" Boleh aku berkeliling di sekitar sini? " tanya Aurora pada mereka semua
" Boleh Ra, mau kami temani? " sahut Cecil pada Aurora
" iya temani aku berkeliling, aku juga ingin bertanya dan semoga kalian bisa menjawabnya. " ucap Aurora sambil memandang mereka.
Mereka semua pun mulai berkeliling panti untuk menemani Aurora melihat bangunan panti dan sekitarnya.
" Kenapa bangunan panti banyak yang rapuh, dan kenapa tidak di perbaiki. ini engga baik untuk pertumbuhan anak - anak panti yang ada di sini. " tanya Aurora pada mereka semua.
" Maaf Ra, apa kamu tidak nyaman berada di sini. " ucap Cecil dengan raut wajah sedih.
" Bukan tidak nyaman, aku hanya bertanya karna penasaran saja. kalau kalian tidak mau menjawabnya juga tidak apa - apa. " ucap Aurora dengan ekspresi datarnya.
" Kirain kamu engga nyaman Ra, bukannya kami tidak ingin memperbaiki bangunan ini Ra. tapi lebih tepatnya kami kekurangan biaya, karna sudah tidak ada donatur yang mau membantu mendanai panti ini. " ucap David dengan lirih.
" Kenapa begitu, kenapa sampe tidak ada donatur yang mau membantu panti ini? tidak ada yang salah kan dengan panti ini. " tanya Aurora dengan rasa penasaran yang tinggi.
" Ada masalah Ra dengan panti ini. " jawab Kania dengan nada sedih.
" Apa itu, bisa kalian jelaskan pada ku? " ucap Aurora dengan menaikkan sebelah alisnya .
Sejauh mata memandang, yang Aurora liat adalah bangunan yang memang sudah tidak layak untuk di tempati. walau pun begitu, tempatnya begitu bersih dan sangat terawat. hanya bangunannya saja yang memang sudah banyak berlubang termakan usia.
" Karna tanah panti ini adalah tanah sengketa Ra. dulu sebenarnya ada yang mau menjadi donatur tetap di panti ini, tapi mereka semua pergi setelah adik kandung dari mendiang suami ibu panti berkoar - koar ke semua orang kalau tanah ini adalah tanah miliknya bukan milik ibu panti. " ucap Bian setelah sekian lama diam.
" Sebenarnya tanah ini adalah milik mendiang ibu mertuanya ibu panti yang di wariskan ke anak laki - lakinya dan istrinya yaitu ibu panti. adik dari mendiang suami ibu panti juga sudah mendapatkan bagiannya, bahkan lebih luas dari yang mereka dapat. dan juga suami dari ibu panti belum membalik nama tanah ini atas nama dirinya atau atas nama mendiang suaminya itu Ra. karna mendiang suami dari ibu panti percaya tidak akan terjadi masalah seperti ini di kemudian hari. " ucap Cecil dengan hembusan nafas yang kasar.
" Tapi ternyata itu tidak sejalan dengan apa yg mereka pikirkan, tadinya semua baik - baik saja. adik ipar ibu panti pun masih sering berkunjung ke rumah meski kakaknya telah tiada. tapi setelah adik iparnya menikah, beberapa bulan kemudian adik ipar dari ibu panti mulai menyebarkan berita seperti itu. kata ibu panti, adik ipar kena pengaruh dari suami dan keluarganya yang memang terkenal memiliki sifat buruk di lingkungan mereka. " lanjut Kania dengan raut wajah yang terlihat kesal.
Aurora dan yang lainnya sudah selesai berkeliling panti tersebut, dan sekarang mereka sedang berjalan kembali ke tempat awal Aurora datang yaitu ruang tamu. mereka semua duduk dan masih melanjutkan penjelasan tentang panti ini.
" Hampir satu Minggu 2 atau 3 kali mereka selalu datang ke sini untuk mengusik kami, agar kami bisa pergi dari sini dan menyerahkan surat tanah ini pada adik iparnya. apalagi jika keluarga mereka dengar akan ada donatur tetap, pasti mereka segera datang kesini untuk menggagalkan orang - orang yang mau menjadi donatur dengan fitnah yang tidak berdasar. " ucap Cecil ikut menjelaskan.
" Lalu dari mana kalian semua bisa makan dan membeli kebutuhan bayi kecil yang ada disini? " tanya Aurora pada mereka semua.
" Kami yang sudah berumur 18 tahun ke atas bekerja paruh waktu Ra. kadang di restoran sebagai pelayan restoran, ada juga yang jadi buruh angkat barang di pasar. dan kami berempat juga kadang bekerja sebagai pengawal pribadi dari orang - orang kaya di negara ini. " jawab Bian dengan nada lirihnya
" Ya benar, lumayan penghasilan dari kita yang jadi pengawal, meski mereka kadang ada yang memperlakukan kami semena - mena. tapi demi adik panti apapun kami lakukan Ra. lagian kami juga tidak bisa apa - apa, karna kami hanya kaum bawah yang memang membutuhkan uang untuk sehari - hari kami makan. " ucap David melanjutkan.
Kalian hebat, dan aku bangga menjadi sahabat kalian. mulai sekarang aku janji akan merubah kalian menjadi lebih baik lagi dari sekarang, tunggu waktunya." ucap Aurora dalam hati dengan seulas senyum tipisnya
" Kalian bisa beladiri juga seperti Xena? " tanya aurora.
" Kami bisa Ra, walau belum bisa di katakan kuat seperti mu. kami belajar beladiri untuk melindungi diri sendiri dan juga melindungi semua orang yang ada di panti ini. karna kita gatau kapan bahaya itu akan datang. " Ucap Cecil dengan senyum lembut.
Aurora yang mendengar semua penjelasan mereka semua pun merasa kasian dengan kondisi mereka. Aurora merasa bahwa dirinya termasuk beruntung jika di bandingkan dengan mereka semua yang ada disini.
" Maaf sudah menanyakan semua itu pada kalian. " ucap Aurora dengan memandangi wajah mereka satu - persatu
" Sudah tidak perlu di pikirkan Ra, kami juga sudah terbiasa dengan hal itu. makanya kami sedang berjuang untuk hak tanah ini. kalo kami menyerah dan pergi, kami mau tinggal dimana coba. " ucap Kania dengan tegas
" Tumben kamu Nia. " ucap David
" Tumben apa nih vid, jangan macem - macem deh. " tanya Kania dengan raut wajah yang bertanya - tanya
" Iya tumben otak kamu bener. soalnya perkataan mu barusan kek bukan kamu, apa kamu kerasukan yah Nia. ha... ha... . " ucap David sambil berlari karna di kejar - kejar oleh Kania yang kesal, setelah mendengar ucapan David dan mereka yang melihat kelakuan David dan kania hanya bisa geleng geleng kepala saja.
" Baiklah kalo gitu, karna ini sudah mulai malam aku pamit pulang dulu yah. pasti orang rumah udah pada nungguin aku. salam buat xena dan yang lainnya yah. " ucap Aurora sambil berdiri dari duduknya dan mulai melangkah keluar di temani Cecil dan yang lainnya.
" Iya Ra, hati - hati di jalan yah. " ucap mereka dengan serempak.
Setelah Aurora dan yang lainnya sampai di halaman panti, Aurora pun kembali berpamitan dengan mereka. setelah selesai, Aurora pun melangkahkan kakinya menuju mobilnya berada. Aurora masuk dan mulai menjalankan kuda besinya ke arah mansion nya. tidak lupa ia juga membunyikan klakson mobilnya.
Selama berkendara di jalanan, Aurora pun berpikir untuk membeli sebuah mansion atau sebuah tanah lalu di bangun sebuah tempat tinggal yang nyaman untuk semua orang yang ada di panti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Nayosha
Kl ada Mafia mempunyai hati baik seperti Aurora mah gpp lah...malah saya akan dukung tuh mafia" seperti itu...krn membasmi yg menindas
2024-02-29
2
Lindaaja Linda
semoga persahabatan Aurora dan teman-temannya berlanjut
2023-10-31
0
dita18
semoga sahabat2 sellu setia sama Aurora ya.
2023-10-23
1