Di dalam mobil, sebelum Aurora menjalankan kendaraannya. ia menelfon sang Opa untuk meminta bantuannya. Aurora pun menghubungi Opa Damian, di dering pertama sang Opa langsung mengangkat panggilannya
" Halo sayang, ada apa? kenapa jam segini belum sampai rumah. " tanya sang Opa pada Aurora
" Maaf Opa, terjadi sedikit masalah di sini. dan Aurora menghubungi Opa, karna Aurora butuh bantuan Opa. Boleh tidak? " sahut Aurora di sambungan telfon
Aurora pun menjelaskan semuanya dari awal kejadian, saat ia mau kembali ke kelasnya dan mendengar keributan di dalam ruang kelasnya sampai di bagian tentang keluarga Xena. setelah selesai menjelaskan segalanya Aurora pun mengungkapkan keinginannya
" Jadi begitu, baiklah apa yang kamu mau opa lakukan pada mereka. " tanya Opa pada cucunya Aurora
" Aku ingin Opa menyuruh beberapa orang untuk menjaga panti asuhan Harapan Kasih agar keluarga Xena tidak bisa mendekati Xena dan semua orang yang ada di panti itu. " ucap Aurora setelah bertanya pada Xena apa nama dari panti itu
" Baik sayang, akan Opa perintahkan orang - orang kita sekarang juga. dan untuk latihan mu dan yang lainnya di lakukan besok saja. kamu pasti cape, hari ini bisa untuk istirahat. ya sudah hati - hati di jalan sayang. " ucap Opa pada sang cucu
" Maaf merepotkan mu dan terimakasih untuk bantuannya Opa. " ucap Aurora dengan tulus
" Sama - sama sayang, apapun untukmu. " ucap Opa dan setelah itu Aurora pun mengakhiri panggilan nya
Sedangkan Xena yang ada di sampingnya pun kebingungan dan sibuk dengan pikirannya sendiri. sampai tidak sadar bahwa ia di panggil berkali - kali oleh Aurora. sampai tepukan di bahunya pun menyadarkan dirinya
" Ah ya, kenapa Ra? " tanya Xena pada Aurora
" Kau yang kenapa, di panggil dari tadi bukannya nyaut malah diam aja. " ucap Aurora sambil mulai menjalankan kuda besinya
" Siapa kamu sebenarnya Ra? " tanya Xena menyiapkan mentalnya untuk mendengarkan jawaban Aurora
" Sekarang bukan waktunya kamu dan yang lainnya tahu siapa aku Xena, ada saatnya nanti dan bukan sekarang. " ucap Aurora yang sempat melihat reaksi Xena yang menunjukkan rasa kecewa tapi kembali tersenyum padanya
Aurora pun bertanya dimana alamat rumahnya Xena. lalu setelah tau, Aurora mulai mengarahkan mobilnya menuju rumah Xena
Selang tiga puluh menit berkendara, akhirnya mereka berdua pun sampai di depan pagar rumah Xena. dan setelah penjaga rumah tahu bahwa di dalamnya ada nona mudanya, segera ia membuka pagar rumah itu
Aurora melajukan kembali mobilnya ke pekarangan rumah Xena. sesampainya di depan rumah, Xena pun turun dari mobil Aurora
Baru saja akan membuka pintu, tapi sudah terbuka lebih dulu dari arah dalam rumah. dan tampaklah sang ayah dari Xena dengan wajah yang sedang menahan amarahnya. sedangkan di samping ayah Xena ada 2 wanita yang satu gadis bernama Sasa dan satunya lagi, Aurora yakin bahwa dia adalah ibu tiri dari Xena.
Belum sempat Xena memberi salam sudah lebih dulu mendapatkan hadiah dari sang ayah yaitu sebuah tamparan dengan cukup keras, hingga menyebabkan cap jari itu meninggalkan jejak kemerahan di pipi mulusnya Xena.
Plakk .....
Plakkk ....
Sedangkan dua wanita itu, yang melihat adegan di depannya pun tersenyum puas dan itu tidak luput dari penglihatan Aurora
" Beraninya kamu pulang ke rumah ini lagi hah. setelah kau dan teman berandalan mu itu berani menganiaya anakku Sasa. " ucap ayah Xena dengan amarah yang memuncak
" Aku juga anakmu kalau kau lupa. " ucap Xena dengan mata berkaca - kaca
" Kau bukan anakku, kau terlalu susah untuk di atur. aku tidak Sudi memiliki putri sepertimu. " ucap ayah Xena
Ayah Xena pun langsung menyeret Xena ke dalam rumah dan di ikuti 2 wanita itu, tanpa menghiraukan Aurora yang sedari tadi berdiri di belakang Xena. Aurora yang melihat Xena di perlakukan begitu kasar di depan matanya sendiri pun menampilkan wajah yang merah padam
Akkhhhh.....
Ampun pah ampun ....
Aurora yang mendengar teriakan Xena yang kesakitan pun cukup untuk memancing iblis yang telah lama diam dalam tubuhnya. Aurora yang sejak tadi diam dan menahan amarahnya pun sudah tidak tahan lagi melihat sahabatnya di perlakukan seperti itu oleh ayah kandungnya sendiri. ia pun segera memasuki rumah tersebut untuk mencari Xena dan membawanya pergi dari sini
Sesampainya Aurora di dalam rumah atau lebih tepatnya ruang tamu, terdapat dua wanita yang sedang duduk sambil tersenyum lebar karna berhasil menghasut ayah Xena dan membuat Xena mendapatkan hukuman itu
Aurora mendekati dua wanita itu dan bertanya dengan aura mencekam
" Dimana Xena berada sekarang. " ucap Aurora dengan tatapan mengintimidasi
Mereka berdua yang mendengar suara orang bertanya pun terkejut dengan kedatangan Aurora. karna mereka kira Aurora sudah pergi dari rumah ini
" Siapa kamu hah! berani sekali masuk ke istana ku. " ucap perempuan seumuran dengan mendiang ibunya
" Dimana Xena. " bentak Aurora dengan nada dinginnya
Mereka berdua yang di bentak seperti itu pun merasa ketakutan. tapi Sasa berpura - pura berani, karna ia merasa aman sebab dirinya berada di rumahnya sendiri. ia berpikir bahwa Aurora tidak akan berani memukulinya seperti yang Aurora lakukan di kampus tadi. padahal itu tidak akan membuat Aurora takut dimana pun ia berada.
" Xena? untuk apa kau mencarinya. dia tidak ada disini. " ucap Sasa dengan senyum mengejek
" Sekali lagi aku tanya, dimana Xena sekarang berada. " ucap Aurora dengan aura mencekam dan tatapan dingin yang siap menerkam mangsa yang ada di depannya
" Sebaiknya kau pulang ******, Xena tidak akan bisa kau temui di rumah ini. " ucap ibu tirinya Xena, setelah ia paham siapa gadis yang ada di depannya ini
Aurora yang tidak mendapatkan jawabannya pun langsung maju melangkah ke arah mereka. secara tidak sadar mereka berdua mundur karna merasakan hawa yang mencekam pada gadis di depan mereka. mereka terlalu takut setelah melihat tatapan dingin yang Aurora tujukan pada mereka
Dan tanpa basa - basi lagi Aurora pun memukul mereka berdua sampai terjatuh di lantai dengan posisi yang sangat tidak elit.
Bughhh ...
Bruakkk ....
Akhhh ....
Mendengar keributan yang ada di ruang tamu, semua pelayan dan penjaga yang ada di rumah itu pun berlarian menghampiri ruang tamu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di sana
Sesampainya mereka di sana, semuanya tercengang dengan apa yang mereka lihat. para pelayan tidak ada yang berani maju dan menyelamatkan nona sasa yang sedang di cekik oleh Aurora
" Yah ******, apa yang kamu lakukan pada anakku. lepaskan dia! " ucap ibu tiri Xena dengan menangis karna melihat Sasa yang kesakitan
" Le... lepaskan aku ******, aku akan membuat perhitungan padamu nanti. " ucap Sasa dengan terbata karna cekikan yang ia terima cukup kuat
" Aku tunggu pembalasan mu padaku. " ucap Aurora dengan seringainya yang membuat Sasa semakin ketakutan
" Kenapa kalian diam saja dan hanya melihatnya hah, cepat tarik wanita gila itu keluar dari rumah ini agar anakku lepas darinya. dasar pelayan rendahan! " Bentak ibu tiri Xena pada semua pelayan itu
Semua pelayan yang mendengar perintah itu pun, mau tidak mau melangkah menuju Aurora untuk menarik paksa dan mengusir Aurora dari rumah ini. tapi belum sempat mereka melangkah suara Aurora kembali terdengar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 210 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
banyak banget gaya mereka ya , pantas daja Aurora bisa bantai mereka dengan mudah , karena mereka wanita manja dan murahan yang sebenarnya
2024-02-06
0
Lindaaja Linda
hajar mereka semua Ra jangan beti ampun bsik ibu tiri Xena dan Sasa yang selalu bikin Xena disiksa ayahnya
2023-10-31
0