan para pria bersenjata saat itu adalah para mafioso dari dua pasangan paruh baya itu. ada pula para mafioso lainnya di beberapa perusahaan dan semua bisnis milik keluarga besar John Smith dan Anderson
" Oh begitu, baiklah sekarang dimana ruang kelas belajar ku. " ucap Aurora dengan datar setelah minumannya habis setengahnya
" Sebentar nona, akan saya panggilkan salah satu dosen untuk mengantarkan nona ke kelasnya nona. " ucap Zeni sambil menelfon salah satu dosen
setelah menunggu beberapa saat, dosen itu pun datang dan langsung masuk setelah mendapatkan izin dari rektor tersebut. dosen itu melangkah menuju rektor itu dan menundukkan kepalanya dan berkata
" ada yang bisa saya bantu pak. " ucap dosen itu
" Iya, antar kan nona ini ke kelas yang buat ngajar kamu pagi ini. " ucap rektor itu dan dosen pun menganggukkan kepalanya
" Baik pak, mari nona silahkan ikuti saya. " ucap dosen yang bernama Raisa
Sebelum Aurora melangkahkan kakinya, Aurora menatap kepala rektor itu dan berkata
" siapa namamu? " tanya Aurora dengan suara yang dingin
" Zeni Andreas nona. " ucap rektor itu sambil menundukkan kepalanya
" Oke, ingat ini baik - baik . jangan bocorkan identitas ku pada siapapun. kalau sampai itu terjadi, kau dan keluargamu taruhannya. " ucap Aurora dengan suara dingin dan tatapan tajam yang ia tujukan pada rektor itu
Glek ...
Degg ...
Dosen yang melihat itu pun hanya bisa merinding dan berpikir siapa sebenarnya gadis ini. berani sekali mengancam rektor kampus ini. tapi setelah mendengar jawaban rektor itu, dosen raisa pun semakin tercengang dengan jawaban yang keluar dari mulut rektor itu
" Bai... baik nona, akan saya lakukan sesuai perintah anda nona. " ucap Zeni sang rektor dengan gugup karna merasakan aura dingin dari nona mudanya bahkan lebih kental auranya di bandingkan dengan tuan besar
" Kalo ada apa - apa hubungi saya saja nona, saya siap kapanpun. " ucap Zeni sang rektor dan Aurora pun menganggukkan kepalanya
" Saya permisi dulu pak, untuk kembali ke kelas untuk mengajar terlebih dahulu, Baiklah nona, mari silahkan ikuti saya. " ucap dosen itu
Aurora pun berjalan mengikuti dosen itu. tidak ada percakapan diantara mereka sama sekali. karna dosen tersebut sedang sibuk dengan pikirannya sendiri
" Kenapa seorang rektor yang terkenal dengan kekejamannya dan tak kenal ampun itu sangat segan pada gadis ini, bahkan begitu tunduk pada gadis yang ada di sampingnya ini. padahal setahu ia, rektor itu tak pernah takut pada siapapun sekalipun itu anak seorang pembisnis besar di negara ini. sepertinya identitas gadis ini tak sesederhana itu, lebih baik aku cari aman demi karirku. " pikir dosen itu
Aurora yang tahu bahwa dosen itu sedang bertanya - tanya kenapa rektor itu tunduk padanya pun hanya membiarkannya saja tanpa mau repot - repot menjelaskannya pada dosen itu.
setelah sepuluh menit, mereka berdua pun sampai di depan pintu kelasnya
" Mari masuk nona. " ucap dosen itu dengan sopan dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Aurora
Aurora pun berjalan masuk bersama dosen itu. baru saja berjalan beberapa langkah, kelas itupun sudah heboh karna kedatangannya Aurora di kelas ini.
Wah gadis cantik yang tadi ....
Buset cantik kali kau neng ...
Minta nomer handphone nya dong cantik ....
Pacar aku tuh ....
Idih mimpi jangan ketinggian kang somay ...
Begitulah suara - suara yang Aurora dengar. dan Aurora pun hanya menyikapinya dengan tatapan dingin dan acuhnya
" Tolong tenang semuanya, silahkan perkenalkan namamu nona. " pinta sang dosen pada Aurora
" Aurora Lexa. " ucap Aurora dengan nada datarnya
" Hai Aurora. " ucap hampir semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sana
" Siapa marga mu Aurora? apa kau tidak punya marga dan hanya siswa dari jalur beasiswa yah." ucap salah satu gadis yang terlihat tidak senang dengan kecantikan Aurora
" Apa hak mu tau tentang siapa dan apa marga ku? " jawab Aurora dengan tatapan tajam yang ia tujukan pada gadis itu
Dan gadis itu pun tidak mampu berkata lagi setelah melihat tatapan tajam dari Aurora padanya. dosen yang melihat itu sempat merinding dan segera melerai itu semua sebelum terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan
" Sudah - sudah, kamu sebaiknya diam Merlin. dan silahkan nona Aurora duduk di bangku kosong yang ada di pojokan dekat jendela itu. karna pelajaran akan segera di mulai " ucap dosen tersebut
Maaf ya kemarin hari Minggu sibuk banget jadi enggak sempet up. mohon pengertiannya dan dukung terus karya author ya biar tambah semangat bikinnya. Terimakasih dan sekian 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Khomsa Veblita
remahan thor, bukan rempahan..
2024-03-24
1
Diah Susanti
muda amat rektornya
2023-12-05
2
Lindaaja Linda
Biasa kalau mahasiswa baru selalu disorot dan mau di bully seperti kampus ke punya sendiri pada hal itu adalah tempat menimbah ilmu
2023-10-30
0